Breaking News
light_mode
Trending Tags

Satu Tubuh, Banyak Identitas

  • account_circle Pepy al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 194
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tubuh yang sama, tetapi identitasnya beraneka-ragam. Identitas tidak pernah tunggal atau statis; ia muncul dan berubah karena interaksi dengan lingkungan, pengalaman, dan relasi sosial. Setiap bagian diri lahir dari pertemuan antara harapan, tanggung jawab, dan kenyataan yang selalu bergerak. Perpecahan identitas bukan kelemahan, melainkan kondisi yang memungkinkan refleksi, adaptasi, dan tindakan yang relevan di berbagai ruang kehidupan.

Dalam keluarga, peran sebagai suami, ayah, atau anak menuntut cara bersikap yang berbeda. Setiap peran menghadirkan logika, norma, dan tanggung jawab spesifik. Keputusan sehari-hari, misalnya dalam mendidik anak atau menyelesaikan konflik rumah tangga, menimbulkan ketegangan antara harapan diri dan kenyataan. Ruang keluarga menjadi arena pengujian identitas: tempat aspek diri disesuaikan, dikoreksi, dan dijalankan secara nyata. Interaksi di ruang ini memerlukan ketelitian, kesadaran, dan kemampuan membaca situasi, sehingga tindakan yang diambil selalu relevan dengan kondisi dan kebutuhan orang lain.

Di organisasi atau lembaga, identitas lain muncul. Setiap ruang memiliki aturan, norma, dan tujuan berbeda. Tindakan yang relevan di satu ruang tidak selalu sesuai di ruang lain. Dalam komunitas kreatif atau sastra, aspek diri menyesuaikan diri dengan norma diskusi, tujuan kolektif, dan interaksi antaranggota. Setiap ruang membentuk identitas sekaligus dipengaruhi oleh tindakan yang dijalankan, sehingga identitas menjadi hasil dari proses interaksi yang kompleks antara internal dan eksternal.

Ketegangan internal antara harapan, norma sosial, dan realitas praktis adalah kondisi permanen. Aspek-aspek diri harus menavigasi ketegangan ini, menyesuaikan strategi, dan mengambil keputusan yang mempertimbangkan dampak praktis dan etis. Proses ini membangun kapasitas adaptif, reflektif, dan kritis, memungkinkan identitas berfungsi secara produktif di berbagai konteks. Perpecahan identitas justru membuka ruang untuk fleksibilitas dan strategi yang lebih matang.

Prinsip internal menegaskan batas dan panduan tindakan. Prinsip ini bukan aturan moral mutlak; ia berfungsi untuk menyeimbangkan kepentingan diri, tuntutan sosial, dan kenyataan konkret. Dengan prinsip ini, perpecahan identitas menjadi produktif: membantu menjaga kualitas interaksi yang konstruktif dan tindakan yang relevan di keluarga, organisasi, maupun komunitas.

Kesadaran spasial menekankan bahwa setiap bagian diri adalah area tindakan dan pengabdian. Tindakan yang dilakukan di satu ruang memengaruhi ruang lain secara tidak langsung. Keputusan di rumah memengaruhi perilaku di organisasi; pengalaman di komunitas kreatif membentuk respon di ruang formal. Dengan pemahaman ini, identitas yang terbelah justru menjadi sumber kemampuan untuk menavigasi kompleksitas, beradaptasi, dan bertindak secara konstruktif.

Praktik personal mapping menjadi alat reflektif yang menghubungkan aspek identitas, ruang, tindakan, dan ketegangan internal. Aspek-aspek diri menyediakan kapasitas adaptif; kesadaran spasial memberi struktur; prinsip internal menuntun tindakan agar tetap relevan dan etis. Identitas tidak statis; ia selalu bergerak, menyesuaikan diri, dan menegaskan diri melalui tindakan nyata.

Bagian-bagian identitas saling memengaruhi. Keputusan di ruang keluarga berdampak pada tindakan di organisasi; pengalaman di komunitas memengaruhi perilaku dalam ruang formal. Kesadaran tentang hubungan antara aspek diri, ruang, dan ketegangan internal memungkinkan fleksibilitas tinggi. Perpecahan identitas menjadi sumber daya strategis untuk memahami kompleksitas sosial, mengambil keputusan etis, dan bertindak produktif.

