Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menjelaskan “Makuta Ilmu” Tanpa Menyesatkan: Kritik atas Kritik Tarmizi Abbas

  • account_circle Donald Qomaidiasyah Tungkagi
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 1.268
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kedua, Tarmizi mengklaim bahwa adat tidak bisa mewakili antroposentrisme karena adat itu normatif (dengan argumen muasal perubahan makna dalam konteks Gorontalo), sementara antroposentrisme adalah orientasi nilai sehingga “..seringkali dikritik karena menjadi muasal eksploitasi sumber daya alam”. Kritik dalam tanda petik terakhir bisa jadi benar jika dibaca tersendiri, namun keliru jika dikaitkan dengan simbolisasi paradigma “Makuta Ilmu”. Sebab bakal tampak ketidakpahaman mendasar tentang fungsi simbol dalam paradigma. Ketika saya mengatakan: “…dimensi antroposentris (adati) sebagai pilar sebelah kanan (dalam simbol makuta), menjadi konteks di mana ilmu pengetahuan diaktualisasikan sesuai dengan karakter lokal dan kebutuhan masyarakat”. Maksud adat mewakili dimensi antroposentris disini adalah adat sebagai lokus di mana nilai-nilai kemanusiaan (anthropos) lokal diaktualisasikan, bukannya adat sama persis dengan antroposentrisme sebagai filosofi. Lagian adat dan budaya merupakan objek material dalam kajian Antropologi (ilmu tentang manusia) dengan segala variannya: antropologi budaya, antropologi agama, dan seterusnya. Ini perbedaan antara representasi simbolik dan identitas substansial yang tampaknya luput dari pemahaman Tarmizi.

Ketiga, dan ini yang paling ironis, Tarmizi mengkritik bahwa ketiga pilar bersitegang seolah-olah tegangan itu adalah kelemahan. Padahal, paradigma dalam perspektif Kuhn (1962) justru mempertegas bahwa sains berkembang melalui revolusi paradigmatik yang dipicu oleh anomali dan ketegangan. Epistemologi integrasi-interkoneksi Amin Abdullah (2007) sebagaimana disebut sebelumnya, adanya tegangan produktif dalam pengetahuan merupakan motor penggerak perkembangan ilmu. Justru paradigma yang baik bukan yang menghilangkan tegangan, melainkan yang mengelola tegangan tersebut menjadi dialog produktif.

Ironi Tawaran Epistemologi Dekolonial

Tarmizi mengusulkan dekolonial sebagai paradigma UIN, dengan argument: “epistemologi dekolonial sederhananya adalah cara pikir tentang pengetahuan yang berangkat dari kritik warisan “kolonial” terhadap bagaimana cara kita memandang dunia. Tujuannya sederhana: mau bilang kalau ada beragam cara yang sah utuk memahami dunia, alih-alih setuju pada pusat kebenaran tunggal.” Diperkuat dengan rujukan pendapat tokoh dekolonial seperti Anibal Quijano, Walter Mignolo, dan Talal Asad. Saya sependapat dengan usulan ini, sebab sejauh ini memang perspektif dekolonial jarang bahkan hampir tidak pernah dikaji secara khusus di kampus kita.

  • Penulis: Donald Qomaidiasyah Tungkagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rusia Evakuasi 84 Warganya dari Mesir ke Moskow di Tengah Ketegangan Timur Tengah

    Rusia Evakuasi 84 Warganya dari Mesir ke Moskow di Tengah Ketegangan Timur Tengah

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Rusia mengevakuasi 84 warganya dari Mesir ke Moskow menggunakan pesawat angkut militer Il-76 milik Kementerian Situasi Darurat Rusia (EMERCOM), menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Di antara 84 orang yang dievakuasi, terdapat 38 anak-anak. Proses evakuasi dilakukan pada malam hari dan terekam dalam video […]

  • Mahasiswa, Demonstrasi dan Kesantunan

    Mahasiswa, Demonstrasi dan Kesantunan

    • calendar_month Minggu, 4 Sep 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Menarik memang mengelaborasi gerakan mahasiswa sebagai agen of change atau sebagai agen of control. Sudah menjadi tradisi yang terwariskan sejak zaman pra kemerdekaan hingga saat ini, bahwa mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok elit pelajar akan selalu garang ketika berhadapan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak populis. Pada momen-momen tertentu, pemandangan yang sudah lazim akan terlihat di setiap kantor pemerintah, […]

  • RUU Polri Jadi Sorotan, Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Muda Sampaikan Kajian ke Komisi III

    RUU Polri Jadi Sorotan, Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Muda Sampaikan Kajian ke Komisi III

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    “Hukum harus berdiri di atas prinsip keadilan. Karena itu, setiap perubahan kebijakan yang menyangkut institusi penegak hukum perlu dikaji secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesan adanya kepentingan politik yang lebih dominan dibanding kepentingan publik,” kata Randi. Sementara itu, Koalisi Aktivis Muda Indonesia (KAMI) menilai usulan perpanjangan usia pensiun berpotensi memengaruhi proses regenerasi dan pengembangan karier […]

  • Mengapa Iran Jadi Tujuan Dunia untuk Operasi Perubahan Gender?

    Mengapa Iran Jadi Tujuan Dunia untuk Operasi Perubahan Gender?

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Perhatian internasional kemudian semakin besar setelah film dokumenter Just a Woman karya sutradara Iran, Mitra Farahani, mengangkat kisah seorang transgender Iran. Film tersebut mendapat perhatian dalam berbagai festival internasional dan membuka mata publik global mengenai realitas kehidupan transgender di Iran. Setelah itu, media dunia mulai menyoroti fenomena yang dianggap tidak biasa. Salah satu laporan internasional […]

  • Di Tengah Kasus OTT Kuansing, Menhut Buka Suara soal Amplop yang Ditinggalkan Bupati

    Di Tengah Kasus OTT Kuansing, Menhut Buka Suara soal Amplop yang Ditinggalkan Bupati

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    “Dalam audiensi itu, ternyata Bapak Bupati Kuansing meninggalkan amplop yang ditutup dengan map. Ketika beliau pergi, saya baru sadar, dan saya langsung meminta ajudan saya untuk mengembalikan amplop tersebut saat itu juga. Saya tidak tahu apa isinya, tetapi saya merasa tidak memiliki hak terhadap amplop itu,” kata Raja Juli Antoni. Menurut Menhut, keputusan untuk segera […]

  • DEMA IAI DDI Maros Soroti lambatnya penanganan kepolisian terhadap kasus penganiyayaan mahasiswa IAI DDI Maros

    DEMA IAI DDI Maros Soroti lambatnya penanganan kepolisian terhadap kasus penganiyayaan mahasiswa IAI DDI Maros

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 1.047
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros–13 Oktober 2026 Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam DDI Maros menyoroti penanganan laporan pengeroyokan,penganiayaan Mahasiswa serta pengrusakan Fasilitas kampus, yang dilakukan oleh terduga yang telah dilaporkan ke Polsek Turikale Dalam peristiwa tersebut. Identitas korban ialah mahasiswa aktif IAI DDI Maros,mengalami luka-luka di area wajah dan pecah pelipis dikarekanan penganiyaan yang dilakukan oleh sekelompok […]

expand_less