Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Satu Tubuh, Banyak Identitas

  • account_circle Pepy al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 307
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tubuh yang sama, tetapi identitasnya beraneka-ragam. Identitas tidak pernah tunggal atau statis; ia muncul dan berubah karena interaksi dengan lingkungan, pengalaman, dan relasi sosial. Setiap bagian diri lahir dari pertemuan antara harapan, tanggung jawab, dan kenyataan yang selalu bergerak. Perpecahan identitas bukan kelemahan, melainkan kondisi yang memungkinkan refleksi, adaptasi, dan tindakan yang relevan di berbagai ruang kehidupan.

Dalam keluarga, peran sebagai suami, ayah, atau anak menuntut cara bersikap yang berbeda. Setiap peran menghadirkan logika, norma, dan tanggung jawab spesifik. Keputusan sehari-hari, misalnya dalam mendidik anak atau menyelesaikan konflik rumah tangga, menimbulkan ketegangan antara harapan diri dan kenyataan. Ruang keluarga menjadi arena pengujian identitas: tempat aspek diri disesuaikan, dikoreksi, dan dijalankan secara nyata. Interaksi di ruang ini memerlukan ketelitian, kesadaran, dan kemampuan membaca situasi, sehingga tindakan yang diambil selalu relevan dengan kondisi dan kebutuhan orang lain.

Di organisasi atau lembaga, identitas lain muncul. Setiap ruang memiliki aturan, norma, dan tujuan berbeda. Tindakan yang relevan di satu ruang tidak selalu sesuai di ruang lain. Dalam komunitas kreatif atau sastra, aspek diri menyesuaikan diri dengan norma diskusi, tujuan kolektif, dan interaksi antaranggota. Setiap ruang membentuk identitas sekaligus dipengaruhi oleh tindakan yang dijalankan, sehingga identitas menjadi hasil dari proses interaksi yang kompleks antara internal dan eksternal.

Ketegangan internal antara harapan, norma sosial, dan realitas praktis adalah kondisi permanen. Aspek-aspek diri harus menavigasi ketegangan ini, menyesuaikan strategi, dan mengambil keputusan yang mempertimbangkan dampak praktis dan etis. Proses ini membangun kapasitas adaptif, reflektif, dan kritis, memungkinkan identitas berfungsi secara produktif di berbagai konteks. Perpecahan identitas justru membuka ruang untuk fleksibilitas dan strategi yang lebih matang.

Prinsip internal menegaskan batas dan panduan tindakan. Prinsip ini bukan aturan moral mutlak; ia berfungsi untuk menyeimbangkan kepentingan diri, tuntutan sosial, dan kenyataan konkret. Dengan prinsip ini, perpecahan identitas menjadi produktif: membantu menjaga kualitas interaksi yang konstruktif dan tindakan yang relevan di keluarga, organisasi, maupun komunitas.

Kesadaran spasial menekankan bahwa setiap bagian diri adalah area tindakan dan pengabdian. Tindakan yang dilakukan di satu ruang memengaruhi ruang lain secara tidak langsung. Keputusan di rumah memengaruhi perilaku di organisasi; pengalaman di komunitas kreatif membentuk respon di ruang formal. Dengan pemahaman ini, identitas yang terbelah justru menjadi sumber kemampuan untuk menavigasi kompleksitas, beradaptasi, dan bertindak secara konstruktif.

Praktik personal mapping menjadi alat reflektif yang menghubungkan aspek identitas, ruang, tindakan, dan ketegangan internal. Aspek-aspek diri menyediakan kapasitas adaptif; kesadaran spasial memberi struktur; prinsip internal menuntun tindakan agar tetap relevan dan etis. Identitas tidak statis; ia selalu bergerak, menyesuaikan diri, dan menegaskan diri melalui tindakan nyata.

Bagian-bagian identitas saling memengaruhi. Keputusan di ruang keluarga berdampak pada tindakan di organisasi; pengalaman di komunitas memengaruhi perilaku dalam ruang formal. Kesadaran tentang hubungan antara aspek diri, ruang, dan ketegangan internal memungkinkan fleksibilitas tinggi. Perpecahan identitas menjadi sumber daya strategis untuk memahami kompleksitas sosial, mengambil keputusan etis, dan bertindak produktif.

