Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 296
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap peringatan Hari Buruh, perhatian publik hampir selalu bergerak ke kawasan industri, jalanan yang dipenuhi massa aksi, tuntutan kenaikan upah, jaminan kerja, dan penolakan terhadap pemutusan hubungan kerja sepihak. Gambaran itu tentu penting, sebab sejarah Hari Buruh memang lahir dari pergulatan panjang kelas pekerja menghadapi ketidakadilan dalam dunia produksi. Namun ada satu ruang yang jarang masuk dalam radar pembicaraan: kampus.

Kampus sering dipersepsikan sebagai ruang terhormat, tempat ilmu pengetahuan dirawat, nalar diasah, dan masa depan dibentuk. Ia dibayangkan sebagai lingkungan yang relatif aman dari problem ketenagakerjaan. Orang-orang yang bekerja di dalamnya dianggap bagian dari kelas menengah terdidik yang mapan, memiliki status sosial, dan jauh dari kerentanan ekonomi. Gambaran itu mungkin pernah benar pada masa tertentu, tetapi semakin hari semakin sulit dipertahankan.

Di balik gedung megah, ruang seminar berpendingin udara, dan jargon akademik yang terdengar luhur, tumbuh lapisan pekerja yang hidup dalam ketidakpastian. Mereka adalah dosen honorer, dosen kontrak, peneliti berbasis proyek, tenaga administrasi dengan status outsourcing, tutor paruh waktu, asisten akademik, operator data, editor jurnal, hingga berbagai pekerja penunjang yang memastikan mesin kampus tetap berjalan. Mereka bekerja di pusat produksi pengetahuan, tetapi nasib kerjanya sering rapuh. Inilah wajah akademisi prekariat.

Istilah prekariat digunakan untuk menjelaskan kelompok pekerja yang hidup dalam situasi serba tidak pasti: kontrak jangka pendek, penghasilan yang tidak stabil, minim perlindungan sosial, dan masa depan yang sulit direncanakan. Dalam banyak kasus, pekerja model ini memikul tanggung jawab besar, tetapi tidak memperoleh kepastian yang sebanding. Mereka diminta loyal tanpa jaminan. Dituntut profesional tanpa perlindungan. Didorong produktif tanpa fondasi kesejahteraan.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencegahan Narkoba Tanggung Jawab Lintas Sektor

    Pencegahan Narkoba Tanggung Jawab Lintas Sektor

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Yustiyanty Monoarfa dan jajaran Dinas Kesehatan turut memeriahkan kegiatan Pencanangan Gorontalo Bersinar (Bersih Sehat dari Narkoba), yang digelar pada Minggu (06/07/2025) di kawasan Car Free Day (CFD) Kantor Wilayah Bank Sulut Gorontalo (BSG). Pencanangan Gorontalo Bersinar dilakukan secara resmi oleh Wakil […]

  • Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Tradisi Tenggeyamo diketahui ada sejak zaman kesultanan Gorontalo dan hingga kini masih digelar setiap tahun. Sebelum penetapan, biasanya agenda diawali dengan ceramah tentang asal-muasal bulan Ramadan sambil menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah dalam menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal. Gelaran Tanggeyamo biasanya dilakukan di rumah adat atau di rumah dinas kepala daerah di Gorontalo. […]

  • Di Bawah Bayang-Bayang AI: Percepatan Perubahan dan Tantangan Memahami Dunia yang Kian Tak Terduga

    Di Bawah Bayang-Bayang AI: Percepatan Perubahan dan Tantangan Memahami Dunia yang Kian Tak Terduga

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Jika pada awal tahun 2000-an Yasraf Amir Piliang berbicara tentang pelipatan ruang, waktu, dan tanda oleh media serta teknologi informasi, maka kecerdasan buatan hari ini membawa proses itu ke tingkat yang jauh lebih radikal. Bukan lagi sekadar pelipatan dunia, melainkan pelipatan pengetahuan, kreativitas, imajinasi, bahkan realitas itu sendiri. Kita sedang menyaksikan sebuah fase yang bisa […]

  • Kemerdekaan Petani Dimulai dari Jalan Menuju Kebun

    Kemerdekaan Petani Dimulai dari Jalan Menuju Kebun

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Apriyanto Rajak
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Menjelang 17 Agustus, suasana di Desa Tolondadu II dan Desa Sondana, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, berubah. Sepanjang jalan desa, ratusan bendera Merah Putih dipasang berjejer. Bendera-bendera itu diikat pada tiang bambu kecil dan ditancapkan dengan jarak kurang lebih tiga meter. Ratusan bendera tersebut sengaja ditancapkan tepat di tengah pembatas jalan […]

  • Wali Kota Adhan Dambea Ubah Jam Kerja Guru, Mulai Berlaku 1 April 2026

    Wali Kota Adhan Dambea Ubah Jam Kerja Guru, Mulai Berlaku 1 April 2026

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 547
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam menghargai dedikasi para pahlawan tanpa tanda jasa. Sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian guru, Wali Kota Adhan Dambea resmi menetapkan kebijakan perubahan jam kerja khusus bagi guru dan tenaga kependidikan. Kebijakan strategis ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 April 2026 dan menyasar seluruh tenaga pendidik berstatus […]

  • Dari Pesantren untuk Masa Depan Khatamun Nabiyyin dan BSI Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan serta Investasi Emas Syariah

    Dari Pesantren untuk Masa Depan Khatamun Nabiyyin dan BSI Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan serta Investasi Emas Syariah

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 363
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Suasana pagi itu berbeda dari biasanya di Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin, Condet, Jakarta Timur. Deretan santri dan pengurus duduk rapi di auditorium pesantren, bukan untuk mengaji kitab kuning seperti hari-hari sebelumnya, melainkan untuk menyimak sesuatu yang selama ini jarang menjadi pembahasan di lingkungan pesantren: literasi keuangan syariah. Pada Sabtu, 9 Mei 2025, Bank […]

expand_less