Zeigarnik Effect dan Seni Menjaga “Kemungkinan”
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 41
- print Cetak

Pepi Al-Bayqunie/Isitimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Organisasi tampaknya bekerja dengan cara yang serupa. Ketika segala sesuatu sudah dipastikan, dijelaskan, dan ditentukan hingga ke detail terkecil, ruang partisipasi sering kali menyempit. Tidak banyak yang perlu dipikirkan, tidak banyak yang perlu ditawarkan. Sebaliknya, ketika ada tujuan bersama yang cukup jelas tetapi belum sepenuhnya terwujud, orang terdorong untuk mengisi ruang tersebut dengan ide, tenaga, dan komitmennya.
Karena itu, yang menggerakkan organisasi bukan semata-mata target. Faktor lainnya adalah kemampuan mengisi ruang kemungkinan, sembari menciptakan kemungkinan-kemungkinan lanjutan.
Dalam konteks ini, rotasi posisi dapat dipahami sebagai salah satu seni menjaga kemungkinan. Sering kali sebuah organisasi kehilangan energi bukan karena kekurangan orang, melainkan karena terlalu lama menempatkan orang pada peran yang sama. Ketika sebuah posisi dianggap selesai, tetap, dan final, ruang kemungkinan perlahan menyempit. Sebaliknya, perpindahan peran membuka perspektif baru, mempertemukan pengalaman yang berbeda, dan menghadirkan tantangan yang belum selesai. Rotasi bukan semata soal mutasi administratif, melainkan cara organisasi menjaga agar proses belajar, rasa ingin tahu, dan peluang kontribusi baru tetap hidup.
Seseorang yang berpindah dari satu bidang ke bidang lain membawa pertanyaan-pertanyaan baru. Ia melihat hal-hal yang selama ini dianggap biasa oleh orang lain. Dalam banyak kasus, inovasi justru lahir dari pertemuan antara pengalaman lama dan konteks baru. Rotasi posisi, dengan demikian, bukan sekadar pergantian tempat duduk, tetapi mekanisme untuk memperluas horizon kemungkinan organisasi.
Dari sudut pandang ini, organisasi bukan sekadar kumpulan program kerja. Ia adalah ruang tempat berbagai kemungkinan dipelihara. Program, rapat, dan kegiatan hanyalah instrumen. Energi sesungguhnya lahir dari keyakinan kolektif bahwa masa depan masih bisa dibentuk.
Barangkali itulah pelajaran yang dapat dipetik dari Zeigarnik Effect. Sebuah organisasi perlu terus menjaga harapan dan keinginan-keinginan yang menciptakan kemungkinan. Sebab selama kemungkinan itu ada, akan selalu ada alasan bagi orang-orang di dalamnya untuk terus bergerak bersama.
Seperti sebuah karya seni yang menyisakan ruang bagi imajinasi penikmatnya, organisasi yang sehat adalah organisasi yang terus merawat kemungkinan-kemungkinan baru, sehingga setiap orang merasa memiliki ruang untuk ikut menuliskan kelanjutan ceritanya. Di situlah kreativitas, partisipasi, dan pembelajaran menemukan tempatnya.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar