Abdullah bin Salam: Seorang Rabbi yang Mengenali Kebenaran (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #23)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
- visibility 118
- print Cetak

Ilustrasi suasana di Madinah ketika Abdullah bin Salam, seorang rabbi Yahudi yang dikenal alim dan dihormati kaumnya, menyatakan keislamannya setelah bertemu Nabi Muhammad. Keputusan tersebut membuat sebagian tokoh Yahudi yang sebelumnya memujinya berubah sikap dan menolaknya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Abdullah bin Salam adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad yang berasal dari kalangan Yahudi di Madinah. Sebelum memeluk Islam, ia dikenal sebagai seorang rabbi, sebutan untuk pemimpin agama Yahudi yang memahami Taurat dan hukum-hukum keagamaan Bani Israil. Ia berasal dari Bani Qaynuqa’, salah satu komunitas Yahudi yang tinggal di Madinah sebelum kedatangan Nabi.
Nama aslinya sebelum masuk Islam adalah Al-Husain bin Salam. Ia dikenal sebagai orang yang saleh, memiliki pengetahuan agama yang mendalam, dan dihormati oleh kaumnya. Dalam berbagai riwayat, Abdullah bin Salam digambarkan sebagai seseorang yang tekun mempelajari kitab suci dan memiliki kepekaan dalam membaca tanda-tanda kenabian yang disebutkan dalam tradisi Yahudi.
Ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, berita tentang kedatangannya segera tersebar di seluruh kota. Abdullah bin Salam termasuk orang yang tertarik untuk melihat langsung sosok yang disebut-sebut sebagai nabi tersebut. Ia datang bersama orang banyak untuk melihat Nabi ketika pertama kali tiba di Madinah.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar