Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Di Meja Syukuran, Kita Menemukan Makna Indonesia

  • account_circle Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M
  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
  • visibility 73
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh:

Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M Founder Pemuda Nusantara Foundantion

Nulondalo.com – Setiap 17 Agustus, kita merayakan kemerdekaan dengan upacara, pengibaran bendera, perlombaan, dan berbagai kegiatan yang penuh semangat. Namun, di balik kemeriahan itu, ada bentuk perayaan yang jauh lebih sederhana, tetapi menyimpan makna kebangsaan yang dalam.

Di desa-desa dan kampung-kampung, hingga tingkat RT, masyarakat berkumpul untuk berdoa dan melaksanakan syukuran bersama. Ada yang membawa makanan, ada yang membawa sekadarnya, sesuai kemampuan dan keikhlasan. Tidak ada kewajiban untuk membawa sesuatu. Tidak pula ada yang merasa lebih tinggi atau lebih rendah.

Semua duduk bersama.

Yang punya lebih berbagi dengan yang membutuhkan. Yang tidak membawa apa-apa tetap menjadi bagian dari kebersamaan. Tidak ada sekat status sosial, pekerjaan, maupun kemampuan ekonomi. Yang ada adalah rasa syukur karena kita masih diberi kesempatan untuk hidup bersama sebagai satu bangsa.

Di meja syukuran yang sederhana itu, kita menemukan makna Indonesia.

Sesungguhnya nilai-nilai tersebut bukanlah sesuatu yang baru lahir setelah Indonesia merdeka. Jauh sebelum Republik Indonesia berdiri, leluhur dan nenek moyang Nusantara telah mewariskan nilai kehidupan yang menjunjung tinggi gotong royong, musyawarah, kebersamaan, saling membantu, dan hidup dalam harmoni.

Dari kehidupan masyarakat adat, tradisi desa, hingga berbagai kearifan lokal di pelosok Nusantara, kita menemukan satu pesan yang sama: manusia tidak dapat hidup sendiri. Kepentingan bersama harus dijaga, karena kehidupan akan menjadi kuat ketika setiap orang saling menopang.

Nilai-nilai luhur itulah yang kemudian menemukan bentuknya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila memiliki akar yang panjang dalam pengalaman, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat Nusantara.

Karena itu, kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga merupakan kesempatan bagi kita untuk melanjutkan dan merawat nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Pesan untuk Kita Semua

Di tengah kehidupan perkotaan yang semakin individualistis, dan di tengah dunia politik yang terkadang dipenuhi ego, kepentingan, serta ambisi kekuasaan, kita perlu kembali melihat ke akar kita sendiri.

Jangan sampai ambisi untuk menjadi besar justru membuat kita kehilangan nilai-nilai yang dahulu membuat bangsa ini mampu bertahan.

Jangan sampai kepentingan pribadi, kelompok, maupun kekuasaan mengorbankan gotong royong, persaudaraan, musyawarah, kepedulian, dan rasa kemanusiaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan Nusantara selama berabad-abad.

Kita tidak boleh menjadi bangsa yang maju secara pembangunan, tetapi mundur dalam nilai. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang kaya secara sumber daya, tetapi miskin dalam rasa persaudaraan.

Indonesia adalah gen besar Nusantara.

Bangsa yang lahir dari perjalanan panjang peradaban, dengan kekayaan alam, budaya, tradisi, dan kearifan yang luar biasa. Kita adalah bangsa yang besar, kuat, kaya, dan memiliki sejarah panjang untuk dihormati.

Karena itu, menjadi modern tidak berarti harus meninggalkan akar. Menjadi maju tidak berarti harus melupakan leluhur. Justru bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melangkah ke masa depan tanpa kehilangan jati dirinya.

Para pahlawan telah memperjuangkan kemerdekaan dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Tugas kita hari ini adalah menjaga apa yang telah mereka perjuangkan sekaligus merawat warisan leluhur: persatuan, gotong royong, musyawarah, kemanusiaan, dan rasa persaudaraan.

