Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Senja di Panti Waluya: Luka Anak Bangsa dan Rumah bagi Mereka yang Pernah Dibuang

  • account_circle Suaib Prawono
  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 223
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siang itu, Jakarta enggan berkompromi. Matahari menyengat tanpa ampun, membakar aspal dan menyilaukan pandangan. Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, rombongan peserta Temu Nasional Gusdurian 2025 melangkah pelan, menyusuri lorong-lorong sejarah yang tak tercatat dalam buku pelajaran.

Peserta TUNAS GUSDURian 2025 saat berpose bersama di depan panti Panti Jompo Waluya Sejati Abadi

Tujuan mereka bukan gedung megah atau aula ber-AC, melainkan sebuah bangunan sederhana di Jalan Kramat V Jakarta Pusat: Panti Jompo Waluya Sejati Abadi. Bangunan itu berdiri tenang, nyaris tak mencolok. Namun di balik dindingnya, tersimpan luka-luka anak bangsa yang belum sepenuhnya sembuh.

Di sana, sekitar lima 15 lansia menjalani hari-hari senja mereka. Mereka bukan sekadar penghuni panti, tetapi saksi hidup dari babak tergelap republik ini: korban politik 1965, yang pernah disingkirkan tanpa proses hukum, tanpa pembelaan, tanpa suara.

Pak Wardoyo, salah seorang penghuni, menyambut rombongan dengan senyum yang tak lagi menyimpan dendam. Pria kelahiran 1940 ini pernah ditahan selama sebelas tahun di Pulau Buru. Di hadapan para pengunjung, ia menuturkan kisah pilunya kehilangan keluarga yang membuatnya nyaris kehilangan harapan.

Namun di usia senja, ia memilih berdamai dengan masa lalunya yang kelam. “Kami dianggap sampah, tapi kami tetap ingin hidup, meski sebagai sampah. Karena suatu saat, sampah bisa jadi emas,” katanya lirih namun penuh makna.

Wardoyo bukan satu-satunya. Ada Pak Iksa Putra Tegu Budi, yang di usia sepuluh tahun dibuang ke Pulau Buru bersama delapan adiknya. Putra pendiri Semen Gresik ini dipaksa menyusul ayahnya yang lebih dulu menjadi tahanan politik.

Di pulau itu, ia hidup dengan jatah makan hanya 10 kilogram beras. Ketika meminta tambahan singkong, ia justru disiksa tentara karena ketahuan makan singkong. “Gigi saya rempong, gara-gara itu,” ujarnya sambil tersenyum getir.

Ada pula Pak Lukas Timuso, penyintas yang berjasa menyelamatkan naskah Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Kala itu, naskah masih ditulis di kertas semen. Lukas menyelundupkan lembar demi lembar agar sejarah tetap hidup.

Menurut pengakuan mereka, para penghuni panti bukanlah pejuang ideologi. Mereka adalah korban dari perang dingin dan kebiadaban politik yang tak mengenal belas kasihan. Sebagian besar dulunya adalah wartawan, guru, dan warga biasa yang menjalani hidup dengan damai yang kemudian dituduh sebagai anggota Gerwani.

Padahal mereka hanya mendukung Soekarno, bukan komunisme. Tapi sejarah tak memberi ruang untuk klarifikasi. Mungkin karena itu, bagi mereka, panti ini bukan sekadar tempat tinggal. Ia adalah ruang pemulihan, tempat kenangan dirawat dan luka-luka dijahit dengan benang solidaritas.

Di balik kelahirannya, terdapat nama besar KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia meresmikan panti ini pada 8 Februari 2004. Kendati saat itu kondisi kesehatan Gus Dur sudah mulai menurun, namun semangat kemanusiaannya tetap menyala. Ia datang sendiri, tanpa protokol, tanpa sorotan kamera. Hanya membawa satu hal: cinta pada keadilan.

Pembangunan panti bermula dari keluhan Ibu Sulami Djojoprawiro, tokoh Gerwani, kepada Gus Dur. Ia ingin tempat berkumpul bagi perempuan korban 65 dan korban politik lainnya. Gus Dur menyanggupi, mengusahakan hibah tanah atas bantuan bapak Taufiq Kiemas dan lahirlah panti ini. Dan dari sinilah sejarah yang dibungkam mulai berbicara kembali, lirih, namun tegas.

