Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Di Meja Syukuran, Kita Menemukan Makna Indonesia

  • account_circle Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M
  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
  • visibility 85
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh:

Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M Founder Pemuda Nusantara Foundantion

Nulondalo.com – Setiap 17 Agustus, kita merayakan kemerdekaan dengan upacara, pengibaran bendera, perlombaan, dan berbagai kegiatan yang penuh semangat. Namun, di balik kemeriahan itu, ada bentuk perayaan yang jauh lebih sederhana, tetapi menyimpan makna kebangsaan yang dalam.

Di desa-desa dan kampung-kampung, hingga tingkat RT, masyarakat berkumpul untuk berdoa dan melaksanakan syukuran bersama. Ada yang membawa makanan, ada yang membawa sekadarnya, sesuai kemampuan dan keikhlasan. Tidak ada kewajiban untuk membawa sesuatu. Tidak pula ada yang merasa lebih tinggi atau lebih rendah.

Semua duduk bersama.

Yang punya lebih berbagi dengan yang membutuhkan. Yang tidak membawa apa-apa tetap menjadi bagian dari kebersamaan. Tidak ada sekat status sosial, pekerjaan, maupun kemampuan ekonomi. Yang ada adalah rasa syukur karena kita masih diberi kesempatan untuk hidup bersama sebagai satu bangsa.

Di meja syukuran yang sederhana itu, kita menemukan makna Indonesia.

Sesungguhnya nilai-nilai tersebut bukanlah sesuatu yang baru lahir setelah Indonesia merdeka. Jauh sebelum Republik Indonesia berdiri, leluhur dan nenek moyang Nusantara telah mewariskan nilai kehidupan yang menjunjung tinggi gotong royong, musyawarah, kebersamaan, saling membantu, dan hidup dalam harmoni.

Dari kehidupan masyarakat adat, tradisi desa, hingga berbagai kearifan lokal di pelosok Nusantara, kita menemukan satu pesan yang sama: manusia tidak dapat hidup sendiri. Kepentingan bersama harus dijaga, karena kehidupan akan menjadi kuat ketika setiap orang saling menopang.

Nilai-nilai luhur itulah yang kemudian menemukan bentuknya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila memiliki akar yang panjang dalam pengalaman, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat Nusantara.

Karena itu, kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga merupakan kesempatan bagi kita untuk melanjutkan dan merawat nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Pesan untuk Kita Semua

Di tengah kehidupan perkotaan yang semakin individualistis, dan di tengah dunia politik yang terkadang dipenuhi ego, kepentingan, serta ambisi kekuasaan, kita perlu kembali melihat ke akar kita sendiri.

Jangan sampai ambisi untuk menjadi besar justru membuat kita kehilangan nilai-nilai yang dahulu membuat bangsa ini mampu bertahan.

Jangan sampai kepentingan pribadi, kelompok, maupun kekuasaan mengorbankan gotong royong, persaudaraan, musyawarah, kepedulian, dan rasa kemanusiaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan Nusantara selama berabad-abad.

Kita tidak boleh menjadi bangsa yang maju secara pembangunan, tetapi mundur dalam nilai. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang kaya secara sumber daya, tetapi miskin dalam rasa persaudaraan.

Indonesia adalah gen besar Nusantara.

Bangsa yang lahir dari perjalanan panjang peradaban, dengan kekayaan alam, budaya, tradisi, dan kearifan yang luar biasa. Kita adalah bangsa yang besar, kuat, kaya, dan memiliki sejarah panjang untuk dihormati.

Karena itu, menjadi modern tidak berarti harus meninggalkan akar. Menjadi maju tidak berarti harus melupakan leluhur. Justru bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melangkah ke masa depan tanpa kehilangan jati dirinya.

Para pahlawan telah memperjuangkan kemerdekaan dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Tugas kita hari ini adalah menjaga apa yang telah mereka perjuangkan sekaligus merawat warisan leluhur: persatuan, gotong royong, musyawarah, kemanusiaan, dan rasa persaudaraan.

