Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Raport Merah Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan

  • account_circle Rahmat Hidayat
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 1.371
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun, hingga hampir berakhirnya masa kepengurusan saat ini, banyak pihak menilai bahwa PKC PMII Sulawesi Selatan belum mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan organisasi. Alih-alih menghadirkan kemajuan, yang terlihat justru stagnasi gerakan yang menyebabkan menurunnya gairah kaderisasi dan minimnya inovasi organisasi. Hubungan koordinatif antara PKC dengan cabang-cabang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga banyak persoalan organisasi di tingkat bawah yang tidak memperoleh perhatian yang memadai.

Program-program yang dihadirkan selama periode kepengurusan ini pun dinilai hanya sebatas menggugurkan kewajiban administratif. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan cenderung bersifat seremonial dan formalitas tanpa meninggalkan dampak yang nyata bagi penguatan organisasi. Tidak terlihat adanya program yang benar-benar dirancang untuk menjawab kebutuhan kader ataupun memperkuat posisi PMII Sulawesi Selatan dalam menjawab tantangan zaman. Kegiatan yang dilaksanakan seolah hanya untuk memenuhi agenda rutin tahunan, tanpa adanya evaluasi mendalam mengenai manfaat dan keberlanjutannya.

Ironisnya, hingga saat ini belum terlihat satu pun program unggulan yang dapat menjadi identitas atau legacy kepengurusan. Sebuah periode kepemimpinan idealnya meninggalkan warisan berupa sistem, budaya organisasi, ataupun inovasi gerakan yang dapat diteruskan oleh generasi berikutnya. Namun, pada periode ini, banyak kader justru kesulitan menemukan capaian yang dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan kepemimpinan ketua PKC Sulawesi Selatan. Akumulasi dari seluruh program yang dijalankan masih jauh dari harapan kader yang menginginkan organisasi ini tumbuh lebih progresif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Tidak berlebihan jika banyak kader kemudian menilai bahwa kepengurusan PKC PMII Sulawesi Selatan periode ini merupakan salah satu periode terburuk dalam sejarah organisasi. Penilaian tersebut lahir bukan karena sentimen personal, melainkan sebagai bentuk evaluasi terhadap realitas yang dirasakan oleh banyak kader di berbagai cabang. Indikasi paling nyata terlihat dari sosok pemimpin organisasi yang diibaratkan “walayamutu walayahya”, antara ada dan tiada. Kehadirannya tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap dinamika organisasi, sementara ketidakhadirannya pun seolah tidak mengubah keadaan. Analogi tersebut menjadi gambaran atas lemahnya kepemimpinan yang dirasakan oleh kader dan minimnya kemampuan untuk mengonsolidasikan seluruh potensi organisasi.

Atas dasar kondisi tersebut, kami Pengurus Cabang PMII Barru menyatakan tidak sudi dipimpin oleh Ketua PKC yang tidak menunjukkan arah kepemimpinan yang jelas dan terkesan melepaskan tanggung jawab terhadap organisasi. Sikap ini bukanlah bentuk penolakan terhadap institusi PKC PMII Sulawesi Selatan, melainkan bentuk kecintaan terhadap organisasi agar tetap berjalan sesuai dengan cita-cita perjuangan dan nilai-nilai kaderisasi PMII. Oleh karena itu, menjelang pelaksanaan Konferensi Koordinator Cabang (Konkorcab), PMII Cabang Barru dengan tegas menyatakan “menolak pertanggungjawaban Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan”, sebagai bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan evaluasi yang objektif dan mendorong lahirnya kepemimpinan yang lebih bertanggung jawab di masa yang akan datang.

Penulis : Bendahara Umum PC PMII Barru

  • Penulis: Rahmat Hidayat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Halalbihalal PP As’adiyah NU: Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyyah, dan Basyariyah

    Halalbihalal PP As’adiyah NU: Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyyah, dan Basyariyah

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Direktur PD Pontren Kemenag RI, Basnang Said, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga tradisi dan budaya melalui silaturahmi, salah satunya lewat halalbihalal. Ia menyebut tradisi ini sebagai bentuk nyata pribumisasi Islam yang mampu menyatukan nilai agama dengan kearifan lokal. “Halalbihalal menjadi bukti bahwa Islam dapat berjalan selaras dengan budaya. Ini adalah wujud ketaatan beragama yang dikemas […]

  • PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 324
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Kisruh di PBNU bukan hal mengejutkan. NU sejak dulu hidup dengan perdebatan. Organisasi sebesar ini wajar kalau penuh pandangan, ego, dan aspirasi. Tapi kisruh kali ini berbeda: ia terjadi di era digital—era ketika gesekan kecil langsung berubah jadi tontonan nasional sebelum ada kesempatan […]

  • Kelompok “Terorisme” di Pohuwato; Kesalahan Kita Bersama

    Kelompok “Terorisme” di Pohuwato; Kesalahan Kita Bersama

    • calendar_month Minggu, 29 Nov 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Hari Jumat tanggal 27 November 2020, Gorontalo untuk kesekian kalinya dikagetkan dengan berita penangkapan oleh Densus 88 terhadaap 7 orang terduga teroris di Kabupaten Pohuwato (Kecamatan Buntulia dan Randangan). Betapa tidak, Gorontalo yang dikenal dengan daerah “Serambi Madinah” yang memiliki falsafah hidup “Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah” harus menelan pil pahit atas kejadian ini. […]

  • Ketua Badko HMI Sumut Mengaku Diteror Usai Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    Ketua Badko HMI Sumut Mengaku Diteror Usai Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Meski demikian, Yusril menegaskan tidak akan gentar menghadapi tekanan tersebut. Ia menyatakan tetap berkomitmen mengawal kasus yang menimpa Andri Yunus. “Saya tidak pernah takut terhadap bentuk teror apa pun. Kami berdiri bersama Andri Yunus untuk mencari keadilan dan kebenaran,” tegasnya. Yusril juga menyayangkan adanya upaya pembungkaman terhadap ruang diskusi publik. Menurutnya, forum diskusi merupakan bagian […]

  • Kecelakaan Adu Banteng di KM 58 Samarinda–Bontang, Korban Sempat Terjebak di Dalam Mobil

    Kecelakaan Adu Banteng di KM 58 Samarinda–Bontang, Korban Sempat Terjebak di Dalam Mobil

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 339
    • 0Komentar

    nulondalo.com–  Kecelakaan lalu lintas terjadi di KM 58 jalur Samarinda–Bontang, Kalimantan Timur, pada Minggu (1/3/2026). Dua mobil, masing-masing berwarna hitam dan perak, terlibat tabrakan adu banteng dengan kondisi kendaraan mengalami kerusakan parah. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan bagian depan kedua mobil ringsek berat. Sejumlah korban tampak terjebak di dalam kendaraan dan harus dievakuasi […]

  • Jejak Anggaran Tak Terlihat: Mengapa Dampak APBN Sulit Dirasakan Masyarakat?

    Jejak Anggaran Tak Terlihat: Mengapa Dampak APBN Sulit Dirasakan Masyarakat?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Hanifa Aulia
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Di atas kertas, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selalu tampak menjanjikan. Angkanya besar, programnya luas, dan tujuannya jelas: meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, di lapangan, banyak warga justru merasa dampaknya “jauh” dari kehidupan sehari-hari. Pertanyaan yang sering muncul sederhana tapi mengganggu: kalau anggaran negara terus meningkat, kenapa hidup masih terasa sulit? Isu ini kembali hangat […]

expand_less