Breaking News
light_mode
Trending Tags

Resolusi 2026: Memindahkan energi, memperluas Jejaring

  • account_circle Pepy al-Bayqunie
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 234
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Periode 2019–2025, saat saya memimpin Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), menjadi fase penting dalam pembelajaran kepemimpinan dan pengelolaan program pengembangan sumber daya manusia keagamaan.

Berbagai program yang dilaksanakan—mulai dari MB Speak Up, Sekolah Penguatan Moderasi Beragama, hingga Klinik Moderasi Beragama—menjadi laboratorium bagi pengembangan strategi, inovasi, dan implementasi kebijakan moderasi beragama di tingkat operasional.

Pengalaman memimpin BLAM menegaskan beberapa prinsip penting: Pertama, efektivitas institusi bergantung pada kemampuan membangun ekosistem kolaboratif. Program yang berhasil bukan hanya hasil perencanaan, tetapi hasil sinergi antara pegawai, peserta, dan pemangku kepentingan eksternal.

Kedua, inovasi memerlukan ruang untuk percobaan dan evaluasi. Tidak semua inisiatif berjalan mulus; beberapa harus diadaptasi, direvisi, atau bahkan dihentikan demi memastikan relevansi dan keberlanjutan program.

Ketiga, kepemimpinan menuntut keseimbangan antara visi strategis dan implementasi teknis. Memahami batasan sumber daya, kondisi sosial, dan dinamika kelembagaan menjadi bagian tak terpisahkan dari perencanaan dan pengambilan keputusan.

Memasuki tahun 2026,  sebagai tugas baru memimpin Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar, prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan untuk menetapkan arah strategis institusi. BDK Denpasar berada pada posisi strategis dalam pengembangan kompetensi ASN keagamaan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Tuntutan profesionalisme, dinamika sosial-keagamaan, dan isu ekologi menuntut BDK Denpasar bertransformasi menjadi institusi yang tidak hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan model praktik pengembangan kompetensi SDM kementerian agama

Arah strategis sebagai resolusi BDK Denpasar 2026 dapat dirinci dalam tiga prioritas utama:

  1. Penguatan Kapasitas SDM dan Implementasi Program Berkualitas.
    BDK Denpasarakan fokus pada pengembangan program yang mampu membekali ASN keagamaan dengan kompetensi teknis dan kompetensi sosial-kultural. Pelatihan akan dirancang untuk mengintegrasikan prinsip humanisme, ekoteologi, dan hak beragama dalam praktik kerja ASN. Evaluasi berkala dan mekanisme umpan balik menjadi bagian penting dari setiap program untuk memastikan efektivitas dan relevansi.
  2. Inovasi dan Eksperimen Pembelajaran.
    BDK Denpasar akan menyediakan ruang untuk inovasi dalam metode pembelajaran, termasuk modul blended learning, simulasi kasus, dan praktik lapangan dan prototyping model model kreatif lainnya. Pendekatan ini memungkinkan BDK untuk terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan aktual ASN dan dinamika masyarakat.
  3. Kolaborasi dan Jejaring Strategis.
    BDK Denpasar akan memperkuat jejaring dengan pemerintah daerah dan kementerian lembaga, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, dan organisasi masyarakat sipil. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengembangan SDM yang berkelanjutan, di mana praktik ekologi, moderasi beragama dan nilai-nilai humanisme dapat diterapkan secara nyata.

Resolusi strategis ini menegaskan komitmen BDK Denpasar untuk menjadi pusat transformasi SDM keagamaan yang kompeten, adaptif, reflektif, dan terhubung dengan konteks sosial-ekologis wilayahnya.

Tahun 2026 merupakan langkah awal dalam memperkuat posisi BDK sebagai institusi yang menghubungkan visi strategis dengan implementasi nyata, sekaligus mempersiapkan ASN keagamaan menghadapi tantangan masa depan.

