Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pemkab Maros Mulai Bersihkan Material Jembatan Haji Bohari 2 Desember

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 129
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com, Maros– Pemerintah Kabupaten Maros memastikan proses pembersihan material Jembatan Haji Bohari di Dusun Pakere, Desa Bontotallasa, Kecamatan Simbang, akan dimulai pada 2 Desember 2025. Langkah ini ditempuh setelah struktur jembatan tersebut ambruk dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga yang masih beraktivitas di sekitar lokasi.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan bahwa pembersihan menjadi tahapan paling krusial sebelum masuk ke proses rekonstruksi menyeluruh.

“Kalau tidak dibersihkan, banyak hal bisa terjadi. Siapa yang mau tanggung jawab kalau masih ada warga menggunakan jembatan yang rawan?” ujarnya, Senin (01/12/2025).

Menurut Chaidir, material jembatan yang dibiarkan menumpuk berisiko menghambat aliran sungai, terutama ketika hujan deras membawa batang pohon besar. Kondisi tersebut dapat memicu banjir dan kerusakan tambahan di wilayah sekitar.

Ia meminta warga bersabar dan memahami alur kerja penanganan.

“Setelah pembersihan, barulah fondasi dibangun,” tambahnya.

Usulan Jembatan Darurat Ditolak Demi Keselamatan

Chaidir mengungkapkan adanya usulan pembangunan jembatan darurat dari sejumlah pihak. Namun, usulan itu ditolak Pemkab karena pertimbangan keamanan.

“Masih ada akses lain lewat Allatengae dan Tanralili. Siapa yang menjamin keamanan jembatan darurat? Kami utamakan keselamatan warga,” tegasnya.

Ia juga menyebut penggunaan jembatan darurat pada malam hari sangat berisiko, sehingga opsi tersebut tidak akan diambil.

Akses Pendidikan Dijamin, Siswa Akan Dipindahkan Sementara

Untuk memastikan aktivitas pendidikan tidak terganggu, Pemkab Maros kini memetakan sekolah-sekolah terdekat. Siswa yang terdampak runtuhnya jembatan akan dipindahkan sementara ke sekolah lain agar tidak melintasi area yang dinilai berbahaya.

Rekonstruksi Butuh Rp25 Miliar, Multiyears Dimulai 2026

Rekonstruksi Jembatan Haji Bohari diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp25 miliar. Pembangunan akan dimulai 2026 dengan fokus pada pekerjaan fondasi melalui skema multiyears dan diprediksi rampung dalam 3–4 tahun.

Pemkab Maros juga telah mengusulkan dukungan anggaran ke pemerintah pusat.

“Semoga bisa diintervensi karena jembatan ini vital untuk akses anak sekolah,” jelas Chaidir.

Dinas PUTRPP: Risiko Kecelakaan Besar Jika Warga Nekat Melintas

Kabid Bina Marga Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alif Husnaeni, menegaskan pentingnya pembongkaran material yang tersisa demi mencegah penyumbatan aliran sungai dan potensi kecelakaan.

“Risiko kecelakaan sangat besar jika masyarakat masih nekat melewati jembatan yang sudah ambruk,” katanya.

Ia menambahkan bahwa anggaran penanganan awal sebesar Rp3 miliar sudah disiapkan untuk tahun 2026. Sisanya akan dibangun bertahap sembari menunggu hasil usulan bantuan ke pemerintah pusat.

“Proposal permohonan bantuan sudah diajukan. Mudah-mudahan ada hasil baik dari Kementerian PUPR dan kementerian terkait lainnya,” tutupnya.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Ketok Perda Pertanggungjawaban APBD 2024

    DPRD Ketok Perda Pertanggungjawaban APBD 2024

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 untuk menjadi perda. Hal tersebut dibahas pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo ke-28, Selasa (8/7/2025). “Alhamdulillah, antara tim anggaran pemerintah dan badan anggaran serta para anggota dewan yang terhormat, kita bersepakat bahwa […]

  • Pembelajaran Online dan Dinamikanya

    Pembelajaran Online dan Dinamikanya

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Di tengah arus digitalisasi yang semakin deras, pembelajaran online tidak lagi relevan diperdebatkan pada level “perlu atau tidak”. Ia telah menjelma menjadi bagian dari infrastruktur pendidikan itu sendiri. Persoalannya kini bergeser: bukan lagi soal menerima atau menolak, melainkan bagaimana menempatkannya secara tepat agar tidak kehilangan ruh pendidikan. Di titik ini, kita berhadapan dengan dilema klasik—antara […]

  • Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

    Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan, kita melihat berbagai flyer, poster dan baliho, bertengger di sudut-sudut kota. Papan-papan iklan itu menampilkan wajah dari para elit yang tersenyum sumringah, mengenakan setelan jas atau baju koko, sarung, bahkan lengkap latar belakang partai politik yang memayungi mereka. Di tengah papan-papan iklan itu, tertulis ucapan menyambut Ramadan. Namun setelah dipikir-pikir, […]

  • Melihat yang Tak Terlihat Ala Gus Dur: Catatan tentang Politik, Agama, dan Jaringan Kekuasaan

    Melihat yang Tak Terlihat Ala Gus Dur: Catatan tentang Politik, Agama, dan Jaringan Kekuasaan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Ada satu kebiasaan intelektual yang menarik dari Abdurrahman Wahid ketika membaca peristiwa politik. Ia tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu hanya dari apa yang tampak di permukaan. Dalam tulisannya “Iran yang Tidak Saya Lihat”, Gus Dur justru memulai dari sebuah pengakuan yang sederhana: ia tidak berada di Iran, tidak menyaksikan langsung gejolak yang sedang berlangsung di sana. […]

  • M. Akhwandany Uar dan Rahmat Sumarlin Terpilih Nahkodai Constitutional Law Study Yogyakarta

    M. Akhwandany Uar dan Rahmat Sumarlin Terpilih Nahkodai Constitutional Law Study Yogyakarta

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Yogyakarta – Musyawarah Constitutional Law Study (CLS) Yogyakarta kembali digelar demi mencari kepemimpinan baru lembaga hukum ketatanegaraan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 27 Februari 2026. Hasil dari Musyawarah yang dilakukan oleh anggota Constitutional law study (CLS) Yogyakarta yakni terpilihnya Saudara muhammad Akhwandany Uar sebagai Direktur periode 2026-2028 dan Saudara Rahmat Sumarlin Maate sebagai Sekretaris 2026-2028. Terpilihnya […]

  • GUSDURian Makassar dan Bawaslu Sulsel Gelar Bincang Demokrasi Bahas Tantangan Gen Z di Era Digital

    GUSDURian Makassar dan Bawaslu Sulsel Gelar Bincang Demokrasi Bahas Tantangan Gen Z di Era Digital

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Makassar, nulondalo.com – Komunitas GUSDURian Makassar bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan serta organisasi kepemudaan (OKP) pegiat demokrasi menggelar Bincang Demokrasi #1 pada Jumat, 31 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Bawaslu Sulsel dan menjadi ruang diskusi awal dalam mengawal demokrasi di tengah tantangan era digital. Bincang demokrasi perdana tersebut mengangkat […]

expand_less