Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi Jadi Anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Pasca Kematian Khamenei

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com –  Pemerintah Iran secara resmi menunjuk Ayatollah Alireza Arafi sebagai anggota Dewan Kepemimpinan sementara negara itu, sehari setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara yang menghantam ibu kota Teheran.

Penunjukan Arafi diumumkan oleh juru bicara Majelis Penelaahan Kepentingan (Expediency Discernment Council), Mohsen Dehnavi, melalui sebuah unggahan di platform X pada Minggu (1/3/2026). Arafi dipilih sebagai perwakilan ulama dalam dewan sementara yang dibentuk berdasarkan ketentuan konstitusi Iran setelah kekosongan kekuasaan di posisi pemimpin tertinggi.

Dewan Kepemimpinan sementara akan dipimpin secara kolektif sampai Majelis Ahli (Assembly of Experts) memilih pengganti tetap bagi pemimpin tertinggi. Selain Arafi, dua anggota dewan tersebut adalah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, serta Ketua Mahkamah Agung, Gholamhossein Mohseni Ejei.

Arafi, yang juga merupakan anggota Dewan Penjaga (Guardian Council), dipandang sebagai tokoh senior di jajaran ulama dan birokrasi negara, memiliki pengalaman panjang dalam struktur kekuasaan Republik Islam Iran.

Pembentukan Dewan Kepemimpinan sementara ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan regional setelah serangan udara yang menewaskan Khamenei, peristiwa yang telah mengguncang struktur politik dan stabilitas keamanan di kawasan.

Proses pemilihan pemimpin tertinggi baru akan dilanjutkan oleh Majelis Ahli, sebuah badan yang bertanggung jawab memilih figur tertinggi negara sesuai konstitusi Iran, meskipun mekanisme dan waktunya belum diumumkan secara resmi.

Sebelumnya, Netanyahu mengatakan ada “banyak tanda” yang menunjukkan bahwa kompleks kediaman dan markas besar Khamenei di Teheran hancur dan bahwa pemimpin berusia 86 tahun itu kemungkinan tewas bersama sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya.

Presiden AS, Donald Trump, juga menyampaikan klaim serupa. Ia menyebut kematian Khamenei sebagai bentuk “keadilan” terhadap sosok yang selama ini dituduh sejumlah pihak sebagai aktor penting di balik berbagai konflik regional.

Dilansir dari Al Jazeera, media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kabar tersebut pada dini hari Minggu. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Khamenei wafat dalam serangan gabungan AS–Israel yang menghantam kompleksnya pada Sabtu pagi.

“Diumumkan kepada rakyat Iran bahwa Yang Mulia Grand Ayatollah Imam Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, telah menjadi syahid dalam serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika dan rezim Zionis pada pagi hari Sabtu, 28 Februari,” demikian laporan Tasnim. Media pemerintah Iran juga menyebutkan bahwa putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Khamenei dan sejumlah pejabat Iran “tidak bisa lolos dari intelijen AS dan sistem pelacakan canggih.”

Khamenei memegang tampuk kepemimpinan Iran sejak 1989, menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh revolusi Islam yang menggulingkan monarki Dinasti Pahlavi satu dekade sebelumnya.

Jika Khomeini dikenal sebagai kekuatan ideologis di balik Revolusi Islam, Khamenei dinilai sebagai figur yang membentuk dan memperkuat aparatus militer serta paramiliter Iran. Struktur tersebut tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga memperluas pengaruh Teheran di kawasan Timur Tengah.

Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, Khamenei menjabat sebagai presiden Iran dan memimpin negara itu dalam perang panjang melawan Irak pada dekade 1980-an. Konflik berdarah tersebut, ditambah dukungan sejumlah negara Barat kepada Presiden Irak saat itu, Saddam Hussein, memperdalam ketidakpercayaan Khamenei terhadap Barat, khususnya Amerika Serikat, sebagaimana dinilai sejumlah analis.

