Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 471
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Melalui bahasa pembangunan, negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin ditempatkan dalam posisi sebagai “murid sejarah”. Mereka dianggap membutuhkan bimbingan teknis, bantuan ekonomi, dan transfer pengetahuan dari Barat. Kolonialisme tidak lagi memakai bahasa penaklukan, tetapi berganti dengan istilah yang terdengar lebih bersahabat: modernisasi, pembangunan, dan kerja sama internasional.

Maka konsep pembangunan sering kali bukan sekadar proyek ekonomi. Ia juga merupakan proyek ideologis. Melalui bahasa pembangunan, kapitalisme global memperoleh legitimasi moral. Model ekonomi Barat dipresentasikan seolah-olah sebagai jalur sejarah yang alamiah, sesuatu yang pada akhirnya harus ditempuh semua bangsa jika ingin disebut modern.

Dengan cara ini, pengetahuan mulai berfungsi bukan hanya untuk memahami dunia, tetapi juga untuk menata dunia sesuai kepentingan tertentu.

Peran kalangan akademik dalam proses tersebut tidak bisa diabaikan. Pada dekade 1950-an dan 1960-an, berbagai universitas di Amerika menjadi pusat produksi teori modernisasi. Para ilmuwan sosial merumuskan model perkembangan masyarakat yang menggambarkan sejarah sebagai perjalanan dari kondisi tradisional menuju masyarakat industri modern. Kerangka ini kemudian dipakai dalam berbagai program pembangunan internasional.

Salah satu gagasan yang paling berpengaruh datang dari ekonom Amerika Walt Whitman Rostow, yang mempopulerkan teori tentang tahapan pertumbuhan ekonomi. Dalam model ini, setiap negara dianggap bergerak melalui serangkaian tahap menuju masyarakat konsumsi massal—tahap yang secara implisit direpresentasikan oleh masyarakat Amerika sendiri. Teori tersebut tampak seperti analisis ekonomi biasa, tetapi dampak politiknya sangat besar. Ia menjadikan pengalaman Barat sebagai standar universal perkembangan sejarah.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Audit Amal Tahunan

    Audit Amal Tahunan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Namun, persoalan kita sering kali bukan pada sistem pencatatan, melainkan pada moral hazard. Dalam praktik akuntansi modern, kita mengenal istilah manipulasi laporan keuangan. Dalam praktik ibadah, kita mengenal riya’. Sama-sama ingin terlihat lebih baik dari kenyataan. Tarawih paling depan, tapi parkir motor paling serong. Sedekah paling keras suaranya, tapi lupa transfer zakat profesi. Ramadhan sesungguhnya […]

  • DVI Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat, 18 Masih Proses

    DVI Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat, 18 Masih Proses

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi 20 jenazah korban longsor di Kabupaten Bandung Barat. Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Berdasarkan data sementara hingga Senin (26/1) pukul 18.30 WIB, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi dan mengirimkan sebanyak 38 kantong jenazah ke pos DVI untuk […]

  • PWNU Gorontalo Imbau Tunda Kegiatan Besar, Ikuti Arahan PBNU untuk Perbanyak Zikir

    PWNU Gorontalo Imbau Tunda Kegiatan Besar, Ikuti Arahan PBNU untuk Perbanyak Zikir

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo, Drs. H. Ibrahim T. Sore, mengimbau seluruh warga dan pengurus NU di daerahnya agar menunda sementara kegiatan seremonial yang melibatkan massa dalam jumlah besar. Langkah ini sejalan dengan arahan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) guna menjaga kondusivitas di tengah situasi daerah yang belum stabil. “Untuk mengantisipasi keadaan, […]

  • Dari Maros untuk Indonesia: Chaidir Syam Diganjar Penghargaan Bela Negara

    Dari Maros untuk Indonesia: Chaidir Syam Diganjar Penghargaan Bela Negara

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Komitmen Pemerintah Kabupaten Maros dalam menanamkan nilai-nilai bela negara kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Bupati Maros, Chaidir Syam, menerima Penghargaan Apresiasi Bela Negara 2025 yang digelar oleh Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Markas Besar TNI, di Hotel El Royal Bandung. Penghargaan tersebut […]

  • Sebanyak 39 Pejabat Fungsional Dilantik Gubernur Gorontalo

    Sebanyak 39 Pejabat Fungsional Dilantik Gubernur Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 272
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Sebanyak 39 pejabat fungsional dilantik Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (23/12/2025). Pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi jabatan fungsional melalui penyesuaian jabatan, promosi kenaikan jenjang, serta perpindahan dari jabatan lain di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Pelantikan dilaksanakan berdasarkan tiga Keputusan Gubernur Gorontalo, masing-masing Nomor 800.1.3.3/JF/BKD/SK/1327/XII/2025 tentang pengangkatan melalui penyesuaian […]

  • To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Dunia abad ke-21 sering dipromosikan sebagai dunia paling maju dalam sejarah manusia. Teknologi berkembang pesat, konektivitas lintas benua terjadi dalam hitungan detik, dan pengetahuan seolah tak lagi memiliki batas. Tetapi di balik semua itu, dunia justru terasa semakin terbelah. Perang tidak berhenti, ketimpangan melebar, dan rasa saling percaya antarbangsa semakin menipis. Alih-alih membangun dunia baru, […]

expand_less