Menjelaskan “Makuta Ilmu” Tanpa Menyesatkan: Kritik atas Kritik Tarmizi Abbas
- account_circle Donald Qomaidiasyah Tungkagi
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- visibility 681
- print Cetak

Keterangan Gambar : Simbol "Makuta" berwarna hijau dari Dr. Andries Kango, yang diperkaya konseptualisasi dari penulis.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Saya mulai dengan mengapresiasi kritik saudara Tarmizi Abbas terhadap tulisan saya tentang “Makuta Ilmu”—belakangan saya rubah jadi “Mahkota Ilmu”—sebagai paradigma keilmuan UIN Sultan Amai Gorontalo nanti. Saya senang sekali dikritisi, sejak kemarin tulisan seperti ini memang ditunggu. Dialektika melalui tulisan belakangan jarang terjadi di lingkungan kampus. Seringkali sebuah gagasan dibalas dengan kalimat singkat satir, sindiran, bahkan nyinyiran yang lepas konteks.
Bagi saya, kritik dalam dialektika akademis sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Saya mengapreasi kritik akademis sekeras apapun itu, selama yang dikritisi adalah ide, gagasan, dan pikiran, bukan sentimen personal. Tarmizi mengkritisi gagasan dan itu menyenangkan. Tulisan berjudul “Tersesat di Antara Makna: Tanggapan terhadap Donald Tungkagi soal Makuta Ilmu sebagai Paradigma Epistemologi UIN Smart” yang diterbitkan portal nulondalo.com pada 8 Januari 2025 tersebut, mengkritisi tulisan saya berjudul “Menawarkan “Makuta Ilmu”: Mahkota Epistemologi Paradigma Keilmuan UIN Sultan Amai Gorontalo” diterbitkan gopos.id pada 6 Januari 2026.
Saat ini, saya hampir rampung menulis jurnal yang membahas lebih detail gagasan “Mahkota Ilmu” sebagai paradigma keilmuan. Artikel awal sekadar pemantik diskusi, kanal opini ruangnya juga cukup terbatas untuk mengeksplorasi gagasan secara mendalam. Fokus saya bukan soal paradigma ini diterima institusi atau tidak? Tujuan menjadi akademisi adalah memberi kontribusi pengetahuan dan membagikan gagasan di ruang publik agar senantiasa diperdebatkan. Kritik Tarmizi justru memberi kontribusi dan wawasan baru untuk memperkaya konsep “Makuta Ilmu” ini.
- Penulis: Donald Qomaidiasyah Tungkagi

Saat ini belum ada komentar