Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menjaga Kemudi di Tengah Ketidakpastian: Optimisme dan Realitas Ketahanan Ekonomi Indonesia

  • account_circle Zulia Rahmawati
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 288
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dari sisi pendapatan, reformasi perpajakan dan bea cukai tetap menjadi tulang punggung yang harus diperkuat. Di tengah tren digitalisasi ekonomi, tantangan pemungutan pajak menjadi semakin kompleks. Pemerintah harus mampu menyeimbangkan antara intensifikasi penerimaan dengan iklim investasi yang kondusif. Pengakuan dari lembaga internasional dan investor terhadap fundamental fiskal Indonesia adalah modal kepercayaan (trust) yang sangat mahal harganya. Kepercayaan ini harus dijaga dengan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap rupiah yang dibelanjakan.

Selain itu, ketergantungan ekonomi Indonesia pada permintaan domestik sebesar 90 persen merupakan pedang bermata dua. Di satu sisi, ini adalah perisai yang melindungi kita dari perlambatan ekspor akibat resesi di negara-negara mitra dagang. Di sisi lain, hal ini menuntut daya beli masyarakat tetap terjaga. Jika inflasi tidak terkendali atau jika penciptaan lapangan kerja melambat, maka motor utama pertumbuhan ekonomi kita akan tersendat. Oleh karena itu, stimulus pemerintah untuk triwulan II dan seterusnya harus difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki efek pengganda (multiplier effect) besar, seperti infrastruktur padat karya dan penguatan UMKM.

Optimisme pemerintah menghadapi ketidakpastian global harus dibarengi dengan kewaspadaan tinggi terhadap volatilitas nilai tukar dan harga komoditas global. APBN memang kuat, tetapi ia tidak bersifat tak terbatas. Disiplin fiskal yang telah dibangun harus tetap dijaga agar defisit anggaran tetap dalam batas aman, tanpa mengorbankan belanja prioritas untuk, pendidikan dan kesehatan.

Sebagai penutup, kondisi ekonomi yang terjaga saat ini adalah hasil dari sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter yang harmonis. Tantangan ke depan bukan lahi hanya tentang bertahan hidup di tengah ketidakpastian, tetapi bagaimana memanfaatkan momentum stabilitas ini untuk melakukan lompatan besar. Masyarakat perlu melihat bahwa APBN bukan hanya dokumen teknis akuntansi pemerintah, melainkan instrumen nyata yang hadir melalui subsidi yang tepat, pasar yang stabil, dan peluang ekonomi yang terbuka lebar. Dengan manajemen yang transparan dan kebijakan yang berpihak pada rakyat, optimisme yang disampaikan oleh pemerintah dapat menjadi kenyataan yang dirasakan di setiap lapisan masyarakat Indonesia.

Penulis : Mahasiswa Semester 4 Prodi Akuntansi, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

  • Penulis: Zulia Rahmawati

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesantren Kilat Ramadhan The Nusa Institute Tekankan Iman, Akhlak, dan Kesadaran Ekologis Generasi Muda

    Pesantren Kilat Ramadhan The Nusa Institute Tekankan Iman, Akhlak, dan Kesadaran Ekologis Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Lembaga riset dan pengembangan keislaman The Nusa Institute menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H pada 6–8 Maret 2026 di Aula PKUMI kawasan Masjid Istiqlal. Kegiatan ini mengusung tema “Iman Naik, Akhlak Baik, Lingkungan Asri”, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan spiritual, akhlak, serta kesadaran ekologis bagi generasi muda Muslim. Pesantren kilat ini […]

  • Eka Putra B. Santoso/Foto: Istimewa Play Button

    Desain Pemilu, Putusan MK dan masa depan Demokrasi Kita

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Eka Putra B Santoso
    • visibility 818
    • 0Komentar

    Penulis adalah Pengajar Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo Mukadimah Pada penghujung tahun 2025, berita tentang kesepakatan partai-partai besar seperti Gerindra, PKB, Nasdem dan Golkar untuk merumuskan Pilkada lewat DPRD mencuat. Alasan mereka yang utama adalah menekan mahalnya ongkos pilkada dan praktik politik uang dalam kontestasi elektoral. Namun wacana ini tidak hanya bersifat insinuatif namun secara […]

  • Rumah Zakat Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa di Sulawesi Utara photo_camera 2

    Rumah Zakat Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa di Sulawesi Utara

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Sebagai bagian dari upaya koordinasi, pada 5 April Rumah Zakat menggelar pertemuan bersama BPBD Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Kota Bitung, dan BPBD Minahasa Selatan untuk memetakan kebutuhan para penyintas secara lebih komprehensif. Memasuki tahap distribusi, pada 7 April Rumah Zakat mulai menyalurkan bantuan darurat berupa tujuh lembar terpal ukuran 6×8 meter untuk menutup bagian rumah […]

  • Misteri Emas Molalahu dan Keserakahan yang Terus Berulang (Bagian 2)

    Misteri Emas Molalahu dan Keserakahan yang Terus Berulang (Bagian 2)

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Momy Hunowu
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Tak percaya pada berbagai cerita dan pantangan yang berkembang di tengah masyarakat, kaum penjajah Belanda tidak ambil pusing. Mereka justru semakin tergiur untuk memiliki bongkahan emas raksasa itu. Maklum, kedatangan penjajah ke negeri ini tak lain adalah untuk mengeruk kekayaan alam yang tersimpan di perut bumi pertiwi dan membawanya pulang demi kemakmuran negeri Kincir Angin. […]

  • Menag Kukuhkan Muhammad Aras Prabowo Jadi Doktor Akuntansi di UNTIRTA

    Menag Kukuhkan Muhammad Aras Prabowo Jadi Doktor Akuntansi di UNTIRTA

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, resmi mengukuhkan Muhammad Aras Prabowo sebagai Doktor Ilmu Akuntansi dalam sidang terbuka di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Sabtu (27/9). Aras meraih gelar doktor lewat disertasi berjudul “Nilai-Nilai Teseng dalam Konstruksi Akuntabilitas di Sektor Pertanian”. Penelitiannya mengangkat kearifan lokal masyarakat Bugis Bone, khususnya […]

  • Truk Melaju Ugal-Ugalan, Mahasiswi Desak Pemerintah Tertibkan Aktivitas Tambang di Moncongloe

    Truk Melaju Ugal-Ugalan, Mahasiswi Desak Pemerintah Tertibkan Aktivitas Tambang di Moncongloe

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 402
    • 0Komentar

    “Setiap pagi saat berangkat kuliah saya sering melihat truk melaju dengan kecepatan tinggi. Kondisi ini membuat saya takut dan harus lebih waspada di jalan,” katanya. Tidak hanya pada pagi hari, Indriani juga mengungkapkan bahwa sejumlah truk masih terlihat beroperasi hingga malam hari. Aktivitas kendaraan berat yang berlangsung hampir sepanjang hari tersebut dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat […]

expand_less