Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- visibility 128
- print Cetak

Ilustrasi suasana Makkah masa awal Islam yang menggambarkan Tsuwaibah al-Aslamiyah dengan penuh kasih merawat dan menyusui bayi Nabi Muhammad SAW. Sosok ibu susu pertama Nabi ini digambarkan dalam nuansa hangat dan sederhana, melambangkan peran sunyi namun penting dalam fase awal kehidupan Rasulullah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kisah Tsuwaibah mengajarkan kita untuk membaca sejarah dari pinggir, bukan hanya dari pusat. Ia bukan tokoh yang berdiri di medan perang, bukan pemimpin pasukan, bukan ahli fatwa atau orator besar. Ia seorang perempuan, seorang budak, seorang ibu susu. Tetapi dari tubuhnya, kehidupan Nabi pernah bertumpu. Ia hadir di saat paling rentan, ketika dunia masih baru bagi bayi yang kelak menjadi utusan Allah. Jejaknya sunyi, namun sangat menentukan.
Tsuwaibah hidup hingga sekitar tahun ke‑7 Hijriyah, wafat sebagai wanita yang dihormati dalam komunitas Muslim tanpa kehilangan status sahabiyah. Ia mengingatkan kita bahwa sejarah besar tidak hanya dibentuk oleh tokoh monumental, tetapi juga oleh mereka yang hadir dalam fase kehidupan paling awal dan paling manusiawi. Dari tindakan sederhana menyusui, dari sentuhan lembut yang hampir tak tercatat dalam buku-buku sejarah besar, terbentuk fondasi bagi kehidupan seorang Nabi.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar