Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Idham Arsyad Raih Gelar Doktor UB, Tawarkan Model Penguatan Kelembagaan Petani untuk Ketahanan Pangan Nasional

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 97
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ia menegaskan bahwa hasil penelitiannya tidak hanya berhenti sebagai karya akademik, tetapi diarahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan untuk memperkuat ekosistem pangan nasional.

“Ketahanan pangan tidak cukup dibangun melalui peningkatan produksi semata. Yang jauh lebih penting adalah membangun kelembagaan petani yang kuat, kemitraan yang adil, akses pasar yang berkelanjutan, serta tata kelola yang mampu meningkatkan resiliensi seluruh sistem pangan. Saya berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi ilmiah sekaligus masukan kebijakan dalam memperkuat ketahanan nasional melalui sektor pangan,” ujar Dr. Idham Arsyad.

Dalam disertasinya, Idham juga menekankan pentingnya transformasi pola contract farming dari sekadar hubungan transaksi jual beli menjadi instrumen pemberdayaan dan pembangunan kapasitas petani.

Melalui pendekatan tersebut, kemitraan antara petani, BUMD pangan, pemerintah, dan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Capaian akademik tersebut dinilai semakin memperkuat legitimasi Gerbang Tani dalam mendorong agenda pemberdayaan petani dan nelayan berbasis riset.

Sinergi antara pengalaman organisasi, praktik kebijakan publik, dan penguasaan akademik diharapkan mampu melahirkan inovasi yang menjawab tantangan sektor pangan Indonesia secara lebih komprehensif.

Raihan gelar doktor ini juga menjadi penegasan bahwa pembangunan pertanian modern memerlukan kepemimpinan yang tidak hanya berpengalaman di lapangan, tetapi juga didukung oleh landasan ilmiah yang kuat.

Di tengah meningkatnya tantangan ketahanan pangan global, penelitian Dr. Idham Arsyad menawarkan perspektif bahwa investasi pada penguatan kelembagaan petani, tata kelola kemitraan, dan resiliensi sistem pangan merupakan strategi penting untuk memperkokoh ketahanan nasional sekaligus mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPP Geninusa Gelar Buka Puasa Bersama, Pembina Febrina Tekankan Pentingnya Nalar Kritis Generasi Muda

    DPP Geninusa Gelar Buka Puasa Bersama, Pembina Febrina Tekankan Pentingnya Nalar Kritis Generasi Muda

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Nulondalo – Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA), menggelar buka puasa bersama dan berbagi takjil dengan ibu Febrina sebagai salah satu dewan pembina Geninusa di kediamannya, Jakarta Selatan, Jum’at 07 Maret 2025. Sebagai salah satu dewan pembina Geninusa, ibu Febrina juga memberikan pesan sebagai dorongan kepada pengurus DPP Geninusa. Harapannya geninusa harus tetap […]

  • Dikejar Polisi, Pemotor Asal Brebes Tewas Usai Tabrak Tiang dan Pagar di Gang Sempit

    Dikejar Polisi, Pemotor Asal Brebes Tewas Usai Tabrak Tiang dan Pagar di Gang Sempit

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 310
    • 0Komentar

    “Ada tiga motor yang melaju kencang di gang sempit, salah satunya motor polisi. Satu motor kemudian menabrak tiang dan pagar hingga sekarat,” ungkap Agus. Informasi yang beredar menyebutkan, anggota polisi yang terlibat dalam pengejaran tersebut bernama Rudi. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap dari pihak berwenang. Kasus kecelakaan ini kini […]

  • Kanwil Kemenag Sulsel Raih Dua Penghargaan di Regional Treasury Forum

    Kanwil Kemenag Sulsel Raih Dua Penghargaan di Regional Treasury Forum

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Humas Kemenang Sulsel
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar-Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan meraih dua penghargaan sebagai Koordinator Wilayah Satuan Kerja pada kegiatan Regional Treasury Forum yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat, 6 Februari 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas capaian Predikat Implementasi Pembayaran dan Penggunaan Cash Management System (CMS) Terbaik Kedua serta Predikat Implementasi […]

  • Prancis Diunggulkan Singkirkan Swedia, Les Bleus Bidik Tiket ke Babak 16 Besar

    Prancis Diunggulkan Singkirkan Swedia, Les Bleus Bidik Tiket ke Babak 16 Besar

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Prancis akan menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB. Les Bleus datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil sempurna sepanjang fase grup. Tim asuhan Didier Deschamps menutup Grup I sebagai juara grup dengan raihan sembilan poin dari tiga pertandingan. Prancis juga […]

  • RSUD Camba Resmi Beroperasi, Janji Politik Bupati Maros Mulai Terwujud

    RSUD Camba Resmi Beroperasi, Janji Politik Bupati Maros Mulai Terwujud

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Setelah melalui proses pembangunan sejak 2021, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Camba di Kabupaten Maros akhirnya resmi beroperasi penuh mulai 29 Desember 2025. Kehadiran fasilitas kesehatan ini menjadi salah satu realisasi janji politik Bupati Maros, Chaidir Syam, sekaligus menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di wilayah dataran tinggi. Peresmian operasional RSUD Camba disambut […]

  • Aktivisme atau fanatisme sebagai Marabahaya Monopoli Sejarah

    Aktivisme atau fanatisme sebagai Marabahaya Monopoli Sejarah

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Setiap zaman memiliki aktivisnya sendiri. Namun dalam ruang publik Indonesia, sering muncul kecenderungan untuk menempatkan aktivisme seolah-olah identik dengan generasi atau figur tertentu, terutama mereka yang terlibat dalam Reformasi 1998. Nama-nama itu terus dihadirkan sebagai simbol perubahan, sementara pengalaman generasi setelahnya sering dipandang kurang otentik, kurang heroik, atau bahkan dianggap tidak memiliki legitimasi historis yang […]

expand_less