Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Mentan Amran Murka Temukan Bawang Selundupan: “Tak Ada Ampun, Bongkar Sampai Akar!”

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 276
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan sikap keras pemerintah terhadap praktik impor ilegal pangan yang dinilai merugikan petani dan mengancam ekosistem pertanian nasional. Penegasan itu disampaikan Mentan Amran saat turun langsung ke Semarang untuk mengecek ribuan karung bawang bombay selundupan yang masuk tanpa izin resmi dan terindikasi membawa penyakit berbahaya.

Dalam pemeriksaan di lapangan, Mentan Amran menyebut bawang bombay ilegal tersebut masuk tanpa dokumen, tidak membayar pajak, serta berpotensi membawa bakteri dan penyakit yang dapat merusak pertanian nasional.

“Pajak-pajaknya tidak masuk, nyelundup masuk, merusak ekosistem kita karena ada bakteri dibawa, penyakit, dan seterusnya. Ini harus kami minta PM dampingi, Kapolres turun, diusut dan dibongkar sampai akar-akarnya. Harus dikasih efek jera,” tegas Amran, saat melakukan sidak di Semarang, Sabtu (10/1/2026)

133 Ton Bawang Ilegal Diamankan

Mentan Amran mengungkapkan, barang bukti yang diamankan mencapai 6.172 karung bawang bombay dengan total berat sekitar 133,5 ton. Namun, ia menegaskan bahwa besarnya volume bukan satu-satunya ukuran bahaya dalam konteks pertanian.

“Bukan soal tonnya. Satu ton dengan seribu ton sama kalau bawa penyakit. Satu kilo dengan satu juta kilo sama. Dampaknya besar, karena ini menyangkut psikologi dan semangat petani,” ujarnya.

Menurut Amran, praktik impor ilegal pangan merupakan ancaman serius terhadap keberlanjutan produksi nasional dan kesejahteraan petani. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki sekitar 160 juta petani serta 4–5 juta peternak yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir oknum.

“Masa mau korbankan 100 juta orang hanya karena 10 atau 20 orang? Ini tidak benar. Tidak boleh ada ampun,” katanya.

Ancaman Psikologis bagi Petani

Mentan Amran juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini telah mencapai swasembada beras dan tengah memperkuat produksi pangan strategis lainnya. Masuknya pangan ilegal, meski dalam jumlah kecil, dinilai dapat menimbulkan dampak psikologis besar bagi petani.

“Kalau petani tahu ada impor beras satu ton saja, dampaknya ke 29 juta petani beras dan keluarganya bisa 115 juta orang. Petani bisa berhenti, lalu impor lagi. Ini yang harus dijaga ketat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengawasan ketat tidak hanya berlaku untuk komoditas bawang, tetapi juga untuk beras, gula, serta komoditas pangan strategis lainnya. Mentan Amran mengaku telah menerima banyak laporan terkait penyelundupan pangan, pupuk ilegal, hingga mesin pertanian.

“Ini semua akan kita bongkar. Coba saja satu sampai dua minggu ke depan, kita bongkar semua,” ujarnya dengan nada serius.

Ancaman Penyakit dan Kerugian Besar

Lebih lanjut, Amran mengingatkan bahaya laten masuknya penyakit hewan dan tumbuhan akibat penyelundupan, dengan menyinggung kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sebelumnya sempat menimbulkan kerugian besar bagi peternak.

“Satu atau dua ekor ternak terjangkit bisa merusak jutaan ekor ternak. Kerugiannya bukan negara, tapi petani. Bisa ratusan triliun. Ini nyata dan pernah terjadi,” ungkapnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa penetapan pihak-pihak yang terlibat sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Namun, ia memastikan Kementerian Pertanian akan berada di garis depan dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

“Ini bukan soal hari ini, tapi dampaknya ke depan. Dan saya tidak akan berhenti sampai praktik-praktik seperti ini benar-benar dihentikan,” pungkasnya.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Hujan Turun: Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

    Ketika Hujan Turun: Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Hujan merupakan rahmat dan berkah dari Allah SWT. Dalam ajaran Islam, turunnya hujan bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga momen istimewa yang mengandung keberkahan dan doa yang mustajab. Rasulullah SAW banyak mencontohkan doa dan amalan yang bisa dilakukan saat hujan turun. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam yang berpijak pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, turut […]

  • Pseudo-Ramadan

    Pseudo-Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Ramadan akan segera berlalu. Bagai seorang perempuan, Ramadan tampak anggun dan suci. Ramadan cermin dari sebuah cahaya yang menyinari jiwa yang membutuhkan cahaya. Hanya jiwa yang suci yang dapat diterangi cahaya itu. Dalam Ramadan berisi deretan ritus persembahan bagi yang merasa harus menyembah. Salah satu aktifitas itu adalah puasa. Bukan saja untuk menahan haus dan […]

  • PPPK Terancam? Wali Kota Gorontalo Buka Suara, Ini Jaminannya

    PPPK Terancam? Wali Kota Gorontalo Buka Suara, Ini Jaminannya

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kekhawatiran tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terkait kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mulai dirasakan di berbagai daerah. Isu pengurangan belanja pegawai memicu kecemasan akan nasib ribuan tenaga PPPK, termasuk di Kota Gorontalo. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, akhirnya buka suara pada Senin, 30 Maret 2026. Ia menegaskan […]

  • Yahudi, Sanksi Sosial dan Migrasi

    Yahudi, Sanksi Sosial dan Migrasi

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Saat ini, sedang ramai soal fenomena kekinian yang sedang menjadi perdebatan publik terkait dengan Goyang THR. Ada yang berpendapat “ini kan cuma hiburan”, “bolo samua ngoni mo protes”, “kalo suka beken”, dan “ngga beda ini torang pe niat dengan goyang lo Yahudi yang ngoni tuduhkan”. Ada juga sebagian kalangan berpendapat berbeda dan terkesan tidak menyetujui […]

  • Dakwah dengan Akhlak, Bukan Amarah: Pesan KH. Hasyim Asy’ari yang Relevan Hingga Kini Play Button

    Dakwah dengan Akhlak, Bukan Amarah: Pesan KH. Hasyim Asy’ari yang Relevan Hingga Kini

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 518
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bagaimana seharusnya Islam hadir di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya menjalankan syariat? Pertanyaan inilah yang menjadi pokok bahasan dalam sebuah pengajian yang digelar secara mendadak dan disiarkan melalui kanal youtube NUtizen Televisi, pada dua tahun yang lalu. Pengajian tersebut disampaikan oleh KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo sekaligus Pengurus Lembaga […]

  • Neraca di Balik Peluru: Mengukur Efisiensi Akuntansi Perang Iran, AS, dan Israel

    Neraca di Balik Peluru: Mengukur Efisiensi Akuntansi Perang Iran, AS, dan Israel

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Angca Aldafa
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah sering kali diukur dari intensitas pertempuran atau kerugian infrastruktur yang terpampang di permukaan media. Namun, dalam perspektif akuntansi pemerintahan, dampak sesungguhnya terletak pada kemampuan negara dalam mencatat, mengklasifikasikan, dan mempertanggungjawabkan beban fiskal yang ditimbulkan. Angka pengeluaran langsung mulai dari pengadaan alutsista, logistik tempur, hingga rehabilitasi wilayah terdampak hanyalah representasi […]

expand_less