Abdullah bin Salam: Seorang Rabbi yang Mengenali Kebenaran (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #23)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
- visibility 119
- print Cetak

Ilustrasi suasana di Madinah ketika Abdullah bin Salam, seorang rabbi Yahudi yang dikenal alim dan dihormati kaumnya, menyatakan keislamannya setelah bertemu Nabi Muhammad. Keputusan tersebut membuat sebagian tokoh Yahudi yang sebelumnya memujinya berubah sikap dan menolaknya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nabi kemudian memanggil mereka dan bertanya tentang Abdullah bin Salam. Mereka menjawab bahwa ia adalah orang terbaik di antara mereka, seorang yang paling berilmu dan paling dihormati. Setelah mereka mengatakan itu, Abdullah bin Salam keluar dan menyatakan bahwa ia telah memeluk Islam serta mengakui Nabi Muhammad sebagai utusan Allah.
Reaksi mereka segera berubah. Orang-orang yang sebelumnya memujinya mulai mencelanya dan menolak pengakuannya. Peristiwa ini sering disebut dalam riwayat sebagai contoh bagaimana posisi sosial seseorang dapat berubah secara cepat ketika ia mengambil pilihan keyakinan yang berbeda dari komunitasnya.
Setelah masuk Islam, Nabi memberi Abdullah bin Salam nama baru yang menggantikan nama lamanya. Ia kemudian menjadi bagian dari komunitas Muslim di Madinah dan dikenal sebagai sahabat yang memiliki pengetahuan luas tentang kitab-kitab sebelumnya. Pengetahuannya tentang tradisi Bani Israil membuatnya sering menjadi rujukan dalam beberapa persoalan yang berkaitan dengan kisah-kisah terdahulu.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar