Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Universalitas Sepak Bola dan Identity Sports

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Minggu, 11 Des 2022
  • visibility 86
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejatinya sepak bola adalah simbol universalisme. Negara-negara yang telah ditetapkan dan telah memenuhi persyaratan sebagai peserta Piala Dunia 2022, ikut meramaikan even sepak bola paling bergengsi di seantero dunia ini. 

Sudah barang tentu, negara peserta selalu didampingi oleh tim suporter fanatik dari negaranya masing-masing.

Para pendukung ataupun simpatisan dari negara lainnya yang tidak masuk sebagai peserta akan memilih dan menentukan tim yang akan mereka dukung dengan sebebas-bebasnya.

Sepengetahuan saya, selama Piala Dunia digelar, pilihan para pendukung didasarkan dengan berbagai alasan. Ada yang mendukung tim dari salah satu negara karena kepopuleran tim tersebut, ada yang karena materi pemainnya merata, ada yang karena kualitas permainan timnya yang bagus, ada yang karena penerapan strategi yang jitu, dan ada pula yang didasarkan pada semangat dan potensi kemenangan yang diharapkan.

Pendek kata, pilihan tidak lagi melihat sekat-sekat negara, batas teritorial, budaya, ras dan agama. Bahkan ketika tim Israil misalnya, saat mengikuti even sepak bola internasional, ada saja yang mendukung tim ini.

Padahal semua tahu bagaimana tragedi-tragedi kemanusiaan selalu dilakonkan oleh negara Yahudi ini. Itulah uniknya sepak bola. Menyatukan perbedaan dan melupakan sejenak problematika internal dan eksternal.

Kemunculan Maroko sebagai peserta Piala dunia tahun 2022 ini menampilkan fenomena yang sedikit berbeda. 

Sejak lolosnya Maroko ke fase 16 besar, dukungan yang bernuansa primordialisme mencuat ke permukaan. Isu agama dengan segala aksesorisnya ditampilkan lewat media. 

Dukungan yang bersifat eksklusif ini terus menguat ketika Maroko berhasil melaju ke Semi Final dengan membenamkan superioritas Spanyol.

Saya menamakan fenomena ini dengan “Identity Sports”, Olahraga yang mengedepankan simbol Identitas.

Lihat saja status maupun tulisan pendek yang diposting di media sosial. Ada parade shalawat, ada pengajian, ada doa, ada histori Maghribi dan invasi Andalusi dan lain sebagainya. Pokoknya Stigma yang dimunculkan adalah Eropa vs Afrika, Eropa (Non Muslim) vs Maroko (Muslim).

Mencermati fenomena ini, saya teringat dengan teori tentang Barat versus Islam dalam tulisan Samuel Huntington. Meski tidak sampai ke sana, tapi paling tidak bagi seseorang atau kelompok yang telah terdoktrinasi oleh pemikiran bahwa kapan saja, dimana saja, dan dalam even apapun selalu ada  “Battle of Religion”.

Maka doktrin ini akan selalu menjadi benih yang terus tertanam dalam hatinya dan akan berkecambah ketika dalam realitas apapun Barat vs Islam akan berhadap-hadapan secara langsung. Vis to Vis. Tak peduli apakah itu even  sosial, budaya dan tak terkecuali even olah raga.

Dukungan yang mengedepankan semangat eksklusifisme ini tidak bisa disalahkan apalagi dibendung. Karena memang tanpa sadar rasa keberagamaan itu muncul tiba-tiba pada diri seseorang secara personal maupun secara komunal sebagai bentuk ekspresi kebanggaan dan kecintaan kepada agama yang dianut.

Tapi mestikah agama harus dimasukan ke ranah olah raga   untuk menarik simpati dan dukungan ? Apakah simbol agama harus kita gadaikan untuk sekedar mendukung tim yang nota bene milik semua umat ?

