Breaking News
light_mode
Trending Tags

Abdullah bin Salam: Seorang Rabbi yang Mengenali Kebenaran (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #23)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 226
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam riwayat yang disebutkan dalam Sunan al-Tirmidzi, Abdullah bin Salam menceritakan kesan pertamanya ketika melihat Nabi Muhammad. Ia mengatakan bahwa ketika wajah Nabi terlihat olehnya, ia segera merasa bahwa wajah itu bukan wajah seorang pendusta. Kesan pertama itu meninggalkan pengaruh yang kuat dalam dirinya.

Pada kesempatan itu pula Nabi menyampaikan beberapa nasihat kepada orang-orang yang berkumpul. Di antara kalimat yang terkenal dari khutbah awal Nabi di Madinah adalah ajakan untuk menyebarkan salam, memberi makan orang lain, menjaga hubungan kekerabatan, dan melaksanakan salat pada malam hari ketika orang lain sedang tidur. Nasihat itu sederhana tetapi memiliki kedalaman moral yang kuat.

Abdullah bin Salam kemudian menemui Nabi secara pribadi. Ia mengajukan beberapa pertanyaan yang menurutnya hanya dapat dijawab oleh seorang nabi. Dalam riwayat yang terdapat dalam Sahih al-Bukhari, ia menanyakan tiga hal: tanda pertama hari kiamat, makanan pertama yang akan dimakan oleh penghuni surga, dan sebab kemiripan anak dengan ayah atau ibunya.

Nabi Muhammad menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Setelah mendengar jawaban itu, Abdullah bin Salam menyatakan keislamannya. Ia mengakui bahwa penjelasan tersebut sesuai dengan pengetahuan yang ia temukan dalam tradisi kitab yang ia pelajari sebelumnya.

Namun Abdullah bin Salam mengetahui bahwa kaumnya mungkin tidak akan menerima keputusannya dengan mudah. Ia meminta Nabi memanggil para tokoh Yahudi Madinah dan menanyakan pendapat mereka tentang dirinya sebelum mereka mengetahui bahwa ia telah memeluk Islam.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muh. Akbar
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki cerita rakyat yang cukup terkenal. Cerita rakyat ini termuat dalam salah satu episode dalam sureq La Galigo. Cerita rakyat tersebut dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan dengan sebutan Meong Palo Karellae, kisah yang mengandung nilai moral, kesabaran, keikhlasan, dan penghormatan. Meong Palo Karellae mengisahkan seekor kucing belang tiga yang menemani Sangiangseri (Dewi […]

  • Mens Rea, Panji, dan Kegagalan Tawa: Komedi sebagai Medan Pertarungan Ideologi Kontemporer

    Mens Rea, Panji, dan Kegagalan Tawa: Komedi sebagai Medan Pertarungan Ideologi Kontemporer

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Apa yang terjadi dengan Panji, terutama melalui apa yang disebut sebagai panggung mens rea-nya, bukanlah sekadar polemik tentang kebebasan berekspresi atau batas kelucuan. Ia adalah simptom. Sebuah penanda diskursif bahwa komedi, dalam konfigurasi sosial-politik kontemporer, telah kehilangan kepolosannya. Komedi tidak lagi bekerja sebagai ruang relaksasi makna, melainkan sebagai arena serius tempat subjek, memori, dan kuasa saling […]

  • Lomba Da’i Cilik Meriahkan Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo

    Lomba Da’i Cilik Meriahkan Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Lomba Da’i Cilik turut memeriahkan rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo yang dilaksanakan di Kantor PWNU Gorontalo, Rabu (29/10/2025). Penanggung jawab kegiatan, Indrawan Modanggu, menyampaikan bahwa lomba Da’i Cilik ini bertujuan untuk menumbuhkan potensi generasi muda sejak dini, khususnya anak-anak di bawah usia 10 tahun, agar semakin mengenal nilai-nilai Islam dan ekonomi syariah. “PWNU […]

  • Lestari Moerdijat Dorong Kesehatan Mental Masuk Kurikulum Nasional

    Lestari Moerdijat Dorong Kesehatan Mental Masuk Kurikulum Nasional

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 197
    • 0Komentar

    “Itu adalah gejala. Gejala dari sistem yang gagal membekali mereka dengan kemampuan paling dasar sebagai manusia, yaitu memahami diri sendiri,” tegasnya. Sebagai Wakil Ketua MPR RI, Rerie juga mengkritisi sistem pendidikan nasional yang dinilai masih terlalu berorientasi pada capaian akademik semata, seperti nilai dan peringkat, tanpa memperhatikan kesehatan mental serta kematangan emosi peserta didik. “Jika […]

  • Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

    Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M. Thomas Mopili, menemui aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Bundaran Tugu Saronde, Senin (1/9/2025). Mahasiswa UNG yang tergabung dalam Aliansi Merah Maron menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, DPRD, […]

  • Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

    Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Namun setelah melihat podcast itu dengan khidmat hingga selesai, asumsi-asumsi yang membuat saya jadi kesal di awal itu runtuh seketika. Tak ada sama sekali pernyataan Ust. Bakari yang saya lihat “bengkok” ataupun intensinya untuk benar-benar “meluruskan” perayaan Ketupatan. Bahkan, saya pikir, argumen-argumen Ust. Bakari di dalam podcast itu terjelaskan dengan baik: mulai dari caranya menyelisik […]

expand_less