Tidak perlu meja yang mewah. Tidak perlu hidangan yang berlimpah.

Cukup ada doa, rasa syukur, keikhlasan, dan kemauan untuk duduk bersama.

Karena di meja syukuran yang sederhana itulah, kita menemukan sesuatu yang jauh lebih besar: Indonesia yang berakar pada nilai luhur Nusantara—Indonesia yang hidup dalam gotong royong, persaudaraan, dan kebersamaan.

Dan mungkin, itulah salah satu cara paling sederhana untuk memahami arti merdeka: tetap menjadi manusia Indonesia yang tidak melupakan akar, tidak kehilangan persaudaraan, dan tidak meninggalkan gotong royong yang telah diwariskan leluhur jauh sebelum republik ini lahir.

  • Penulis: Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M
  • Editor: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

    Menag Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 278
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia dilarang menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik Lebaran. Larangan tersebut disampaikan Menag sebagai bagian dari upaya menjaga integritas serta memastikan fasilitas negara digunakan secara bertanggung jawab dan sesuai peruntukannya. “ASN wajib menjaga integritas, profesionalitas, serta menggunakan fasilitas negara secara […]

  • Prabowo Bukanlah Gerindra di Gorontalo: Catatan Kritis Pada HUT Gerindra Ke-17

    Prabowo Bukanlah Gerindra di Gorontalo: Catatan Kritis Pada HUT Gerindra Ke-17

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. Funco Tanipu., ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo. Founder The Gorontalo Institute) Memperbincangkan Gerindra adalah juga memperbincangkan Jendral Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke – 8. Perjalanan Prabowo, termasuk Gerindra memang berlika-liku, jatuh bangun, dan “berdarah-darah”. Hingga karena konsistensi serta sikap yang […]

  • Catatan Dari Konferensi Indigenous Religions Di Yogyakarta

    Catatan Dari Konferensi Indigenous Religions Di Yogyakarta

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2019
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Untuk pertama kalinya, International Conference on Indigenous Religions resmi dihelat. Sejak pukul 08.00WIB pagi, terlihat pemandangan manusia berkerumun memenuhi barisan antre di University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk melakukan registrasi. Uniknya, para partisipan tidak hanya berlatar belakang peneliti atau speakers dalam konferensi, melainkan juga “sang Liyan”—mereka yang seringkali kita sebut sebagai “yang […]

  • Alumni Lemhannas Berperan Starategis Kuatkan Wawasan Kebangsaan

    Alumni Lemhannas Berperan Starategis Kuatkan Wawasan Kebangsaan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan harapannya agar Ikatan Alumni (IKAL) Lemhannas Republik Indonesia Provinsi Gorontalo dapat menjadi contoh organisasi strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Dalam sambutannya pada pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKAL Lemhannas Provinsi Gorontalo periode 2025–2030, Rabu (2/7/2025), Idah menekankan bahwa IKAL memiliki posisi penting […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan 2025

    Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Optimalisasi Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Kebutuhan Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan Provinsi Gorontalo 2025”, Jumat (17/10/2025), di kantor Bappeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, tenaga ahli, akademisi, serta praktisi wisata. FGD ini merupakan bagian dari […]

  • Pegadaian Kanwil IX Dorong UMKM Tumbuh Lewat KUPEDES: Pinjaman Cepat, Bunga Ringan, Hingga Rp 500 Juta

    Pegadaian Kanwil IX Dorong UMKM Tumbuh Lewat KUPEDES: Pinjaman Cepat, Bunga Ringan, Hingga Rp 500 Juta

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta terus memperkuat dukungannya terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) salah satunya lewat layanan KUPEDES. Produk pinjaman produktif ini dirancang untuk memberikan akses permodalan dengan proses cepat, bunga ringan, serta skema angsuran fleksibel. Selasa, 2 September 2025. Melalui KUPEDES, pelaku UMKM dapat memperoleh pinjaman mulai Rp20 juta hingga […]

expand_less