Kini, para penghuni panti tak lagi memperjuangkan ideologi. Mereka memperjuangkan hidup. Mereka menolak dendam, memilih rekonsiliasi. “Rekonsiliasi hanya bisa terjadi jika ada keterbukaan dan dendam ditiadakan,” ujar salah satu penghuni.

Panti Jompo Waluya Sejati Abadi adalah monumen hidup. Ia tidak hanya berdiri dari batu dan semen, tetapi juga dari keberanian, ketabahan, dan harapan. Di sana, luka anak bangsa tak lagi disembunyikan. Ia dituturkan, dirawat, dan dijadikan pelajaran agar generasi mendatang tak mengulang kekeliruan yang sama.

  • Penulis: Suaib Prawono
  • Editor: Suaib Prawono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Inspiratif Ibu Warni asal Gorontalo, Berdagang Es Kelapa Demi Empat Anak

    Kisah Inspiratif Ibu Warni asal Gorontalo, Berdagang Es Kelapa Demi Empat Anak

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Kabar Perempuan – Peringatan Hari Ibu Nasional yang jatuh pada 22 Desember 2024 kemarin sejatinya adalah perayaan untuk menghargai jasa perjuangan seorang ibu. Hari Ibu adalah hari dimana seorang ibu mendapatkan ucapan atas jasa-jasanya selama ini. Menghargai kedudukannya, peran dan kontribusi dalam rumah tangga. Sebagaimana tema Hari Ibu Nasional 2024 bertajuk; Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya […]

  • ISNU Talent Pool Academy Gelar Kelas Proposal Penelitian, Dorong Lahirnya Intelektual Menuju Indonesia Emas 2045

    ISNU Talent Pool Academy Gelar Kelas Proposal Penelitian, Dorong Lahirnya Intelektual Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 278
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) melalui ISNU Talent Pool Academy kembali menghadirkan kelas inspiratif bertajuk “Kelas Proposal Penelitian” pada Jumat, 10 April 2026 pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Aras Prabowo, Kaprodi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) sekaligus awardee Beasiswa Unggulan, dan menjadi bagian dari upaya membangun jalur terstruktur BIB 2026 […]

  • Gusnar Kerahkan Ribuan ASN, Gerakan ASRI Dibikin Viral

    Gusnar Kerahkan Ribuan ASN, Gerakan ASRI Dibikin Viral

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengerahkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti kerja bakti massal di sepanjang Jalan Bypass Patung Langga hingga Kantor Gubernur, Jumat (10/4/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Gusnar menegaskan bahwa keterlibatan […]

  • Ritual Rindu Buaya dan Restu Tanah

    Ritual Rindu Buaya dan Restu Tanah

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Masyarakat Pattae di Dusun Kurra, Desa Kurra Mapilli (Kurma), Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, masih teguh merawat tradisi leluhur mereka yang disebut mappande rindu (ritual memberi makan buaya). Tradisi ini berakar pada keyakinan bahwa di antara manusia terdapat sosok yang bersaudara dengan buaya. Karena itu, hubungan dengan hewan tersebut dijaga melalui penghormatan dan persembahan, sebagai wujud kesetiaan […]

  • Adhan Ultimatum Warga: 3 Hari Kosongkan Lahan Eks Terminal, Jika Tidak Dibongkar!

    Adhan Ultimatum Warga: 3 Hari Kosongkan Lahan Eks Terminal, Jika Tidak Dibongkar!

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 336
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo mempercepat pembangunan Kantor Wali Kota baru dengan mulai melakukan pembongkaran bangunan di kawasan eks Terminal 42 Andalas. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menegaskan bahwa langkah awal difokuskan pada pembongkaran aset milik pemerintah agar proses pembangunan dapat segera berjalan. “Untuk sementara kita bongkar yang milik pemerintah kota dulu,” ujar Adhan usai […]

  • Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang, Tegaskan Indonesia Bangkit

    Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang, Tegaskan Indonesia Bangkit

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 327
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden RI, Prabowo Subianto, meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan industri kendaraan listrik nasional sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih di Indonesia. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa industrialisasi merupakan tahapan krusial dalam kebangkitan […]

expand_less