Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Akhirnya Anjing Masuk Surga

  • account_circle Dr. Hi. Mansur Basie
  • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
  • visibility 191
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kalau ada hewan atau binatang yang berterima kasih (numpang viral) karena hiruk pikuk social media dua hari terakhir ini, maka binatang itu adalah anjing. Betapa tidak, tanpa diminta “persetujuannya”, ia disebut dan diviralkan oleh mungkin dari lebih separuh penduduk negeri +62. Berdasarkan laporan We Are Social dari situs dataIndonesia.com, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia sebanyak 191 juta orang pada Januari 2022. Jumlah itu telah meningkat 12,35% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 170 juta orang. Artinya, viralitas sesuatu melalui social media sangat-sangat cepat  dengan biaya yang relatif sangat murah hanya dengan sekali klik melalui beranda dunia maya.

Kemampuan social media dalam menggiring opini public tidak dapat diragukan lagi, karena hampir setiap saat penggunanya dapat mengaksesnya dengan cepat dan mudah. Walhasil, penggeiat social media yang berpaham waham, dengan habituasi tidak mau tau secara utuh, tidak mau tau kebenaran yang komprehen, ini kemudian akan dapat memicu lahirnya pembenci-pembenci (haters), hoax, dan asumsi-asumsi rendahan yang dibanguan tanpa argumentasi ilmiah yang mapan.

Inilah yang yang menimpa Gus Menteri (sapaan akrab Gus Yaqut) yang pada awalnya memiliki niat yang luhur untuk menciptakan ketentraman dan kenyamanan melalui pengaturan secara baik dan proporsional alat speaker di masjid dan mushalla dengan melahirkan SE 05/2022. Lalu kemudian viral videonya kemana-kemana di media social. Jika saja, kita mau berani untuk melapangkan dada, sembari mendekati SE ini dengan rasional-objektif dan tidak dengan emosional sentiment, maka pasti kita akan sangat berterima kasih kepada Gusmen bahwa pengaturan alat pengeras suara sudah mendesak untuk di refresh dan diatur secara baik dan rapi. Kenapa? Sebab, beliau paling tidak telah mewakili generasi muda hari ini yang berani untuk menghadapi resiko akan dicemooh, difitnah, dan bahkan disomasi yang secara politik tentu tidak akan menguntungkan reputasi beliau sebagai anak kesayangan putra ulama Kaliber nasional K.H Cholil Bisri dan cucu ulama besar pula K.H. Bisri Syansuri.

Dalam video yang berdurasi pendek itu, tampak atau lebih tepatnya ditampakkan seolah-seolah Gus Menteri sedang membandingkan antara adzan dengan gonggongan anjing. Padahal, seyakinnya penulis, Gusmen PASTI tidak kepikiran ke arah sana. Inilah kehebatan framing social media yang mampu menjudge seseorang tanpa peduli hakikat kebenaran itu. Yang penulis tangkap (sesuai penafsir penulis) bahwa ada dua segmen paragraph pembicaraan. Pertama adalah jika masjid itu di tengah-tengah komunitas non muslim, dan setiap waktu salat salat dikumandangkan adzan dengan suara yang keras (melebihi batas kenyaman kuping mendengar), maka sudah pasti itu akan mengganggu warga sekitar. Kedua, jika kita di tengah-tengah komunitas non Muslim, yang mana saudara-saudara kita sangat akrab dengan memelihara anjing, dan dalam waktu yang bersamaan menggonggong dengan cukup keras, maka tentu itu juga akan dirasakan sangat mengganggu.

Dua segmen inilah yang dipelintir oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan mencoba memframing bahwa Gusmen sedang membandingkan antara suara adzan dengan suara gonggongan anjing. Padahal sejatinya, substansi yang ingin disampaikan Gusmen adalah efek suara yang ditimbulkan jika tidak ada pengaturan secara baik, rapi dan proporsional. Terlebih lagi, citizen sedang asyik bermain di wilayah diksi “anjing’ yang oleh sebagian umat Muslim sangat sensitif. Bahwa seolah-olah anjing itu makhluk tuhan yang biadab, terkutuk dan hina dina sehingga yang dekat dengan vocabulary ini harus dilawan.

Tapi benarkah anjing sehina itu?, benarkah bahwa gonggongan anjing itu tidak sedang melakukan hal lain?. Mari kita lihat. Kita tentu akrab dengan Anjing yang bernama Qitmeer, anjing penjaga ashabul kahfi yang rela menjaga tuannya dari serangan musuh selama 300 tahun. Karena ibadah anjing ini kepada tuannya, maka ulama meyakini bahwa anjing Qitmeer ini kelak akan masuk surga bersama tuannya Ashabul kahfi.

