Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ingatan, Emosi dan Ilusi Kebenaran

  • account_circle Suaib Prawono
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 468
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ingatan manusia sering kali tertuju pada hal-hal yang dianggap penting. Jika pernyataan ini benar, maka muncul pertanyaan: apakah kecenderungan ini termasuk dalam ranah emosi atau hal yang bersifat rasional?

Banyak yang berpendapat bahwa ini lebih berkaitan dengan emosi. Sebab, ketika seseorang lebih mudah mengingat hal-hal yang bermakna secara pribadi, emosional, atau bernilai subjektif, itu menunjukkan bahwa ingatan dipengaruhi oleh perasaan dan kepentingan pribadi.

Dalam psikologi kognitif, fenomena ini dikenal sebagai motivated memory atau emotional salience; yakni kecenderungan otak untuk lebih kuat menyimpan informasi yang menyentuh emosi atau relevan secara pribadi dibandingkan informasi yang netral. Hal ini berkaitan erat dengan motivasi, keinginan, dan perasaan semua elemen yang berada dalam ranah emosi.

Sebaliknya, proses rasional merujuk pada cara berpikir yang logis, objektif, dan berbasis analisis. Jika seseorang lebih mengingat informasi karena logika atau akurasi, maka barulah itu masuk dalam kategori rasional. Dengan demikian, kita dapat melihat adanya tipologi manusia dalam mengingat: ada yang cenderung emosional, ada pula yang rasional.

Ingatan emosional bersifat alami dan spontan, sementara ingatan rasional memerlukan strategi belajar agar bertahan lama. Mengulang pelajaran atau membaca ulang adalah bagian dari strategi tersebut.

Asumsusi, Makna dan Konteks

Dari sini, mungkin menarik jika kita melangkah lebih jauh ke persoalan bagaimana makna terbentuk dalam pikiran manusia? Pada umumnya, asumsi memainkan peran penting dalam memaknai dan memahami sesuatu.

Meskipun asumsi merupakan proses kognitif yang berpijak pada dugaan awal tanpa dukungan bukti yang akurat, namun ia tetap memiliki kekuatan untuk membentuk makna, kendati makna yang dihasilkan dari asumsi tersebut belum tentu mencerminkan kebenaran objektif.

Asumsi tumbuh dalam ruang ketidaktahuan, membentuk pemahaman awal yang memberi arah pada persepsi. Namun, makna yang lahir darinya bisa berubah, bergeser, bahkan runtuh, seiring hadirnya pengetahuan baru.

Asumsi adalah benih dari makna, dan makna itu sendiri rapuh, mudah berganti rupa ketika ada informasi baru menyapanya. Karenanya, makna sangat bergantung pada konteks, dan konteks selalu terkait dengan ruang dan waktu.

Misalnya, selembar kertas bekas yang tergeletak di meja bisa dianggap sebagai benda biasa. Namun, ketika dipindahkan ke tempat sampah, ia berubah menjadi sampah. Jika kemudian digunakan untuk membungkus kacang, maknanya pun berubah lagi. Ini menunjukkan bahwa makna tidak statis; ia terus bergerak mengikuti konteks.

Mereka yang mampu memahami konteks dengan luas tidak akan mudah terjebak dalam satu makna yang kaku. Mereka menyadari bahwa makna bersifat dinamis dan bergantung pada sudut pandang serta situasi.

Betapa pentingnya memahami konteks, sebab tidak jarang sebuah narasi memiliki makna ganda. Dalam petuah Mandar, misalnya, terdapat ungkapan: Mate di batang, tammate di pau-pau (Jasadnya telah tiada, namun cerita tentangnya tiada henti).

Bagi sebagian orang Mandar memaknai, ungkapan ini ditujukan kepada mereka yang semasa hidupnya berbuat jahat, sehingga kisah tentang mereka terus bergema dalam nada kecaman. Namun, bagi yang lain, ungkapan tersebut adalah bentuk penghormatan kepada orang-orang baik yang kisah kebaikannya terus hidup.

Jebakan Asumsi

Kedua tafsir atau pemaknaan tersebut tentu saja sah, karena semuanya berpulang pada konteks yang melatarinya. Inilah mengapa teori the map is not the territory (peta bukan wilayah) menjadi relevan. Peta, asumsi, atau paradigma tidak pernah benar-benar mewakili kenyataan secara utuh.

Ibarat gambar menu makanan, ia tidak akan pernah bisa mewakili rasa yang sesungguhnya. Kita sering kecewa saat makanan yang datang tidak sesuai dengan gambar di menu, disebabkan karena kita terlalu percaya pada asumsi yang terbangun di kepala.

Fakta lain, kita sering kali menghakimi sesuatu berdasarkan pengalaman terbatas. Misalnya, jika pernah makan nasi goreng yang terlalu asin, kita bisa saja reaktif menganggap semua nasi goreng asin. Padahal, itu hanyalah satu pengalaman dari sekian banyak kemungkinan.

Karenanya, untuk mengatasi jebakan asumsi, kita perlu bertanya dan mengalami langsung. Apapun itu, menu bukan rasa, dan Kekecewaan sering kali terjadi bukan semata karena perasaan, melainkan karena kita terlalu percaya pada asumsi yang belum tentu benar. Maka, memahami konteks dan membuka diri terhadap pengalaman baru adalah kunci untuk membebaskan diri dari makna yang menyesatkan.

(Penulis adalah Korwil GUSDURian Sulampapua)

  • Penulis: Suaib Prawono
  • Editor: Suaib Prawono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejak Maret, Ada 5 Kebakaran di Kota Gorontalo, Ini Penyebab Terbesarnya

    Sejak Maret, Ada 5 Kebakaran di Kota Gorontalo, Ini Penyebab Terbesarnya

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Angka peristiwa kebakaran di Kota Gorontalo kembali menjadi sorotan. Hingga Maret 2026, tercatat sudah lima kejadian kebakaran yang sebagian besar dipicu oleh faktor kelistrikan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid, saat menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Kelurahan Huangobotu, Selasa (24/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas […]

  • Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga (poto: Istimewah)

    Wagub Sulbar Salim S Mengga Wafat, Ini Kronologi Lengkapnya

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 355
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar duka menyelimuti Sulawesi Barat. Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga, meninggal dunia pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 06.40 Wita. Salim S Mengga mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Makassar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan bahwa almarhum wafat akibat sakit, tanpa merinci […]

  • DPW PKB Gorontalo Resmikan Kantor Baru, Simbol Semangat dan Marwah Partai

    DPW PKB Gorontalo Resmikan Kantor Baru, Simbol Semangat dan Marwah Partai

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo resmi memiliki kantor baru yang berlokasi di Jalan KH. Adam Zakaria, Kota Gorontalo, setelah diresmikan langsung oleh Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh, pada Selasa (12/8/2025). Ketua DPW PKB Gorontalo, Muhammad Dzikyan atau yang akrab disapa Gus Yayan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Nihayah […]

  • Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu (3/1/2026). John Herdman merupakan pelatih asal Inggris yang memiliki pengalaman panjang di level internasional. Ia dikenal luas lewat kiprahnya bersama Timnas Kanada, baik di sektor putra maupun putri. Dalam rekam jejak kepelatihannya, Herdman mencatat prestasi penting dengan membawa […]

  • Kasus Oknum Polisi Naik Penyidikan, Kapolres Maros Tegas: Tak Ada Perlindungan

    Kasus Oknum Polisi Naik Penyidikan, Kapolres Maros Tegas: Tak Ada Perlindungan

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Kepolisian Resor (Polres) Maros resmi menaikkan status dugaan kasus penganiayaan yang melibatkan oknum personel Polri ke tahap penyidikan. Langkah ini diambil setelah penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros melakukan serangkaian pemeriksaan saksi dan mengantongi alat bukti yang dinilai cukup. Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, menegaskan bahwa institusinya berkomitmen penuh untuk menangani […]

  • Adab di Atas Algoritma

    Adab di Atas Algoritma

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Ahmad Kadir
    • visibility 515
    • 0Komentar

    Zaman terus bergerak. Teknologi melaju tanpa menunggu siapa pun. Informasi datang bertubi-tubi, nyaris tanpa jeda untuk berpikir. Apa yang dulu dibahas berjam-jam di pesantren, melalui kitab, halaqah-halaqah, dan bimbingan guru namun hari ini kerap hadir dalam potongan video berdurasi tiga puluh detik. Cepat, ringkas, tetapi sering kali tidak utuh. Di tengah arus itu, santri hidup […]

expand_less