Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menjaga Kemudi di Tengah Ketidakpastian: Optimisme dan Realitas Ketahanan Ekonomi Indonesia

  • account_circle Zulia Rahmawati
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 238
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dari sisi pendapatan, reformasi perpajakan dan bea cukai tetap menjadi tulang punggung yang harus diperkuat. Di tengah tren digitalisasi ekonomi, tantangan pemungutan pajak menjadi semakin kompleks. Pemerintah harus mampu menyeimbangkan antara intensifikasi penerimaan dengan iklim investasi yang kondusif. Pengakuan dari lembaga internasional dan investor terhadap fundamental fiskal Indonesia adalah modal kepercayaan (trust) yang sangat mahal harganya. Kepercayaan ini harus dijaga dengan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap rupiah yang dibelanjakan.

Selain itu, ketergantungan ekonomi Indonesia pada permintaan domestik sebesar 90 persen merupakan pedang bermata dua. Di satu sisi, ini adalah perisai yang melindungi kita dari perlambatan ekspor akibat resesi di negara-negara mitra dagang. Di sisi lain, hal ini menuntut daya beli masyarakat tetap terjaga. Jika inflasi tidak terkendali atau jika penciptaan lapangan kerja melambat, maka motor utama pertumbuhan ekonomi kita akan tersendat. Oleh karena itu, stimulus pemerintah untuk triwulan II dan seterusnya harus difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki efek pengganda (multiplier effect) besar, seperti infrastruktur padat karya dan penguatan UMKM.

Optimisme pemerintah menghadapi ketidakpastian global harus dibarengi dengan kewaspadaan tinggi terhadap volatilitas nilai tukar dan harga komoditas global. APBN memang kuat, tetapi ia tidak bersifat tak terbatas. Disiplin fiskal yang telah dibangun harus tetap dijaga agar defisit anggaran tetap dalam batas aman, tanpa mengorbankan belanja prioritas untuk, pendidikan dan kesehatan.

Sebagai penutup, kondisi ekonomi yang terjaga saat ini adalah hasil dari sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter yang harmonis. Tantangan ke depan bukan lahi hanya tentang bertahan hidup di tengah ketidakpastian, tetapi bagaimana memanfaatkan momentum stabilitas ini untuk melakukan lompatan besar. Masyarakat perlu melihat bahwa APBN bukan hanya dokumen teknis akuntansi pemerintah, melainkan instrumen nyata yang hadir melalui subsidi yang tepat, pasar yang stabil, dan peluang ekonomi yang terbuka lebar. Dengan manajemen yang transparan dan kebijakan yang berpihak pada rakyat, optimisme yang disampaikan oleh pemerintah dapat menjadi kenyataan yang dirasakan di setiap lapisan masyarakat Indonesia.

Penulis : Mahasiswa Semester 4 Prodi Akuntansi, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

  • Penulis: Zulia Rahmawati

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa Harus Panahan? photo_camera 2

    Mengapa Harus Panahan?

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Catatan Antropolog tentang Disiplin, Rasa, dan Jalan Pulang pada Diri Ada olahraga yang membuat kita berkeringat. Ada yang memacu adrenalin. Dan ada satu yang membuat kita diam namun justru di sanalah kita menemukan diri sendiri. Panahan adalah yang terakhir. Saya menulis ini sebagai antropolog—dan pengalaman itu diperkaya oleh perjumpaan panjang dengan Bang Ade Permana, seorang […]

  • Suhayb ar-Rumi: Hijrah yang Dibayar dengan Seluruh Harta (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #12)

    Suhayb ar-Rumi: Hijrah yang Dibayar dengan Seluruh Harta (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #12)

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Puncak keteguhan Suhayb tampak saat perintah hijrah ke Madinah turun. Kaum Quraisy menahannya dan berkata bahwa ia tidak boleh pergi membawa hartanya. Ia pun mengambil keputusan besar: menyerahkan seluruh kekayaannya sebagai tebusan agar dapat berhijrah. Ia meninggalkan hasil jerih payah bertahun-tahun demi kebebasan beriman. Ketika ia tiba di Madinah, Nabi menyambutnya dengan kabar gembira tentang […]

  • Kolonialisme Digital

    Kolonialisme Digital

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Sonny Madjid
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Tentu kita masih ingat kesepakatan dengan Bill Gate yang mengelontorkan hibah dengan jaminan Indonesia menjadi sampel uji coba vaksin. Indonesia bisa saja menjadi salah satu negara yang tidak berdaulat atas infrastrukturnya. Akibat hegemoni global tadi, dihisap dengan kekuatan militer, finansial serta standarisasi absurd- semu. Sistem global mengindustrilisasi kecemasan berujung krisis. Hal itu menjelaskan bahwa sistem […]

  • Abu Sa’id al-Khudri dan Surah Al-Fatihah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #24)

    Abu Sa’id al-Khudri dan Surah Al-Fatihah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #24)

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Salah satu riwayat Abu Sa’id al-Khudri yang paling dikenal adalah kisah tentang pembacaan Surah Al-Fatihah sebagai ruqyah. Riwayat ini menceritakan sebuah pengalaman ketika ia bersama beberapa sahabat sedang melakukan perjalanan. Dalam perjalanan itu, mereka tiba di sebuah perkampungan Arab dalam keadaan kelelahan. Para penduduk tampak tidak terlalu peduli, sehingga para sahabat memilih beristirahat di pinggir […]

  • Putra Banggai Murka di RDP: DPRD Sulteng Soroti Dugaan Kriminalisasi dan Izin Tambang PT Pantas Indomining

    Putra Banggai Murka di RDP: DPRD Sulteng Soroti Dugaan Kriminalisasi dan Izin Tambang PT Pantas Indomining

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Firman Dauda
    • visibility 422
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Sulteng – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan PT Pantas Indomining berlangsung alot. Rapat tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi tegas menyangkut sengketa lahan, dugaan kriminalisasi warga, hingga persoalan dokumen perizinan perusahaan. Dalam forum itu, DPRD menyoroti aktivitas pertambangan […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    Bappeda Gorontalo Gelar Seminar Akhir Kajian Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Akhir Kajian Potensi dan Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Bappeda Provinsi Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dan Universitas Ichsan Gorontalo ini berlangsung di Living Lab Fakultas Pertanian UNG pada Kamis (20/11/2025). kegiatan ini  dibuka oleh Kepala […]

expand_less