Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Lapar Menguji Likuiditas Iman

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 343
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadhan selalu datang dengan dua laporan yang tak pernah diaudit Kantor Akuntan Publik: laporan perut dan laporan hati. Yang pertama bunyinya nyaring menjelang zuhur. Yang kedua sunyi, tapi menentukan nasib kita di akhirat. Di sinilah saya sering bercanda kepada mahasiswa akuntansi: “Ramadhan itu semester pendek untuk mata kuliah Likuiditas Iman.”

Dalam ilmu akuntansi, kita mengenal rasio likuiditas: kemampuan entitas memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Dalam bahasa pesantren, ini kira-kira begini: sanggup tidak kita membayar utang sabar ketika diuji lapar, haus, dan godaan diskon takjil? Jangan sampai kas kesabaran minus, sementara utang emosi jatuh tempo tiap sore.

Imam besar kita, Gus Dur, pernah memberi teladan bahwa agama itu jangan tegang-tegang amat. Beliau mungkin akan berkata, “Kalau lapar membuatmu marah-marah, berarti yang puasa perutmu, bukan egomu.” Nah, di situ letak problem akuntansinya. Kita sering salah klasifikasi: yang seharusnya beban (amarah) malah kita akui sebagai aset (ketegasan). Padahal dalam neraca akhlak, marah itu liabilitas yang menggerus ekuitas takwa.

Ramadhan mengajarkan bahwa iman harus likuid. Artinya, mudah dicairkan menjadi amal. Jangan sampai iman kita berbentuk deposito berjangka—niatnya besar, tapi sulit ditarik saat dibutuhkan. Ada orang yang rajin tarawih, tapi ketika antrean takjil sedikit panjang, langsung melakukan “rekayasa transaksi” dengan menyerobot. Ini jelas manipulasi laporan keikhlasan.

Dalam kerangka Nahdlatul Ulama, puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi melatih keseimbangan antara syariat dan kemanusiaan. Humor ala NU mengajarkan bahwa kesalehan tidak perlu dipamerkan seperti laporan tahunan perusahaan terbuka. Cukup dicatat malaikat sebagai auditor independen yang tak pernah menerima gratifikasi.

Secara ilmiah, lapar memang memengaruhi emosi. Kadar gula darah turun, konsentrasi melemah, dan potensi konflik meningkat. Dalam teori perilaku akuntansi, tekanan (pressure) adalah salah satu elemen fraud triangle. Maka jangan heran jika menjelang magrib, sebagian orang rawan melakukan “kecurangan kecil”: mengeluh berlebihan, menyalahkan keadaan, bahkan menyalahkan tukang gorengan yang belum matang. Lapar menjadi pressure, kesempatan (opportunity) ada, rasionalisasi (rationalization) pun muncul: “Maklum, lagi puasa.”

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Tegaskan PLTMH Poduwoma Tetap Dituntaskan Meski Ditolak Warga

    Wagub Tegaskan PLTMH Poduwoma Tetap Dituntaskan Meski Ditolak Warga

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, tetap akan dituntaskan meski sempat mendapat penolakan dari sejumlah warga. Penegasan tersebut disampaikan usai Idah meninjau langsung lokasi proyek PLTMH Poduwoma pada Minggu (8/2/2025). Kunjungan itu turut didampingi Kepala Dinas […]

  • Takjil Transparan, Anggaran Samar

    Takjil Transparan, Anggaran Samar

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang dengan dua hal yang pasti: pahala yang dilipatgandakan dan pengeluaran yang dilipat-duakan. Di satu sisi, takjil begitu transparan, kolak pisang terlihat jelas santannya, es buah jujur memamerkan biji selasihnya. Di sisi lain, anggaran rumah tangga sering kali samar: tahu-tahu saldo hilang, tapi kita merasa tidak pernah merasa belanja sebanyak itu. Seperti laporan […]

  • Media Thailand Sebut SEA Games ke-33 Ajang Paling Terlupakan dalam Sejarah

    Media Thailand Sebut SEA Games ke-33 Ajang Paling Terlupakan dalam Sejarah

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Surat kabar ternama Thailand, Thairath, secara terbuka mengakui bahwa SEA Games ke-33 yang digelar di negaranya sendiri merupakan salah satu ajang olahraga paling buruk penyelenggaraannya dan “tidak layak dikenang” dalam sejarah pesta olahraga Asia Tenggara. Dalam artikelnya yang berjudul “SEA Games yang Tidak Layak Dikenang”, Thairath memisahkan secara tegas antara prestasi atlet dan […]

  • Konsep 4A Kunci Pengembangan Pariwisata Gorontalo  

    Konsep 4A Kunci Pengembangan Pariwisata Gorontalo  

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Empat ruang unsur kunci pengembangan pariwisata Provinsi Gorntalo dibedah sejumlah peneliti, praktisi dan awak media di halaman Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo. Keempat ruang elemen kunci ini adalah ruang atraksi, ruang aksesibilitas, ruang amenitas, dan ruang ansilari. Empat komponen kunci dalam pengembangan pariwisata ini dikenal sebagai konsep 4A. Komponen ini meliputi atraksi […]

  • Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

    Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Sebagian besar kita, umat Islam, pasti mengenal nama Halimah al‑Sa’diyyah sebagai pengasuh dan ibu susu Nabi Muhammad. Kisah hidup Nabi pasti tidak akan pernah luput dari nama Halimah al-Sa’diyah. Namun, sebenarnya ada seorang perempuan yang menjadi ibu susu pertama Nabi sebelum diserahkan kepada Halimah al-Sa’diyah. Namanya Tsuwaibah. Tsuwaibah al-Aslamiyah adalah seorang budak perempuan milik Abu […]

  • Video Pembuangan Miras ke Laut Viral, Oknum Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara Diperiksa Propam

    Video Pembuangan Miras ke Laut Viral, Oknum Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara Diperiksa Propam

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polres Ternate, Maluku Utara, melakukan pemeriksaan internal terhadap seorang oknum anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara setelah video aksi pembuangan minuman keras (miras) ke laut di kawasan Pelabuhan Dufa-Dufa viral di media sosial. Kasi Humas Polres Ternate, IPDA Sudirjo, membenarkan bahwa Satuan Profesi dan Pengamanan (Propam) saat ini sedang mendalami kasus tersebut untuk memastikan […]

expand_less