Tamim al-Dari dan Lampu Pertama di Masjid Madinah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #22)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
- visibility 132
- print Cetak

Ilustrasi suasana malam di Masjid Nabawi ketika Tamim al-Dari menyalakan lampu minyak untuk pertama kalinya, menerangi masjid sehingga para sahabat dapat beribadah dengan lebih nyaman.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pada masa awal Islam, Masjid Nabawi belum memiliki penerangan pada malam hari. Jika malam tiba, masjid menjadi gelap. Orang-orang yang ingin beribadah setelah Isya harus melakukannya dalam cahaya yang sangat terbatas. Kondisi ini berbeda dengan beberapa tempat ibadah di wilayah Syam yang telah menggunakan lampu minyak untuk penerangan malam.
Tamim al-Dari melihat keadaan itu. Ia kemudian membawa lampu dan minyak yang biasa digunakan di wilayah Syam. Ia menyalakan lampu tersebut di dalam Masjid Nabawi sehingga masjid menjadi terang pada malam hari. Cahaya lampu itu memungkinkan orang-orang melihat dengan jelas dan beribadah dengan lebih nyaman.
Peristiwa ini disebutkan dalam beberapa sumber sejarah sahabat, di antaranya dalam Usd al-Ghabah fi Ma’rifat al-Sahabah dan juga dicatat dalam literatur biografi sahabat lainnya. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa ketika lampu itu dinyalakan, masjid yang biasanya gelap pada malam hari menjadi terang.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar