Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tradisi Memperingati 1 Muharram di Gorontalo: Perpaduan Spiritualitas dan Budaya

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
  • visibility 100
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bulan Muharram, khususnya tanggal 1 Muharram, bukan hanya menandai tahun baru dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momen penting refleksi dan spiritualitas bagi masyarakat Gorontalo. Di wilayah ini, peringatan Muharram tidak sekadar seremonial, namun sarat dengan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

Tradisi Buruda di Makam-makam Aulia

Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah Buruda atau Burdah, yakni kegiatan ziarah ke makam – makam Aulia atau  makam keramat diringi syair-syair pujian kepada Nabi. Biasanya gelaran ini dilaksanakan  pada malam 1 Muharram.

“Ada pula tradisi pembacaan Madih Burdah yang tujuannya untuk pengobatan”, kata Ustadz Rionadi Doe, S.Pd.I, tokoh agama di Gorontalo.

Buruda atau Burdah, tradisi memperingati malam 1 Muharram yang digelar di Makam-makan Aulia atau keramat di Gorontalo dengan pembacaan doa dan syair-syair pujian untuk Baginda Nabi Saw/ Foto PP Sirojuth Tholibin.

Menurutnya, makna 1 Muharram bagi masyarakat Muslim Gorontalo adalah momentum  membenahi diri dan berdoa agar setahun ke depan  untuk mendapatkan  hal-hal lebih baik.

Doa bersama dan Makan Kue Tradisional

Masyarakat Muslim di Gorontalo menggelar kegiatan doa bersama yang biasanya digelar di rumah-rumah warga, masjid, atau pusat-pusat kegiatan keagamaan. Setelah berdoa, masyarakat akan makan bersama, saling berbagi makanan tradisional khas Gorontalo seperti:

  • Kue Apangi
  • Kue Perahu
  • Kolombengi
  • Tili Aya
  • Nasi kuning
  • Bubur putih merah (bubur syukuran)

Kue Apang Colo biasanya disajikan warga Muslim di Gorontalo saat peringatan 1 Muharram

Tradisi ini memperkuat rasa persaudaraan, semangat gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur.

Menurut Akademisi IAIN Sultan Amay Gorontalo Dr. Hamid Pongoliu, hal tersebut bukan hanya mengandung tradisi, melainkan ciri khas umat islam di Gorontalo dalam memperingati 1 Muharram.

“Dalam islam sendiri ada anjuran untuk bersedekah. Nah hal ini masuk dalam anjuran tersebut. Bagaimana setiap insan dapat memperkuat hubungan manusia dengan manusia lainnya (hablumminannas), terangnya.

Pembacaan Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriah

Di malam pergantian tahun Hijriah, umat Islam di Gorontalo melaksanakan pembacaan doa akhir tahun dan awal tahun  di masjid-masjid atau surau. Doa ini bertujuan memohon ampunan atas kesalahan masa lalu dan harapan hidup lebih baik di tahun baru.

Doa bersama peringatan 1 Muharram di Surau-surau atau Masjid/Foto : Lensa islami

Biasanya, kegiatan ini dipadukan dengan ceramah agama (tausiah) yang mengangkat tema hijrah, perubahan diri, dan semangat keislaman.

Parade Busana Muslim Anak-anak

Beberapa daerah di Gorontalo juga menggelar Parade Busan Muslim anak-anak, menandai semangat hijrah dan menanamkan kecintaan kepada Islam sejak dini. Anak-anak berpakaian muslim sambil melafazkan doa-doa pilihan, berjalan bersama menuju tempat yang telah ditentukan penyelenggara kegiatan.

Kegiatan ini biasanya dihelat pemerintah daerah yang berkerjasama dengan organisasi keagamaan islam,  guru-guru pengajian, takmir masjid, atau kelompok pemuda Islam setempat.

Editor : Djemi Radji

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros sepanjang tahun 2025 mencatatkan capaian gemilang. Total PAD yang berhasil dihimpun mencapai Rp329.562.919.533, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang terealisasi sebesar Rp283.056.990.320. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, Muh Ferdiansyah, menyebut capaian tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan PAD Kabupaten Maros, sekaligus melampaui […]

  • Gorontalo Menyalakan Api Revolusi Lebih Dini: Pendang Kalengkongan dan Sejarah yang Terlupakan

    Gorontalo Menyalakan Api Revolusi Lebih Dini: Pendang Kalengkongan dan Sejarah yang Terlupakan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 861
    • 0Komentar

    Sejarah, sebagaimana ia ditulis dan diwariskan, tak selalu adil pada semua tokoh yang turut membentuknya. Ada nama-nama yang diabadikan, dipatungkan, dan diajarkan dari generasi ke generasi. Namun ada pula yang perlahan menghilang—bukan karena perannya kecil, melainkan karena narasi tak selalu ramah pada mereka yang bekerja dalam diam. Di Gorontalo, ada satu tanggal yang setiap tahun […]

  • Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Hari ini orang beramai-ramai memposting pelaksanaan Shalat Idul Fitri di setiap rumah, sekalipun tidak semua karena ada sebagian orang lain yang Shalat di Masjid maupun di lapangan karena kekesalan mereka terhadap pemerintah yang menutup Masjid dan membuka pasar dan mall di tengah pandemic corona. Setelah Shalat Idul Fitri saya dan keluarga menikmati burasa, acar ikan […]

  • Runtuhnya Masyarakat Sipil?

    Runtuhnya Masyarakat Sipil?

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Pada dekade 1990-an, masyarakat sipil di Indonesia menemukan momentumnya. Ia hadir sebagai kekuatan penekan terhadap negara. Organisasi mahasiswa, LSM, kelompok intelektual, hingga komunitas berbasis agama dan budaya membentuk jejaring resistensi yang relatif solid. Dalam konteks itu, masyarakat sipil berfungsi sebagai oposisi ekstra-parlementer—sebuah ruang di mana kritik tidak hanya diproduksi, tetapi juga dikonsolidasikan menjadi gerakan yang […]

  • Aliansi Anak Muda Nahdliyyin Maluku Utara Tuntut Bebaskan 11 aktivis Pejuang Lingkungan dan Cabut IUP PT Position

    Aliansi Anak Muda Nahdliyyin Maluku Utara Tuntut Bebaskan 11 aktivis Pejuang Lingkungan dan Cabut IUP PT Position

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Aliansi Anak Muda Nahdliyin Maluku Utara menggelar aksi demonstrasi pada Selasa (3/6), menuntut pembebasan 11 warga Maba Sangaji yang ditahan oleh Polda Maluku Utara serta pencabutan izin tambang PT Position yang dianggap menyerobot lahan masyarakat adat dan merusak lingkungan. Selasa, 3 Juni 2025. Aksi dimulai sekitar pukul 13.20 WIT dengan titik kumpul di depan lankmart […]

  • Orientasi Politik dan Muskerwil, PKB Gorontalo Target Bentuk Fraksi di DPRD 2029

    Orientasi Politik dan Muskerwil, PKB Gorontalo Target Bentuk Fraksi di DPRD 2029

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 287
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo resmi mengukuhkan kepengurusan masa bakti 2026–2031 dalam rangkaian kegiatan Orientasi Politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil). Momentum ini menjadi titik awal konsolidasi besar partai untuk menghadapi kontestasi politik 2029. Kegiatan tersebut dihadiri anggota Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, yang juga menjabat Ketua […]

expand_less