Breaking News
dark_mode
Trending Tags

IKAMI Sulsel Gelar Sarasehan Ramadan di Istiqlal, Perkuat Solidaritas Diaspora Bugis-Makassar

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 392
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com, Jakarta-Suasana Ramadan yang penuh berkah terasa hangat di Aula PKUMI, Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Lebih dari 200 peserta yang terdiri dari politisi, akademisi, pengusaha, ulama, serta mahasiswa asal Sulawesi Selatan di DKI Jakarta berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar IKAMI Sulsel. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada 50 anak yatim yang bekerja sama dengan Masjid Istiqlal.

Ketua Umum PB IKAMI, Andi In’amul Hasan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi momentum memperkuat solidaritas diaspora Sulawesi Selatan di perantauan.

“Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, mempertemukan generasi senior dan junior IKAMI Sulsel. Kita ingin memperkuat nilai kekeluargaan, solidaritas, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sarasehan Ramadan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai narasumber, di antaranya Moh Ridwan Andreas (Ketum Partai Berkarya Indonesia), Syamsul Zakaria (Ketua KKSS DKI Jakarta), Dr. Andi Jamaro Dulung (Ketua MPO PB IKA PMII), Dr. Mulawarman Hannase (Kabid Diklat Masjid Istiqlal), dan Dr. Muhammad Aras Prabowo (Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia).

Dalam sesi refleksi inspiratif, Dr. Muhammad Aras Prabowo membagikan kisah perjalanan hidupnya yang mengundang semangat para peserta, khususnya mahasiswa perantau.

“Saya anak petani, kedua orang tua saya hanya lulusan Sekolah Dasar (SD), tapi bisa menghasilkan anak dengan gelar Doktor di bidang Ilmu Akuntansi,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari nilai-nilai budaya Bugis yang terus dipegang teguh dalam kehidupan perantauan.

“Saya anak perantau dan memegang teguh prinsip Siri’ dan Pesse. Siri’ mengandung nilai lempu (integritas), tongeng (kebenaran), getteng (konsistensi), asitinajang (profesionalitas), dan amaccang (kompetensi). Sedangkan Pesse adalah sikap kolektif seperti sipakatau (saling menghormati), sipakainge (saling mengingatkan), sipakalebbi (saling menghargai), dan sipatokkong (saling menolong),” jelasnya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi kuat bagi orang Bugis-Makassar untuk mampu beradaptasi dan berkembang di berbagai tempat.

“Ini adalah karakter orang Bugis Makassar yang membuatnya bisa hidup di manapun di perantauan. Kita memiliki kekuatan silaturahim lintas suku dan sikap kolektif yang kuat,” katanya.

Sebagai akademisi, Dr. Aras juga menegaskan komitmennya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak tercerabut dari akar budaya.

“Saya punya prinsip keberpihakan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai budaya Bugis. Dari S1 hingga doktoral di bidang akuntansi, karya ilmiah saya selalu menyandingkan ilmu akuntansi dengan nilai-nilai budaya Bugis. Alhamdulillah saya menyelesaikan S3 di usia 30 tahun dan menjadi salah satu doktor muda di bidang ilmu akuntansi di Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan, mempertemukan lintas generasi dalam semangat kebersamaan Ramadan. Undangan kegiatan yang disampaikan oleh panitia juga menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum mempererat silaturahmi.

“Ramadan waktuna saling mempererat silaturahmi. Iyami waktuna kita berkumpul, saling sapa, saling menguatkan, sambil berbagi keberkahan Ramadan,” demikian pesan undangan PB IKAMI Sulsel.

Dengan semangat Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan komunitas terletak pada persaudaraan, saling menghargai, dan semangat berbagi.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan Inklusi: Merangkul Perbedaan, Menguatkan Kemanusiaan

    Pendidikan Inklusi: Merangkul Perbedaan, Menguatkan Kemanusiaan

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 167
    • 2Komentar

    Nulondalo.com. Denpasar- Keberagaman adalah kenyataan yang melekat dalam kehidupan manusia. Tidak ada dua individu yang lahir dengan kondisi yang benar-benar sama. Perbedaan kemampuan, latar belakang sosial, budaya, ekonomi, hingga kondisi fisik merupakan bagian dari mozaik kehidupan yang membentuk masyarakat. Kehadiran kelompok disabilitas dalam perbincangan publik menjadi penanda bahwa masyarakat semakin menyadari kekayaan keberagaman tersebut. Dalam […]

  • Penyadapan Getah Pinus di Laiya Disorot, Diduga Keluar Titik Koordinat hingga Kunci Mobil Pengangkut Disita

    Penyadapan Getah Pinus di Laiya Disorot, Diduga Keluar Titik Koordinat hingga Kunci Mobil Pengangkut Disita

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 85
    • 0Komentar

      Nulondalo.com, MAROS — Aktivitas penyadapan getah pinus di wilayah Desa Laiya, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, menuai sorotan dari kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dugaan penyadapan di luar titik koordinat yang telah ditentukan disebut perlu mendapat perhatian dan penjelasan dari pihak terkait. Sorotan tersebut disampaikan Abdul Malik dari LSM KIPFA RI Kabupaten Maros. Ia menduga […]

  • Relasi Sunni dan Syiah Dibedah: Diskusi Buku M. Quraish Shihab Hadirkan Perspektif Baru

    Relasi Sunni dan Syiah Dibedah: Diskusi Buku M. Quraish Shihab Hadirkan Perspektif Baru

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 479
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Gorontalo – Kelompok kajian keislaman dalam rangka Seri Kajian Islam Progresif menggelar Tadarus Buku pada Senin malam, 16 Maret 2026, dengan membahas karya M. Quraish Shihab berjudul “Sunnah–Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?”. Kegiatan ini mengangkat tema “Membongkar Narasi Salah Paham: Sunni–Syiah dan Politik Global” dan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang untuk membedah relasi […]

  • Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Jembatani Komunikasi Warga Tuli

    Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Jembatani Komunikasi Warga Tuli

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Komitmen untuk membangun masyarakat yang inklusif terus digalakkan oleh Yayasan Gorontalo Baik Indonesia (Goroba). Bersama Gerakan Kesejahteraan Untuk Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) cabang Gorontalo, Goroba menggelar kelas bahasa isyarat yang diikuti oleh 50 relawan, Minggu (4/10/20225). Kelas bahasa isyarat  ini mendapat dukungan anggota DPR Rachmat Gobel yang langsung memfasilitasi ruang kelas kantor DPW NasDem sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan. Kelas […]

  • Tingkat Hunian Kamar Hotel Bintang di Gorontalo Naik 3,64 Persen

    Tingkat Hunian Kamar Hotel Bintang di Gorontalo Naik 3,64 Persen

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Provinsi Gorontalo pada Mei 2025 sebesar 32,90 persen naik 3,64 poin dibandingkan bulan April 2025. “Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel merupakan gambaran produktivitas usaha jasa akomodasi,” kata Dwi Alwi Astuti Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Selasa (1/7/2025). Dwi Alwi menjelaskan peningkatan TPK hotel […]

  • Ketua Umum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Wafat, Nahdliyin Berduka

    Ketua Umum Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Wafat, Nahdliyin Berduka

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 235
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Fatayat NU. Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Hj Margaret Aliyatul Maimunah binti KH Faruq, wafat pada Ahad (1/3/2026) pukul 08.25 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Fatmawati, Jakarta. Kabar berpulangnya almarhumah disampaikan langsung oleh suaminya, KH Abdullah Masud, yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Tangerang Selatan. […]

expand_less