Breaking News
light_mode
Trending Tags

Arti ‘Merdeka’ dalam Bingkai Hakikat yang Sesungguhnya

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
  • visibility 48
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap menjelang hari kemerdekaan Indonesia, di media sosial khusunya tulisan dan ungkapan yang mempersepsikan kata “Merdeka” cukup banyak dan beragam. Komentar tergantung siapa yang memposting. Komentar-komentar tersebut mengelitik adrenalin literasi saya untuk membahasnya dalam bentuk tulisan sederhana ini.

Kata “Merdeka” sebenarnya terlahir dari rahim pergulatan bangsa dalam konteks perjuangan melawan penjajah. Dalam konteks sejarah nasional Indonesia, pekikan merdeka diteriakan dengan lantang oleh para pejuang pergerakan kemerdekaan dan pejuang kemerdekaan bangsa serta disahuti dengan penuh semangat dan kepalan tangan rakyat yang rindu akan kemerdekaan. Artinya apa ??? Itu artinya merdeka yang dimaksudkan dalam pekikan tersebut dipahami sebagai keinginan dan harapan untuk terlepas dari belenggu penjajahan bangsa lain atas wilayah Indonesia. Hanya sebatas itu dan tidak lebih.

Karena kalau kita kembali kepada perlawanan bangsa kita masa lalu yang  masih berbentuk kerajaan-kerajaan, tidak dikenal teriakan atau pekikan “Merdeka”. Maka berdasarkan konteks sejarah tersebut, pekikan “Merdeka” lahir bersamaan dengan kebangkitan Indonesia sebagai sebuah negara modern yang bercita-cita menjadi negara merdeka.

Oleh karena itu, ketika Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jl. Pegangsaan Timur, Jakarta itulah ‘HAKIKAT MERDEKA YANG SESUNGGUHNYA’

Mengapa demikian ? Ya karena “Merdeka” yang ditandai dengan “Proklamasi” adalah pencapaian hasil dari perjuangan panjang dan melelahkan dengan menguras energi anak bangsa.

Apakah kalian tidak berpikir bahwa betapa mengangkat senjata, membawa martil, mendorong meriam, menggenggam granat dan melontar bambu runcing adalah usaha yang gampang mudah ?

Apakah kalian pikir bahwa pengorbanan meninggalkan istri, anak dan keluarga kemudian berangkat ke medan perang dengan diiringi deraian air mata perpisahan adalah hal yang sederhana ?

Apakah kalian pikir bahwa para perempuan pejuang muda yang rela meninggalkan masa-masa indah remajanya demi menjinjing kotak obat-obatan untuk membantu mengobati para pejuang yang terluka di medan perang adalah sesuatu yang ringan dan enteng ? Maka sekali lagi, pekikan “Merdeka” adalah kobaran api penyemangat yang bergemuruh dalam dada mereka dan harus diteriakan untuk membakar keangkaramurkaan penjajah.

Dengan demikian “Proklamasi” bagi para pejuang bangsa kita yang berkorban harta, perasaan, jiwa raga, berdarah-darah dan bahkan meregang nyawa di medan pertempuran adalah “Merdeka yang Sesungguhnya”.

Kalau kemudian muncul berbagai ungkapan seperti “Hakikat merdeka yang sesungguhnya adalah terbebas dari penjajahan politik, ekonomi, budaya, kedaulatan,”. Seperti juga pernyataan : “Hakikat kemerdekaan yang sesungguhnya adalah  itu adalah tidak diperbudak oleh kedudukan, pangkat dan jabatan”.  Ada juga : “Hakikat merdeka yang sesungguhnya adalah jika tidak korupsi”. Kaum agamawan juga tak mau ketinggalan dengan memposting quots tauhid seperti ini : “Hakikat Merdeka yang sesungguhnya adalah keyakinan kepada tauhid dan terbebas dari penghambaan kepada kebendaan”

Ya, semua ungkapan itu adalah benar jika kita  mengembangkan makna “Merdeka” dalam semua lini kehidupan dan dalam berbagai persepsi sehingga bisa menjadi spirit dalam membangun dan menata bangsa ini menjadi lebih baik, menjadi bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur.   Silahkan-silahkan saja tapi tidak harus mereduksi hakikat lahirnya kata “merdeka” dari latar belakang sejarah.

