Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ingatan, Emosi dan Ilusi Kebenaran

  • account_circle Suaib Prawono
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 269
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ingatan manusia sering kali tertuju pada hal-hal yang dianggap penting. Jika pernyataan ini benar, maka muncul pertanyaan: apakah kecenderungan ini termasuk dalam ranah emosi atau hal yang bersifat rasional?

Banyak yang berpendapat bahwa ini lebih berkaitan dengan emosi. Sebab, ketika seseorang lebih mudah mengingat hal-hal yang bermakna secara pribadi, emosional, atau bernilai subjektif, itu menunjukkan bahwa ingatan dipengaruhi oleh perasaan dan kepentingan pribadi.

Dalam psikologi kognitif, fenomena ini dikenal sebagai motivated memory atau emotional salience; yakni kecenderungan otak untuk lebih kuat menyimpan informasi yang menyentuh emosi atau relevan secara pribadi dibandingkan informasi yang netral. Hal ini berkaitan erat dengan motivasi, keinginan, dan perasaan semua elemen yang berada dalam ranah emosi.

Sebaliknya, proses rasional merujuk pada cara berpikir yang logis, objektif, dan berbasis analisis. Jika seseorang lebih mengingat informasi karena logika atau akurasi, maka barulah itu masuk dalam kategori rasional. Dengan demikian, kita dapat melihat adanya tipologi manusia dalam mengingat: ada yang cenderung emosional, ada pula yang rasional.

Ingatan emosional bersifat alami dan spontan, sementara ingatan rasional memerlukan strategi belajar agar bertahan lama. Mengulang pelajaran atau membaca ulang adalah bagian dari strategi tersebut.

Asumsusi, Makna dan Konteks

Dari sini, mungkin menarik jika kita melangkah lebih jauh ke persoalan bagaimana makna terbentuk dalam pikiran manusia? Pada umumnya, asumsi memainkan peran penting dalam memaknai dan memahami sesuatu.

Meskipun asumsi merupakan proses kognitif yang berpijak pada dugaan awal tanpa dukungan bukti yang akurat, namun ia tetap memiliki kekuatan untuk membentuk makna, kendati makna yang dihasilkan dari asumsi tersebut belum tentu mencerminkan kebenaran objektif.

Asumsi tumbuh dalam ruang ketidaktahuan, membentuk pemahaman awal yang memberi arah pada persepsi. Namun, makna yang lahir darinya bisa berubah, bergeser, bahkan runtuh, seiring hadirnya pengetahuan baru.

Asumsi adalah benih dari makna, dan makna itu sendiri rapuh, mudah berganti rupa ketika ada informasi baru menyapanya. Karenanya, makna sangat bergantung pada konteks, dan konteks selalu terkait dengan ruang dan waktu.

Misalnya, selembar kertas bekas yang tergeletak di meja bisa dianggap sebagai benda biasa. Namun, ketika dipindahkan ke tempat sampah, ia berubah menjadi sampah. Jika kemudian digunakan untuk membungkus kacang, maknanya pun berubah lagi. Ini menunjukkan bahwa makna tidak statis; ia terus bergerak mengikuti konteks.

Mereka yang mampu memahami konteks dengan luas tidak akan mudah terjebak dalam satu makna yang kaku. Mereka menyadari bahwa makna bersifat dinamis dan bergantung pada sudut pandang serta situasi.

Betapa pentingnya memahami konteks, sebab tidak jarang sebuah narasi memiliki makna ganda. Dalam petuah Mandar, misalnya, terdapat ungkapan: Mate di batang, tammate di pau-pau (Jasadnya telah tiada, namun cerita tentangnya tiada henti).

Bagi sebagian orang Mandar memaknai, ungkapan ini ditujukan kepada mereka yang semasa hidupnya berbuat jahat, sehingga kisah tentang mereka terus bergema dalam nada kecaman. Namun, bagi yang lain, ungkapan tersebut adalah bentuk penghormatan kepada orang-orang baik yang kisah kebaikannya terus hidup.

Jebakan Asumsi

Kedua tafsir atau pemaknaan tersebut tentu saja sah, karena semuanya berpulang pada konteks yang melatarinya. Inilah mengapa teori the map is not the territory (peta bukan wilayah) menjadi relevan. Peta, asumsi, atau paradigma tidak pernah benar-benar mewakili kenyataan secara utuh.

Ibarat gambar menu makanan, ia tidak akan pernah bisa mewakili rasa yang sesungguhnya. Kita sering kecewa saat makanan yang datang tidak sesuai dengan gambar di menu, disebabkan karena kita terlalu percaya pada asumsi yang terbangun di kepala.

Fakta lain, kita sering kali menghakimi sesuatu berdasarkan pengalaman terbatas. Misalnya, jika pernah makan nasi goreng yang terlalu asin, kita bisa saja reaktif menganggap semua nasi goreng asin. Padahal, itu hanyalah satu pengalaman dari sekian banyak kemungkinan.

