Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

  • account_circle Fadhil Hadju
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 246
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hak untuk hidup dan memenuhi kebutuhan hidup perlu jadi perhatian khusus oleh pemerintah. Tentu ini tertuang dalam pilar berbangsa dan bernegara di Indonesia. Konsep UBI ini bukan sekedar utopia. Iran, seperti yang dibahas dalam buku itu, telah menerapkan konsep pemenuhan kebutuhan dasar ini. Namun, tentu jika ingin diterapkan perlu kajian yang berbasis riset dan meninjau kondisi sosial-ekonomi dan literasi di masyarakat. Terutama perihal literasi ekonomi.

Masih dalam buku Reset Indonesia. Pada bab tiga dibahas perihal ekonomi berbasis lingkungan. Maksudnya, pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan. Saya teringat dengan satu kutipan. Kutipan yang diucap oleh mantan Presiden RI, K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur). “Perdamaian tanpa keadilan, adalah ilusi”. Termasuk dengan keadilan untuk memperoleh sumber daya alam yang layak. Salah satunya air.

Air seringkali kita anggap remeh. Padahal, Vandana Shiva, Aktivis lingkungan asal India mengungkapkan betapa pentingnya air bagi kehidupan manusia. Ia mencontohkannya pada Sungai Gangga. Sungai yang dianggap suci ini, dulunya sumber penghidupan masyarakat India. Namun, sekarang sangat tercemar. Tidak layak untuk dikonsumsi. Begitu pun di negara ini. Dhandy, dalam buku ini menanyakan tentang hal sederhana, “mengapa di negara ini, kita tidak bisa minum air langsung dari keran?”. Dari analisis dan pengalaman di lapangan mereka menjabarkan persoalan itu dalam buku mereka.

Dalam bab empat, diangkat judul “Alam Terkembang Jadi Guru”. Di sini pembaca akan disuguhkan beberapa tulisan tentang kesadaran untuk membangun literasi dari alam. Belajar dari alam adalah intinya. Alam Indonesia, sejak dulu menjadi subjek penelitian dari berbagai kalangan. Seperti yang ditulis oleh Alfred Russel Wallace, Naturalis asal Inggris. Dari karyanya, The Malay Archipelago mengilhami Charles Darwin dalam teori evolusi, sehingga lahir magnum opus The Origin of Species. Oleh karena itu, sebagai warga negara yang lahir dan tumbuh di daerah yang kaya ini, baiknya kita belajar dari alam, cara mengelolanya dengan baik, dan menjaganya agar dapat dirasakan hingga beratus, bahkan beribu tahun kedepan.

Tidak melulu membahas perihal hutan, gunung, dan lingkungan. Dalam buku ini, pada bab lima, mereka membahas tentang pentingnya tata kelola kota. Salah satunya konsep kota taman. Dalam pemahaman sederhana saya, maksud dari para penulis buku ini, terutama perihal kota taman, yaitu, kota perlu adanya taman. Tujuannya untuk memberi ruang nafas bagi alam dan kita sebagai manusia. Setidaknya untuk memperoleh udara yang sehat.

Pada bab enam, judulnya “Reset Indonesia”. Konsep-konsep yang ditawarkan radikal. Radikal yang saya maksud adalah menggali sampai ke akarnya (radiks). Seperti perihal partai nasional. Di mana, seringkali terbilang elitis, menurut penulisnya. Mereka menawarkan konsep partai lokal, seperti di Aceh yang melahirkan Muzakir Manaf (Mualem) sebagai Gubernur yang disukai dan dikehendaki masyarakatnya.

