Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 325
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika model seperti ini diterima sebagai kebenaran ilmiah, pilihan-pilihan lain otomatis dipinggirkan. Sistem ekonomi alternatif dianggap tidak efisien, tidak rasional, atau sekadar bentuk keterbelakangan yang belum selesai. Dominasi ideologi tidak lagi dipaksakan secara kasar; ia bekerja melalui legitimasi akademik yang terlihat objektif.

Inilah yang membuat imperialisme modern jauh lebih licin dibanding kolonialisme lama. Ia tidak selalu memaksa, tetapi membuat banyak negara merasa sedang memilih secara bebas—padahal pilihan yang tersedia sudah dibingkai sebelumnya. Bantuan pembangunan, program pendidikan, beasiswa, hingga konsultasi kebijakan sering menjadi jalur masuk bagi kerangka berpikir tersebut.

Pola yang sama masih dapat dilihat dalam politik ekonomi global hari ini, terutama dalam sektor teknologi digital. Dalam dua dekade terakhir, istilah seperti ekonomi inovasi, ekosistem startup, dan kompetisi digital menjadi bahasa yang hampir universal dalam kebijakan ekonomi. Negara-negara berkembang berlomba membuka pasar digital mereka dengan harapan menarik investasi dan mempercepat transformasi teknologi.

di balik bahasa yang terdengar progresif itu, struktur kekuasaan global tetap terlihat. Infrastruktur digital dunia masih sangat bergantung pada perusahaan teknologi besar Amerika seperti Google, Meta, dan Microsoft. Platform, sistem komputasi awan, hingga ekosistem data global sebagian besar berada dalam jaringan yang mereka kuasai.

Negara-negara berkembang memang didorong untuk menjadi inovatif, tetapi standar inovasi itu sendiri ditentukan oleh pusat-pusat teknologi di Silicon Valley. Banyak negara akhirnya masuk ke dalam ekonomi digital global sebagai pasar, pengguna teknologi, dan produsen data, sementara kendali terhadap infrastruktur digital tetap berada di tempat lain.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setan Diikat, Fraud Berlanjut?

    Setan Diikat, Fraud Berlanjut?

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Ramadhan adalah bulan transparansi spiritual. Kita diajak jujur, bahkan ketika tidak ada yang melihat. Puasa itu unik: yang tahu kita benar-benar puasa atau tidak, hanya kita dan Allah. Ini seperti sistem self-assessment dalam perpajakan. Negara percaya kita jujur melaporkan. Tuhan pun “percaya” kita jujur berpuasa. Pertanyaannya: apakah kita layak dipercaya? Sebagai bangsa yang religius, kita […]

  • Polda NTB Catat Penurunan Kriminalitas Signifikan Sepanjang 2025, Wakapolda Apresiasi Dukungan Masyarakat

    Polda NTB Catat Penurunan Kriminalitas Signifikan Sepanjang 2025, Wakapolda Apresiasi Dukungan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mataram — Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Wakapolda NTB), Brigjen Pol. Hari Nugroho, memimpin Jumpa Pers Akhir Tahun 2025 Polda NTB pada Senin (29/12/2025) pukul 08.00 WITA di Gedung Sasana Dharma Polda NTB. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen Polda NTB untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat terkait capaian kinerja […]

  • Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Salat lima waktu mengajarkan manusia untuk selaras dengan ritme itu. Datang ke masjid tepat waktu berarti menata hidup sesuai keteraturan. Dalam ilmu perilaku, rutinitas yang konsisten membangun disiplin dan kestabilan mental. Ketika seseorang rutin berjamaah, hidupnya lebih terstruktur. Ia belajar mengatur waktu, menunda urusan dunia demi panggilan ibadah. Ini bukan sekadar pahala di akhirat, tetapi […]

  • Diduga Terlibat Tambang Ilegal PT. Smart Marsindo di Pulau gebe, KIBAR Desak DPP PDIP Pecat Shanty Alda Nathalia

    Diduga Terlibat Tambang Ilegal PT. Smart Marsindo di Pulau gebe, KIBAR Desak DPP PDIP Pecat Shanty Alda Nathalia

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    JAKARTA – Gelombang unjuk rasa besar menyambangi Kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari ini, Jumat, 6 Maret 2026. Massa yang tergabung dalam Koalisi Independen Bersama Rakyat (KIBAR) menuntut tindakan tegas dan pemecatan terhadap Shanty Alda Nathalia, yang menjabat sebagai anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PDI-P sekaligus […]

  • UII Keluarkan Pernyataan Sikap, Soroti Politik Luar Negeri hingga Kebijakan Dalam Negeri

    UII Keluarkan Pernyataan Sikap, Soroti Politik Luar Negeri hingga Kebijakan Dalam Negeri

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan pernyataan sikap resmi merespons perkembangan mutakhir praktik berbangsa dananiro, Selasa (3/3/2026). Pernyataan tersebut ditandatangani Rektor UII, Fathul Wahid, atas nama warga kampus. Dalam dokumen yang dirilis di Yogyakarta bertepatan dengan 一级ramadan 1447 H, UII menyesalkan sikap Pemerintah Republik Indonesia yang dinilai belum menunjukkan ketegasan memadai dalam menyikapi serangan […]

  • Auditor Langit

    Auditor Langit

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Pertanyaannya sederhana: apakah neraca kehidupan kita masih sehat? Coba kita bayangkan jika pahala dan dosa benar-benar disusun seperti laporan keuangan. Ada aset spiritual seperti sedekah, sabar, dan menolong orang lain. Ada juga liabilitas moral seperti iri hati, kebohongan, dan kesombongan. Bahkan ada juga yang bisa disebut sebagai goodwill sosial, yaitu reputasi baik yang lahir dari […]

expand_less