Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Resolusi 2026: Memindahkan energi, memperluas Jejaring

  • account_circle Pepy al-Bayqunie
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 299
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Periode 2019–2025, saat saya memimpin Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), menjadi fase penting dalam pembelajaran kepemimpinan dan pengelolaan program pengembangan sumber daya manusia keagamaan.

Berbagai program yang dilaksanakan—mulai dari MB Speak Up, Sekolah Penguatan Moderasi Beragama, hingga Klinik Moderasi Beragama—menjadi laboratorium bagi pengembangan strategi, inovasi, dan implementasi kebijakan moderasi beragama di tingkat operasional.

Pengalaman memimpin BLAM menegaskan beberapa prinsip penting: Pertama, efektivitas institusi bergantung pada kemampuan membangun ekosistem kolaboratif. Program yang berhasil bukan hanya hasil perencanaan, tetapi hasil sinergi antara pegawai, peserta, dan pemangku kepentingan eksternal.

Kedua, inovasi memerlukan ruang untuk percobaan dan evaluasi. Tidak semua inisiatif berjalan mulus; beberapa harus diadaptasi, direvisi, atau bahkan dihentikan demi memastikan relevansi dan keberlanjutan program.

Ketiga, kepemimpinan menuntut keseimbangan antara visi strategis dan implementasi teknis. Memahami batasan sumber daya, kondisi sosial, dan dinamika kelembagaan menjadi bagian tak terpisahkan dari perencanaan dan pengambilan keputusan.

Memasuki tahun 2026,  sebagai tugas baru memimpin Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar, prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan untuk menetapkan arah strategis institusi. BDK Denpasar berada pada posisi strategis dalam pengembangan kompetensi ASN keagamaan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Tuntutan profesionalisme, dinamika sosial-keagamaan, dan isu ekologi menuntut BDK Denpasar bertransformasi menjadi institusi yang tidak hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan model praktik pengembangan kompetensi SDM kementerian agama

Arah strategis sebagai resolusi BDK Denpasar 2026 dapat dirinci dalam tiga prioritas utama:

  1. Penguatan Kapasitas SDM dan Implementasi Program Berkualitas.
    BDK Denpasarakan fokus pada pengembangan program yang mampu membekali ASN keagamaan dengan kompetensi teknis dan kompetensi sosial-kultural. Pelatihan akan dirancang untuk mengintegrasikan prinsip humanisme, ekoteologi, dan hak beragama dalam praktik kerja ASN. Evaluasi berkala dan mekanisme umpan balik menjadi bagian penting dari setiap program untuk memastikan efektivitas dan relevansi.
  2. Inovasi dan Eksperimen Pembelajaran.
    BDK Denpasar akan menyediakan ruang untuk inovasi dalam metode pembelajaran, termasuk modul blended learning, simulasi kasus, dan praktik lapangan dan prototyping model model kreatif lainnya. Pendekatan ini memungkinkan BDK untuk terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan aktual ASN dan dinamika masyarakat.
  3. Kolaborasi dan Jejaring Strategis.
    BDK Denpasar akan memperkuat jejaring dengan pemerintah daerah dan kementerian lembaga, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, dan organisasi masyarakat sipil. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengembangan SDM yang berkelanjutan, di mana praktik ekologi, moderasi beragama dan nilai-nilai humanisme dapat diterapkan secara nyata.

Resolusi strategis ini menegaskan komitmen BDK Denpasar untuk menjadi pusat transformasi SDM keagamaan yang kompeten, adaptif, reflektif, dan terhubung dengan konteks sosial-ekologis wilayahnya.

Tahun 2026 merupakan langkah awal dalam memperkuat posisi BDK sebagai institusi yang menghubungkan visi strategis dengan implementasi nyata, sekaligus mempersiapkan ASN keagamaan menghadapi tantangan masa depan.

Penulis adalah Jamaah di Gusdurian, asal Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah

  • Penulis: Pepy al-Bayqunie
  • Editor: Pepy al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LBH Papua Desak Kapolri Usut Dugaan Penyiksaan dan Penangkapan Sewenang-wenang oleh Oknum Polisi

    LBH Papua Desak Kapolri Usut Dugaan Penyiksaan dan Penangkapan Sewenang-wenang oleh Oknum Polisi

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Jayapura – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua mendesak Kapolri segera memerintahkan Kapolda Papua untuk menangkap dan memproses hukum oknum anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus penyiksaan, penangkapan sewenang-wenang, serta berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di wilayah hukum Polda Papua. Desakan tersebut disampaikan LBH Papua dalam siaran pers yang diterbitkan bertepatan dengan momentum […]

  • DPP GENINUSA Desak Kapolda Lampung Segera Adili Oknum Penyidik Atas Dugaan Kekerasan Terhadap Warga 

    DPP GENINUSA Desak Kapolda Lampung Segera Adili Oknum Penyidik Atas Dugaan Kekerasan Terhadap Warga 

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Nulondalo – Faizal Habeba, Kordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi, Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santri Preuner Nusantara (DPP GENINUSA), mendesak kepada Kapolda Lampung untuk segera memanggil dan proses oknum kepolisian Inisial AIPTU S selaku penyidik yang melalukan tindakan kekerasan (pencekikan) kepada warga Lampung bernama Sadam Husen. Menurutnya, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepolisian insial AIPTU […]

  • Melihat yang Tak Terlihat Ala Gus Dur: Catatan tentang Politik, Agama, dan Jaringan Kekuasaan

    Melihat yang Tak Terlihat Ala Gus Dur: Catatan tentang Politik, Agama, dan Jaringan Kekuasaan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Ada satu kebiasaan intelektual yang menarik dari Abdurrahman Wahid ketika membaca peristiwa politik. Ia tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu hanya dari apa yang tampak di permukaan. Dalam tulisannya “Iran yang Tidak Saya Lihat”, Gus Dur justru memulai dari sebuah pengakuan yang sederhana: ia tidak berada di Iran, tidak menyaksikan langsung gejolak yang sedang berlangsung di sana. […]

  • Jejak Yusril dalam Harmoni Islam dan Pancasila

    Jejak Yusril dalam Harmoni Islam dan Pancasila

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Sepanjang pembacaan saya atas karya-karya Prof. Yusril, beberapa di antaranya: Modernisme dan Fundamentalisme dalam Politik Islam (1999), Membangun Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan (2000), ditambah delapan buku barunya dirilis pada 2026 yang merangkum 50 tahun pemikirannya, serta melihat dari perjalanan panjang beliau dalam panggung politik nasional, saya menangkap satu kesan bahwa beliau bukan sekadar seorang […]

  • SK Presiden Diserahkan, 11 Pimpinan Baznas Siap Jalankan Tugas Lima Tahun ke Depan

    SK Presiden Diserahkan, 11 Pimpinan Baznas Siap Jalankan Tugas Lima Tahun ke Depan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Presiden kepada jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) masa jabatan 2026–2031. Penyerahan SK dari Presiden Prabowo Subianto tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Momentum ini menandai dimulainya masa bakti 11 pimpinan Baznas yang akan menjalankan tugas selama lima tahun ke […]

  • Masyarakat Adat Halmahera Timur Murka, Ultimatum Amin Bahrun Segera Buka Inaport dan EPNBP

    Masyarakat Adat Halmahera Timur Murka, Ultimatum Amin Bahrun Segera Buka Inaport dan EPNBP

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Kemarahan masyarakat adat Maba, Halmahera Timur mencapai puncaknya. Mereka menuding Amin Bahrun, yang hanya berstatus Pjs KTT PT ANI, bertindak semena-mena dengan menjadikan laut Maba sebagai lokasi parkir tongkang berminggu-minggu. Hal ini sengaja tongkang tersebut telah di Sandra oleh saudara Amin Bahrun sangat berbahaya terhadap pencemaran laut dan akan menghancurkan mata pencaharian nelayan tradisional. ” […]

expand_less