Sepak bola itu milik semua bangsa. Sepak bola itu milik semua agama. Sepak bola itu wadah persaudaraan antar manusia. Jika dalam politik ada yang disebut “Identity Politics” atau “Politik Identitas” maka  biarlah itu menjadi komoditas politik.

Olah raga harus bebas dari aroma-aroma eksklusivitas. Semestinya Kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Dunia olah raga, khususnya sepak bola, adalah “Dunia universalitas”. “Dunia tanpa batas”.

Salam Olah Raga
Gorontalo, 11 Desember 2022
  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Anggota Korps Brigade di Kota Tual, Moh Yakub dan Abdul Kadir Komitmen Dorong Reformasi Polri

    Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Anggota Korps Brigade di Kota Tual, Moh Yakub dan Abdul Kadir Komitmen Dorong Reformasi Polri

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Founder dan Advokat Senior “HAM & Associate”, Moh. Yakub K. Salamun, S.H., M.H., bersama Abdul Kadir Z. Lakuy, S.H., angkat bicara terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Korps Brigade di Kota Tual yang menyebabkan seorang anak kecil meninggal dunia. Moh. Yakub Salamun menyampaikan bahwa peristiwa tersebut tidak seharusnya hanya dipandang sebagai […]

  • Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Oleh : Riskiyawan Hasan Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Maluku Utara disuguhi berbagai “klarifikasi” yang disampaikan Gubernur Maluku Utara melalui podcast, media nasional da berbagai saluran digital lainnya. Sekilas, langkah itu terlihat seperti usaha untuk memperbaiki pandangan publik. Namun jika dilihat dalam perspektif komunikasi politik, situasi ini lebih tepat dipahami munculnya apa yang kemudian disebut […]

  • Salat Jenazah Ternyata Rumit, KH. Abdul Muin Ungkap Kesalahan yang Sering Terjadi Play Button

    Salat Jenazah Ternyata Rumit, KH. Abdul Muin Ungkap Kesalahan yang Sering Terjadi

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 473
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Salat jenazah yang selama ini dianggap sederhana ternyata menyimpan banyak rincian hukum yang kerap luput dari perhatian jamaah. Hal ini diungkapkan oleh KH. Abdul Muin Mooduto, Ketua MUI Kota Gorontalo sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, dalam pengajian menjelang Salat Jumat yang digelar di salah satu masjid di Kota Gorontalo pada 2021. Dalam […]

  • Mengapresiasi Transparansi, Sulawesi Tengah Anugerahkan Keterbukaan Informasi Publik 2025

    Mengapresiasi Transparansi, Sulawesi Tengah Anugerahkan Keterbukaan Informasi Publik 2025

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 168
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komitmen menghadirkan pemerintahan yang terbuka dan melayani kembali ditegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tengah ini berlangsung di Ruang Polibu, Senin (15/12/2025). Acara tersebut menjadi ruang […]

  • Pasar Masuk Angin

    Pasar Masuk Angin

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle  Dr. Muhammad Aras Prabowo
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Di negeri yang katanya ramah, religius, dan gemar musyawarah ini, ekonomi ternyata juga punya perasaan. Ia bisa senang, bisa sedih, dan rupanya juga bisa kaget sampai masuk angin. Buktinya, ketika keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, resmi ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), pasar langsung demam. Rupiah menggigil, IHSG meriang, dan investor asing mendadak […]

  • Saring Sebelum Sharing, Pesan Bhabinkamtibmas Usai Mediasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    Saring Sebelum Sharing, Pesan Bhabinkamtibmas Usai Mediasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 134
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bhabinkamtibmas Desa Ilomangga, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Bripka Efendi Gusasi, SH, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Imbauan tersebut disampaikan usai memfasilitasi mediasi penyelesaian dugaan pencemaran nama baik yang berlangsung di Kantor Desa Ilomangga, Rabu (10/6/2026). Kasus tersebut bermula dari beredarnya […]

expand_less