Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

  • account_circle Fadhil Hadju
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 141
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hak untuk hidup dan memenuhi kebutuhan hidup perlu jadi perhatian khusus oleh pemerintah. Tentu ini tertuang dalam pilar berbangsa dan bernegara di Indonesia. Konsep UBI ini bukan sekedar utopia. Iran, seperti yang dibahas dalam buku itu, telah menerapkan konsep pemenuhan kebutuhan dasar ini. Namun, tentu jika ingin diterapkan perlu kajian yang berbasis riset dan meninjau kondisi sosial-ekonomi dan literasi di masyarakat. Terutama perihal literasi ekonomi.

Masih dalam buku Reset Indonesia. Pada bab tiga dibahas perihal ekonomi berbasis lingkungan. Maksudnya, pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan. Saya teringat dengan satu kutipan. Kutipan yang diucap oleh mantan Presiden RI, K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur). “Perdamaian tanpa keadilan, adalah ilusi”. Termasuk dengan keadilan untuk memperoleh sumber daya alam yang layak. Salah satunya air.

Air seringkali kita anggap remeh. Padahal, Vandana Shiva, Aktivis lingkungan asal India mengungkapkan betapa pentingnya air bagi kehidupan manusia. Ia mencontohkannya pada Sungai Gangga. Sungai yang dianggap suci ini, dulunya sumber penghidupan masyarakat India. Namun, sekarang sangat tercemar. Tidak layak untuk dikonsumsi. Begitu pun di negara ini. Dhandy, dalam buku ini menanyakan tentang hal sederhana, “mengapa di negara ini, kita tidak bisa minum air langsung dari keran?”. Dari analisis dan pengalaman di lapangan mereka menjabarkan persoalan itu dalam buku mereka.

Dalam bab empat, diangkat judul “Alam Terkembang Jadi Guru”. Di sini pembaca akan disuguhkan beberapa tulisan tentang kesadaran untuk membangun literasi dari alam. Belajar dari alam adalah intinya. Alam Indonesia, sejak dulu menjadi subjek penelitian dari berbagai kalangan. Seperti yang ditulis oleh Alfred Russel Wallace, Naturalis asal Inggris. Dari karyanya, The Malay Archipelago mengilhami Charles Darwin dalam teori evolusi, sehingga lahir magnum opus The Origin of Species. Oleh karena itu, sebagai warga negara yang lahir dan tumbuh di daerah yang kaya ini, baiknya kita belajar dari alam, cara mengelolanya dengan baik, dan menjaganya agar dapat dirasakan hingga beratus, bahkan beribu tahun kedepan.

Tidak melulu membahas perihal hutan, gunung, dan lingkungan. Dalam buku ini, pada bab lima, mereka membahas tentang pentingnya tata kelola kota. Salah satunya konsep kota taman. Dalam pemahaman sederhana saya, maksud dari para penulis buku ini, terutama perihal kota taman, yaitu, kota perlu adanya taman. Tujuannya untuk memberi ruang nafas bagi alam dan kita sebagai manusia. Setidaknya untuk memperoleh udara yang sehat.

Pada bab enam, judulnya “Reset Indonesia”. Konsep-konsep yang ditawarkan radikal. Radikal yang saya maksud adalah menggali sampai ke akarnya (radiks). Seperti perihal partai nasional. Di mana, seringkali terbilang elitis, menurut penulisnya. Mereka menawarkan konsep partai lokal, seperti di Aceh yang melahirkan Muzakir Manaf (Mualem) sebagai Gubernur yang disukai dan dikehendaki masyarakatnya.

Diakhir buku Reset Indonesia ini, ditutup dengan tulisan dari dua jurnalis muda : generasi milenial dan generasi Z. Cita-cita dan harapan akan bangkitnya bangsa ini menjadi lebih baik digantungkan di situ. Saya juga punya keinginan seperti mereka. Bangsa yang terlalu besar ini harus kita cintai dengan cinta yang besar pula. Seperti para Bapak Pendiri Bangsa ini. Sebagaimana dalam buku ini, para penulis sering mengutip pokok-pokok pikiran pendiri bangsa kita, Mohammad Hatta (Bung Hatta). Maka saya ingin menaruh satu kutipannya di sini.

Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat.

  • Penulis: Fadhil Hadju

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Tempuh Jalur Ekstrem Evakuasi Korban ATR 42-500

    Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Tempuh Jalur Ekstrem Evakuasi Korban ATR 42-500

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS-PANGKEP — Proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan menempuh jalur ekstrem yang selama ini hanya digunakan oleh warga setempat. Hal itu disampaikan Asisten Perencanaan Kodam (Asrendam) XIV/Hasanuddin, Kolonel Infanteri Abi Kusnianto, saat ditemui di lokasi PoskoAJU, Desa […]

  • Aliansi Anak Muda Nahdliyyin Maluku Utara Tuntut Bebaskan 11 aktivis Pejuang Lingkungan dan Cabut IUP PT Position

    Aliansi Anak Muda Nahdliyyin Maluku Utara Tuntut Bebaskan 11 aktivis Pejuang Lingkungan dan Cabut IUP PT Position

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Aliansi Anak Muda Nahdliyin Maluku Utara menggelar aksi demonstrasi pada Selasa (3/6), menuntut pembebasan 11 warga Maba Sangaji yang ditahan oleh Polda Maluku Utara serta pencabutan izin tambang PT Position yang dianggap menyerobot lahan masyarakat adat dan merusak lingkungan. Selasa, 3 Juni 2025. Aksi dimulai sekitar pukul 13.20 WIT dengan titik kumpul di depan lankmart […]

  • Polemik NU Gorontalo Kembali Mencuat, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mengemuka

    Polemik NU Gorontalo Kembali Mencuat, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mengemuka

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 72
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polemik di tubuh Nahdlatul Ulama Gorontalo tampaknya belum juga mereda. Dari catatan yang dihimpun redaksi, sejumlah persoalan internal terus bermunculan di organisasi para ulama di ujung utara Pulau Sulawesi tersebut. Beberapa polemik yang sempat mencuat di antaranya pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) yang disebut-sebut berlangsung secara “diam-diam” di Kota Gorontalo, Konfercab di Kabupaten Boalemo […]

  • Pasar Masuk Angin

    Pasar Masuk Angin

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle  Dr. Muhammad Aras Prabowo
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Di negeri yang katanya ramah, religius, dan gemar musyawarah ini, ekonomi ternyata juga punya perasaan. Ia bisa senang, bisa sedih, dan rupanya juga bisa kaget sampai masuk angin. Buktinya, ketika keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, resmi ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), pasar langsung demam. Rupiah menggigil, IHSG meriang, dan investor asing mendadak […]

  • Presiden Prabowo Konsolidasikan Tokoh Bangsa di Istana, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dinamika Global

    Presiden Prabowo Konsolidasikan Tokoh Bangsa di Istana, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dinamika Global

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 207
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah terus memperkuat konsolidasi nasional dalam merespons dinamika global yang kian kompleks. Melalui pertemuan lintas generasi pemimpin dan pimpinan partai politik di Istana Jakarta, Presiden indonesia president 2024 menegaskan pentingnya kesatuan sikap serta kesiapsiagaan nasional demi menjaga stabilitas dan keamanan negara, Selasa (3/3/2026). Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa […]

  • Layanan Imigrasi Menunjang Terbentuknya Embarkasi Haji Gorontalo

    Layanan Imigrasi Menunjang Terbentuknya Embarkasi Haji Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo, – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan layanan imigrasi dan pemasyarakatan di daerah. Hal ini disampaikannya saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di Kantor Imigrasi Kelas I Gorontalo, Senin (30/6/2025). Kehadirannya menjadi momentum penting dalam mempercepat reformasi kelembagaan dan pelayanan publik, khususnya di sektor keimigrasian […]

expand_less