Dengan pendekatan ini, personal mapping bukan sekadar refleksi diri; ia menjadi praktik kritis dan naratif yang menegaskan bahwa satu tubuh mampu menampung banyak identitas. Identitas selalu bergerak, menyesuaikan diri, dan membangun interaksi yang adaptif, menunjukkan kapasitas untuk menghadapi kompleksitas sosial tanpa kehilangan integritas dan arah. Setiap bagian diri menjadi arena pengabdian sekaligus praktik tindakan, menegaskan bahwa perpecahan bukan masalah, tetapi kekuatan strategis untuk bertindak di dunia yang berlapis-lapis.

Penulis adalah Jamaah di GUSDURian, tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah

  • Penulis: Pepy al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Sulsel Serahkan SK Redistribusi PPPK, 66 Pegawai Kembali Bertugas di Daerah Asal

    Kemenag Sulsel Serahkan SK Redistribusi PPPK, 66 Pegawai Kembali Bertugas di Daerah Asal

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) redistribusi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Selasa (5/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan ini merupakan bagian dari upaya penataan dan optimalisasi sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama. Sebanyak 66 PPPK dari berbagai kabupaten […]

  • Resolusi 2026: Memindahkan energi, memperluas Jejaring Play Button

    Resolusi 2026: Memindahkan energi, memperluas Jejaring

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Periode 2019–2025, saat saya memimpin Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), menjadi fase penting dalam pembelajaran kepemimpinan dan pengelolaan program pengembangan sumber daya manusia keagamaan. Berbagai program yang dilaksanakan—mulai dari MB Speak Up, Sekolah Penguatan Moderasi Beragama, hingga Klinik Moderasi Beragama—menjadi laboratorium bagi pengembangan strategi, inovasi, dan implementasi kebijakan moderasi beragama di tingkat operasional. Pengalaman memimpin […]

  • Cerdas Dan Tasamuh

    Cerdas Dan Tasamuh

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Seandainya Nabi masih hidup, mungkin kita akan langsung bertanya kepada Beliau mana yang benar puasa hari rabu atau puasa hari kamis, dan tentu akan selesai persoalan dan tidak ada lagi yang saling menyalahkan, nah hari ini terjadi lagi perbedaan. Apakah pada zaman Nabi pernah terjadi perbedaan dikalangan para sahabat?, tentu sering terjadi perbedaan, Dan Nabi […]

  • Barira: Muktabah, Wala, dan Hak Pilih dalam Pernikahan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 14)

    Barira: Muktabah, Wala, dan Hak Pilih dalam Pernikahan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 14)

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Barira adalah seorang perempuan yang hidup di Madinah pada masa Nabi. Ia bukan berasal dari keluarga terpandang. Ia adalah seorang budak milik salah satu keluarga Anshar. Hidupnya pada awalnya berada dalam keterbatasan. Ia tidak bebas menentukan arah hidupnya sendiri. Namun kisahnya kemudian menjadi penting dalam sejarah Islam karena beberapa peristiwa yang melibatkan dirinya melahirkan penegasan […]

  • Ramadan dan Jurang Kesenjangan

    Ramadan dan Jurang Kesenjangan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Ramadan selalu hadir dengan semarak yang khas. Beragam ekspresi keagamaan mencuat ke ruang publik, mulai pengajian rutin, ceramah agama, semarak majelis taklim, hingga seruan sahur jelang dini hari. Ramadan seolah telah menjadi panggung besar ekspresi keagamaan. Selain dimaknai sebagai bulan suci, juga diyakini sebagai bulan penuh berkah; bulan yang dirindukan umat Islam karena pahala amal […]

  • Pendataan Guru Ngaji Dirapikan, Semoga Kali Ini Benar-Benar Rapi

    Pendataan Guru Ngaji Dirapikan, Semoga Kali Ini Benar-Benar Rapi

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 178
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo menggelar silaturahmi bersama para imam masjid serta guru ngaji TPA/TPQ se-Kota Gorontalo di Bandhayo Lo Yiladia, Rabu (3/12/2025). Dalam pertemuan itu, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, memaparkan sejumlah langkah pembenahan yang saat ini tengah dilakukan pemerintah, terutama terkait penataan ulang data guru ngaji dan imam. Dalam arahannya, Wali Kota Adhan […]

expand_less