Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Solidaritas PC PMII Baabullah Kota Ternate Untuk Sumatera dan Aceh Sekaligus Berikan Warning Wilayah Maluku Utara 

  • account_circle Asril
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 178
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Baabullah Kota Ternate menggelar aksi kemanusiaan untuk korban bencana alam di Sumatra dan Aceh, sekaligus mengampanyekan peringatan darurat ekologi bagi Maluku Utara yang saat ini dikepung oleh aktivitas pertambangan secara masif. Ternate, 7 Desember 2025.

Aksi yang berlangsung di depan Lank Mart itu diisi dengan penggalangan donasi, orasi kemanusiaan, serta kampanye penyelamatan lingkungan. Bencana yang melanda Sumatra tidak bisa dipandang sebagai peristiwa alam semata, melainkan juga sebagai akibat dari kerusakan lingkungan yang berlangsung secara sistematis.

Ketua Umum PMII Cabang Baabullah Kota Ternate sahabat Supriman, dalam orasinya menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya bentuk solidaritas untuk korban bencana, tetapi juga peringatan serius bagi Maluku Utara.

“Hari ini kita mengulurkan tangan untuk Sumatra, tetapi di saat yang sama kita sedang memperingatkan Maluku Utara. Bencana bukan sekadar peristiwa alam, melainkan juga akibat dari keserakahan manusia yang merusak hutan dan ruang hidup,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua II Bidang Advokasi PMII Cabang Baabullah, Sahabat Ibnu Haris, menegaskan bahwa bencana di Sumatra harus dilihat sebagai cerminan masa depan Maluku Utara jika sistem ekonomi yang eksploitatif terus dibiarkan.

“Fenomena alam di Sumatra hari ini adalah cerminan masa depan Maluku Utara atas sistem kapitalisme yang jahat dan eksploitatif. Di Maluku Utara terdapat kurang lebih 100 IUP. Bukan tidak mungkin lima atau sepuluh tahun ke depan Maluku Utara akan mengalami nasib yang sama seperti Sumatra,” tegas Ibnu.

Ia menambahkan bahwa bencana tidak boleh dipandang sebagai murni kehendak Tuhan, karena terdapat campur tangan manusia di baliknya, terutama para pemegang kekuasaan.

“Olehnya itu, fenomena ini tidak boleh dipandang semata-mata sebagai bencana dari Tuhan. Ada campur tangan manusia di dalamnya. Dan manusia yang kami maksud adalah para pemegang kekuasaan, karena mereka memiliki legitimasi penuh atas kejadian ini, baik secara politik maupun ekonomi,” lanjutnya.

Menurutnya, pembiaran terhadap perusakan hutan dan ekspansi tambang merupakan bentuk kejahatan struktural yang kelak akan dibayar mahal oleh rakyat.

“Jika hari ini negara memberi karpet merah kepada pertambangan, maka rakyatlah yang akan menanggung ongkosnya di masa depan melalui banjir, longsor, krisis air, dan hilangnya ruang hidup,” tambahnya.

Senada dengan itu, salah satu peserta aksi, Sahabat Gufran, menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini adalah upaya membangun kesadaran kolektif bahwa isu lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari isu kemanusiaan.

“Ketika alam dihancurkan, yang menjadi korban pertama adalah manusia. Maka membela lingkungan sama dengan membela kemanusiaan. Aksi hari ini adalah pesan moral agar negara tidak terus menutup mata,” katanya.

Dalam aksi tersebut, PMII Baabullah juga membagikan selebaran (propaganda) bertajuk “melihat sumatra menyadari Maluku Utara”.

Mereka juga berkomitmen untuk terus mengawal isu lingkungan hidup sebagai bagian dari perjuangan kemanusiaan di Maluku Utara.

Aksi ini mendapat respons positif dari masyarakat pengguna jalan yang turut menyumbangkan bantuan serta memberikan dukungan terhadap kampanye penyelamatan lingkungan yang disuarakan.

