Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Universalitas Sepak Bola dan Identity Sports

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Minggu, 11 Des 2022
  • visibility 134
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejatinya sepak bola adalah simbol universalisme. Negara-negara yang telah ditetapkan dan telah memenuhi persyaratan sebagai peserta Piala Dunia 2022, ikut meramaikan even sepak bola paling bergengsi di seantero dunia ini. 

Sudah barang tentu, negara peserta selalu didampingi oleh tim suporter fanatik dari negaranya masing-masing.

Para pendukung ataupun simpatisan dari negara lainnya yang tidak masuk sebagai peserta akan memilih dan menentukan tim yang akan mereka dukung dengan sebebas-bebasnya.

Sepengetahuan saya, selama Piala Dunia digelar, pilihan para pendukung didasarkan dengan berbagai alasan. Ada yang mendukung tim dari salah satu negara karena kepopuleran tim tersebut, ada yang karena materi pemainnya merata, ada yang karena kualitas permainan timnya yang bagus, ada yang karena penerapan strategi yang jitu, dan ada pula yang didasarkan pada semangat dan potensi kemenangan yang diharapkan.

Pendek kata, pilihan tidak lagi melihat sekat-sekat negara, batas teritorial, budaya, ras dan agama. Bahkan ketika tim Israil misalnya, saat mengikuti even sepak bola internasional, ada saja yang mendukung tim ini.

Padahal semua tahu bagaimana tragedi-tragedi kemanusiaan selalu dilakonkan oleh negara Yahudi ini. Itulah uniknya sepak bola. Menyatukan perbedaan dan melupakan sejenak problematika internal dan eksternal.

Kemunculan Maroko sebagai peserta Piala dunia tahun 2022 ini menampilkan fenomena yang sedikit berbeda. 

Sejak lolosnya Maroko ke fase 16 besar, dukungan yang bernuansa primordialisme mencuat ke permukaan. Isu agama dengan segala aksesorisnya ditampilkan lewat media. 

Dukungan yang bersifat eksklusif ini terus menguat ketika Maroko berhasil melaju ke Semi Final dengan membenamkan superioritas Spanyol.

Saya menamakan fenomena ini dengan “Identity Sports”, Olahraga yang mengedepankan simbol Identitas.

Lihat saja status maupun tulisan pendek yang diposting di media sosial. Ada parade shalawat, ada pengajian, ada doa, ada histori Maghribi dan invasi Andalusi dan lain sebagainya. Pokoknya Stigma yang dimunculkan adalah Eropa vs Afrika, Eropa (Non Muslim) vs Maroko (Muslim).

Mencermati fenomena ini, saya teringat dengan teori tentang Barat versus Islam dalam tulisan Samuel Huntington. Meski tidak sampai ke sana, tapi paling tidak bagi seseorang atau kelompok yang telah terdoktrinasi oleh pemikiran bahwa kapan saja, dimana saja, dan dalam even apapun selalu ada  “Battle of Religion”.

Maka doktrin ini akan selalu menjadi benih yang terus tertanam dalam hatinya dan akan berkecambah ketika dalam realitas apapun Barat vs Islam akan berhadap-hadapan secara langsung. Vis to Vis. Tak peduli apakah itu even  sosial, budaya dan tak terkecuali even olah raga.

Dukungan yang mengedepankan semangat eksklusifisme ini tidak bisa disalahkan apalagi dibendung. Karena memang tanpa sadar rasa keberagamaan itu muncul tiba-tiba pada diri seseorang secara personal maupun secara komunal sebagai bentuk ekspresi kebanggaan dan kecintaan kepada agama yang dianut.

Tapi mestikah agama harus dimasukan ke ranah olah raga   untuk menarik simpati dan dukungan ? Apakah simbol agama harus kita gadaikan untuk sekedar mendukung tim yang nota bene milik semua umat ?

