Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menata Langkah Baru; Visi Inklusif GUSDURian Makassar

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah sejuknya udara pegunungan Malino, para penggerak Komunitas GUSDURian (KGD) Makassar berkumpul dalam sebuah pertemuan bernama komunitas meting yang berlangsung pada 2-4 Mei 2025. Villa Vinus Malino dua yang menjadi tempat pertemuan itu seolah menjadi saksi bisu lahirnya sebuah visi baru yang lebih inklusif dan menjanjikan bagi keberlanjutan komunitas.

Visi tersebut berbunyi, “GUSDURian Makassar menjadi rumah bersama bagi semua kalangan yang berkomitmen pada gerakan kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian.” Kalimat yang seklaigus menjadi vis baru KGD Makassar itu, tentu saja bukan sekadar kata-kata, melainkan hasil dari perenungan dan diskusi panjang yang dilakukan oleh para penggerak inti KGD Makassar.

Dengan semangat yang menggebu, mereka merumuskan visi tersebut sebagai respons terhadap tantangan internal yang dihadapi oleh komunitas GUSDURian Makassar, terutama terkait keberagaman yang belum sepenuhnya terwujud di tingkat penggerak inti.

Salah satu tantangan utama yang muncul dalam pertemuan tahunan itu, adalah penggerak KGD Makassar masih didominasi oleh satu agama, sementara semangat GUSDURian sendiri menekankan pentingnya keberagaman dan keterbukaan bagi siapa saja yang ingin terlibat memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian.

Meskipun di tingkat dewan pembina, keberagaman telah terlihat, dengan kehadiran Pdt. Adrie Massi, Ketua PGIW Sulselbartra sebagai salah satu dewan pembina, namun hal itu tidak terlihat di jajaran penggerak inti komunitas.

Lebih dari sekadar merumuskan visi, pertemuan komunitas ini juga menghasilkan tiga isu prioritas yang akan menjadi fokus gerakan KGD Makassar ke depan. Isu pertama adalah keadilan ekologi, yang berangkat dari semakin kompleksnya persoalan pengelolaan sampah di Makassar, mulai dari sampah rumah tangga hingga limbah pabrik dan rumah sakit. Kurangnya literasi tentang sampah, minimnya kawasan hijau, pembangunan yang mengabaikan dampak lingkungan, serta kesulitan akses air bersih menjadi tantangan yang perlu segera ditangani.

Isu kedua adalah pendidikan yang berkualitas dan membebaskan. Isu ini didorong oleh berbagai fenomena yang terjadi di Makassar, seperti kasus intoleransi, kekerasan seksual, bullying, serta angka putus sekolah yang tinggi di kawasan pesisir. Infrastruktur pendidikan yang belum merata, rendahnya kesejahteraan guru, serta minimnya komitmen terhadap inklusivitas menjadi faktor-faktor yang perlu mendapat perhatian lebih.

Terakhir, KGD Makassar juga akan berfokus pada peningkatan kualitas demokrasi, mengingat semakin tingginya kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme yang menghambat partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan. Kebebasan berpendapat, serta tindakan represif aparat juga menjadi kekhawatiran yang tidak bisa diabaikan.

Meski tantangan besar telah menanti, semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang terlihat di kalangan penggerak inti KGD Makassar menjadi modal utama yang membuat visi ini tampak tidak sekadar menjadi wacana. Dalam pertemuan itu, Suaib Prawono, Korwil GUSDURian Sulampapua, dengan penuh keyakinan menyatakan, semangat, humoris dan kesepahaman yang terjalin antar penggerak inti adalah modal utama dalam membangun komunitas.

“Bagi saya, ini adalah modal luar biasa yang tidak semua komunitas memilikinya,” ujar Suaib, yang juga menjadi fasilitator kegiatan ini.

Sementara itu, Fathur Rahman Marzuki, Koordinator GUSDURIan Makassar saat ditemui usai pelaksanaan komunitas meeting mengatakan, pertemuan ini bukan sekadar ajang diskusi, tetapi juga langkah awal untuk memperkuat pemahaman akan nilai-nilai gerakan. Ia berharap agar kegiatan seperti ini semakin digiatkan, karena terbukti mampu membantu setiap penggerak memperdalam pemahaman dan pendewasaan diri.

“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa lebih digiatkan untuk lebih mendewasakan setiap penggerak,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh mantan koordinator GUSDURian Makassa, Ince Arif. Ia mengatakan, komunitas meeting punya peran penting dalam memperkuat kerja-kerja komunitas.  Selain itu, pendekatan yang digunakan dalam kegiatan tersebut juga dinilai sangat relevan dengan kebutuhan penggerak inti, terutama dalam hal pengenalan diri.

Ince menekankan bahwa tanpa pemahaman diri yang kuat, sulit bagi seseorang untuk menghadapi tantangan sosial dan mempertahankan ketangguhan komunitas. Olehnya itu, Ia berharap, dengan adanya visi baru dan agenda yang jelas, KGD Makassar lebih siap melangkah ke depan, membawa perubahan nyata demi terwujudnya nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian yang notabene menjadi komitmen perjuangan GUSDURian di bebrbagai wilayah di Indonesia.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Detik-Detik Mencekam Kebakaran Panti Jompo Manado, Lansia Terpanggang Saat Tidur!

    Detik-Detik Mencekam Kebakaran Panti Jompo Manado, Lansia Terpanggang Saat Tidur!

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 212
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Malam Minggu (28/12/2025) menjadi malam yang penuh duka bagi Panti Werdha Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado. Sebanyak 16 lansia meninggal dunia dalam kebakaran hebat, sementara belasan lainnya selamat tetapi mengalami luka bakar dan trauma mendalam. Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menjelaskan bahwa pihak kepolisian dan Polda […]

  • PP KMHDI Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis: 1.376 Siswa Jadi Korban Keracunan

    PP KMHDI Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis: 1.376 Siswa Jadi Korban Keracunan

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Bertepatan dengan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Ketua Departemen Organisasi Pengurus Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI), I Dewa Gede Ginada Darma Putra, menyampaikan kritik keras terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program MBG resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 […]

  • Tempat Kemarin, Kedai Baru Favorit Mahasiswa dan Aktivis di Pusat Kota Gorontalo Play Button photo_camera 4

    Tempat Kemarin, Kedai Baru Favorit Mahasiswa dan Aktivis di Pusat Kota Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah kedai kopi baru bernama Tempat Kemarin perlahan menjelma menjadi ruang favorit anak muda lintas generasi di Kota Gorontalo. Mulai dari mahasiswa, aktivis, hingga warga umum, kedai ini ramai dikunjungi terutama pada sore hingga malam hari. Terletak di Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U-1, Kecamatan Kota Selatan, posisi kedai ini terbilang sangat strategis. Di […]

  • Ketua TMI Gorontalo Rian Uno Soroti Dampak Investasi: Perusahaan Harus Evaluasi Diri dan Jangan Rugikan Petani

    Ketua TMI Gorontalo Rian Uno Soroti Dampak Investasi: Perusahaan Harus Evaluasi Diri dan Jangan Rugikan Petani

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyampaikan pernyataan tegas terkait dampak investasi sejumlah perusahaan besar di wilayah Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato. Menurutnya, polemik seputar investasi tersebut telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan hingga mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) di tingkat daerah. “Pansus pertambangan dan pansus sawit telah dibentuk untuk menyikapi persoalan ini. […]

  • Ilmu yang Masuk Angin

    Ilmu yang Masuk Angin

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Di pesantren, ada petuah sederhana: “Ilmu iku kudu manfaat, nek mung pinter tok yo mblenger.” Ilmu itu harus bermanfaat, kalau cuma pintar saja bisa bikin kembung. Sayangnya, sebagian akademisi hari ini tampak bukan kembung karena terlalu banyak makan, tetapi karena terlalu lama tinggal di menara gading, ruang tinggi, dingin, dan jauh dari sawah, laut, serta […]

  • Deviden Langit

    Deviden Langit

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Di bulan Ramadhan, banyak orang tiba-tiba menjadi “akuntan langit dadakan”. Mereka mulai rajin menghitung: berapa kali tarawih, berapa juz yang dibaca, berapa rupiah yang disedekahkan. Kalau di dunia korporasi kita mengenal laporan laba rugi, di bulan suci ini umat Islam seperti sedang menyusun “laporan laba langit”. Bedanya, auditor kita bukan kantor akuntan publik, tapi langsung […]

expand_less