Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi Jadi Anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Pasca Kematian Khamenei

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 179
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com –  Pemerintah Iran secara resmi menunjuk Ayatollah Alireza Arafi sebagai anggota Dewan Kepemimpinan sementara negara itu, sehari setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara yang menghantam ibu kota Teheran.

Penunjukan Arafi diumumkan oleh juru bicara Majelis Penelaahan Kepentingan (Expediency Discernment Council), Mohsen Dehnavi, melalui sebuah unggahan di platform X pada Minggu (1/3/2026). Arafi dipilih sebagai perwakilan ulama dalam dewan sementara yang dibentuk berdasarkan ketentuan konstitusi Iran setelah kekosongan kekuasaan di posisi pemimpin tertinggi.

Dewan Kepemimpinan sementara akan dipimpin secara kolektif sampai Majelis Ahli (Assembly of Experts) memilih pengganti tetap bagi pemimpin tertinggi. Selain Arafi, dua anggota dewan tersebut adalah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, serta Ketua Mahkamah Agung, Gholamhossein Mohseni Ejei.

Arafi, yang juga merupakan anggota Dewan Penjaga (Guardian Council), dipandang sebagai tokoh senior di jajaran ulama dan birokrasi negara, memiliki pengalaman panjang dalam struktur kekuasaan Republik Islam Iran.

Pembentukan Dewan Kepemimpinan sementara ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan regional setelah serangan udara yang menewaskan Khamenei, peristiwa yang telah mengguncang struktur politik dan stabilitas keamanan di kawasan.

Proses pemilihan pemimpin tertinggi baru akan dilanjutkan oleh Majelis Ahli, sebuah badan yang bertanggung jawab memilih figur tertinggi negara sesuai konstitusi Iran, meskipun mekanisme dan waktunya belum diumumkan secara resmi.

Sebelumnya, Netanyahu mengatakan ada “banyak tanda” yang menunjukkan bahwa kompleks kediaman dan markas besar Khamenei di Teheran hancur dan bahwa pemimpin berusia 86 tahun itu kemungkinan tewas bersama sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya.

Presiden AS, Donald Trump, juga menyampaikan klaim serupa. Ia menyebut kematian Khamenei sebagai bentuk “keadilan” terhadap sosok yang selama ini dituduh sejumlah pihak sebagai aktor penting di balik berbagai konflik regional.

Dilansir dari Al Jazeera, media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kabar tersebut pada dini hari Minggu. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Khamenei wafat dalam serangan gabungan AS–Israel yang menghantam kompleksnya pada Sabtu pagi.

“Diumumkan kepada rakyat Iran bahwa Yang Mulia Grand Ayatollah Imam Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, telah menjadi syahid dalam serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika dan rezim Zionis pada pagi hari Sabtu, 28 Februari,” demikian laporan Tasnim. Media pemerintah Iran juga menyebutkan bahwa putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Khamenei dan sejumlah pejabat Iran “tidak bisa lolos dari intelijen AS dan sistem pelacakan canggih.”

Khamenei memegang tampuk kepemimpinan Iran sejak 1989, menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh revolusi Islam yang menggulingkan monarki Dinasti Pahlavi satu dekade sebelumnya.

Jika Khomeini dikenal sebagai kekuatan ideologis di balik Revolusi Islam, Khamenei dinilai sebagai figur yang membentuk dan memperkuat aparatus militer serta paramiliter Iran. Struktur tersebut tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga memperluas pengaruh Teheran di kawasan Timur Tengah.

Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, Khamenei menjabat sebagai presiden Iran dan memimpin negara itu dalam perang panjang melawan Irak pada dekade 1980-an. Konflik berdarah tersebut, ditambah dukungan sejumlah negara Barat kepada Presiden Irak saat itu, Saddam Hussein, memperdalam ketidakpercayaan Khamenei terhadap Barat, khususnya Amerika Serikat, sebagaimana dinilai sejumlah analis.

Perkembangan situasi di kawasan masih dinamis dan berpotensi memicu eskalasi lebih luas, mengingat posisi strategis Iran dalam geopolitik Timur Tengah.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Misbahuddin Yamin
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Program Transmigrasi Patriot yang digagas Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara dengan mengirim mahasiswa dari tujuh kampus elite seperti UI, UGM, ITB, IPB, ITS, Unpad, dan Undip ke Mamuju, secara sekilas tampak progresif. Narasi yang dibangun adalah kolaborasi, sinergi, dan pembangunan ekonomi inklusif. Namun, jika dibaca secara lebih jernih dan struktural, kebijakan ini menyimpan persoalan […]

  • Jawab Kebutuhan Dunia Keuangan, Akuntansi Unusia Tawarkan Kurikulum Adaptif dan Praktis

    Jawab Kebutuhan Dunia Keuangan, Akuntansi Unusia Tawarkan Kurikulum Adaptif dan Praktis

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 367
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di bidang keuangan, pajak, dan audit, Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) hadir sebagai pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang ingin memiliki karier jelas, beretika, dan relevan dengan perkembangan zaman. Prodi ini menggabungkan kompetensi akademik, keterampilan praktis, serta nilai-nilai keislaman khas Nahdlatul Ulama. Kepala Program […]

  • Puncak PES PWNU Gorontalo: Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Da’i Cilik dan Mobile Lengend

    Puncak PES PWNU Gorontalo: Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Da’i Cilik dan Mobile Lengend

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Suasana penuh kebersamaan mewarnai penutupan Pekan Ekonomi Syariah (PES) PWNU Gorontalo 2025 yang digelar sejak 28 Oktober 2025 sampai dengan Kamis 30 Oktober 2025 di pelataran kantor PWNU Gorontalo. Penutupan diisi dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang berbagai lomba yang sebelumnya digelar, termasuk Lomba Da’i Cilik dan Lomba Mobile Legends bertema ekonomi syariah. Kedua lomba […]

  • Bapsae: Kritik Gap Generasi ala BTS

    Bapsae: Kritik Gap Generasi ala BTS

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Terus terang, saya tidak pernah menaruh ekspektasi apa pun pada BTS selain sebagai band pop yang rapi dan menyenangkan. Dalam bayangan saya, K-Pop—termasuk BTS—adalah industri yang sangat efisien menjual visual, koreografi, dan kemasan. Musiknya menghibur, energik, dan selesai di situ. Pure entertainment. Tidak lebih. Pandangan saya mulai terkoreksi ketika, dalam satu diskusi tentang masa depan NU […]

  • BBM Proyek Jalan Akses KA Labakkang–Ma’rang dari Sitaan Polisi, PERJOSI Pertanyakan Jaminan Asal-Usul

    BBM Proyek Jalan Akses KA Labakkang–Ma’rang dari Sitaan Polisi, PERJOSI Pertanyakan Jaminan Asal-Usul

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 341
    • 0Komentar
  • Empat Tuntutan PMII Belum Tuntas, Perwakilan Polres Maros Tinggalkan Forum Dialog

    Empat Tuntutan PMII Belum Tuntas, Perwakilan Polres Maros Tinggalkan Forum Dialog

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros— Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali turun ke jalan menyuarakan keresahan masyarakat Kabupaten Maros. Pada Senin, 14 September 2026, massa aksi PMII menggelar demonstrasi di dua titik sebagai bentuk kritik terhadap sejumlah persoalan pelayanan publik yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian secara konkret. Aksi diawali di Simpang Empat BRI Kabupaten Maros. Massa menyampaikan sejumlah aspirasi […]

expand_less