Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menjaga Kemudi di Tengah Ketidakpastian: Optimisme dan Realitas Ketahanan Ekonomi Indonesia

  • account_circle Zulia Rahmawati
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 349
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah kondisi ekonomi global yang kian sulit diprediksi, pernyataan Menteri Keuangan mengenai kondisi APBN yang sehat dan kuat membawa angin segar sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh pemangku kepentingan ekonomi. Berita utama Kementerian Keuangan baru-baru ini menegaskan bahwa ,Indonesia memiliki bantalan fiskal yang cukup untuk meredam guncangan eksternal. Namun, di balik optimisme tersebut, terdapat narasi penting mengenai disiplin manajerial dan tantangan struktural yang harus terus dikawal agar stabilitas ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat.

Salah satu poin penting dari laporan tersebut adalah efektivitas cash management pemerintah. Keputusan menempatkan likuiditas sebesar Rp300 triliun di sektor perbankan merupakan langkah strategis yang cerdas. Dalam teori makroekonomi, likuiditas adalah darah bagi roda perekonomian. Dengan memastikan perbankan memiliki ruang gerak yang cukup untuk menyalurkan kredit, pemerintah secara tidak langsung sedang memompa jantung sektor riil. Langkah proaktif ini membuktikan bahwa pemerintah tidak lagi sekadar menjadi “pemadam kebakaran” saat krisis terjadi, melainkan telah bertransformasi menjadi pengelola risiko yang antisipatif.

Namun, kekuatan APBN tidak hanya diukur dari seberapa banyak uang yang tersimpan di kas negara, melainkan dari seberapa adil uang tersebut didistribusikan. Kebijakan mengenai subsidi tepat sasaran yang disinggung oleh Menkeu merupakan isu sensitif namun mutlak diperlukan. Selama bertahun-tahun, anggaran negara sering kali terbebani oleh subsidi energi yang dinikmati oleh kelompok ekonomi menengah ke atas. Pergeseran paradigma menuju subsidi yang berbasis pada profil penerima, bukan pada komoditas adalah langkah berani untuk mewujudkan keadilan sosial sekaligus menjaga kesehatan fiskal. Transisi ini memang tidak mudah dan memerlukan akurasi data yang tinggi agar tidak menimbulkan gejolak sosial, namun inilah satu-satunya jalan agar APBN tidak bocor untuk kepentingan yang tidak mendesak.

  • Penulis: Zulia Rahmawati

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosen PKUMI Jadi Imam Shalat Jumat di Masjid Negara IKN, Bukti Kualitas Kaderisasi Ulama Istiqlal

    Dosen PKUMI Jadi Imam Shalat Jumat di Masjid Negara IKN, Bukti Kualitas Kaderisasi Ulama Istiqlal

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kiprah akademik dan dakwah para pengajar Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Salah satu dosen PKUMI, Dr. Ahmad Zulki, M.Ag, mendapat kehormatan menjadi imam dalam pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Negara IKN yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara pada Jumat (13/3/2026). Momentum tersebut menjadi simbol pengakuan […]

  • Ma’ruf Amin Pilih Istirahat, PKB Serahkan Dewan Syura ke KH Manarul Hidayah

    Ma’ruf Amin Pilih Istirahat, PKB Serahkan Dewan Syura ke KH Manarul Hidayah

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menunjuk KH Manarul Hidayah sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Syura PKB, menggantikan KH Ma’ruf Amin yang memutuskan mundur dari jabatannya. “Ketua Dewan Syura PKB sekarang dijabat oleh pelaksana tugas. Pelaksana tugasnya adalah K.H. Manarul Hidayah,” ujar […]

  • Dadan Hindayana: Dari Akademisi dan Ahli Entomologi hingga Terseret Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

    Dadan Hindayana: Dari Akademisi dan Ahli Entomologi hingga Terseret Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 313
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nama Dadan Hindayana kembali menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dpada perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun jauh sebelum itu, Dadan dikenal sebagai akademisi dan pakar entomologi yang memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan dan penelitian. Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada […]

  • Bawaslu Kota Gorontalo Perkuat Kapasitas Panwascam Hadapi Tahapan Verifikasi Faktual

    Bawaslu Kota Gorontalo Perkuat Kapasitas Panwascam Hadapi Tahapan Verifikasi Faktual

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bawaslu Kota Gorontalo menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kota Gorontalo dalam rangka mempersiapkan pengawasan tahapan Verifikasi Faktual (Verfak) dukungan calon perseorangan pada Pemilihan Serentak 2024. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Yulia pada Sabtu–Minggu, 15–16 Juni 2024. Anggota Bawaslu Kota Gorontalo, Herlina Antu, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas ini bertujuan agar […]

  • Ketua Soa Matapure ajak seluruh orang Bobawa Sukseskan Tobo-tobo Safar 2025

    Ketua Soa Matapure ajak seluruh orang Bobawa Sukseskan Tobo-tobo Safar 2025

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Gaung persiapan Tobo-tobo Safar 2025 mulai menggema di Desa Bobawa, Makian Barat, Halmahera Selatan. Tradisi besar yang selalu ditunggu masyarakat ini akan digelar pada 15–20 Agustus 2025 dengan rangkaian acara adat dan budaya yang sarat makna. Ketua Soa Matapure, Mubin Hi Samsi, menegaskan pentingnya kehadiran seluruh masyarakat Bobawa dalam perayaan tahun ini. Baginya, Tobo-tobo Safar […]

  • Penerapan Prinsip Pembangunan Hijau dalam Kebijakan Pangan dan Energi Nasional

    Penerapan Prinsip Pembangunan Hijau dalam Kebijakan Pangan dan Energi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Pemerintahan Presiden Prabowo telah menetapkan Misi lima tahun pembangunan dalam masa pemerintahannya yang dikenal dengan Asta Cita. Berlandaskan pada Prinsip Ekonomi Pancasila, Asta Cita menempatkan ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia sebagai pilar utama pembangunan berlandaskan religiositas kehidupan berbangsa dan persatuan nasional yang kuat. Cita kedua adalah memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong […]

expand_less