Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 301
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di kampus, situasi tersebut hadir dengan bentuk yang khas. Seorang dosen muda bisa diminta mengajar beberapa kelas, menyiapkan materi kuliah, membimbing mahasiswa, mengoreksi tugas, mengurus administrasi, menghadiri rapat, menulis artikel ilmiah, mengejar publikasi, ikut kegiatan promosi kampus, bahkan terlibat dalam akreditasi. Semua dilakukan dengan tuntutan profesionalisme penuh. Namun ketika bicara pendapatan, jawabannya sering jauh dari memadai. Honor per kelas kecil, pembayaran terlambat, tunjangan minim, dan status kerja diperpanjang tahun demi tahun tanpa kepastian.

Yang lebih rumit, kerentanan ini kerap diselimuti simbol kehormatan. Menjadi dosen dianggap profesi mulia. Menjadi peneliti dipandang bergengsi. Bekerja di kampus dianggap membanggakan. Simbol-simbol ini sering membuat penderitaan ekonomi tidak terlihat. Orang melihat gelar, bukan slip gaji. Orang melihat jabatan akademik, bukan kecemasan bulanan. Orang melihat panggung seminar, bukan utang yang diam-diam harus dibayar.

Analisis teori Pierre Bourdieu membantu membaca persoalan secara lebih tajam. Bourdieu menjelaskan bahwa dalam kehidupan sosial, manusia tidak hanya memperebutkan uang, tetapi juga berbagai bentuk modal lain: modal budaya, modal sosial, dan modal simbolik. Kampus adalah arena tempat modal simbolik bekerja sangat kuat. Gelar, reputasi ilmiah, jabatan akademik, kemampuan berbicara di forum, dan kedekatan dengan jejaring intelektual memiliki nilai tinggi.

Masalah muncul ketika modal simbolik dipakai untuk menutupi kekurangan modal ekonomi. Seorang akademisi diberi kehormatan, tetapi tidak diberi kepastian hidup. Ia dipuji sebagai intelektual, tetapi penghasilannya pas-pasan. Ia diminta menjaga martabat profesi, tetapi sulit membayar kebutuhan dasar. Dalam bahasa Bourdieu, ini bisa dibaca sebagai kekerasan simbolik: ketimpangan yang diterima sebagai hal wajar karena dibungkus nilai-nilai yang dianggap mulia.

Maka lahirlah kalimat-kalimat yang terdengar akrab: “Nikmati dulu prosesnya”, “Kalau di dunia akademik jangan hitung-hitungan materi”, “Pengabdian memang butuh pengorbanan”, atau “Nanti juga ada waktunya mapan”. Kalimat seperti ini tampak biasa, tetapi sering berfungsi menormalisasi ketimpangan. Ia membuat pekerja menerima situasi yang semestinya dipersoalkan.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecaman terhadap Lemahnya Kualitas Pengerjaan Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Maros

    Kecaman terhadap Lemahnya Kualitas Pengerjaan Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Maros

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — M. Arafah Alias Arpah, dari PP HPPMI Maros, menyampaikan keprihatinan serius sekaligus kecaman tegas terhadap kondisi Jalan Trans Sulawesi di wilayah Kabupaten Maros yang hingga saat ini terus mengalami kerusakan berulang, meskipun telah dilakukan penanganan oleh pihak terkait. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah titik jalan yang sebelumnya berlubang telah dilakukan penambalan, […]

  • Atalia Praratya Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Kampus, Minta Tidak Dinormalisasi

    Atalia Praratya Soroti Maraknya Kekerasan Seksual di Kampus, Minta Tidak Dinormalisasi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    “Kita tidak boleh menormalisasi kekerasan seksual, apalagi dengan alasan bercanda. Bahkan catcalling pun itu adalah hal yang salah,” tegas politisi dari Partai Golkar tersebut. Ia juga mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, yang mulai menunjukkan sikap tegas terhadap pelaku kekerasan seksual. Menurutnya, reaksi publik yang tidak mentoleransi tindakan tersebut menjadi langkah positif dalam menciptakan […]

  • Sa’ad bin Abi Waqqas: Sang Perintis Islam di Negeri China (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #20)

    Sa’ad bin Abi Waqqas: Sang Perintis Islam di Negeri China (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #20)

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Delegasi tersebut dikatakan tiba di Guangzhou, sebuah pelabuhan penting di wilayah selatan China yang sejak lama menjadi titik pertemuan pedagang dari berbagai negeri. Di sana Sa’ad dan rombongannya bertemu dengan Kaisar Gaozong dari Dinasti Tang. Kaisar menerima delegasi Muslim dengan baik dan memberikan izin bagi mereka untuk menetap serta menjalankan aktivitas keagamaan. Dalam tradisi lokal, […]

  • Idham Arsyad Raih Gelar Doktor UB, Tawarkan Model Penguatan Kelembagaan Petani untuk Ketahanan Pangan Nasional

    Idham Arsyad Raih Gelar Doktor UB, Tawarkan Model Penguatan Kelembagaan Petani untuk Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Ia menegaskan bahwa hasil penelitiannya tidak hanya berhenti sebagai karya akademik, tetapi diarahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan untuk memperkuat ekosistem pangan nasional. “Ketahanan pangan tidak cukup dibangun melalui peningkatan produksi semata. Yang jauh lebih penting adalah membangun kelembagaan petani yang kuat, kemitraan yang adil, akses pasar yang berkelanjutan, serta tata kelola yang mampu […]

  • Prancis Diunggulkan Singkirkan Swedia, Les Bleus Bidik Tiket ke Babak 16 Besar

    Prancis Diunggulkan Singkirkan Swedia, Les Bleus Bidik Tiket ke Babak 16 Besar

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Prancis akan menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB. Les Bleus datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil sempurna sepanjang fase grup. Tim asuhan Didier Deschamps menutup Grup I sebagai juara grup dengan raihan sembilan poin dari tiga pertandingan. Prancis juga […]

  • Aktivis Gorontalo Kevin Lapendos Bantah Fitnah Oknum Asosiasi Nelayan: “Saya Punya Bukti Kuat”

    Aktivis Gorontalo Kevin Lapendos Bantah Fitnah Oknum Asosiasi Nelayan: “Saya Punya Bukti Kuat”

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Aktivis muda Gorontalo, Kevin Lapendos, yang dikenal aktif dalam aksi Unjuk Rasa, akhirnya angkat bicara terkait fitnah yang diarahkan kepadanya oleh oknum dalam Ketua Asosiasi Nelayan Gorontalo. Kevin menegaskan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut sama sekali tidak benar, dan merupakan upaya untuk membungkam serta mengaburkan perjuangan Advokasinya yang tengah ia lakukan. Kevin selama ini aktif menyoroti dugaan […]

expand_less