Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tak Ada Yang Integratif Dari “Epistemologi Integratif” dalam Paradigma Makuta Ilmu: Itu Kesesatannya

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 1.046
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tentang kekeliruan kategorikal dalam konteks ketegangan antarpilar, sedari awal dan sampai saat ini, saya tetap kukuh pada pendirian bahwa teo-antropo-kosmosentris itu secara tegas saling menegasikan satu sama lain. Saya juga sadar bahwa ketiganya itu berbeda dan tidak sama jika diperbandingkan. Mungkin saja, kesalahpahaman terjadi saat saya menulis “ketika menyamakan kosmosentrisme dengan sara’a, maka yang sangat mungkin terjadi adalah ketumpangtindihan” Sebenarnya, kata menyamakan itu bukan berarti menyatakan dua kategori, yakni “kosmosentrisme” dan “teosentrisme” dalam satu definisi yang identik (kosmosentrisme = teosentrisme). Bukan, bukan begitu. Yang saya maksud “menyamakan” adalah “menyandingkan” dua kategori tersebut pada posisi yang sama sehingga memungkinkan keduanya berdialog. Pasalnya, kedua kategori tersebut, baik secara definisi hingga pada tingkat operasionalisasinya sangat berbeda pada tulisan sebelumnya. Saya bahkan memberikan contoh bahwa dalam kasus Dayango yang bewatak kosmosentris, seringkali “ditafsirkan” tidak sesuai dengan syariat Islam karena memang titik berangkatnya berbeda.

Ketika merespons kasus Dayango ini, Donald lantas menghadirkan satu term yakni jembatan sebagai jalan agar teosentrisme, antroposentrisme dan kosmosentrisme  berjumpa. Justru, di sinilah masalah itu muncul. Logika jembatan tidak bisa digunakan jika memang keduanya sudah kontradiktif satu sama lain. Bagaimana jika nanti di tengah jembatan keduanya justru bakuhantam, alih-alih dialog, saling peluk dan jabat tangan? Benar memang tulis Donald, “syariat Islam, khususnya dalam tradisi fiqh, selalu mempertimbangkan maqashid (tujuan hukum), maslahah (keselamatan publik), dan konteks sosio-kultural”. Namun ia juga mestinya sadar bahwa proses pembentukan produk hukum Islam “yang responsif” itu selalu bergantung pada rezim dan status quo yang berkuasa. Ketika ia menyodorkan Fiqh Lingkungan dengan konsep ekoteologi sebagai contoh relevan, maka bagi saya, ia harusnya melihat bahwa pada saat yang sama, organisasi-organisasi keagamaan juga memegang konsesi-konsesi tambang yang berpotensi mengabaikan bahkan menegasikan berbagai prinsip “eko-teologi” yang diusung mereka sendiri. Bahkan dalam fenomena ini, maslahah direduksi menjadi masalah ekonomi, bukan ekologis dan kosmik. Di titik ini, bukankah yang terjadi adalah “keselarasan semu”?

Benarkah Makuta Ilmu berangkat dari Dekolonisasi Pengetahuan?

Jika benar Makuta Ilmu berangkat dari dekolonisasi pengetahuan, bagaimana kita bisa tahu itu benar-benar “dekolonisasi pengetahuan” alih-alih dominasi pengetahuan berkedok dekolonisasi? Apakah hanya dengan bilang bahwa dia berangkat dari manifestasi ABSSBK dan Buatulo Toulongo lewat Makuta Ilmu maka itu sudah berarti dekolonisasi pengetahuan? Sayangnya, Donald juga tidak memberikan penjelasan konkrit, alih-alih memberikan tugas tambahan dengan menulis “barangkali dari sini bisa dimulai pencarian teori baru yang lahir dari fenomena lokal Gorontalo”. Meskipun begitu, saya ngebet ingin menguji hal ini, misalnya dengan pertanyaan sederhana: jika terjadi perjumpaan antara dua identitas berbeda, yakni Islam dan tradisi Gorontalo, maka bagaimana Makuta Ilmu menjelaskannya secara dekolonial? Bagaimana ketegangan keduanya dipahami? Adakah yang mesti mengalah? Jika ada, yang mana? Mungkinkah terjadi kroscek balik tradisi Gorontalo terhadap Islam, sebagaimana Islam selalu melakukannya terhadap tradisi Gorontalo? 