  • Penulis: Asril
  • Editor: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lomba Da’i Cilik Meriahkan Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo

    Lomba Da’i Cilik Meriahkan Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Lomba Da’i Cilik turut memeriahkan rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo yang dilaksanakan di Kantor PWNU Gorontalo, Rabu (29/10/2025). Penanggung jawab kegiatan, Indrawan Modanggu, menyampaikan bahwa lomba Da’i Cilik ini bertujuan untuk menumbuhkan potensi generasi muda sejak dini, khususnya anak-anak di bawah usia 10 tahun, agar semakin mengenal nilai-nilai Islam dan ekonomi syariah. “PWNU […]

  • Menjaga Kemudi di Tengah Ketidakpastian: Optimisme dan Realitas Ketahanan Ekonomi Indonesia

    Menjaga Kemudi di Tengah Ketidakpastian: Optimisme dan Realitas Ketahanan Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Zulia Rahmawati
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Di tengah kondisi ekonomi global yang kian sulit diprediksi, pernyataan Menteri Keuangan mengenai kondisi APBN yang sehat dan kuat membawa angin segar sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh pemangku kepentingan ekonomi. Berita utama Kementerian Keuangan baru-baru ini menegaskan bahwa ,Indonesia memiliki bantalan fiskal yang cukup untuk meredam guncangan eksternal. Namun, di balik optimisme tersebut, terdapat […]

  • Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Polri Merespons Kritik Publik soal Kasus Korban Penjambretan

    Kapolres Sleman Dinonaktifkan, Polri Merespons Kritik Publik soal Kasus Korban Penjambretan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gelombang kritik publik terhadap penanganan kasus hukum yang menjerat Hogi Minaya, seorang suami korban penjambretan, akhirnya berujung pada keputusan tegas dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kapolres Sleman Kombes Pol Edy Setyanto resmi dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil menyusul polemik penetapan status tersangka terhadap Hogi Minaya, yang justru diproses hukum setelah berusaha […]

  • Jakarta Bukan Indonesia: Menimbang Federalisme dan Otoritas Kharismatik

    Jakarta Bukan Indonesia: Menimbang Federalisme dan Otoritas Kharismatik

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Perdebatan mengenai bentuk negara tidak pernah benar-benar usai. Ia muncul kembali setiap kali ketimpangan pembangunan melebar, distribusi sumber daya dipersoalkan, atau hubungan pemerintah pusat dan daerah dipenuhi rasa saling curiga. Pertanyaan yang mengemuka bukan lagi sekadar apakah Indonesia harus tetap menjadi negara kesatuan, melainkan apakah pola penyelenggaraannya yang masih menyisakan watak sentralistik masih memadai untuk […]

  • Diskusi Nasional Soroti ‘Paradoks Prabowo’ dan Arah Ekonomi-Politik Bangsa

    Diskusi Nasional Soroti ‘Paradoks Prabowo’ dan Arah Ekonomi-Politik Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, JAKARTA – Sejumlah organisasi masyarakat sipil dan lembaga kepemudaan menggelar Diskusi Nasional bertajuk “Paradoks Indonesia, Paradoks Prabowo: Kemana Arah Ekonomi-Politik Bangsa?” yang berlokasi di Sekretariat PB PMII, Jl. Salemba Tengah, Jakarta Pusat pada Jum’at, 12 Juni 2026. Acara yang dibuka dengan pembacaan Puisi oleh dua orang KOPRI PMII Ciputat terselenggara atas kolaborasi lintas lembaga, […]

  • DPP Geninusa Bidang pendidikan dan ekonomi Soroti Uang komite/SPP Di SMA Negeri Sumatra Utara

    DPP Geninusa Bidang pendidikan dan ekonomi Soroti Uang komite/SPP Di SMA Negeri Sumatra Utara

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Dugaan pungutan liar (pungli) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sumatera Utara kembali mencuat. Hal ini disampaikan oleh Nirwan Pumah Siregar, pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GENINUSA bidang pendidikan dan ekonomi, yang menyoroti praktik pungutan yang berkedok sukarela namun bersifat wajib. “Pendidikan gratis di sekolah negeri sudah diatur dalam Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur, […]

expand_less