Penulis adalah Jamaah di Gusdurian, asal Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah

  • Penulis: Pepy al-Bayqunie
  • Editor: Pepy al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Firman Soebagyo Usulkan Konsep Baru Swasembada Pangan, Anggaran Cetak Sawah Dialihkan untuk Beli Lahan Produktif

    Firman Soebagyo Usulkan Konsep Baru Swasembada Pangan, Anggaran Cetak Sawah Dialihkan untuk Beli Lahan Produktif

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mengusulkan konsep baru dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Usulan tersebut muncul setelah ia mencermati pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, terkait masifnya alih fungsi lahan sawah di Indonesia. Firman menyoroti data Kementerian ATR/BPN yang mencatat alih fungsi lahan pertanian mencapai […]

  • Komisi V DPR Soroti Kelaikudaraan Pesawat IAT yang Hilang Kontak di Maros

    Komisi V DPR Soroti Kelaikudaraan Pesawat IAT yang Hilang Kontak di Maros

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi V DPR RI menyoroti hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Sorotan tersebut terutama berkaitan dengan pengawasan kelaikudaraan pesawat, khususnya armada yang telah beroperasi dalam jangka waktu panjang. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, meminta Kementerian Perhubungan […]

  • Proposal yang Menodai Idealisme: Saat PKC PMII Gorontalo Gagal Membaca Luka Pohuwato

    Proposal yang Menodai Idealisme: Saat PKC PMII Gorontalo Gagal Membaca Luka Pohuwato

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Langkah PKC PMII Gorontalo yang diketahui mengajukan proposal kegiatan ke PT. Pani Gold Project (PT. PETS) menimbulkan gelombang kekecewaan dari berbagai kalangan, termasuk dari PC PMII Kota Gorontalo sendiri. Bukan semata soal administratif, tetapi soal nurani — tentang arah perjuangan dan nilai dasar yang menjadi napas organisasi mahasiswa Islam Indonesia: keberpihakan kepada rakyat kecil. PT. […]

  • Putra Banggai Murka di RDP: DPRD Sulteng Soroti Dugaan Kriminalisasi dan Izin Tambang PT Pantas Indomining

    Putra Banggai Murka di RDP: DPRD Sulteng Soroti Dugaan Kriminalisasi dan Izin Tambang PT Pantas Indomining

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Firman Dauda
    • visibility 363
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Sulteng – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan PT Pantas Indomining berlangsung alot. Rapat tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi tegas menyangkut sengketa lahan, dugaan kriminalisasi warga, hingga persoalan dokumen perizinan perusahaan. Dalam forum itu, DPRD menyoroti aktivitas pertambangan […]

  • Manifesto Tarbiyah di Zaman Kacau

    Manifesto Tarbiyah di Zaman Kacau

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Tulisan ini muncul dari proses perenungan panjang di Kediri. Kedatangan saya di Kediri bukan hanya sekadar lompatan geografis, melainkan sebuah proses penguatan ideologis. Di tanah ini, Munawar Musso terlahir ke dunia, Jenderal Soedirman memimpin pasukan gerilya dan Tan Malaka berpulang kepada Tuhannya. Dari mereka bertiga, saya  belajar bagaimana cara manusia melawan marabahaya. Marabahaya memang selalu […]

  • Triliunan Dolar, Kekosongan Tak Terbeli. Fenomena Elon Musk Kesepian di Puncak piramida Kapitalisme

    Triliunan Dolar, Kekosongan Tak Terbeli. Fenomena Elon Musk Kesepian di Puncak piramida Kapitalisme

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Kita sering membayangkan bahwa puncak kebahagiaan terletak pada keberlimpahan materi. Sejak kecil, banyak dari kita diajarkan—secara halus maupun terang-terangan—bahwa sukses berarti kaya, terkenal, dan berkuasa. Dalam imajinasi sosial yang dibentuk oleh kapitalisme modern, kekayaan adalah simbol kemenangan. Namun pengakuan Musk menghadirkan celah refleksi: mungkinkah ada sesuatu yang tak bisa dibeli, bahkan oleh orang paling kaya […]

expand_less