Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Satu Tubuh, Banyak Identitas

  • account_circle Pepy al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 227
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tubuh yang sama, tetapi identitasnya beraneka-ragam. Identitas tidak pernah tunggal atau statis; ia muncul dan berubah karena interaksi dengan lingkungan, pengalaman, dan relasi sosial. Setiap bagian diri lahir dari pertemuan antara harapan, tanggung jawab, dan kenyataan yang selalu bergerak. Perpecahan identitas bukan kelemahan, melainkan kondisi yang memungkinkan refleksi, adaptasi, dan tindakan yang relevan di berbagai ruang kehidupan.

Dalam keluarga, peran sebagai suami, ayah, atau anak menuntut cara bersikap yang berbeda. Setiap peran menghadirkan logika, norma, dan tanggung jawab spesifik. Keputusan sehari-hari, misalnya dalam mendidik anak atau menyelesaikan konflik rumah tangga, menimbulkan ketegangan antara harapan diri dan kenyataan. Ruang keluarga menjadi arena pengujian identitas: tempat aspek diri disesuaikan, dikoreksi, dan dijalankan secara nyata. Interaksi di ruang ini memerlukan ketelitian, kesadaran, dan kemampuan membaca situasi, sehingga tindakan yang diambil selalu relevan dengan kondisi dan kebutuhan orang lain.

Di organisasi atau lembaga, identitas lain muncul. Setiap ruang memiliki aturan, norma, dan tujuan berbeda. Tindakan yang relevan di satu ruang tidak selalu sesuai di ruang lain. Dalam komunitas kreatif atau sastra, aspek diri menyesuaikan diri dengan norma diskusi, tujuan kolektif, dan interaksi antaranggota. Setiap ruang membentuk identitas sekaligus dipengaruhi oleh tindakan yang dijalankan, sehingga identitas menjadi hasil dari proses interaksi yang kompleks antara internal dan eksternal.

Ketegangan internal antara harapan, norma sosial, dan realitas praktis adalah kondisi permanen. Aspek-aspek diri harus menavigasi ketegangan ini, menyesuaikan strategi, dan mengambil keputusan yang mempertimbangkan dampak praktis dan etis. Proses ini membangun kapasitas adaptif, reflektif, dan kritis, memungkinkan identitas berfungsi secara produktif di berbagai konteks. Perpecahan identitas justru membuka ruang untuk fleksibilitas dan strategi yang lebih matang.

Prinsip internal menegaskan batas dan panduan tindakan. Prinsip ini bukan aturan moral mutlak; ia berfungsi untuk menyeimbangkan kepentingan diri, tuntutan sosial, dan kenyataan konkret. Dengan prinsip ini, perpecahan identitas menjadi produktif: membantu menjaga kualitas interaksi yang konstruktif dan tindakan yang relevan di keluarga, organisasi, maupun komunitas.

Kesadaran spasial menekankan bahwa setiap bagian diri adalah area tindakan dan pengabdian. Tindakan yang dilakukan di satu ruang memengaruhi ruang lain secara tidak langsung. Keputusan di rumah memengaruhi perilaku di organisasi; pengalaman di komunitas kreatif membentuk respon di ruang formal. Dengan pemahaman ini, identitas yang terbelah justru menjadi sumber kemampuan untuk menavigasi kompleksitas, beradaptasi, dan bertindak secara konstruktif.

Praktik personal mapping menjadi alat reflektif yang menghubungkan aspek identitas, ruang, tindakan, dan ketegangan internal. Aspek-aspek diri menyediakan kapasitas adaptif; kesadaran spasial memberi struktur; prinsip internal menuntun tindakan agar tetap relevan dan etis. Identitas tidak statis; ia selalu bergerak, menyesuaikan diri, dan menegaskan diri melalui tindakan nyata.

Bagian-bagian identitas saling memengaruhi. Keputusan di ruang keluarga berdampak pada tindakan di organisasi; pengalaman di komunitas memengaruhi perilaku dalam ruang formal. Kesadaran tentang hubungan antara aspek diri, ruang, dan ketegangan internal memungkinkan fleksibilitas tinggi. Perpecahan identitas menjadi sumber daya strategis untuk memahami kompleksitas sosial, mengambil keputusan etis, dan bertindak produktif.

