Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tradisi Doa Tolak Bala di Hari Asyura

  • account_circle Mubarak Idrus
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 165
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tepat pukul 20.00 wita, jamaah Tarekat Khalwatiyah mulai memadati halaman masjid Baitul Izzah yang terletak di Jl. Baji Bicara 7. Beberapa di antaranya menenteng makanan yang akan disajikan selepas acara doa asyura dan tolak bala.

Doa Asyura dan Tolak Bala merupakan salah satu amalan yang rutin dilakukan oleh Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassari. Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya ikut menghadiri kegiatan malam 10 Muharram ini.

Tiga puluh menit berselang, jamaah mulai mengatur shaf di dalam masjid Baitul Izzah hingga pelataran parkir. Tampak salah seorang pengurus membawa baskom. Satu persatu jamaah mendekati pengurus pembawa baskom dan memasukkan amplop yang berisi uang lengkap dengan nama pemilik amplop. Amplop yang dimasukkan para jamaah tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf diniatkan oleh pemilikinya sebagai penarik rejeki selama setahun.

Pukul 21.00 wita, Syekh Sayyid Abdurrahim Assegaf Puang Makka memasuki masjid dan duduk di shaf paling depan dan berhadapan dengan para jamaah. Tampak pula beberapa pengurus dan khalifah tarekat yang mendampingi beliau. Prof. Abd. Kadir Ahmad, peneliti senior BRIN dan juga sesepuh NU Sulawesi Selatan tampak di deretan depan.

Sebelum zikir dan doa dimulai, Puang Makka menyampaikan tausiyah. Salah satu isi tausiyah beliau adalah doa malam 10 Muharram merupakan amalan yang telah diajarkan secara turun temurun oleh para masyaikh tarekat Syekh Yusuf Al Makassari. Karena itu, Puang Makka berupaya untuk mengajarkan dan menyampaikan amalan ini kepada jamaah khususnya yang tergabung dalam tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassari.

Puang Makka juga memberikan tuntunan dalam bentuk pengamalan yang dapat dilakukan oleh para jamah di malam 10 Muharram. salah satu rangkaian amalan yang disampaikan Puang Makka adalah mandi sunat. Beliau menyarankan pada para Jamaah untuk mandi sunat sebelum shalat subuh dengan niat menghilangkan penyakit-penyakit hati dalam diri seperti iri hati, sombong, dengki dan berbagai penyakit hati laiinya. Dalam bahasa Makassar, kata Puang Makka, rilo’lorangi je’ne, penyakit-penyakit hilang bersama aliran air yang dibasuh di sekujur tubuh saat mandi.

Puang Makka juga menyampaikan bahwa tahun 2025 ini menjadi tahun yang Istimewa dan memiliki berkah tersendiri di mana beberapa perayaan penting dalam Islam jatuh di malam jumat. Termasuk hari-hari besar agama lain untuk tahun 2025 ini jatuh pada malam atau hari Jumat.

Tausiyah kemudian diakhiri dengan pelaksanaan zikir dan doa tolak bala. Puang Makka mengawali dengan bacaan wasilah fatihah yang dihadiahkan kepada para ulama-ulama sufi. Kemudian dilanjut dengan zikir dan doa 10 Muharram. Di sela doa yang dibacakan dan diikuti para jamaah, Puang Makka berhenti sejenak dan meminta para hadirin menyampaikan hajatnya masing-masing dalam hati. Beberapa saat, doa dilanjutkan kembali oleh beliau hingga selesai.

Selepas zikir dan doa tolak bala, para jamaah menikmati sesajian yang disiapkan panitia. Tampak pula salah satu panitia memanggil nama-nama jamaah dari pelantang suara. Nama-nama yang disebutkan diminta untuk mengambil kembali amplopnya masing-masing yang telah didoakan.

Beberapa komunitas warga termasuk kelompok-kelompok pengajian juga melakukan perayaan malam Asyura seperti yang dilakukan Jam’iyah tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassari. Bentuk kegiatan hampir sama termasuk doa. Jika ada yang berbeda, kemungkinan pada pernak-pernik rangkaiannya. Tetapi semua komunitas menggelar perayaan Muharram dengan tujuan beroleh berkah, terhindar dari kesulitan-kesulitan di dunia dan di akhirat. Juga berharap ada limpahan rejeki dari Yang Maha Kuasa.

Tarekat AL-Muhammadiyah As-Sanusiyah juga melakukan tradisi serupa. Amaliah bulan Muharram di tarekat ini berlangsung 10 hari di awal bulan Muharram. Tarekat ini sendiri memiliki tradisi amaliyah pada 3 bulan yang merupakan bulan-bulan mulia yaitu 10 awal bulan Muharram, 12 awal di bulan Rabiul Awwal dan 10 akhir di bulan Ramadhan. Untuk malam 10 Muharram, para pengamal tarekat ini membaca 10 surah yaitu, Surah Thaha, Yasin, Al-Mulk, Al-A’la, Al-Insyirah, Al-Qadr, ayat kursi, al-Ikhlaas dan Al-fatihah.

