Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gus Yahya: Muktamar PBNU Bisa Digelar Kapan Saja Asal Penuhi Syarat Konstitusional

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • visibility 205
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan usulan percepatan pelaksanaan Muktamar PBNU selama seluruh ketentuan konstitusional organisasi dipenuhi.

Gus Yahya menyatakan, Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi NU bisa digelar kapan saja, bahkan “besok pagi”, asalkan dipimpin oleh dua pemegang mandat tertinggi organisasi, yakni Rais Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU.

“Muktamar mau cepat, mau lambat, tidak ada masalah, tapi syarat harus dipenuhi. Yaitu bahwa muktamar dipimpin oleh Rais Aam dan Ketua Umum,” ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Ia menegaskan Muktamar tidak dapat diselenggarakan oleh satu pihak saja. Kehadiran Rais Aam dan Ketua Umum bersifat mutlak untuk menjamin legalitas dan kesempurnaan forum.

“Mau cepat mari, mau besok pagi ya sudah. Yang penting muktamar ini benar. Jangan yang cacat, yang kurang sempurna,” katanya.

Gus Yahya juga mengajak seluruh pihak menyepakati mekanisme bersama agar Muktamar berjalan sah dan menghindari polemik internal.

“Sudahlah, daripada nanti muktamar bermasalah, ya mari bareng-bareng saja. Kita persiapkan muktamar bersama-sama,” ujarnya.

Gus Yahya mengingatkan bahwa pengabaian terhadap aturan organisasi justru akan membawa NU mundur dari pakem kelembagaan yang dirumuskan para pendiri.

“Kalau tatanan organisasi ini diabaikan, maka itu mundur satu abad, mundur sampai ke era sebelum NU didirikan,” tegasnya.

Ia memastikan PBNU siap merampungkan seluruh dinamika internal menjelang Muktamar dan menegaskan bahwa solusi terbaik adalah bekerja bersama.

“Enggak ada jalan keluar selain bersama-sama. Mari bermuktamar bersama. Supaya selesai muktamar, selesai semua.”

PBNU Versi Pleno: Percepatan untuk Kembalikan Siklus Normal

Sebelumnya, PBNU melalui rapat pleno pada 9–10 Desember 2025 telah menyepakati percepatan untuk mengembalikan siklus Muktamar ke jadwal normal sebelum pandemi Covid-19.

Rais Syuriyah PBNU, Prof Mohammad Nuh, menyampaikan bahwa Muktamar ke-34 di Lampung sempat mundur akibat pandemi, sehingga masa kepemimpinan ikut bergeser. Momentum tahun 2026 dinilai tepat untuk mengembalikan siklus.

“Ini bukan percepatan Muktamar, tetapi mengembalikan siklus seperti sebelum Covid-19,” ujar Prof Nuh dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan peringatan 100 tahun NU pada 31 Januari 2026 menjadi momen penting konsolidasi organisasi yang akan dirangkai dengan Konbes dan Munas Alim Ulama sebagai bagian dari persiapan menuju Muktamar 2026.

Prof Nuh memastikan rapat pleno berlangsung sah sesuai AD/ART dengan kehadiran 55,39 persen peserta.

Pj Ketua Umum PBNU: Fokus Konsolidasi dan Persiapan Muktamar

Penjabat Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, menyatakan pihaknya akan segera bekerja menjalankan keputusan pleno, termasuk menyiapkan Konbes, Munas Alim Ulama, dan agenda menuju Muktamar.

PBNU kubu Zulfa juga mengimbau seluruh struktur organisasi menjaga kekompakan dan tetap fokus melayani warga NU, khususnya di tengah bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ketegangan internal PBNU saat ini dipicu oleh keputusan Dewan Syuriah yang memberhentikan Gus Yahya dari posisi Ketua Umum dan menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketum.

Gus Yahya menolak keputusan tersebut dan menegaskan bahwa pergantian ketua umum hanya sah bila diputuskan melalui Muktamar PBNU.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Guru PAI SD Tak Fasih Baca Al-Qur’an, Ke Mana Arah Pendidikan Agama?

    Ketika Guru PAI SD Tak Fasih Baca Al-Qur’an, Ke Mana Arah Pendidikan Agama?

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Turmuji Jafar
    • visibility 603
    • 0Komentar

    Oleh: Turmuji Jafar, Mahasiswa Pascasarjana UAC Mojokerto Mengawali tahun baru kita di suguhi dengan catatan merah oleh Kementerian Agama (Kemenang) dari hasil asesmen Pendidikan Agama Islam (PAI) akhir tahun 2025, menunjukkan data sebanyak 58,26 persen guru agama Islam tingkatan sekolah dasar (SD) di Indonesia belum fasih dalam membaca Al-Qur’an. Temuan ini berdasarkan asesmen terhadap 160.143 […]

  • Cerdas dalam Memaknai Isra dan Mi’raj

    Cerdas dalam Memaknai Isra dan Mi’raj

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Salah satu peristiwa agung yang wajib diimani oleh umat Islam adalah peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Peristiwa ini secara tegas disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Isra ayat 1. Allah Swt. membuka ayat tersebut dengan kata Subḥāna (Mahasuci). Dalam kajian Ulumul Qur’an, apabila suatu ayat atau surah diawali dengan kata Subḥāna atau Tabāraka, […]

  • Nusantara sebagai nafas panjang Peradaban Dunia: Dari Migrasi Purba hingga kemandirian ilmiah

    Nusantara sebagai nafas panjang Peradaban Dunia: Dari Migrasi Purba hingga kemandirian ilmiah

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Zulkifli
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Kepulauan Nusantara adalah sebuah ruang geografis dan kultural yang dibentuk oleh sejarah migrasi manusia yang panjang dan berlapis. Keberagaman etnis, bahasa, dan budaya yang kini menghuni Nusantara tidak dapat dipisahkan dari proses pergerakan nenek moyang manusia yang datang dalam beberapa gelombang migrasi besar. Nusantara adalah tempat dengan temuan manusia purba terbanyak di dunia dan menjadi […]

  • 64 Pejabat Dilantik, Pemkab Maros Siap Gaspol Jalankan Program

    64 Pejabat Dilantik, Pemkab Maros Siap Gaspol Jalankan Program

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 362
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros kembali melakukan perombakan birokrasi melalui pengumuman dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) serta pejabat administrator, Senin, 5 Januari 2025. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros. Sebanyak 10 jabatan eselon II resmi diisi melalui mekanisme lelang jabatan, menandai tuntasnya pengisian seluruh posisi strategis di lingkup […]

  • Kasus Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Maros Naik ke Penyidikan, Publik Desak Segera Tetapkan Tersangka

    Kasus Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Maros Naik ke Penyidikan, Publik Desak Segera Tetapkan Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Keputusan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros menaikkan status perkara dugaan tindakan represif oknum anggotanya dari tahap penyelidikan ke penyidikan menuai sorotan tajam dari publik. Meski langkah ini diklaim sebagai bentuk keseriusan institusi, hingga kini belum adanya penetapan tersangka justru memicu kekhawatiran akan adanya upaya perlindungan terhadap pelaku serta pengabaian prinsip Hak […]

  • Going Concern Ibadah

    Going Concern Ibadah

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Dalam dunia akuntansi, ada satu asumsi yang membuat laporan keuangan bisa tidur nyenyak setiap akhir tahun: going concern. Artinya, entitas diasumsikan akan terus berlanjut usahanya, tidak bangkrut besok pagi, dan tidak bubar jalan setelah RUPS bubar. Nah, dalam konteks Ramadhan, saya kira kita juga perlu satu asumsi serupa: going concern ibadah. Jangan sampai ibadah kita […]

expand_less