Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 299
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kampus hari ini juga semakin dekat dengan logika korporasi. Banyak perguruan tinggi dikelola dengan ukuran-ukuran manajerial: target jumlah mahasiswa, efisiensi anggaran, produktivitas publikasi, ranking internasional, akreditasi, dan citra kelembagaan. Semua hal itu tidak salah pada dirinya sendiri. Masalahnya muncul ketika manusia yang bekerja di dalam sistem dianggap sekadar instrumen pencapai target.

Dosen dihitung dari jumlah artikel. Peneliti dihitung dari jumlah luaran. Staf administrasi dihitung dari kecepatan layanan. Mahasiswa dihitung dari indeks performa dan potensi pasar kerja. Bahasa angka menjadi dominan, sementara persoalan kesejahteraan, kelelahan mental, dan kualitas hubungan kerja diletakkan di pinggir.

Dalam suasana seperti itu, kampus pelan-pelan kehilangan wataknya sebagai komunitas ilmiah. Ia berubah menjadi birokrasi besar yang sibuk mengejar indikator. Rapat membahas capaian lebih sering daripada membahas mutu gagasan. Laporan lebih penting daripada refleksi. Template lebih dihargai daripada kreativitas. Mereka yang patuh pada prosedur sering lebih aman daripada mereka yang kritis terhadap arah lembaga.

Beban yang ditanggung akademisi prekariat bukan hanya ekonomi, tetapi juga psikologis. Mereka hidup dalam ketegangan terus-menerus: kontrak akan diperpanjang atau tidak, honor cair kapan, beban semester depan bertambah atau berkurang, apakah usia produktif akan habis sebelum karier benar-benar jelas. Banyak yang menunda menikah, menunda membeli rumah, menunda punya anak, atau terus bergantung pada keluarga karena penghasilan belum cukup stabil.

Ini kontradiksi yang nyata. Mereka mengajar mahasiswa tentang masa depan, tetapi sulit menyusun masa depannya sendiri. Mereka membimbing orang lain meraih cita-cita, tetapi arah hidupnya sendiri kabur. Mereka diminta menumbuhkan optimisme generasi muda, tetapi hari-harinya diisi kecemasan yang sunyi.

Persoalan ini tidak bisa dijawab dengan nasihat motivasi pribadi. Ini bukan soal kurang bersyukur, kurang gigih, atau kurang sabar. Ini soal struktur kerja yang memang timpang. Selama kampus terus memanfaatkan tenaga murah dengan alasan regenerasi, selama status kerja dibiarkan menggantung bertahun-tahun, dan selama kesejahteraan dianggap isu sekunder, maka problem akan terus berulang.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR Dorong Sinergi Pusat–Daerah Demi Jaminan Kesehatan Warga Kurang Mampu

    DPR Dorong Sinergi Pusat–Daerah Demi Jaminan Kesehatan Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu tetap terlayani secara optimal dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur, Makassar, Jumat (20/2/2026). […]

  • Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang, Tegaskan Indonesia Bangkit

    Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang, Tegaskan Indonesia Bangkit

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengungkapkan rencana ambisius pemerintah untuk membangun kapasitas listrik nasional hingga 100 gigawatt dalam waktu relatif singkat, sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan industri dan kebutuhan energi masa depan. Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki era kebangkitan besar dan tidak lagi menjadi “raksasa tidur”. “Tahun depan kita […]

  • Lebaran Dua Versi

    Lebaran Dua Versi

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 924
    • 0Komentar

    “Naah, kembali lagi. Ini persoalan metode yang digunakan. Kalau metodenya sama pasti hasilnya sama. Kalau metodenya berbeda, kemungkinan hasil akhirnya berbeda.” Meski jawaban Kyai Saleh masuk akal, rasa penasaran masih tersisa. “Jadi, yang tidak ikut pemerintah itu salah dong, Kyai?” sergah Yusran. Kyai Saleh tersenyum tipis, tidak langsung menjawab. “Tidak juga. Karakter Indonesia dan Arab […]

  • Konflik Pesantren Darul Istiqomah Pusat Maros belum usai, Ratusan Santriwati SPIDI Merasa Terancam

    Konflik Pesantren Darul Istiqomah Pusat Maros belum usai, Ratusan Santriwati SPIDI Merasa Terancam

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros–Konflik internal di lingkungan Pesantren Darul Istiqomah Kabupaten Maros kembali memanas. Situasi tersebut mencuat setelah Polda Sulawesi Selatan melakukan pemasangan police line pada portal pesantren. Menurut informasi yang dihimpun awak media, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaporan perwakilan warga yang berada di lingkungan pesantren beberapa bulan lalu. Konflik keluarga tersebut diketahui telah berlangsung cukup […]

  • Kekerasan Seksual adalah Kejahatan terhadap Martabat Kemanusiaan

    Kekerasan Seksual adalah Kejahatan terhadap Martabat Kemanusiaan

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Oleh : Siti Sara Malase Pengurus PB PMII Nulondalo.com – Kami mengecam dengan sekeras-kerasnya tindakan biadab, keji, dan tidak berperikemanusiaan yang diduga dilakukan oleh terduga pelaku terhadap korban pada Sabtu, 20 Juni 2026 sekitar pukul 19.53 WIT. Perbuatan tersebut bukan hanya merupakan pelanggaran hukum yang serius, tetapi juga bentuk penghancuran terhadap rasa aman, martabat, integritas […]

  • Ilmu yang Masuk Angin

    Ilmu yang Masuk Angin

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Di pesantren, ada petuah sederhana: “Ilmu iku kudu manfaat, nek mung pinter tok yo mblenger.” Ilmu itu harus bermanfaat, kalau cuma pintar saja bisa bikin kembung. Sayangnya, sebagian akademisi hari ini tampak bukan kembung karena terlalu banyak makan, tetapi karena terlalu lama tinggal di menara gading, ruang tinggi, dingin, dan jauh dari sawah, laut, serta […]

expand_less