Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 404
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari Buruh semestinya menjadi momen untuk memperluas definisi pekerja. Buruh bukan hanya mereka yang mengangkat barang, mengoperasikan mesin, atau bekerja di lapangan. Buruh juga mereka yang menjual tenaga pikir, waktu, dan keterampilan intelektual agar institusi tetap hidup. Dosen kontrak, peneliti proyek, staf administrasi, pustakawan, operator sistem, dan pekerja pendukung kampus lainnya adalah bagian dari dunia kerja yang layak diperjuangkan.

Karena itu, reformasi pendidikan tinggi harus menyentuh relasi kerja di dalamnya. Kampus perlu membangun sistem pengupahan yang layak, jalur karier yang jelas, perlindungan sosial yang pasti, serta pembagian beban kerja yang manusiawi. Transparansi anggaran penting. Partisipasi pekerja dalam pengambilan keputusan juga penting. Kampus tidak bisa terus mengajarkan keadilan sambil mempraktikkan ketimpangan.

Sejatinya ukuran kemajuan perguruan tinggi bukan hanya jumlah gedung baru, peringkat internasional, atau banyaknya publikasi. Ukuran yang lebih mendasar adalah bagaimana ia memperlakukan orang-orang yang setiap hari menghidupkannya.

Jika para pekerja intelektual terus hidup dalam kecemasan, maka ada yang rapuh dalam pondasi kampus kita. Dan bila ruang yang seharusnya merawat nalar justru berdiri di atas ketidakpastian tenaga kerjanya, maka Hari Buruh punya alasan kuat untuk mengetuk pintu universitas.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wahsyi ibn Harb: Plot Twist yang Unik (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #13)

    Wahsyi ibn Harb: Plot Twist yang Unik (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #13)

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Tahun-tahun berlalu. Islam menyebar, dan Makkah akhirnya ditaklukkan tanpa pertumpahan darah besar. Wahsyi merasa terancam; ia tahu siapa dirinya dalam ingatan kaum Muslimin. Ia sempat melarikan diri, namun kemudian mendengar bahwa Nabi Muhammad membuka pintu tobat bagi siapa pun yang datang dengan iman. Harapan itu membawanya kembali. Ia menghadap Rasulullah dan menyatakan keislamannya. Nabi menerima […]

  • Ketika Bias Oversimplifikasi Bekerja

    Ketika Bias Oversimplifikasi Bekerja

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 378
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Pernyataan Gus Ulil bahwa “menolak zero mining adalah goblok” secara teknis memang benar. Zero mining itu mustahil. Peradaban modern tidak berdiri tanpa mineral—ponsel, kendaraan listrik, panel surya, hingga kabel listrik di rumah kita semuanya lahir dari aktivitas tambang. Tidak ada yang membantah itu. […]

  • Kecelakaan Adu Banteng di KM 58 Samarinda–Bontang, Korban Sempat Terjebak di Dalam Mobil

    Kecelakaan Adu Banteng di KM 58 Samarinda–Bontang, Korban Sempat Terjebak di Dalam Mobil

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 353
    • 0Komentar

    nulondalo.com–  Kecelakaan lalu lintas terjadi di KM 58 jalur Samarinda–Bontang, Kalimantan Timur, pada Minggu (1/3/2026). Dua mobil, masing-masing berwarna hitam dan perak, terlibat tabrakan adu banteng dengan kondisi kendaraan mengalami kerusakan parah. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan bagian depan kedua mobil ringsek berat. Sejumlah korban tampak terjebak di dalam kendaraan dan harus dievakuasi […]

  • Seratus Tahun NU dan Neo-Postradisionalisme

    Seratus Tahun NU dan Neo-Postradisionalisme

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Pada awal tahun 2000-an, di tubuh Nahdlatul Ulama, muncul satu arus pemikiran penting yang digerakkan terutama oleh anak-anak muda NU di level kultural, yang kemudian dikenal sebagai Postradisionalisme Islam. Gerakan pemikiran ini lahir dan tumbuh dari ruang-ruang intelektual dan kebudayaan yang relatif cair. LKiS di Yogyakarta dan Desantara di Jakarta menjadi dua simpul penting yang […]

  • Sedekah Tanpa Batas: Menag Dorong Filantropi Islam Universal

    Sedekah Tanpa Batas: Menag Dorong Filantropi Islam Universal

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Nulondalo.com- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan penekanan khusus mengenai optimalisasi filantropi Islam dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026. Menag mengajak umat Islam, khususnya kelompok kaya (aghniya), untuk tidak terjebak pada pemenuhan standar minimal kewajiban agama dalam pembayaran zakat, tapi memperluas kontribusinya melalui instrumen sedekah, infak, hibah, dan wakaf. Hal itu disampaikan […]

  • IKA PMII Gorontalo Gelar “Munajat Cinta Ramadhan”, Salurkan 250 Kg Beras untuk Pesantren photo_camera 4

    IKA PMII Gorontalo Gelar “Munajat Cinta Ramadhan”, Salurkan 250 Kg Beras untuk Pesantren

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 561
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kegiatan bertajuk “Munajat Cinta Ramadhan” yang dilaksanakan di Grand Q Hotel Gorontalo pada Sabtu (7/3/2026) diawali dengan pembagian takjil oleh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Provinsi Gorontalo. Ketua PKC PMII Gorontalo, Windy Olivia Dawa, menuturkan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang buka puasa bersama, tetapi juga menjadi ruang temu […]

expand_less