Tamim al-Dari dan Lampu Pertama di Masjid Madinah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #22)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
- visibility 132
- print Cetak

Ilustrasi suasana malam di Masjid Nabawi ketika Tamim al-Dari menyalakan lampu minyak untuk pertama kalinya, menerangi masjid sehingga para sahabat dapat beribadah dengan lebih nyaman.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tamim al-Dari adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari wilayah Palestina di kawasan Syam. Sebelum memeluk Islam, Tamim dikenal sebagai seorang rahib atau pendeta Kristen. Ia hidup dalam tradisi keagamaan yang kuat dan terbiasa dengan kehidupan ibadah. Dalam literatur biografi sahabat seperti Al-Isti’ab fi Ma’rifat al-Ashab dan Al-Isabah fi Tamyiz al-Sahabah, Tamim disebut sebagai rahib dari Palestina yang kemudian datang ke Madinah dan memeluk Islam pada tahun 9 Hijriah.
Tamim masuk Islam pada masa yang dikenal sebagai ‘Am al-Wufud, tahun ketika banyak utusan dari berbagai wilayah datang menemui Nabi Muhammad SAW. Ia datang bersama keluarganya dan menyatakan keislamannya di hadapan Nabi. Peralihan keyakinan seorang rahib menjadi Muslim merupakan peristiwa yang cukup menonjol pada masa itu, karena ia datang dari lingkungan keagamaan yang telah lama mengakar dalam hidupnya.
Setelah menjadi Muslim, Tamim menetap bersama komunitas sahabat di Madinah. Ia dikenal sebagai orang yang tekun beribadah dan banyak menghabiskan waktu dengan membaca Al-Qur’an. Kehidupan spiritual yang kuat yang ia jalani sebelumnya sebagai rahib tampak berlanjut dalam kehidupannya sebagai seorang Muslim. Namun ada satu peristiwa sederhana yang membuat namanya dikenang dalam sejarah kehidupan masyarakat Madinah.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar