nulondalo.com – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI).
Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi dan persiapan perpanjangan Nota Kesepahaman (NK) antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, PKUMI, dan Universitas PTIQ Jakarta.
Dalam sambutannya, Menag menekankan pentingnya percepatan kaderisasi ulama yang memiliki wawasan global. Ia mengungkapkan bahwa Presiden menyambut positif program unggulan tersebut dan menilai pelaksanaannya perlu dipercepat.
“Saya pernah bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan melaporkan terkait program unggulan PKUMI. Pak Presiden merespons positif dan memberi dukungan untuk pengembangan program tersebut. Menurut beliau, kita terlambat melaksanakan pendidikan kader ulama,” ujar Nasaruddin, Senin (21/4/2026).
Lebih lanjut, Imam Besar Masjid Istiqlal itu menyoroti rencana penguatan skema akademik PKUMI ke depan. Program yang semula berbentuk short course akan ditingkatkan menjadi double degree, sehingga para alumni berpeluang memperoleh dua gelar formal sekaligus.
“Short course akan kita naikkan menjadi double degree sehingga nantinya alumni PKUMI mendapatkan dua gelar formal dari Universitas PTIQ dan universitas luar negeri, yaitu Universitas Al-Azhar di Mesir, University of California Riverside, dan Hartford International University, serta gelar informal Kader Ulama Masjid Istiqlal,” jelasnya.
Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai integrasi PKUMI dengan jejaring internasional merupakan langkah strategis dalam mencetak ulama berkapasitas global.
“LPDP menyambut positif perpanjangan kerja sama ini, khususnya dalam penguatan program internasional yang mampu melahirkan ulama dengan kapasitas akademik dan kepemimpinan global,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PKUMI, Ahmad Thib Raya, memaparkan sejumlah capaian program yang telah berjalan. Menurutnya, PKUMI telah menunjukkan kemajuan signifikan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Alumni kami telah terlibat dalam forum akademik global, publikasi ilmiah, serta pengabdian masyarakat berbasis keilmuan Islam moderat,” katanya.
Direktur Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, Darwis Hude, turut mengapresiasi kualitas akademik peserta program. Ia menyebut mahasiswa PKUMI-LPDP menunjukkan performa yang sangat baik, dengan capaian akademik membanggakan.
“Mahasiswa PKUMI-LPDP menunjukkan performa luar biasa, dengan rata-rata meraih predikat cumlaude serta menghasilkan berbagai karya jurnal internasional bereputasi,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh terkait, di antaranya Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI Farid F Saenong, Kepala Bidang Diklat Mulawarman Hannase, Kepala Divisi Kerjasama dan Pengembangan Beasiswa Agama Bayu Suryanto, serta jajaran pengelola PKUMI dan perwakilan LPDP.
Dengan dukungan pemerintah serta kolaborasi lintas institusi, PKUMI diharapkan semakin memperkuat peran strategisnya dalam mencetak ulama yang kompeten, moderat, dan berdaya saing global. Program ini dinilai penting dalam menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan Islam yang inklusif di Indonesia.
Saat ini belum ada komentar