Sepak bola itu milik semua bangsa. Sepak bola itu milik semua agama. Sepak bola itu wadah persaudaraan antar manusia. Jika dalam politik ada yang disebut “Identity Politics” atau “Politik Identitas” maka  biarlah itu menjadi komoditas politik.

Olah raga harus bebas dari aroma-aroma eksklusivitas. Semestinya Kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Dunia olah raga, khususnya sepak bola, adalah “Dunia universalitas”. “Dunia tanpa batas”.

Salam Olah Raga
Gorontalo, 11 Desember 2022
  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi Bagi Minoritas, Ini Respon Gusdurian

    Wali Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi Bagi Minoritas, Ini Respon Gusdurian

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Gorontalo mengadakan kegiatan Doa Lintas Agama di Aula Rudis Wali Kota, yang dihadiri oleh berbagai pemuka agama. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kebersamaan dan kerja sama antarumat beragama. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan bahwa pembangunan daerah harus melibatkan semua elemen masyarakat tanpa diskriminasi. Ia menegaskan bahwa Pemkot tidak akan pilih kasih dalam memberikan […]

  • Aleg DPRD Gorontalo Protes Kegiatan Wajib Kemenag, Soroti Risiko Keselamatan Guru

    Aleg DPRD Gorontalo Protes Kegiatan Wajib Kemenag, Soroti Risiko Keselamatan Guru

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 1.370
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Komisi IV, Muhammad Dzikyan, S.Pd.I, melayangkan protes keras terhadap kebijakan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo yang kembali mewajibkan kehadiran guru dan tenaga kependidikan dalam kegiatan seremonial, menyusul pelaksanaan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag awal Januari lalu. Protes tersebut muncul setelah Kanwil Kemenag kembali mengedarkan undangan kegiatan […]

  • Gelar Konsolidasi, Gus Yayan Optimis Kader PKB Gorontalo Duduki Posisi Strategis 2029

    Gelar Konsolidasi, Gus Yayan Optimis Kader PKB Gorontalo Duduki Posisi Strategis 2029

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo, menggelar sosialisasi hasil Muktamar PKB Tahun 2024 serta Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Simpel dan SMS PKB di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, 15/02/25. Dalam sambutannya, Ketua DPW PKB Gorontalo Muhammad Dzikyan menegaskan, bahwa PKB terus bergerak maju untuk menjadikan partai ini sebagai kekuatan politik modern, […]

  • Banjir Bandang Biau Belum Usai, Rumah Zakat Bertahan di Garis Depan Kemanusiaan

    Banjir Bandang Biau Belum Usai, Rumah Zakat Bertahan di Garis Depan Kemanusiaan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Suasana Iduladha yang seharusnya diselimuti suka cita dan kekhusyukan ibadah kurban, berubah menjadi ujian berat bagi warga Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara. Banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada Selasa (26/5/2026), tepat satu hari sebelum perayaan Hari Raya Iduladha 1447 H. Sejak awal bencana terjadi, lembaga kemanusiaan Rumah Zakat bergerak cepat di garda terdepan. […]

  • KPU Bantah Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Sebut Bukan Kewenangan MK

    KPU Bantah Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Sebut Bukan Kewenangan MK

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    JAKARTA, NULONDALO.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka bukan merupakan sengketa hasil pemilu yang menjadi kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK). Hal tersebut disampaikan KPU dalam sidang pemeriksaan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta, Rabu (23/9/2026). […]

  • Kemenag Mulai Cairkan TPG Guru Madrasah Secara Bertahap Pekan Ini

    Kemenag Mulai Cairkan TPG Guru Madrasah Secara Bertahap Pekan Ini

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 341
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar baik datang dari Kementerian Agama. Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru madrasah mulai dicairkan secara bertahap pada pekan ini. Pencairan tersebut dilakukan seiring percepatan penerbitan Surat Keputusan Analisis Kelayakan Penerima Tunjangan (SKAKPT) bagi guru yang telah memenuhi persyaratan administrasi. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mengatakan percepatan penerbitan SKAKPT terus […]

expand_less