Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Syuriyah dan Wibawa Kepemimpinan di Nahdlatul Ulama

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Kamis, 6 Okt 2022
  • visibility 133
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam struktur kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU), Syuriyah merupakan pimpinan tertinggi organisasi. Lembaga ini memiliki tugas utama membina, mengarahkan, serta mengawasi pelaksanaan setiap keputusan yang akan maupun sedang dijalankan oleh organisasi.

Kedudukan Syuriah berada di posisi tertinggi karena di dalamnya berhimpun para ulama sepuh yang memiliki basis keilmuan agama yang kuat. Hal ini sejalan dengan karakter NU sebagai organisasi para ulama. Selain menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan, Syuriah juga berperan sebagai dewan pengarah dalam setiap langkah dan kebijakan organisasi. Dengan demikian, peran dan fungsi Syuriah dalam struktur organisasi NU sangatlah jelas dan strategis.

Peran tersebut juga tertuang secara tegas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. Pada Bab VII disebutkan bahwa Syuriyah merupakan pimpinan tertinggi di NU. Sementara pada Bab VIII dijelaskan bahwa tugas Syuriah adalah membina, mengarahkan, serta mengawasi pelaksanaan keputusan-keputusan organisasi, baik yang akan direncanakan maupun yang sedang berjalan.

Adapun Tanfidziyah memiliki fungsi sebagai pelaksana kebijakan. Artinya, Tanfidziyah bertugas menjalankan keputusan dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Syuriyah. Jika dianalogikan dalam sistem ketatanegaraan, Tanfidziyah dapat dipahami sebagai lembaga eksekutif yang mengeksekusi keputusan yang lahir dari lembaga yang lebih tinggi.

Namun dalam praktiknya, peran Syuriah di lingkungan NU Gorontalo justru dinilai mengalami pelemahan. Salah satu fakta yang sempat menjadi perbincangan serius di kalangan internal NU adalah dugaan pemalsuan tanda tangan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bone Bolango, KH. Helmi Podungge.

Tanda tangan tersebut diduga dicantumkan dalam sebuah Surat Pernyataan (SP) yang diterbitkan oleh pengurus Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bone Bolango untuk merespons polemik yang terjadi di tubuh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Gorontalo serta di Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo.

Yang lebih memprihatinkan, surat tersebut disebut keluar tanpa pertimbangan maupun sepengetahuan Rais Syuriah. Jika benar demikian, maka hal ini menunjukkan praktik kepemimpinan organisasi yang kurang sehat. Peran Syuriah sebagai otoritas tertinggi dalam organisasi seakan-akan dikesampingkan.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apakah sikap semacam ini tidak perlu dipertanggungjawabkan secara moral dan organisatoris? Jika benar terjadi pengabaian terhadap peran Syuriyah, bahkan hingga pada dugaan pemalsuan tanda tangan, maka semestinya ada klarifikasi sekaligus permintaan maaf secara terbuka dari pihak yang terlibat.

Ke depan, organisasi yang menghimpun para ulama ini perlu memperketat proses rekrutmen kepengurusan. Rekam jejak calon pengurus harus menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kelayakan seseorang untuk memimpin organisasi.

Menjadi pengurus NU tentu tidak cukup hanya dengan latar belakang religius semata seperti rajin beribadah, aktif di majelis taklim, atau alumnus pesantren. Lebih dari itu, seorang pengurus harus memiliki integritas, mental kepemimpinan yang matang, serta sikap terbuka dalam mengelola organisasi.

Yang tidak kalah penting adalah kemampuan menanggalkan ego pribadi, serta kesediaan untuk tidak selalu merasa paling benar dalam setiap pengambilan keputusan.

Jika prinsip-prinsip tersebut dijaga, maka Nahdlatul Ulama akan tetap menjadi organisasi yang bermartabat di mata para nahdliyin, sekaligus tetap mendapatkan kepercayaan dari publik luas.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tokoh Lintas Agama Rumuskan 9 Poin ‘Risalah Jagat’ Serukan Taubat Ekologis

    Tokoh Lintas Agama Rumuskan 9 Poin ‘Risalah Jagat’ Serukan Taubat Ekologis

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 97
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – JOMBANG – Sejumlah tokoh keagamaan, akademisi, hingga aktivis lingkungan hadir sebagai pemantik diskusi dalam rangkaian sesi forum Festival Jagat, yang berlangsung 29 – 30 Agustus, merumuskan 9 point ‘Risalah Jagat’ serukan taubat ekologis. Forum yang dilaksanakan di Pesantren Khoiriyah Hasyim Seblak tersebut, di hadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Uskup Keuskupan Surabaya Mgr. […]

  • Langkah Terhadang Lapak: Menata Ulang Empati di Ruang Kota

    Langkah Terhadang Lapak: Menata Ulang Empati di Ruang Kota

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Kebijakan yang Menuai Tanya  Beberapa waktu terakhir, masyarakat Gorontalo dikejutkan oleh pernyataan Walikota yang memperkenankan pedagang berjualan di trotoar di ruas Jalan eks Andalas (John Ario Katili) dan Tanggidaa (Cokroaminoto). Pernyataan tersebut, meski berniat baik untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), justru menimbulkan pertanyaan di kalangan pemerhati tata kota, arsitek, dan masyarakat umum: Apakah […]

  • Kecaman terhadap Lemahnya Kualitas Pengerjaan Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Maros

    Kecaman terhadap Lemahnya Kualitas Pengerjaan Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Maros

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — M. Arafah Alias Arpah, dari PP HPPMI Maros, menyampaikan keprihatinan serius sekaligus kecaman tegas terhadap kondisi Jalan Trans Sulawesi di wilayah Kabupaten Maros yang hingga saat ini terus mengalami kerusakan berulang, meskipun telah dilakukan penanganan oleh pihak terkait. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah titik jalan yang sebelumnya berlubang telah dilakukan penambalan, […]

  • Ramadhan dan Beban Lebih Kaum Perempuan

    Ramadhan dan Beban Lebih Kaum Perempuan

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Dangi Rami sibuk meracik menu istimewa makan sahur. Di tengah suara dengkur suami dan anaknya yang masih terlelap tidur. Jeritan belanga goreng Dangi terdengar gaduh. Bersahutan dengan botu poluleya yang sulit dikendalikan bunyinya. Tiga menu berbahan ayam kampung untuk suami dan anaknya telah menebarkan aroma sedap. Mereka dibangunkan tat kala menu makan sahur itu sudah […]

  • PKB Gorontalo Segera Konsolidasi, Sosialisasikan Hasil Muktamar 2024 dan Perkuat Struktur Partai   

    PKB Gorontalo Segera Konsolidasi, Sosialisasikan Hasil Muktamar 2024 dan Perkuat Struktur Partai  

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Meski Pemilu masih cukup lama, namun kesiapan-kesiapan harus dimantapkan partai Politik jika ingin meraih kemenangan. Salah satu strategi yang penting untuk dilakukan adalah terus mengkonsolidasikan struktur partai hingga akar rumput. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus mengkonsolidasikan kekuatan politiknya. Salah satu strategi partai besutan Cak Imin atau Muhaimin Iskandar itu dengan mensosialisasikan […]

  • Disaksikan Presiden Prabowo, MUI Kukuhkan Pengurus Baru. Berikut Susunannya

    Disaksikan Presiden Prabowo, MUI Kukuhkan Pengurus Baru. Berikut Susunannya

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi mengukuhkan susunan pengurus masa khidmah 2025–2030 dalam sebuah prosesi di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026). Pengukuhan dipimpin langsung Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah tokoh nasional. Acara yang dirangkaikan dengan kegiatan “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” itu dihadiri […]

expand_less