Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 184
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kampus hari ini juga semakin dekat dengan logika korporasi. Banyak perguruan tinggi dikelola dengan ukuran-ukuran manajerial: target jumlah mahasiswa, efisiensi anggaran, produktivitas publikasi, ranking internasional, akreditasi, dan citra kelembagaan. Semua hal itu tidak salah pada dirinya sendiri. Masalahnya muncul ketika manusia yang bekerja di dalam sistem dianggap sekadar instrumen pencapai target.

Dosen dihitung dari jumlah artikel. Peneliti dihitung dari jumlah luaran. Staf administrasi dihitung dari kecepatan layanan. Mahasiswa dihitung dari indeks performa dan potensi pasar kerja. Bahasa angka menjadi dominan, sementara persoalan kesejahteraan, kelelahan mental, dan kualitas hubungan kerja diletakkan di pinggir.

Dalam suasana seperti itu, kampus pelan-pelan kehilangan wataknya sebagai komunitas ilmiah. Ia berubah menjadi birokrasi besar yang sibuk mengejar indikator. Rapat membahas capaian lebih sering daripada membahas mutu gagasan. Laporan lebih penting daripada refleksi. Template lebih dihargai daripada kreativitas. Mereka yang patuh pada prosedur sering lebih aman daripada mereka yang kritis terhadap arah lembaga.

Beban yang ditanggung akademisi prekariat bukan hanya ekonomi, tetapi juga psikologis. Mereka hidup dalam ketegangan terus-menerus: kontrak akan diperpanjang atau tidak, honor cair kapan, beban semester depan bertambah atau berkurang, apakah usia produktif akan habis sebelum karier benar-benar jelas. Banyak yang menunda menikah, menunda membeli rumah, menunda punya anak, atau terus bergantung pada keluarga karena penghasilan belum cukup stabil.

Ini kontradiksi yang nyata. Mereka mengajar mahasiswa tentang masa depan, tetapi sulit menyusun masa depannya sendiri. Mereka membimbing orang lain meraih cita-cita, tetapi arah hidupnya sendiri kabur. Mereka diminta menumbuhkan optimisme generasi muda, tetapi hari-harinya diisi kecemasan yang sunyi.

Persoalan ini tidak bisa dijawab dengan nasihat motivasi pribadi. Ini bukan soal kurang bersyukur, kurang gigih, atau kurang sabar. Ini soal struktur kerja yang memang timpang. Selama kampus terus memanfaatkan tenaga murah dengan alasan regenerasi, selama status kerja dibiarkan menggantung bertahun-tahun, dan selama kesejahteraan dianggap isu sekunder, maka problem akan terus berulang.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

    Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Dugaan kasus yang menyeret Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, terus menguat. Komite Perjuangan Rakyat (Kopra Institute) meminta Bupati dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tidak tinggal diam. Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, menegaskan bahwa dugaan yang mencuat, khususnya terkait praktik judi online (judol), harus segera ditindaklanjuti secara serius. “Ini […]

  • Pemkab Bone Bolango Lakukan Rotasi Besar-Besaran Pejabat Eselon II, 24 JPT Pratama Dilantik

    Pemkab Bone Bolango Lakukan Rotasi Besar-Besaran Pejabat Eselon II, 24 JPT Pratama Dilantik

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali melakukan rotasi besar-besaran terhadap Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Daerah. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bone Bolango Nomor 821.2/KEP/BUP-BB/12/233/X/2025 tertanggal 14 Oktober 2025, sebanyak 24 pejabat eselon II resmi dilantik dan dirotasi. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut berlangsung di Ruang Lupa Lelah, Kantor Bupati Bone […]

  • Takjil Transparan, Anggaran Samar

    Takjil Transparan, Anggaran Samar

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sebagai akademisi akuntansi, saya sering bercanda kepada mahasiswa: “Neraca itu seperti timbangan amal. Kalau berat sebelah, berarti ada yang perlu diperbaiki.” Mereka tertawa, tapi saya tahu mereka paham. Dalam setiap transaksi ada nilai moral. Setiap rupiah yang keluar adalah keputusan etis. Di bulan suci ini, mungkin kita perlu membuat laporan keuangan versi batin: berapa banyak […]

  • Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

    Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Tayangan Exposed Uncensored yang disiarkan oleh Trans 7 menuai gelombang protes dari kalangan akademisi muda Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), khususnya mahasiswa Program Studi Akuntansi. Mereka menilai konten tersebut telah melampaui batas etika penyiaran dan mencederai nilai-nilai keagamaan serta budaya bangsa. Asep Alfarizi Yulianto, mahasiswa Akuntansi UNUSIA semester V, menilai tayangan tersebut bukan sekadar hiburan, […]

  • MOTIVATAWA Resmi Diluncurkan: Platform Edutainment Profesional Indonesia Hadir untuk Negeri

    MOTIVATAWA Resmi Diluncurkan: Platform Edutainment Profesional Indonesia Hadir untuk Negeri

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 127
    • 0Komentar

    MOTIVATAWA, sebuah platform edutainment profesional pertama di Indonesia, resmi melakukan soft launching di Jakarta, Minggu (23/11/2025). kegiatan ini  dimulai pukul 16.00 WIB dan dibuka langsung oleh CEO MOTIVATAWA, Platform Edutainment. Mengusung konsep perpaduan edukasi dan hiburan, MOTIVATAWA hadir sebagai wadah baru bagi masyarakat Indonesia untuk belajar dengan cara yang menyenangkan. “Kami ingin menghadirkan proses belajar […]

  • Kronologi Mantan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Jadi Tersangka Kasus Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar

    Kronologi Mantan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Jadi Tersangka Kasus Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 216
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bahtiar Baharuddin resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas senilai Rp60 miliar oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Penetapan tersangka tersebut diumumkan langsung oleh Kepala Kejati Sulsel, Didik Farkhan Alisyahdi, di kantor Kejati Sulsel di Makassar pada Senin malam, 9 Maret 2026. Berikut kronologi pengungkapan kasus tersebut: Proyek Pengadaan Bibit […]

expand_less