Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 402
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di kampus, situasi tersebut hadir dengan bentuk yang khas. Seorang dosen muda bisa diminta mengajar beberapa kelas, menyiapkan materi kuliah, membimbing mahasiswa, mengoreksi tugas, mengurus administrasi, menghadiri rapat, menulis artikel ilmiah, mengejar publikasi, ikut kegiatan promosi kampus, bahkan terlibat dalam akreditasi. Semua dilakukan dengan tuntutan profesionalisme penuh. Namun ketika bicara pendapatan, jawabannya sering jauh dari memadai. Honor per kelas kecil, pembayaran terlambat, tunjangan minim, dan status kerja diperpanjang tahun demi tahun tanpa kepastian.

Yang lebih rumit, kerentanan ini kerap diselimuti simbol kehormatan. Menjadi dosen dianggap profesi mulia. Menjadi peneliti dipandang bergengsi. Bekerja di kampus dianggap membanggakan. Simbol-simbol ini sering membuat penderitaan ekonomi tidak terlihat. Orang melihat gelar, bukan slip gaji. Orang melihat jabatan akademik, bukan kecemasan bulanan. Orang melihat panggung seminar, bukan utang yang diam-diam harus dibayar.

Analisis teori Pierre Bourdieu membantu membaca persoalan secara lebih tajam. Bourdieu menjelaskan bahwa dalam kehidupan sosial, manusia tidak hanya memperebutkan uang, tetapi juga berbagai bentuk modal lain: modal budaya, modal sosial, dan modal simbolik. Kampus adalah arena tempat modal simbolik bekerja sangat kuat. Gelar, reputasi ilmiah, jabatan akademik, kemampuan berbicara di forum, dan kedekatan dengan jejaring intelektual memiliki nilai tinggi.

Masalah muncul ketika modal simbolik dipakai untuk menutupi kekurangan modal ekonomi. Seorang akademisi diberi kehormatan, tetapi tidak diberi kepastian hidup. Ia dipuji sebagai intelektual, tetapi penghasilannya pas-pasan. Ia diminta menjaga martabat profesi, tetapi sulit membayar kebutuhan dasar. Dalam bahasa Bourdieu, ini bisa dibaca sebagai kekerasan simbolik: ketimpangan yang diterima sebagai hal wajar karena dibungkus nilai-nilai yang dianggap mulia.

Maka lahirlah kalimat-kalimat yang terdengar akrab: “Nikmati dulu prosesnya”, “Kalau di dunia akademik jangan hitung-hitungan materi”, “Pengabdian memang butuh pengorbanan”, atau “Nanti juga ada waktunya mapan”. Kalimat seperti ini tampak biasa, tetapi sering berfungsi menormalisasi ketimpangan. Ia membuat pekerja menerima situasi yang semestinya dipersoalkan.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros sepanjang tahun 2025 mencatatkan capaian gemilang. Total PAD yang berhasil dihimpun mencapai Rp329.562.919.533, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang terealisasi sebesar Rp283.056.990.320. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, Muh Ferdiansyah, menyebut capaian tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan PAD Kabupaten Maros, sekaligus melampaui […]

  • Menjemput Hari Raya Idul Fitri, FPPMB dan Pemdes Bobawa Gelar Bukber Dengan Masyarakat 

    Menjemput Hari Raya Idul Fitri, FPPMB dan Pemdes Bobawa Gelar Bukber Dengan Masyarakat 

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Bobawa (FPPMB) menggelar agenda buka puasa bersama di Masjid Al-Fajri, Desa Bobawa, Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan. Jum’at, 28 Maret 2025. Acara ini melibatkan masyarakat, badan syara, serta pemerintah desa dengan tujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kepala Desa Bobawa, Ludin Halek, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berbuka bersama, […]

  • PELITA Hadir di Desa Tabumela, Mahasiswa PGMI UIN Sultan Amai Gorontalo Dorong Literasi dan Pelestarian Permainan Tradisional

    PELITA Hadir di Desa Tabumela, Mahasiswa PGMI UIN Sultan Amai Gorontalo Dorong Literasi dan Pelestarian Permainan Tradisional

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Ikbal Kau
    • visibility 193
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM, GORONTALO – Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIMAS) Tahun 2026 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), UIN Sultan Amai Gorontalo, menghadirkan program PELITA (Pekan Literasi dan Permainan Tradisional Anak) di Desa Tabumela.,  Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi anak sekaligus melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya. Melalui Bidang Pendidikan, PELITA dirancang sebagai […]

  • Susunan Lengkap Pengurus PBNU 2026–2031 Resmi Diumumkan

    Susunan Lengkap Pengurus PBNU 2026–2031 Resmi Diumumkan

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 490
    • 0Komentar

    JAKARTA, NULONDALO.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan susunan kepengurusan masa khidmah 2026–2031. Pengumuman tersebut berlangsung di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (30/9/2026) malam. Pengumuman dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU Prof KH Mohammad Nuh, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, serta […]

  • Quiet Confidence dan Seni Menjadi Diri Sendiri

    Quiet Confidence dan Seni Menjadi Diri Sendiri

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Saya sering memperhatikan ada orang dengan kekuatan pengaruh batin (inner power) yang terasa kuat, meski kehadirannya nyaris tidak mencolok. Mereka tampil bersahaja, sederhana, tidak berisik, tetapi keputusannya berdampak dan sikapnya membekas. Kehadirannya tidak memaksa perhatian, namun justru membuat orang lain memperhatikan. Mereka tidak haus validasi dan tidak mencari sorotan, tetapi pengaruhnya nyata dan bekerja dalam […]

  • MACPLAM-9 Integrasikan Pengetahuan dan Kerjasama

    MACPLAM-9 Integrasikan Pengetahuan dan Kerjasama

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo mendorong pentingnya sinergi dan kolaborasi antarwilayah dalam penguatan layanan laboratorium klinik dan diagnostik. Hal ini disampaikan Asisten III Setda Provinsi Gorontalo, Misranda Nalole, saat mewakili Gubernur Gusnar Ismail pada pembukaan Maluku, Celebes, Papua Clinical Pathology and Laboratory Medicine Annual Meeting (MACPLAM-9) di Ballroom Hotel Aston, Jumat (4/7/2025). Mengangkat tema “Integrating Knowledge, Enhancing […]

expand_less