Pada keesokan harinya, tarekat ini menganjurkan melakukan beberapa amaliyah seperti memperbanyak shalat sunnah, berpuasa, menjalin silaturahim, bersedekah, mengunjungi orang alim dan orang sakit, juga disunatkan membersihkan diri atau mandi sunat. Selain itu membaca surah al-ikhlas sebanyak 1000 kali dan ditutup doa Asyura dan tolak bala.

Salah satu kampung di kota Makassar yaitu Kampung Paropo yang terletak di Jalan Abdullah Daeng Sirua sepanjang bulan Muharram menggelar doa tolak bala setiap malam jumat. Mereka berdoa dengan cara khas yaitu dengan membacakan pujian kepada Rasulullah tetapi irama dan intonasinya khas Sulawesi Selatan. Pujian ini dikenal dengan istilah zikkiri labbu.

Beberapa masjid juga mengadakan perayaan Asyura dengan bentuk buka puasa bersama. Beberapa masjid di bagian utara kota Makassar masih konsisten menggelar perayaan Asyura. Sehari sebelumnya, panitia masjid memberi penyampaian bahwa pada 10 Muhaharam digelar buka puasa bersama dan doa 10 Asyura. Tentu banyak makanan tersaji dan ini menjadi ajang silaturahim dan saling berbagi.

Anak-anak pun riang gembira karena banyak makanan yang bisa dinikmati dan disajikan. 10 Muharram merupakan perayaan yang menyimpan banyak cerita, tidak hanya cerita para nabi dan rasul yang telah terbebas dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi, tetapi juga cerita tentang ragam merayakan Asyura termasuk cerita suka cita anak-anak yang bisa menikmati sajian kuliner yang beraneka ragam yang tidak akan dijumpai setelah 10 Muharram.

Penulis: Mubarak Idrus

(Guru PP. Al-Fakhriyah Makassar dan jamaah Tarekat Al-Muhammadiyah As-Sanusiyah)

  • Penulis: Mubarak Idrus
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Obat Keras Tanpa Izin Edar Ditemukan di Pasar Tradisional

    Obat Keras Tanpa Izin Edar Ditemukan di Pasar Tradisional

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Tim Kerja Farmasi, Alat Kesehatan, dan PKRT Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional dan menemukan peredaran obat keras tanpa izin yang mengkhawatirkan serta obat tradisional yang tidak memiliki izin edar BPOM yang dicurigai mengandung obat keras. Pasar-pasar yang menjadi lokasi temuan antara lain Pasar Tolinggula, Pasar Dulukapa, Pasar […]

  • GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

    GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Di bawah langit Makassar yang terik, lorong sempit di Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakukang, menjadi saksi bisu langkah-langkah penuh empati. Sejumlah penggerak inti GUSDURian Makassar menyusuri lorong itu, bukan sekadar berkunjung, melainkan membawa dukungan kemanusiaan ke sebuah rumah yang kini menyimpan kenangan tentang Rusdamdiansyah (Dandi), pemuda yang gugur dalam gelombang demonstrasi di Jalan Urip Sumoharjo, Jumat, […]

  • PGI Tegas Tolak PSN Food Estate di Papua, Serukan Penghormatan Hak Adat dan Demokrasi

    PGI Tegas Tolak PSN Food Estate di Papua, Serukan Penghormatan Hak Adat dan Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 438
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) secara tegas menyatakan penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua, khususnya proyek food estate berskala besar di Kabupaten Merauke. Sikap tersebut merupakan rekomendasi resmi Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI 2026 yang berlangsung di Merauke pada 30 Januari hingga 2 Februari 2026. Sidang MPL PGI 2026 […]

  • PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 296
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Kisruh di PBNU bukan hal mengejutkan. NU sejak dulu hidup dengan perdebatan. Organisasi sebesar ini wajar kalau penuh pandangan, ego, dan aspirasi. Tapi kisruh kali ini berbeda: ia terjadi di era digital—era ketika gesekan kecil langsung berubah jadi tontonan nasional sebelum ada kesempatan […]

  • Habis Gelap Ada yang Belum Terang: Kartini, Emansipasi dan Ilusi Kolonial

    Habis Gelap Ada yang Belum Terang: Kartini, Emansipasi dan Ilusi Kolonial

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    “Ibu Kita Kartini, putri sejati, wanita yang mulia dan harum namanya.” Begitulah yang terpatri di benak para anak-anak sekolah.  Lagunya kerap didendangkan, hari lahirnya ditetapkan sebagai emansipasi wanita dan kiprahnya dijadikan patokan gerakan perempuan di Indonesia.  Setiap tanggal 21 April, Kartini dan narasi tentangnya dilantangkan kembali. Kalau anda hidup dan sudah bisa memahami situasi pada masa orde […]

  • Peringati Maulid Nabi 1447 H, Pesantren Salafiyah Syafiiyah Angkat Tema Pembelaan Kaum Mustadh’afin

    Peringati Maulid Nabi 1447 H, Pesantren Salafiyah Syafiiyah Angkat Tema Pembelaan Kaum Mustadh’afin

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Ribuan santri dan warga Nahdlatul Ulama dari berbagai wilayah di Kabupaten Pohuwato bakal memadati Aula Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kamis malam (4/9/2025), dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Mengusung tema “Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Membela Kaum Mustadh’afin dan Menjaga Stabilitas Sosial”, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang […]

expand_less