Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Raport Merah Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan

  • account_circle Rahmat Hidayat
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 1.306
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun, hingga hampir berakhirnya masa kepengurusan saat ini, banyak pihak menilai bahwa PKC PMII Sulawesi Selatan belum mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan organisasi. Alih-alih menghadirkan kemajuan, yang terlihat justru stagnasi gerakan yang menyebabkan menurunnya gairah kaderisasi dan minimnya inovasi organisasi. Hubungan koordinatif antara PKC dengan cabang-cabang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga banyak persoalan organisasi di tingkat bawah yang tidak memperoleh perhatian yang memadai.

Program-program yang dihadirkan selama periode kepengurusan ini pun dinilai hanya sebatas menggugurkan kewajiban administratif. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan cenderung bersifat seremonial dan formalitas tanpa meninggalkan dampak yang nyata bagi penguatan organisasi. Tidak terlihat adanya program yang benar-benar dirancang untuk menjawab kebutuhan kader ataupun memperkuat posisi PMII Sulawesi Selatan dalam menjawab tantangan zaman. Kegiatan yang dilaksanakan seolah hanya untuk memenuhi agenda rutin tahunan, tanpa adanya evaluasi mendalam mengenai manfaat dan keberlanjutannya.

Ironisnya, hingga saat ini belum terlihat satu pun program unggulan yang dapat menjadi identitas atau legacy kepengurusan. Sebuah periode kepemimpinan idealnya meninggalkan warisan berupa sistem, budaya organisasi, ataupun inovasi gerakan yang dapat diteruskan oleh generasi berikutnya. Namun, pada periode ini, banyak kader justru kesulitan menemukan capaian yang dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan kepemimpinan ketua PKC Sulawesi Selatan. Akumulasi dari seluruh program yang dijalankan masih jauh dari harapan kader yang menginginkan organisasi ini tumbuh lebih progresif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Tidak berlebihan jika banyak kader kemudian menilai bahwa kepengurusan PKC PMII Sulawesi Selatan periode ini merupakan salah satu periode terburuk dalam sejarah organisasi. Penilaian tersebut lahir bukan karena sentimen personal, melainkan sebagai bentuk evaluasi terhadap realitas yang dirasakan oleh banyak kader di berbagai cabang. Indikasi paling nyata terlihat dari sosok pemimpin organisasi yang diibaratkan “walayamutu walayahya”, antara ada dan tiada. Kehadirannya tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap dinamika organisasi, sementara ketidakhadirannya pun seolah tidak mengubah keadaan. Analogi tersebut menjadi gambaran atas lemahnya kepemimpinan yang dirasakan oleh kader dan minimnya kemampuan untuk mengonsolidasikan seluruh potensi organisasi.

Atas dasar kondisi tersebut, kami Pengurus Cabang PMII Barru menyatakan tidak sudi dipimpin oleh Ketua PKC yang tidak menunjukkan arah kepemimpinan yang jelas dan terkesan melepaskan tanggung jawab terhadap organisasi. Sikap ini bukanlah bentuk penolakan terhadap institusi PKC PMII Sulawesi Selatan, melainkan bentuk kecintaan terhadap organisasi agar tetap berjalan sesuai dengan cita-cita perjuangan dan nilai-nilai kaderisasi PMII. Oleh karena itu, menjelang pelaksanaan Konferensi Koordinator Cabang (Konkorcab), PMII Cabang Barru dengan tegas menyatakan “menolak pertanggungjawaban Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan”, sebagai bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan evaluasi yang objektif dan mendorong lahirnya kepemimpinan yang lebih bertanggung jawab di masa yang akan datang.

Penulis : Bendahara Umum PC PMII Barru

  • Penulis: Rahmat Hidayat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khutbah Jumat : Kemenangan Hanya Dapat Diraih dengan Persatuan

    Khutbah Jumat : Kemenangan Hanya Dapat Diraih dengan Persatuan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 345
    • 0Komentar

    بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، وتقبل مني ومنكم تلاوته، إنه هو السميع العليم KHUTBAH KEDUA الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله أما بعد، فيا […]

  • Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Oleh : Riskiyawan Hasan Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Maluku Utara disuguhi berbagai “klarifikasi” yang disampaikan Gubernur Maluku Utara melalui podcast, media nasional da berbagai saluran digital lainnya. Sekilas, langkah itu terlihat seperti usaha untuk memperbaiki pandangan publik. Namun jika dilihat dalam perspektif komunikasi politik, situasi ini lebih tepat dipahami munculnya apa yang kemudian disebut […]

  • PPPK Terancam? Wali Kota Gorontalo Buka Suara, Ini Jaminannya

    PPPK Terancam? Wali Kota Gorontalo Buka Suara, Ini Jaminannya

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Ia menekankan bahwa kunci utama agar kebijakan efisiensi tidak berdampak pada pegawai adalah kemampuan daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam hal ini, ia menyebut para pengelola dan penggerak PAD sebagai elemen vital dalam menjaga ketahanan fiskal. “Kalau PAD kita kuat, kita tidak akan terlalu terdampak,” tambahnya. Lebih jauh, Adhan mengingatkan bahwa PPPK bukan […]

  • Menjelaskan “Makuta Ilmu” Tanpa Menyesatkan: Kritik atas Kritik Tarmizi Abbas

    Menjelaskan “Makuta Ilmu” Tanpa Menyesatkan: Kritik atas Kritik Tarmizi Abbas

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Donald Qomaidiasyah Tungkagi
    • visibility 1.160
    • 0Komentar

    Kembali ke topik, setelah membaca tulisan Tarmizi, saya menemukan sejumlah kelemahan mendasar dalam cara pandang memahami konstruksi epistemologi paradigma “Makuta Ilmu”. Setidaknya, terdapat tiga kelemahan fundamental dalam kritik tersebut: pertama, problematik dalam mengkritisi kontruksi epistemologi dengan historiografi; kedua, gagal memahami integrasi epistemologi-paradigmatik; dan ketiga, ironi menawarkan epistemologi kolonial. Tulisan ini akan membongkar tiga kelemahan fundamental […]

  • Supremasi Sipil: Sebuah Refleksi Tentang Realitas dan Harapan

    Supremasi Sipil: Sebuah Refleksi Tentang Realitas dan Harapan

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Di banyak tempat, kita sering mendengar narasi tentang supremasi sipil, sebuah konsep di mana masyarakat sipil—atau masyarakat yang bebas dari pengaruh langsung negara atau militer—dianggap sebagai entitas yang memegang kendali atas jalannya pemerintahan. Idealnya, masyarakat sipil adalah ruang di luar struktur formal negara, tempat kebebasan berkembang dan hak-hak individu dihargai. Namun, bagaimana jika kenyataannya tidak […]

  • Sabilul Alif: MTQ Imam Masjid Banten Lahirkan Imam Profesional Menuju IGIC 2026

    Sabilul Alif: MTQ Imam Masjid Banten Lahirkan Imam Profesional Menuju IGIC 2026

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sabilul Alif juga menyampaikan apresiasi kepada Hj. Helmi Halimatul Udhmah selaku Pengawas Dewan Hakim, seluruh dewan hakim, panitia, dan semua pihak yang telah mengawal pelaksanaan MTQ secara profesional sehingga mampu melahirkan imam-imam terbaik yang diharapkan menjadi teladan di tengah masyarakat. Bagian dari Gerakan Nasional Menuju IGIC 2026 Sebelum MTQ digelar, rangkaian Bridging to International Grand […]

expand_less