Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 134
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M. Thomas Mopili, menemui aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Bundaran Tugu Saronde, Senin (1/9/2025).

Mahasiswa UNG yang tergabung dalam Aliansi Merah Maron menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, DPRD, dan Polda Gorontalo.

Pada poin pertama, mahasiswa menuntut Gubernur Gorontalo untuk menyampaikan secara resmi kepada Presiden RI terkait pemberhentian menteri yang bermasalah serta pencopotan terhadap wakil menteri yang merangkap jabatan. Terhadap tuntutan mahasiswa itu, Gubernur Gusnar Ismail dengan tegas menyatakan menerimanya dan siap menyampaikan kepada Menteri Dalam Negeri.

“Dengan ini saya menyatakan tuntutan itu saya terima. Saya akan menyampaikan surat pengantar khusus langsung kepada bapak Mendagri sebagai atasan saya dan tembusan kepada bapak Presiden Prabowo,” tegas Gusnar.

Aliansi Merah Maron juga menuntut DPRD Provinsi Gorontalo untuk mengkonsolidasikan setiap partai politik dalam rangka menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa yang berkaitan dengan kewenangan DPR RI.

Aspirasi tersebut meliputi menjamin keterbukaan ruang partisipasi publik dalam setiap proses legislasi, melakukan kajian kembali terhadap pemberlakukan dana pensiun yang sudah tidak sesuai dengan amanat undang-undang dasar 1945 dan prinsip keadilan, tidak melakukan pemotongan anggaran terhadap dana transfer kepada pemerintah daerah, menolak pemotongan dana pendidikan, menolak pembahasan rancangan undang-undang Polri dan KUHP.

Mahasiswa juga menuntut untuk mereformasi institusi Polri secara menyeluruh, serta mendesak Kapolri untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindakan represif aparat Kepolisian dalam pengamanan demonstrasi di Indonesia.

Kepada Kapolda Gorontalo, Aliansi Merah Maron menuntut untuk segera menindaklanjuti seluruh laporan masyarakat, baik yang berkaitan dengan permasalahan internal di tubuh Kepolisian maupun persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.

“Tuntutan ini sudah kami tandatangani dengan penegasan akan ditindaklanjuti,” pungkas Gusnar pada aksi demonstrasi yang berakhir damai itu.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWNU Gorontalo dan BEI Resmikan Galeri Investasi Syariah

    PWNU Gorontalo dan BEI Resmikan Galeri Investasi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menandatangani nota kesepahaman dan mencanangkan Galeri Investasi Syariah BEI–PWNU Gorontalo. Galeri tersebut akan berada di lantai II, Kantor PWNU Gorontalo Jl. Samratulangi, Kelurahan Limba UQ, Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. Penandatanganan berlangsung di kantor PWNU Gorontalo dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan […]

  • Sekali lagi, Tentang Tudingan Ijazah Palsu

    Sekali lagi, Tentang Tudingan Ijazah Palsu

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Roy Suryo sejak awal bersuara lantang soal dugaan kejanggalan dalam ijazah mantan presiden Joko Widodo. Ia bahkan menyatakan bahwa foto dalam ijazah tersebut bukanlah Jokowi, melainkan sepupunya. Sebelumnya ada Bambang Tri Mulyono, ada Rismon Sianipar, ada Dr Tifa sebagai pihak yang terus memperkarakan keaslian ijazah Jokowi. Mereka yakin betul sedang memperjuangkan “kebenaran”—bukan hanya soal selembar […]

  • Catatan Dari Konferensi Indigenous Religions Di Yogyakarta

    Catatan Dari Konferensi Indigenous Religions Di Yogyakarta

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2019
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Untuk pertama kalinya, International Conference on Indigenous Religions resmi dihelat. Sejak pukul 08.00WIB pagi, terlihat pemandangan manusia berkerumun memenuhi barisan antre di University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk melakukan registrasi. Uniknya, para partisipan tidak hanya berlatar belakang peneliti atau speakers dalam konferensi, melainkan juga “sang Liyan”—mereka yang seringkali kita sebut sebagai “yang […]

  • Ilmu yang Masuk Angin

    Ilmu yang Masuk Angin

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Di pesantren, ada petuah sederhana: “Ilmu iku kudu manfaat, nek mung pinter tok yo mblenger.” Ilmu itu harus bermanfaat, kalau cuma pintar saja bisa bikin kembung. Sayangnya, sebagian akademisi hari ini tampak bukan kembung karena terlalu banyak makan, tetapi karena terlalu lama tinggal di menara gading, ruang tinggi, dingin, dan jauh dari sawah, laut, serta […]

  • Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

    Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Nurul Izah Rahareng
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Diskursus publik mengenai akuntabilitas keuangan negara sering kali hanya terfokus pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, pengelolaan keuangan publik tidak berhenti di tingkat pusat. Di luar APBN, terdapat ekosistem keuangan yang luas dan kompleks, meliputi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD), hingga Dana Desa. Sektor-sektor tersebut justru kerap […]

  • Karomah Palsu

    Karomah Palsu

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Di banyak pengajian NU, sering kita dengar nasihat klasik: “Nandur pari ojo ngarep panen jagung.” Menanam padi jangan berharap panen jagung. Sayangnya, dalam dunia investasi bodong, pepatah ini dibalik: modal ditanam sedikit, yang dijanjikan panen raya, bahkan sebelum subuh. Investasi bodong adalah fenomena ekonomi yang aneh tapi nyata. Ia bukan sekadar persoalan keuangan, melainkan gabungan […]

expand_less