  • Penulis: Tarmizi Abbas
  • Editor: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri Pesantren Ndolo Kusumo Dipindahkan, Kemenag Pastikan Pendidikan Tetap Berlanjut

    Santri Pesantren Ndolo Kusumo Dipindahkan, Kemenag Pastikan Pendidikan Tetap Berlanjut

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Kemenag juga berencana mencabut izin operasional (IJOP) Pesantren Ndolo Kusumo sebagai bagian dari langkah penanganan kasus. Basnang menambahkan, pihaknya bersama Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk memberikan pendampingan serta memastikan langkah-langkah penanganan berjalan optimal. Dugaan kasus pemerkosaan terhadap puluhan santriwati yang melibatkan pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Ndolo Kusumo […]

  • Detik-Detik Mencekam Kebakaran Panti Jompo Manado, Lansia Terpanggang Saat Tidur!

    Detik-Detik Mencekam Kebakaran Panti Jompo Manado, Lansia Terpanggang Saat Tidur!

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Malam Minggu (28/12/2025) menjadi malam yang penuh duka bagi Panti Werdha Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado. Sebanyak 16 lansia meninggal dunia dalam kebakaran hebat, sementara belasan lainnya selamat tetapi mengalami luka bakar dan trauma mendalam. Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menjelaskan bahwa pihak kepolisian dan Polda […]

  • Dari Langit ke Bumi: Pesan Agung Salat Menggema di Masjid Nurul Jama’ah Taipa

    Dari Langit ke Bumi: Pesan Agung Salat Menggema di Masjid Nurul Jama’ah Taipa

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW kembali diperingati dengan penuh kekhusyukan oleh umat Islam di Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Peringatan yang berlangsung di Masjid Nurul Jama’ah Taipa, Minggu malam, 4 Januari 2026, menjadi momentum spiritual untuk menguatkan kembali komitmen umat dalam menjaga salat sebagai fondasi kehidupan […]

  • Bulan Mei Transportasi Angkutan Udara Gorontalo Lesu

    Bulan Mei Transportasi Angkutan Udara Gorontalo Lesu

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Jumlah pesawat yang berangkat dari Bandara Djalaluddin dan Bandara Panua Pohuwato pada Mei 2025 sebanyak 163 penerbangan atau menurun 9,94 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebanyak 181 penerbangan. Jumlah pesawat yang datang di kedua bandara tersebut pada Mei 2025 sebanyak 163 penerbangan, atau menurun 9,94 persen dibanding pada April 2025 yang tercatat sebanyak […]

  • Gerakan Nurani Bangsa Sampaikan Pesan Kebangsaan, Desak Pemerintah Jaga Politik Luar Negeri Bebas Aktif

    Gerakan Nurani Bangsa Sampaikan Pesan Kebangsaan, Desak Pemerintah Jaga Politik Luar Negeri Bebas Aktif

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sejumlah tokoh lintas agama, intelektual, dan budayawan yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan Pesan Kebangsaan kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia terkait situasi geopolitik global yang semakin memanas. Pesan tersebut disampaikan di Jakarta pada 6 Maret 2026, sebagai respons atas meningkatnya ketegangan internasional, khususnya setelah serangan Amerika Serikat dan Israel […]

  • Laba Bisa Ditulis, Tapi Keseimbangan Neraca Tidak Bisa Dibohongi

    Laba Bisa Ditulis, Tapi Keseimbangan Neraca Tidak Bisa Dibohongi

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Dalam dunia keuangan, laporan laba rugi sering jadi primadona. Investor melihatnya, direksi memamerkannya, media mengutipnya. Tapi bagi seorang akuntan, neraca—ya, struktur aset, kewajiban, dan ekuitas—adalah panggung sesungguhnya di mana kekuatan dan kelemahan suatu entitas benar-benar bisa dinilai. Maka ketika saya membaca laporan keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) per 31 Desember 2024, […]

expand_less