Perkembangan situasi di kawasan masih dinamis dan berpotensi memicu eskalasi lebih luas, mengingat posisi strategis Iran dalam geopolitik Timur Tengah.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belum Genap Sebulan Menjabat, Hakim MK Adies Kadir digugat 21 Guru Besar ke MKMK

    Belum Genap Sebulan Menjabat, Hakim MK Adies Kadir digugat 21 Guru Besar ke MKMK

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebanyak 21 guru besar, dosen, hingga praktisi hukum yang tergabung dalam Constitutional and Administrative Law Society (CALS) melaporkan Hakim Konstitusi Adies Kadir ke Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK). Laporan tersebut diajukan setelah Adies resmi mengucap sumpah jabatan sebagai hakim MK pada Kamis (5/2/2026). Perwakilan CALS, Yance Arizona, mengatakan pelaporan dilakukan untuk menjaga keluhuran […]

  • Tempat Kemarin, Kedai Baru Favorit Mahasiswa dan Aktivis di Pusat Kota Gorontalo Play Button photo_camera 4

    Tempat Kemarin, Kedai Baru Favorit Mahasiswa dan Aktivis di Pusat Kota Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 237
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah kedai kopi baru bernama Tempat Kemarin perlahan menjelma menjadi ruang favorit anak muda lintas generasi di Kota Gorontalo. Mulai dari mahasiswa, aktivis, hingga warga umum, kedai ini ramai dikunjungi terutama pada sore hingga malam hari. Terletak di Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U-1, Kecamatan Kota Selatan, posisi kedai ini terbilang sangat strategis. Di […]

  • Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Pemanfaatan SDA

    Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Pemanfaatan SDA

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Presiden RI memutuskan mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pemanfaatan sumber daya alam. Keputusan tersebut diambil setelah Presiden memimpin rapat terbatas (ratas) bersama kementerian dan lembaga terkait serta Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, keputusan pencabutan izin didasarkan pada laporan hasil evaluasi pelanggaran […]

  • Menjejaki Kiprah Sang Menteri, di Tengah Moralitas Zaman yang Semakin Tergerus

    Menjejaki Kiprah Sang Menteri, di Tengah Moralitas Zaman yang Semakin Tergerus

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Andi Dzulfahmi Hamzah
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Pada pagi 5 September 2024 di pelataran Masjid Istiqlal, dunia menyaksikan sebuah momen yang akan lama dikenang. Imam Besar Masjid Istiqlal membungkukkan tubuh lalu mengecup lembut kening Paus Fransiskus yang duduk di kursi roda. Sang Paus membalas dengan mencium tangan sang Imam beberapa kali. Media internasional mengabadikan peristiwa itu sebagai simbol persaudaraan ruhaniah yang melampaui […]

  • Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

    Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Dr. Mahmud Suyuti
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Konferensi Wilayah ke-16 Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan menjadi ajang penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Dari 22 pemilik suara PC kabupaten/kota se-Sulsel, pertarungan berlangsung ketat antara dua kandidat utama: Ridwan Yusuf dan Salman. Dalam suasana penuh dinamika, Ridwan akhirnya terpilih sebagai Ketua GP Ansor Sulsel periode 2026–2030 dengan perolehan 12 suara, unggul […]

  • Kader PMII Kota Gorontalo Sandri Siap Datangi Instansi Pusat, Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah

    Kader PMII Kota Gorontalo Sandri Siap Datangi Instansi Pusat, Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Aroma ketidakadilan dan lemahnya penegakan hukum di daerah tampaknya akan segera mendapat perhatian serius di tingkat pusat. Dalam waktu dekat, Sandri, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Gorontalo yang dikenal vokal dan konsisten mengawal isu publik, akan bertolak ke Jakarta untuk mendatangi sejumlah lembaga strategis negara. Langkah tersebut, menurut Sandri, adalah bentuk komitmen nyata […]

expand_less