Tidak perlu meja yang mewah. Tidak perlu hidangan yang berlimpah.

Cukup ada doa, rasa syukur, keikhlasan, dan kemauan untuk duduk bersama.

Karena di meja syukuran yang sederhana itulah, kita menemukan sesuatu yang jauh lebih besar: Indonesia yang berakar pada nilai luhur Nusantara—Indonesia yang hidup dalam gotong royong, persaudaraan, dan kebersamaan.

Dan mungkin, itulah salah satu cara paling sederhana untuk memahami arti merdeka: tetap menjadi manusia Indonesia yang tidak melupakan akar, tidak kehilangan persaudaraan, dan tidak meninggalkan gotong royong yang telah diwariskan leluhur jauh sebelum republik ini lahir.

  • Penulis: Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M
  • Editor: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu (3/1/2026). John Herdman merupakan pelatih asal Inggris yang memiliki pengalaman panjang di level internasional. Ia dikenal luas lewat kiprahnya bersama Timnas Kanada, baik di sektor putra maupun putri. Dalam rekam jejak kepelatihannya, Herdman mencatat prestasi penting dengan membawa […]

  • PC PMII Baru 2026-2027 Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi Dan Gerakan Responsif

    PC PMII Baru 2026-2027 Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi Dan Gerakan Responsif

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Muh. Akbar.
    • visibility 120
    • 0Komentar

     Nulondalo.Com, BARRU — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Barru Masa Khidmat 2026–2027 resmi dilantik di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Barru, Sabtu (26/9/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru PC PMII Barru untuk memperkuat kaderisasi sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi dalam merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah […]

  • GP Ansor Sulsel Tegaskan Satu Komando Pimpinan Pusat Soal Kasus Kuota Haji

    GP Ansor Sulsel Tegaskan Satu Komando Pimpinan Pusat Soal Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Makassar – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan resmi merilis pernyataan sikap terkait polemik dugaan penyimpangan kuota haji yang menyeret nama mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut). Ketua GP Ansor Sulsel, Muhammad Ridwan Yusuf, menegaskan bahwa seluruh kader di daerah tetap berada dalam satu komando yang solid. Ia menyatakan bahwa GP […]

  • Harga Sembako di Gorontalo Terpantau Fluktuatif, Cabai dan Minyak Goreng Catat Pergerakan Signifikan

    Harga Sembako di Gorontalo Terpantau Fluktuatif, Cabai dan Minyak Goreng Catat Pergerakan Signifikan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Harga sejumlah bahan pokok di Provinsi Gorontalo terus mengalami fluktuasi yang memengaruhi daya beli masyarakat. Pemantauan terbaru menunjukkan beberapa komoditas kebutuhan pokok naik, sementara yang lain cenderung stabil atau turun. Pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat harga beberapa kebutuhan pokok di pasar tradisional Gorontalo antara lain: Cabai rawit sekitar Rp61,7 […]

  • Zakat Salah Catat

    Zakat Salah Catat

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang dengan dua agenda besar: membersihkan hati dan membersihkan pembukuan. Yang pertama urusan langit, yang kedua sering kali urusan auditor. Di sinilah zakat menemukan relevansinya, bukan hanya sebagai rukun Islam, tetapi juga sebagai “rukun akuntansi sosial”. Sebab, zakat itu jangan sampai salah niat, apalagi salah catat. Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, humor bukan untuk […]

  • Menjelang Akhir Tahun, Sekda Sultra Ingatkan Disiplin ASN dan Keamanan Dokumen Kantor

    Menjelang Akhir Tahun, Sekda Sultra Ingatkan Disiplin ASN dan Keamanan Dokumen Kantor

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 184
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Suasana Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara tampak berbeda pada Senin pagi (15/12/2025). Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi berkumpul dalam Apel Gabungan lingkup Pemerintah Provinsi Sultra, sebagai bagian dari konsolidasi menjelang penutupan tahun anggaran 2025. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., […]

expand_less