Dengan pendekatan ini, personal mapping bukan sekadar refleksi diri; ia menjadi praktik kritis dan naratif yang menegaskan bahwa satu tubuh mampu menampung banyak identitas. Identitas selalu bergerak, menyesuaikan diri, dan membangun interaksi yang adaptif, menunjukkan kapasitas untuk menghadapi kompleksitas sosial tanpa kehilangan integritas dan arah. Setiap bagian diri menjadi arena pengabdian sekaligus praktik tindakan, menegaskan bahwa perpecahan bukan masalah, tetapi kekuatan strategis untuk bertindak di dunia yang berlapis-lapis.

Penulis adalah Jamaah di GUSDURian, tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah

  • Penulis: Pepy al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jurnal Penutup

    Jurnal Penutup

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang seperti auditor independen yang tak bisa diajak kompromi. Ia hadir tanpa perlu diundang, membawa kertas kerja bernama “puasa”, dan langsung bertanya: “Sudahkah Anda melakukan penyesuaian?” Maka, sebagaimana lazimnya dalam akuntansi, kita pun terpaksa membuka buku besar kehidupan—yang kadang lebih besar dosanya daripada asetnya. Dalam tradisi akuntansi, ada yang disebut jurnal penutup. Ia […]

  • Bukan Spons, Cuma Es Kue: Laboratorium Meluruskan Dugaan Aparat

    Bukan Spons, Cuma Es Kue: Laboratorium Meluruskan Dugaan Aparat

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tuduhan bahwa jajanan es kue jadul di wilayah Kemayoran terbuat dari bahan spons akhirnya dipatahkan oleh hasil pemeriksaan laboratorium. Setelah sempat menimbulkan kegaduhan publik akibat video viral, aparat TNI-Polri yang terlibat pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Permohonan maaf tersebut disampaikan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sebagaimana diunggah akun Instagram @fakta.indo dan […]

  • Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

    Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 539
    • 0Komentar

    Dalam tulisan arif yang sangat panjang yang berjudul “Yang Barangkali Luput dalam Perbincangan Soal Sadakah”, ada 3 hal yang dianggap Arief luput dalam beberapa tulisan Momy Hunowu, dan saya sebelumnya sebagai berikut: Dalam perdebatan soal sadaka beberapa hari belakangan, Arief menggarisbawahi beberapa hal yang barangkali luput dibaca. Meskipun orang-orang bilang “seikhlasnya”, praktik ini terlembaga, beratasnamakan […]

  • Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Di sebuah lekuk perbukitan yang bernama Buttu, yang lebih familiar dengan Buttu Da’ala,  pada tahun 1953, lahirlah seorang anak lelaki dari rahim perempuan sederhana bernama Ruhana. Anak itu diberi nama Baharuddin. Kelak, orang-orang akan mengenalnya sebagai AGH. Baharuddin bin Ta’nang bin Shahir, seorang guru yang tidak sekadar mengajar, tetapi menanam masa depan. Buttu adalah kampung […]

  • Aset Langit

    Aset Langit

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang seperti auditor independen yang tidak bisa diajak kompromi. Ia memeriksa laporan keuangan batin kita tanpa perlu surat tugas dari kantor akuntan publik. Bedanya, auditor dunia bertanya soal saldo kas, auditor Ramadhan bertanya: “Saldo sabarmu berapa? Cadangan ikhlasmu cukup tidak?” Sebagai orang akuntansi, saya sering merenung, mengapa kita begitu rajin mencatat aset dunia, […]

  • Ceramah Ramadan di Al Markaz: Kakanwil Sulsel Tekankan Akhlak Bertetangga

    Ceramah Ramadan di Al Markaz: Kakanwil Sulsel Tekankan Akhlak Bertetangga

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Nulondalo-Makassar. Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, Rabu 4 Maret 2026 atau 15 Ramadhan 1447 H, masjid Al Markaz Al Islami Makassar kembali dipadati ribuan jamaah Tarawih. Malam itu terasa istimewa, sebab Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel, H. Ali Yafid, didaulat menyampaikan tauziah bertema “Akhlak Bertetangga” sebuah pesan sederhana namun menjadi fondasi kerukunan hidup […]

expand_less