Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menjelaskan “Makuta Ilmu” Tanpa Menyesatkan: Kritik atas Kritik Tarmizi Abbas

  • account_circle Donald Qomaidiasyah Tungkagi
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 1.055
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Memang, seringkali terjadi akademisi terjebak dalam genetic fallacy, argumen Tarmizi tampak menunjukkan itu. Dalam filsafat logika, genetic fallacy merujuk pada kesalahan penalaran yang menolak atau menerima argumen bukan karena keseluruhan isinya, tapi terperangkap kaku pada argumen jejak asal-usul (Dowden, 2021). Biasanya kesalahan logika seperti ini muncul pada akademisi yang menilai validitas sebuah gagasan hanya sebatas historisnya semata (Scribbr, 2023).

Ketika Tarmizi mengatakan “…makuta masuk bersama administrasi kolonial, untuk menandakan kekuasaan absolut…”, dengan memberi tekanan argumentasi bahwa makuta sebagai adaptasi kolonial, belum cukup kuat untuk mendiskualifikasinya sebagai simbol epistemologi. Tarmizi juga mengakui, tidak mempersoalkan komodifikasi makuta di berbagai konteks seperti logo, rumah adat, dan seterusnya.

Jejak historis yang diulas Tarmizi, di beberapa bagian justru memberi kekayaan makna simbolis pada konsep “Makuta Ilmu”. Kutipan: “kata makuta baru dikenal di masa campur tangan Islam (jalur Ternate) dan Belanda di akhir abad-19”; “tutup kepala disebut paluwala, …ukurannya adalah kebijaksanaan yang pengakuan sosial”; “…sumber lain ada yang menulis bahwa makuta telah ada sejak zaman Eyato dan dibakukan sebagai busana adat dalam pernikahan dalam kerajaan” dan lain sebagainya, semakin memperkaya dan menguatkan relevansi konsep ‘makuta ilmu’. Jadi, dengan makuta yang telah bertransformasi dari paluwala menjadi bentuknya yang sekarang mencerminkan kemampuan adaptasi dan sintesis, persis seperti yang dibutuhkan oleh paradigma integrasi keilmuan yang berkembang di UIN.

Gagal Memahami Integrasi Epistemologis

Kelemahan kritik Tarmizi berikutnya adalah gagal memahami bagaimana integrasi epistemologis bekerja. Ketika ia menulis: “Donald tentu boleh saja berkilah dengan bilang, makanya harus ditafsirkan kembali agar selaras”, saya akui memang proses lahirnya gagasan ini melalui penafsiran kembali atas simbol budaya. Meski begitu, jika dikatakan bahwa tiga pilar dalam paradigma Makuta Ilmu saling bersitegang itu “benar”, namun mengatakan tidak integral itu yang “keliru dan terburu-buru”. Disini ada kesalahan mendasar dalam memahami konsep integrasi, wajar jika Tarmizi gagal di bagian ini, yang kuliah di UIN juga belum tentu semua paham.

  • Penulis: Donald Qomaidiasyah Tungkagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Perdagangan Karbon diterima Pusat, DPR : Daerah Harus Dapat Manfaat

    Hasil Perdagangan Karbon diterima Pusat, DPR : Daerah Harus Dapat Manfaat

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Anggota Komisi XII DPR RI Cek Endra menyoroti manfaat konkret dari perdagangan karbon bagi daerah, serta mekanisme distribusi manfaat bagi daerah penyumbang penurunan emisi karbon di Indonesia. “Jika perdagangan karbon ini diterima di pusat, apakah kabupaten penghasil karbon seperti di Jambi juga mendapatkan manfaatnya? Bagaimana mekanisme perhitungannya agar mereka mendapatkan hak yang seharusnya?” tanya Cek […]

  • Menjelang HUT Bhayangkara ke-80, Polres Maros Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Maccopa Kab Maros

    Menjelang HUT Bhayangkara ke-80, Polres Maros Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Maccopa Kab Maros

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Nulondalo.com.Maros- Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Maros menggelar kegiatan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Maccopa, Jalan Poros Maros-Makassar, Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya dan diikuti Wakapolres Maros Kompol Ahmad Rosma, para pejabat utama Polres Maros, para […]

  • Menag Nasaruddin Umar: Santri Harus Sukses Dunia, Tapi Jangan Tinggalkan Ibadah Sunnah

    Menag Nasaruddin Umar: Santri Harus Sukses Dunia, Tapi Jangan Tinggalkan Ibadah Sunnah

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa keberhasilan santri menembus berbagai profesi strategis tidak boleh menghilangkan identitas utamanya sebagai insan yang dekat dengan Tuhan. Pondasi ibadah dan spiritualitas, menurutnya, harus tetap menjadi ciri khas santri di mana pun berada. Penegasan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada perayaan Milad ke-20 Pondok Pesantren Madinatunnajah […]

  • Adhan Mulai Silaturahmi Maraton, Warga Diajak Pahami Program Pemerintah

    Adhan Mulai Silaturahmi Maraton, Warga Diajak Pahami Program Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Adhan juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan, terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang dihadapi pemerintah daerah. “Rakyat juga punya tanggung jawab. Meski ada efisiensi anggaran, kalau masyarakat punya semangat dan keseriusan membangun Kota Gorontalo, Insyaallah semua bisa kita capai bersama,” tegasnya. Selain membahas program pembangunan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengingatkan […]

  • LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 114
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PWNU Provinsi Gorontalo menginstruksikan kepada seluruh badan dan lembaga Nahdlatul Ulama di tingkat provinsi untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri oleh jajaran pengurus LPNU serta sejumlah badan otonom (Banom) dan lembaga NU lainnya, […]

  • Longsor Batu di Desa Olele Gorontalo, Satu Warga Meninggal Dunia

    Longsor Batu di Desa Olele Gorontalo, Satu Warga Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 355
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Peristiwa longsor batu terjadi di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Jumat (2/1/2026). Insiden ini mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia di lokasi kejadian.

expand_less