Diakhir buku Reset Indonesia ini, ditutup dengan tulisan dari dua jurnalis muda : generasi milenial dan generasi Z. Cita-cita dan harapan akan bangkitnya bangsa ini menjadi lebih baik digantungkan di situ. Saya juga punya keinginan seperti mereka. Bangsa yang terlalu besar ini harus kita cintai dengan cinta yang besar pula. Seperti para Bapak Pendiri Bangsa ini. Sebagaimana dalam buku ini, para penulis sering mengutip pokok-pokok pikiran pendiri bangsa kita, Mohammad Hatta (Bung Hatta). Maka saya ingin menaruh satu kutipannya di sini.

“Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat.”

  • Penulis: Fadhil Hadju

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkuak! Kurir Kepercayaan Ko Erwin Ditangkap, Jaringan Sabu 1 Kg Dibongkar Bareskrim

    Terkuak! Kurir Kepercayaan Ko Erwin Ditangkap, Jaringan Sabu 1 Kg Dibongkar Bareskrim

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Dari hasil pemeriksaan awal, peran Patrisius tidak bisa dianggap remeh. Ia bukan sekadar kurir biasa, melainkan bagian dari jalur distribusi strategis yang sudah beroperasi sejak 2024 hingga 2025. Pengakuannya membuka tabir modus licin yang digunakan jaringan Ko Erwin. Dalam salah satu aksinya pada November 2025, Patrisius mengambil sabu seberat sekitar 1 kilogram di sebuah hotel […]

  • Rajab dan Kepulangan yang Sunyi: Bayi, Pohon, dan Rahmat Tuhan Play Button

    Rajab dan Kepulangan yang Sunyi: Bayi, Pohon, dan Rahmat Tuhan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Rajab selalu datang dengan sunyi yang disengaja. Ia tidak meminta sorak, hanya ruang untuk merenung. Di bulan inilah sebuah budaya tentang kematian bayi di Toraja yang belum tumbuh gigi dan “dipulangkan” ke pohon mengajak kita menimbang ulang makna hidup, iman, dan kemanusiaan. Rajab adalah bulan yang tidak riuh. Ia berdiri tenang di antara kalender hijriah, […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Ibrahim: Demi NU Agar Berdaya di Bidang Ekonomi

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Ibrahim: Demi NU Agar Berdaya di Bidang Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo secara resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) di Kantor PWNU Gorontalo, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam mendorong kemandirian ekonomi umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah. Ketua PWNU Gorontalo, H. Ibrahim Sore, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, Pekan Ekonomi […]

  • Dana Peliputan Media MTQ Maros Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Pembayaran dan Nama ASN dalam Daftar Penerima

    Dana Peliputan Media MTQ Maros Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Pembayaran dan Nama ASN dalam Daftar Penerima

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Maros telah berlalu. Namun, penggunaan anggaran untuk peliputan media dalam kegiatan tersebut kini menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan terkait transparansi realisasi anggaran serta laporan pertanggungjawaban (LPJ). Informasi yang dihimpun menyebutkan, anggaran peliputan media dalam kegiatan MTQ diduga mencapai sekitar Rp30 juta, dengan keterlibatan kurang lebih 30 […]

  • Cegah Perkawinan Anak, Wagub Gorontalo Dorong Generasi Sehat dan Bebas Stunting

    Cegah Perkawinan Anak, Wagub Gorontalo Dorong Generasi Sehat dan Bebas Stunting

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Upaya menekan angka stunting di Provinsi Gorontalo tidak bisa dilepaskan dari persoalan perkawinan anak. Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan Perkawinan Anak dan Penurunan Stunting yang digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Gorontalo, Kamis (18/12/2025). Dalam sambutannya, […]

  • Pribumisasi: Metode Berpikir Gus Dur

    Pribumisasi: Metode Berpikir Gus Dur

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Catatan dari Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Penulis Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Bagaimana memahami Gus Dur jika kita tak pernah bertemu dengannya? Bagaimana generasi sekarang dapat mendaurulang cara berpikirnya? Warisan Gus Dur sesungguhnya bukan sekedar gagasan, humor, atau praktik terbaik, melainkan metode berpikir yang bisa diterapkan hingga […]

expand_less