Karenanya, untuk mengatasi jebakan asumsi, kita perlu bertanya dan mengalami langsung. Apapun itu, menu bukan rasa, dan Kekecewaan sering kali terjadi bukan semata karena perasaan, melainkan karena kita terlalu percaya pada asumsi yang belum tentu benar. Maka, memahami konteks dan membuka diri terhadap pengalaman baru adalah kunci untuk membebaskan diri dari makna yang menyesatkan.

(Penulis adalah Korwil GUSDURian Sulampapua)

  • Penulis: Suaib Prawono
  • Editor: Suaib Prawono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agenda Kolaboratif SANTRIPRENEUR Talk, Wakil Ketua Komisi X : Kami Dari DPR-RI Akan Tetap Berusaha Agar Pendidikan Menjadi Prioritas

    Agenda Kolaboratif SANTRIPRENEUR Talk, Wakil Ketua Komisi X : Kami Dari DPR-RI Akan Tetap Berusaha Agar Pendidikan Menjadi Prioritas

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Agenda SANTRIPRENEUR TALKS dengan Tema “Peradaban santri: Berpendidian, Berdaya, Berkhidmat Membangun Negeri” merupakan kegiatan kolaboratif antara Dewan Pengurus Pusat Gerakan SantriPreuner Nusantara (DPP GENINUSA) dan LPDP PKUMI (Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal) yang diselenggarakan di Aula Masjid Istiqlal pada Jum’at, 14 Maret 2025. Kegiatan SANTRIPRENEUR TALKS Dibuka secara resmi oleh ketua umum DPP GENINUSA, Zikal […]

  • Rahmat Aries Bawa Asta Aksi ke Forum ASEAN

    Rahmat Aries Bawa Asta Aksi ke Forum ASEAN

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Luwu Utara. Rahmat Aries, seorang penyandang disabilitas yang menjabat sebagai Perencana Ahli Pertama di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Luwu Utara, terpilih mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi YSEALI Summit 2025 yang berlangsung di Penang, Malaysia. YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) merupakan program kepemimpinan yang digagas oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui […]

  • Video Pembuangan Miras ke Laut Viral, Oknum Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara Diperiksa Propam

    Video Pembuangan Miras ke Laut Viral, Oknum Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara Diperiksa Propam

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polres Ternate, Maluku Utara, melakukan pemeriksaan internal terhadap seorang oknum anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ternate Utara setelah video aksi pembuangan minuman keras (miras) ke laut di kawasan Pelabuhan Dufa-Dufa viral di media sosial. Kasi Humas Polres Ternate, IPDA Sudirjo, membenarkan bahwa Satuan Profesi dan Pengamanan (Propam) saat ini sedang mendalami kasus tersebut untuk memastikan […]

  • Abaikan Undangan Mahasiswa, Sekretaris IKPM-HT Yogyakarta Beri Peringatan ke Pemda dan Komisi II DPRD Haltim

    Abaikan Undangan Mahasiswa, Sekretaris IKPM-HT Yogyakarta Beri Peringatan ke Pemda dan Komisi II DPRD Haltim

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Sikap tidak kooperatif ditunjukkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan Komisi II DPRD Halmahera Timur (Haltim) dalam merespons undangan dialog terkait kepentingan masyarakat. Hal ini memicu kritik pedas dari Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta. Sekretaris IKPM-HT Yogyakarta, Yudis Kamah, menyampaikan kekecewaan mendalam atas absennya perwakilan pemerintah dalam forum dialog yang membicarakan […]

  • Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga (poto: Istimewah)

    Jenderal Salim: Teladan Integritas dari Tanah Mandar Sulbar

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle -
    • visibility 713
    • 0Komentar

    Jenderal Salim, putra Mandar dengan pangkat bintang dua, dikenal sebagai pribadi kharismatik. Ketegasan, integritas, serta sikapnya yang tidak suka berbelit-belit membuatnya dihormati banyak orang. Pandangan hidupnya selalu tegak lurus, sementara kecerdasannya senantiasa diarahkan untuk kemaslahatan masyarakat. Dalam setiap pidato, narasinya sederhana, langsung pada inti, tegas, dan tanpa kompromi. Pesan-pesan moral selalu mewarnai ucapannya. Penampilannya pun […]

  • Parkir di Gorontalo Kini Cukup Bayar Sekali Setahun, Ini Tarif Lengkapnya

    Parkir di Gorontalo Kini Cukup Bayar Sekali Setahun, Ini Tarif Lengkapnya

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo resmi menerapkan program parkir berlangganan sebagai terobosan baru dalam pelayanan perparkiran. Melalui program ini, masyarakat cukup membayar satu kali untuk masa berlaku satu tahun, tanpa perlu lagi mengeluarkan biaya setiap kali memarkir kendaraan di tepi jalan umum. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, Rahmanto Idji, menjelaskan bahwa kebijakan […]

expand_less