Dengan pendekatan ini, personal mapping bukan sekadar refleksi diri; ia menjadi praktik kritis dan naratif yang menegaskan bahwa satu tubuh mampu menampung banyak identitas. Identitas selalu bergerak, menyesuaikan diri, dan membangun interaksi yang adaptif, menunjukkan kapasitas untuk menghadapi kompleksitas sosial tanpa kehilangan integritas dan arah. Setiap bagian diri menjadi arena pengabdian sekaligus praktik tindakan, menegaskan bahwa perpecahan bukan masalah, tetapi kekuatan strategis untuk bertindak di dunia yang berlapis-lapis.

Penulis adalah Jamaah di GUSDURian, tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah

  • Penulis: Pepy al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Yahya: Muktamar PBNU Bisa Digelar Kapan Saja Asal Penuhi Syarat Konstitusional

    Gus Yahya: Muktamar PBNU Bisa Digelar Kapan Saja Asal Penuhi Syarat Konstitusional

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan usulan percepatan pelaksanaan Muktamar PBNU selama seluruh ketentuan konstitusional organisasi dipenuhi. Gus Yahya menyatakan, Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi NU bisa digelar kapan saja, bahkan “besok pagi”, asalkan dipimpin oleh dua pemegang mandat tertinggi organisasi, yakni Rais Aam PBNU […]

  • Kolaborasi Kemanusiaan: HUT ke-78 Reskrim Polres Maros Dimeriahkan Bakti Sosial bersama PAC Maros Baru   

    Kolaborasi Kemanusiaan: HUT ke-78 Reskrim Polres Maros Dimeriahkan Bakti Sosial bersama PAC Maros Baru  

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-78 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros, PAC Kiwal Garuda Hitam Maros Baru menunjukkan komitmennya sebagai jembatan kemanusiaan dengan menyelenggarakan kegiatan bakti sosial yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Perayaan hari jadi Reskrim yang ke-78 ini dirangkaikan dengan penyaluran paket sembako kepada warga di Kelurahan Baji […]

  • Ricuh Usai Laga Liga 4, Suporter PSIR Rembang Kejar Wasit

    Ricuh Usai Laga Liga 4, Suporter PSIR Rembang Kejar Wasit

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pertandingan Liga 4 antara PSIR Rembang melawan Persak Kebumen berujung ricuh usai peluit panjang dibunyikan, Jumat (13/2/2026). Laga yang dimenangi Persak Kebumen dengan skor 0-2 itu diwarnai aksi sejumlah suporter tuan rumah yang masuk ke dalam lapangan dan mengejar wasit. Insiden tersebut terjadi sesaat setelah pertandingan berakhir. Berdasarkan informasi yang beredar di media […]

  • Sejarah Peringatan 1 Muharram: Dari Zaman Nabi hingga Tradisi Nusantara

    Sejarah Peringatan 1 Muharram: Dari Zaman Nabi hingga Tradisi Nusantara

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 167
    • 0Komentar

    1 Muharram merupakan hari pertama dalam kalender Hijriah yang menandai pergantian tahun baru Islam. Bagi umat Muslim, Muharram memiliki makna spiritual yang mendalam. Tak hanya bulan yang penuh keutamaan, tetapi juga menjadi simbol perubahan, hijrah, dan refleksi keagamaan. Bulan Muharram bukan sekadar awal tahun baru Islam, melainkan momentum spiritual yang sarat nilai-nilai keutamaan seperti taqwa, […]

  • Pemprov Gorontalo Berikan Diskon Tiket Nataru, Angkutan Udara Turun hingga 13 Persen

    Pemprov Gorontalo Berikan Diskon Tiket Nataru, Angkutan Udara Turun hingga 13 Persen

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo memberikan keringanan biaya perjalanan bagi masyarakat yang akan melakukan mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, usai memimpin apel gelar pasukan sekaligus pembukaan Posko Terpadu Angkutan Udara periode Nataru di Bandara Djalaludin Gorontalo, Kamis (18/12/2025). Idah menjelaskan, pemerintah telah […]

  • Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    Alissa Wahid: Gen Z Harus Jadi Penggerak Perubahan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Suaib PR
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Direktur Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia, Alissa Wahid, menegaskan bahwa Generasi Z perlu diakomodasi secara serius karena mereka kini menjadi aktor utama dalam berbagai gelombang perubahan sosial. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Kelas Penggerak GUSDURian (KPG) yang digelar oleh Komunitas Gusdurian Makassar di Kantor PCNU Kabupaten Gowa, 25 Juni 2026. Putri sulung KH. […]

expand_less