Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Lapar Menguji Likuiditas Iman

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 295
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Padahal justru di situlah Ramadhan menguji likuiditas iman kita. Apakah kas sabar cukup untuk membayar kewajiban akhlak? Apakah cadangan empati tersedia untuk menolong yang lebih lapar dari kita?

Dalam perspektif akuntansi syariah, tujuan laporan keuangan bukan hanya decision usefulness, tetapi juga accountability kepada Allah dan manusia. Puasa adalah praktik akuntabilitas spiritual. Kita diajak menyusun laporan arus kas ruhani: dari mana sumber energi kebaikan kita, dan ke mana ia dibelanjakan. Jika sepanjang hari energi habis untuk marah dan mengeluh, berarti arus kas kita defisit.

Gus Dur mungkin akan berseloroh, “Tuhan tidak butuh laporan keuanganmu, tapi tetanggamu butuh kepedulianmu.” Maka zakat, infak, dan sedekah adalah instrumen redistribusi agar likuiditas sosial terjaga. Jangan sampai ada surplus di meja makan kita, sementara defisit gizi terjadi di rumah sebelah.

Ramadhan juga mengajarkan prinsip going concern. Ibadah jangan musiman seperti perusahaan yang rajin hanya saat audit eksternal. Setelah Idulfitri, jangan sampai iman kita likuid hanya 30 hari, lalu berubah menjadi aset tidak lancar yang sulit digerakkan. Konsistensi adalah catatan atas laporan keuangan spiritual kita.

Dalam kelas, saya sering berkata: “Kalau perusahaan punya current ratio, orang beriman punya sabar ratio.” Rumusnya sederhana: Sabar dibagi Godaan. Jika hasilnya di atas satu, insyaAllah aman. Jika di bawah satu, berarti perlu tambahan modal doa dan dzikir. Jangan sampai negatif, nanti masuk kategori distress iman.

Humor ala NU mengajarkan keseimbangan. Kita boleh tertawa, asal tidak menertawakan penderitaan orang lain. Kita boleh menikmati buka puasa, asal tidak lupa bahwa inti puasa adalah merasakan. Lapar bukan musuh, tetapi guru akuntansi yang paling jujur. Ia menunjukkan seberapa kuat struktur permodalan iman kita.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Deviden Langit

    Deviden Langit

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Coba bayangkan kalau malaikat benar-benar menggunakan standar akuntansi seperti kita. Mungkin ada PSAK: Pernyataan Standar Akuntansi Kebaikan. Dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK), tertulis: “Sedekah sebesar Rp100.000 dinilai sebesar Rp1.000.000 karena dilakukan dengan ikhlas.” Tapi di baris lain: “Sedekah Rp1.000.000 didiskon menjadi Rp10.000 karena disertai pamer di media sosial.” Nah, di sinilah letak humor sekaligus […]

  • Nuzulul Qur’an: Masjid Istiqlal Jadi Jembatan Peradaban

    Nuzulul Qur’an: Masjid Istiqlal Jadi Jembatan Peradaban

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 221
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Jakarta-Masjid Istiqlal kembali menjadi panggung kebersamaan dan refleksi kebangsaan dalam peringatan Nuzulul Qur’an yang dipadati puluhan ribu jamaah. Di tengah gemuruh kota, momentum suci ini diposisikan sebagai ruang di mana nilai-nilai Al-Qur’an dipahami bukan hanya sebagai ajaran spiritual, tetapi juga sebagai ruh yang merekatkan keberagaman dan memperkuat peradaban bangsa. H. Mas’ud Halimin, Ketua Panitia […]

  • Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Pelestarian Mangrove di Desa Pajukukang

    Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Pelestarian Mangrove di Desa Pajukukang

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 55
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM–MAROS–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Edukasi Pelestarian Mangrove di Aula Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sabtu (1/8). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya tanaman mangrove dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir. Program ini terlaksana melalui sinergi dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air […]

  • PMII Cabang Barru dan Gusdurian Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi”, Angkat Isu Kolonialisme di Zaman Kini

    PMII Cabang Barru dan Gusdurian Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi”, Angkat Isu Kolonialisme di Zaman Kini

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Barru bersama komunitas Gusdurian menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film berjudul Pesta Babi pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat PMII Mangkoso dan diikuti kader PMII, anggota Gusdurian, serta sejumlah pemuda di wilayah Barru dan sekitarnya. Turut hadir pula wartawan Tribun Timur yang meliput […]

  • Gusnar Bongkar 3 Agenda Besar Gorontalo, HMI Diminta Jadi Motor Perjuangan

    Gusnar Bongkar 3 Agenda Besar Gorontalo, HMI Diminta Jadi Motor Perjuangan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 237
    • 0Komentar

    “Kalau Aceh dikenal sebagai Serambi Mekah, maka Gorontalo sudah lama disebut Serambi Madinah. Bedanya, di Aceh ada masjid raya, sementara kita di Gorontalo belum,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Gusnar juga memanfaatkan kehadiran Viva Yoga Mauladi yang juga merupakan mantan Ketua PB HMI periode 1995–1997 untuk mempromosikan penggalangan donasi pembangunan masjid raya. Video desain masjid serta […]

  • Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

    Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Dugaan kasus yang menyeret Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, terus menguat. Komite Perjuangan Rakyat (Kopra Institute) meminta Bupati dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tidak tinggal diam. Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, menegaskan bahwa dugaan yang mencuat, khususnya terkait praktik judi online (judol), harus segera ditindaklanjuti secara serius. “Ini […]

expand_less