Breaking News
light_mode
Trending Tags

Resolusi 2026: Memindahkan energi, memperluas Jejaring

  • account_circle Pepy al-Bayqunie
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 193
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Periode 2019–2025, saat saya memimpin Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), menjadi fase penting dalam pembelajaran kepemimpinan dan pengelolaan program pengembangan sumber daya manusia keagamaan.

Berbagai program yang dilaksanakan—mulai dari MB Speak Up, Sekolah Penguatan Moderasi Beragama, hingga Klinik Moderasi Beragama—menjadi laboratorium bagi pengembangan strategi, inovasi, dan implementasi kebijakan moderasi beragama di tingkat operasional.

Pengalaman memimpin BLAM menegaskan beberapa prinsip penting: Pertama, efektivitas institusi bergantung pada kemampuan membangun ekosistem kolaboratif. Program yang berhasil bukan hanya hasil perencanaan, tetapi hasil sinergi antara pegawai, peserta, dan pemangku kepentingan eksternal.

Kedua, inovasi memerlukan ruang untuk percobaan dan evaluasi. Tidak semua inisiatif berjalan mulus; beberapa harus diadaptasi, direvisi, atau bahkan dihentikan demi memastikan relevansi dan keberlanjutan program.

Ketiga, kepemimpinan menuntut keseimbangan antara visi strategis dan implementasi teknis. Memahami batasan sumber daya, kondisi sosial, dan dinamika kelembagaan menjadi bagian tak terpisahkan dari perencanaan dan pengambilan keputusan.

Memasuki tahun 2026,  sebagai tugas baru memimpin Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar, prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan untuk menetapkan arah strategis institusi. BDK Denpasar berada pada posisi strategis dalam pengembangan kompetensi ASN keagamaan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Tuntutan profesionalisme, dinamika sosial-keagamaan, dan isu ekologi menuntut BDK Denpasar bertransformasi menjadi institusi yang tidak hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan model praktik pengembangan kompetensi SDM kementerian agama

Arah strategis sebagai resolusi BDK Denpasar 2026 dapat dirinci dalam tiga prioritas utama:

  1. Penguatan Kapasitas SDM dan Implementasi Program Berkualitas.
    BDK Denpasarakan fokus pada pengembangan program yang mampu membekali ASN keagamaan dengan kompetensi teknis dan kompetensi sosial-kultural. Pelatihan akan dirancang untuk mengintegrasikan prinsip humanisme, ekoteologi, dan hak beragama dalam praktik kerja ASN. Evaluasi berkala dan mekanisme umpan balik menjadi bagian penting dari setiap program untuk memastikan efektivitas dan relevansi.
  2. Inovasi dan Eksperimen Pembelajaran.
    BDK Denpasar akan menyediakan ruang untuk inovasi dalam metode pembelajaran, termasuk modul blended learning, simulasi kasus, dan praktik lapangan dan prototyping model model kreatif lainnya. Pendekatan ini memungkinkan BDK untuk terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan aktual ASN dan dinamika masyarakat.
  3. Kolaborasi dan Jejaring Strategis.
    BDK Denpasar akan memperkuat jejaring dengan pemerintah daerah dan kementerian lembaga, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, dan organisasi masyarakat sipil. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengembangan SDM yang berkelanjutan, di mana praktik ekologi, moderasi beragama dan nilai-nilai humanisme dapat diterapkan secara nyata.

Resolusi strategis ini menegaskan komitmen BDK Denpasar untuk menjadi pusat transformasi SDM keagamaan yang kompeten, adaptif, reflektif, dan terhubung dengan konteks sosial-ekologis wilayahnya.

Tahun 2026 merupakan langkah awal dalam memperkuat posisi BDK sebagai institusi yang menghubungkan visi strategis dengan implementasi nyata, sekaligus mempersiapkan ASN keagamaan menghadapi tantangan masa depan.

Penulis adalah Jamaah di Gusdurian, asal Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah

  • Penulis: Pepy al-Bayqunie
  • Editor: Pepy al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 228
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Kisruh di PBNU bukan hal mengejutkan. NU sejak dulu hidup dengan perdebatan. Organisasi sebesar ini wajar kalau penuh pandangan, ego, dan aspirasi. Tapi kisruh kali ini berbeda: ia terjadi di era digital—era ketika gesekan kecil langsung berubah jadi tontonan nasional sebelum ada kesempatan […]

  • Gorontalo Inflasi 0,8 Persen di Juni 2025

    Gorontalo Inflasi 0,8 Persen di Juni 2025

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Pada bulan Juni 2025 Provinsi Gorontalo mengalami inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 0,80 persen. Angka ini disumbangkan dari Kota Gorontalo yang mengalami inflasi sebesar 0,77 persen dan dari Kabupaten Gorontalo mengalami inflasi sebesar 0,81 persen. “Inflasi y-on-y Provinsi Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada delapan kelompok pengeluaran,” kata […]

  • Forum 17-an GUSDURian Polman Bahas Stoikisme dan Polemik Tarian Yahudi

    Forum 17-an GUSDURian Polman Bahas Stoikisme dan Polemik Tarian Yahudi

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti pelataran rumah Imam Masjid Agung Syuhada, Annangguru Sayyid Ahmad Fadl Almahdaly, pada Senin malam, 28 April 2025. Malam itu, puluhan aktivis dari berbagai latar belakang berkumpul dalam Forum 17-an, sebuah diskusi lintas komunitas yang digagas oleh Komunitas GUSDURian Polman dan jejaringnya, termasuk Lembaga Inspirasi dan Advokasi Rakyat (LIAR) Sulbar, […]

  • Harga Sembako di Gorontalo Terpantau Fluktuatif, Cabai dan Minyak Goreng Catat Pergerakan Signifikan

    Harga Sembako di Gorontalo Terpantau Fluktuatif, Cabai dan Minyak Goreng Catat Pergerakan Signifikan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 142
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Harga sejumlah bahan pokok di Provinsi Gorontalo terus mengalami fluktuasi yang memengaruhi daya beli masyarakat. Pemantauan terbaru menunjukkan beberapa komoditas kebutuhan pokok naik, sementara yang lain cenderung stabil atau turun. Pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat harga beberapa kebutuhan pokok di pasar tradisional Gorontalo antara lain: Cabai rawit sekitar Rp61,7 […]

  • Re-historiografi Gorontalo: Sebuah Dorongan Awal

    Re-historiografi Gorontalo: Sebuah Dorongan Awal

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Daniel A. Kalangie
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Narasi umum sejarah Gorontalo paling tidak hanya berkutat pada tiga peristiwa pokok; kisah terbentuknya Duluwo Limo lo Pohala’a, “kepahlawanan” dalam peristiwa 23 Januari 1942, dan cerita Pembentukan Provinsi Gorontalo. Tiga peristiwa pokok ini cenderung dianggap oleh pemerintah, akademisi, maupun awam sebagai pijakan untuk membentuk pengetahuan sejarah Gorontalo. Pertanyaannya adalah bagaimana mungkin tiga peristiwa yang terpaut […]

  • Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Setiap April, memori tentang Kartini akan menyeruak. Ia datang, dikenang, dirayakan, dan diabadikan. Di ruang kelas, anak-anak berseragam menggelar lomba busana adat. Di media sosial, ucapan selamat Hari Kartini berseliweran, disertai kutipan populer dan foto perempuan berkebaya. Sebuah ritual yang terasa akrab, bahkan otomatis. Tapi siapa Kartini yang sebenarnya sedang kita rayakan? Yang pasti bukan […]

expand_less