Kedua, dalam shahih bukhari, diceritakan bahwa seorang pezina yang diterima taubatnya oleh Allah karena dia secara tulus memberi minum kepada makhluk yang bernama anjing di saat ia kehausan.

Ketiga, di saat seekor anjing menggonggong kata Ali bin abi Thalib, maka dia sedang menyaksikan pemandangan azab penghuni kubur alam barzah, sehingga gonggongannya seolah berterima kasih kepada Tuhan ia tidak dicipta seperti manusia pendosa dan tidak taat.

Kelima, Ali bin Abi Thalib juga pernah berucap bahwa di antara keistimewaan anjing adalah, sifat loyalitasnya kepada tuannya tanpa diragukan serta sifat anjing yang apa saja diberi tuannya pasti akan diterima secara ikhlas yang dalam makna agama disebut qana’ah.

Keenam, penulis menganggap bahwa di setiap gonggongan anjing itu, selain dia berterima kasih kepada Tuhan karena tidak diberi tanggung jawab untuk menghisap segala perbuatannya seperti manusia, Anjing boleh jadi sedang bertasbih memuji kepada Rabbnya hanya saja kita tidak paham cara tasbihnya. Dalam Q.S al Isra: 44 disebutkan bahwa “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah.Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun”.

Dengan demikian, boleh jadi, Anjing yang dimaksudkan dalam tulisan ini akhirnya akan masuk surga. Wallahu a’lam .

  • Penulis: Dr. Hi. Mansur Basie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fasilitas Umum Diduga Dipakai untuk Kepentingan Privat, Kepala Desa Tellumpoccoe Disorot Warga

    Fasilitas Umum Diduga Dipakai untuk Kepentingan Privat, Kepala Desa Tellumpoccoe Disorot Warga

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Dugaan penyalahgunaan aliran listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, kembali menuai sorotan warga. Kali ini, masyarakat mempertanyakan sikap pemerintah desa yang dinilai lamban dan terkesan membiarkan persoalan tersebut berlangsung bertahun-tahun tanpa penindakan tegas. Warga dari Dusun Palisi, Dusun Matana, dan Dusun Bontoulu menilai persoalan ini bukan […]

  • Petuah yang Disangka Mantra

    Petuah yang Disangka Mantra

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Saya masih ingat betul suasana Kongres Kedua Rakyat Mandar di Assamalebuang, Majene, sekitar tahun 2002 silam. Di tengah ruangan yang hening, budayawan Mandar; Muis Mandra yang kala itu tampil sebagai pembicara menyampaikan sebuah pasang (petuah). Dengan suara yang menggelegar, ia melafalkan petuah leluhur Mandar yang terdengar begitu sakral hingga membuat para peserta terpesona. Petuah itu […]

  • Antrean Tiga Jam dan Misteri BBM Subsidi di Pertamina Mananggu, Gorontalo

    Antrean Tiga Jam dan Misteri BBM Subsidi di Pertamina Mananggu, Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Oleh: Mansur Martam NULONDALO.COM – Ada yang berubah di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Salilama, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, dengan nomor registrasi SPBU 7496207. Dulu, membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah urusan beberapa menit: datang, mengantre sebentar, mengisi tangki, membayar, lalu melanjutkan perjalanan. Kini, di […]

  • Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr. Hj. Ida Fauziyah menyampaikan, bahwa PKB terus berkomitmen menjadi partai yang solid demi memperjuangkan kepentingan rakyat. Hal tersebut disampaikan pada agenda konsolidasi kader PKB se-Gorontalo bertempat di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Sabtu (15/2/2025), kemarin. “Dalam pertemuan yang penting ini, saya ingin menyampaikan bahwa Gus Ketum […]

  • Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan dalam Reses Muhammad Dzikyan di Boalemo

    Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan dalam Reses Muhammad Dzikyan di Boalemo

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 215
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat berskala provinsi dengan nilai anggaran sekitar Rp134 miliar menjadi salah satu sorotan utama masyarakat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan Pohuwato–Boalemo, Muhammad Dzikyan, di Desa Bongo Dua, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Jumat (6/2/2026). Dalam dialog bersama warga, sejumlah masyarakat mempertanyakan dampak langsung pembangunan tersebut terhadap perekonomian […]

  • Khutbah Jumat : Ikhlas, Jalan Sunyi Menuju Kedekatan dengan Allah

    Khutbah Jumat : Ikhlas, Jalan Sunyi Menuju Kedekatan dengan Allah

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang semakin dipenuhi penilaian manusia tentang siapa yang paling terlihat baik, paling tampak berhasil, dan paling dipuji—kita sering lupa bahwa ukuran sejati amal bukanlah apa yang tampak di mata manusia, melainkan apa yang tersembunyi di hadapan Allah. Banyak perbuatan yang terlihat besar, dielu-elukan, bahkan dikagumi, namun ternyata kosong dari nilai karena […]

expand_less