Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menjelaskan “Makuta Ilmu” Tanpa Menyesatkan: Kritik atas Kritik Tarmizi Abbas

  • account_circle Donald Qomaidiasyah Tungkagi
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 926
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yang Luput dari Kritik

Sebenarnya, ada beberapa aspek fundamental yang saya tulis dari artikel tersebut yang sama sekali tidak disentuh, padahal sebenarnya justru itulah jantung dari argumen paradigma “Makuta Ilmu”:

Pertama, tidak ada kritik atas argumen keselarasan paradigma “Makuta Ilmu” dengan visi UIN Smart yang secara eksplisit memiliki tiga dimeni juga dengan menyatakan “unggul dan berdaya saing global dalam studi Islam, sains, dan budaya berbasis peradaban.” Visi ini memuat tiga domain keilmuan yang persis sama dengan tiga pilar dalam “Makuta Ilmu”: studi Islam (teosentris), sains (kosmosentris), dan budaya (antroposentris).

Kedua, kritik tidak menyentuh sama sekali argumen saya tentang bagaimana paradigma “Makuta Ilmu” selaras dengan falsafah Adati hulo-hulo to sara’a, sara’a hula-hula to Qur’ani. Padahal ini adalah fondasi epistemik Gorontalo yang meski masih diperdebatkan namun lebih kontekstual dari teori dekolonial Quijano atau Mignolo. Mengabaikan argumen ini menunjukkan bahwa kritik sekadar bersifat selektif dan juga tidak komprehensif.

Ketiga, tidak mengkritisi sama sekali bahwa paradigma “Makuta Ilmu” sebagai upaya untuk memberikan trademark akademik yang membedakan UIN Sultan Amai Gorontalo dari UIN-UIN lain di Indonesia. Saya telah menunjukkan bahwa setiap UIN memiliki paradigma khas mereka. Saya masih bisa memahami jika yang luput tersebut dianggap tidak penting dikritisi, semoga tidak demikian bagi institusi.

Penutup

Kritik Tarmizi Abbas patut diapreasiasi, sebab telah membuka ruang dialog penting dalam memperkaya paradigma keilmuan UIN Sultan Amai Gorontalo. Beberapa kritik sudah saya tanggapi, saya tetap akan mengapresiasi jika ada kritik lanjutan atas tulisan ini. Saya sependapat dengan penggunaan paradigma dekolonial, hanya saja belum cukup kuat untuk mengganti paradigma “Makuta Ilmu”, karena masih abstrak dan tanpa representasi konkret. Sebaliknya, bagi saya perspektif dekolonial justru dapat memperkaya dan memperkuat “Makuta Ilmu” dengan memberikan kerangka untuk:

  • Penulis: Donald Qomaidiasyah Tungkagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan IV, 39 Warga Majannang menerima photo_camera 2

    Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan IV, 39 Warga Majannang menerima

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 105
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Pemerintah Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Triwulan IV Tahun Anggaran 2025 di Kantor Desa Majannang, kamis (18/12/2025). Penyaluran ini mencakup periode Oktober, November, dan Desember. Sebanyak 39 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tunai dengan total Rp900 ribu per orang, masing-masing Rp300 ribu per bulan […]

  • Membentengi Anggaran Makan Bergizi: Ujian Akuntabilitas dan Integritas SPIP

    Membentengi Anggaran Makan Bergizi: Ujian Akuntabilitas dan Integritas SPIP

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Amrullah
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Selain itu, penerapan SPIP yang masih bersifat formalitas juga menjadi tantangan serius. Di banyak lembaga, SPIP dipahami sebatas kewajiban administratif berupa penyusunan dokumen, laporan, dan pemenuhan indikator tertentu. Padahal, pengendalian intern yang efektif membutuhkan kesungguhan dalam mengidentifikasi risiko, memperbaiki proses kerja, serta menindaklanjuti setiap temuan secara serius. Jika SPIP hanya dijalankan untuk memenuhi penilaian kinerja, […]

  • Kasus Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Polisi Memasuki Babak Baru, LKBH Maros Kantongi Sejumlah Nama

    Kasus Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Polisi Memasuki Babak Baru, LKBH Maros Kantongi Sejumlah Nama

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros— Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Kepolisian Resor (Polres) Maros terhadap seorang warga kini memasuki babak baru. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Maros selaku kuasa hukum korban menyatakan telah mengantongi sejumlah nama anggota kepolisian yang diduga turut mengambil bagian dalam peristiwa tersebut. Perkembangan penting dalam penanganan perkara ini […]

  • SMA vs S2

    SMA vs S2

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Di sinilah kesalahpahaman kerap terjadi. Rendahnya syarat pendidikan formal dalam politik sering disamakan dengan rendahnya tuntutan kualitas. Padahal yang berbeda adalah jenis kompetensinya, bukan tingkat kesulitannya. Politik tidak lebih sederhana dari akademik; ia hanya tidak diukur dengan instrumen yang sama. Meski demikian, persoalan tidak berhenti di situ. Ketika seleksi politik bergantung pada mekanisme elektoral, kapasitas […]

  • Jafar bin Abi Thalib: Diplomat Nabi Ke Afrika (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #16)

    Jafar bin Abi Thalib: Diplomat Nabi Ke Afrika (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #16)

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Kisah Ja’far tidak berhenti di situ. Bertahun-tahun kemudian, dalam Perang Mu’tah, Nabi menunjuk tiga komandan secara berurutan. Setelah Zaid bin Haritsah gugur, panji perang berpindah ke tangan Ja’far. Pertempuran melawan pasukan Romawi berlangsung sengit. Dalam riwayat disebutkan, tangan kanannya terputus saat memegang panji, lalu berpindah ke tangan kiri. Ketika tangan kirinya pun terputus, ia tetap […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo secara resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) di Kantor PWNU Gorontalo, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah. Acara pembukaan turut dihadiri oleh berbagai lembaga dan instansi strategis, antara lain Bursa Efek Indonesia (BEI), Pintraco, Otoritas […]

expand_less