Maka, jika hari ini saya meneriakan, memekikkan atau menulis di beranda media dengan kata “Merrrrr dekaaaaaa !!!! ditambah dengan simbol merah putih” itu artinya saya bahagia dan bersyukur atas perjuangan para pahlawan dan founding father bangsa kita yang berhasil mengusir penjajah dari bumi Indonesia tercinta 77 tahun yang lalu.

Merrrrrrrrdekaaaaaaaa!!

Gorontalo, 17 Agustus 2022

  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Al-Khat Seni Rupa Peradaban Islam

    Al-Khat Seni Rupa Peradaban Islam

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Muh. Ersyad Mamonto
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Kaligrafi atau dalam Islam biasa dikenal dengan istilah al-khat mempunyai makna yang serupa di antara kedua istilah tersebut yaitu “tulisan indah”. Kaligrafi sangat erat dengan peradaban dunia Islam, selain memang sebagai produk budaya yang digunakan dalam pembakuan mushaf Qur’an, juga adanya pandangan ikonoklasme dalam Islam sehingga menempatkan kaligrafi sebagai sentrum seninya seni rupa Islam. Ikonoklasme […]

  • Keutamaan Hari Asyura: Hari Besar Penuh Hikmah dan Pelajaran

    Keutamaan Hari Asyura: Hari Besar Penuh Hikmah dan Pelajaran

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Dalam kalender Hijriyah, bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di antara hari-hari di bulan ini, terdapat satu hari yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Asyura bukan hanya sekadar penanda waktu, namun ia sarat dengan nilai sejarah, spiritualitas, dan pelajaran moral […]

  • Obat Keras Tanpa Izin Edar Ditemukan di Pasar Tradisional

    Obat Keras Tanpa Izin Edar Ditemukan di Pasar Tradisional

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Tim Kerja Farmasi, Alat Kesehatan, dan PKRT Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional dan menemukan peredaran obat keras tanpa izin yang mengkhawatirkan serta obat tradisional yang tidak memiliki izin edar BPOM yang dicurigai mengandung obat keras. Pasar-pasar yang menjadi lokasi temuan antara lain Pasar Tolinggula, Pasar Dulukapa, Pasar […]

  • Tidak Merasakan Dampak Baik, Masyarakat Dorosago Pertanyakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2025

    Tidak Merasakan Dampak Baik, Masyarakat Dorosago Pertanyakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2025

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 808
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Sejumlah masyarakat di Desa Dorosago mulai mempertanyakan terkait pengelolaan keuangan desa. Pasalnya, kucuran Dana Desa yang seharusnya menjadi stimulant pembangunan dan kesejahteraan, dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga setempat sepanjang tahun anggaran 2025. Berdasarkan data yang dihimpun, Desa Dorosago tercatat mengelola Total Pendapatan Desa tahun 2025 dengan angka yang […]

  • Tingkat Hunian Lapas Medan Didominasi Narapidana Narkotika

    Tingkat Hunian Lapas Medan Didominasi Narapidana Narkotika

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 215
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Tingkat hunian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan didominasi oleh narapidana kasus narkotika. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pemasyarakatan Komisi XIII DPR RI, sekitar 70 persen warga binaan di Lapas Kelas I Medan merupakan pelaku tindak pidana narkoba. Data tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Panja Pemasyarakatan Komisi XIII […]

  • Pelantikan Massal IKA PMII se-Gorontalo Usung Tema “Sahabat Pangan”

    Pelantikan Massal IKA PMII se-Gorontalo Usung Tema “Sahabat Pangan”

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan  Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII), Drs. H. Fathan Subhi, M.AP., melantik pengurus cabang IKA PMII se-Provinsi Gorontalo. Acara tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, para kepala daerah kabupaten/kota, Rektor Universitas Gorontalo, Ketua PWNU Gorontalo, serta anggota DPRD Provinsi, Senin (11/8/2025), Aston Hotel. Ketua Pengurus Wilayah IKA PMII […]

expand_less