Breaking News
dark_mode
Trending Tags

PMII Maros Minta Polisi Tak Tutup Mata atas Kekerasan di Malam Tahun Baru

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • visibility 337
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, Maros – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Maros menyatakan keprihatinan serius atas peristiwa pengeroyokan yang dialami Muhammad Akbar (Korban), seorang warga Kabupaten Maros, di kawasan Pantai Tak Berombak (PTB) pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025. Insiden tersebut tidak hanya menyebabkan korban mengalami luka fisik, tetapi juga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta mempertanyakan profesionalisme aparat dalam menjalankan tugas pengamanan.

PMII Kab. Maros menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh perlindungan hukum dan perlakuan yang bermartabat. Situasi atau aktivitas korban pada saat kejadian tidak dapat dijadikan pembenaran atas tindakan kekerasan, terlebih pengeroyokan. Penertiban dan pengamanan publik semestinya dilakukan secara persuasif dan sesuai prosedur, bukan melalui tindakan represif yang mencederai nilai kemanusiaan.

Muh. Febry Dzulhijas, selaku Pengurus Cabang PMII Maros menilai kejadian ini merupakan representasi lemahnya komitmen aparat kepolisian terhadap profesionalitas dan etika dalam penegakan hukum. Menurutnya, penggunaan kewenangan yang melampaui batas justru merusak citra institusi kepolisian dan mengikis kepercayaan masyarakat.

“Kami menolak segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil. Aparat kepolisian harus hadir sebagai pelindung masyarakat, bukan sebagai pihak yang melakukan atau membiarkan tindakan kekerasan terjadi. Jika benar ada pengeroyokan dan pelanggaran prosedur, maka hal itu merupakan penyimpangan serius dari tugas aparat negara,” tegas Dzulhijas.

Ia menambahkan bahwa korban tidak seharusnya langsung ditempatkan sebagai pihak yang bersalah hingga harus menerima perlakuan fisik yang tidak manusiawi.

“Penegakan hukum harus tetap dilakukan, namun dengan cara yang beradab, proporsional, serta menghormati hak asasi manusia. Kekuasaan tidak boleh dijalankan secara sewenang-wenang. Selain itu kami juga menuntut keadilan bagi korban pengeroyokan dan pelaku wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya” lanjutnya.

PMII Kab. Maros menekankan bahwa setiap tupoksi kerja aparat kepolisian wajib didasarkan pada prinsip proporsionalitas, akuntabilitas, dan keterbukaan. Oleh sebab itu, apabila terbukti terjadi pelanggaran dalam penanganan insiden di PTB, PMII mendesak adanya penindakan yang tegas dan transparan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab, bukan penyelesaian internal yang berpotensi mengaburkan rasa keadilan publik.

Selanjutnya, PMII juga mengapresiasi langkah awal berupa pemeriksaan terhadap sejumlah aparat yang diduga terlibat. Namun, PMII mengingatkan agar proses tersebut tidak berhenti pada tataran administratif semata. Penanganan kasus secara setengah-setengah justru berisiko memperbesar luka sosial dan semakin menjauhkan masyarakat dari kepercayaan terhadap aparat kepolisian, terkhusus di Kabupaten Maros.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangsa yang Pandai Bertahan, Tapi Tak Lagi Percaya Perubahan, Ketika Sabar Berubah Menjadi Kepasrahan Sosial

    Bangsa yang Pandai Bertahan, Tapi Tak Lagi Percaya Perubahan, Ketika Sabar Berubah Menjadi Kepasrahan Sosial

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Dalam kamus kehidupan sehari-hari, kata sabar sering diperlakukan seperti obat mujarab untuk segala luka sosial. Ia terdengar menenangkan, penuh kebijaksanaan, bahkan dianggap sebagai jawaban paling aman atas berbagai persoalan hidup. Namun di balik itu, ada kekeliruan yang diam-diam terus dipelihara: kita terlalu sering mencampuradukkan antara kesabaran dan kepasrahan. Padahal keduanya lahir dari ruang batin yang […]

  • KH Zulfa Mustofa: NU Sedang Menata Diri, Bukan Berkonflik

    KH Zulfa Mustofa: NU Sedang Menata Diri, Bukan Berkonflik

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di tengah riuhnya perbincangan di media sosial mengenai kondisi internal Nahdlatul Ulama (NU), Penjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil Rapat Pleno PBNU kelompok Sultan, KH Zulfa Mustofa, memilih untuk meluruskan keadaan dengan nada yang menyejukkan. Ia menegaskan bahwa NU tidak sedang berada dalam pusaran konflik, melainkan tengah menjalani proses penegakan […]

  • Dugaan Setoran PETI di Pasir Putih Disorot FKPR, Aparat Diminta Telusuri Aliran Uang

    Dugaan Setoran PETI di Pasir Putih Disorot FKPR, Aparat Diminta Telusuri Aliran Uang

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Ikbal Kau
    • visibility 207
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Dugaan adanya praktik setoran atau “atensi” dalam aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di kawasan Pasir Putih, Kabupaten Gorontalo, kembali menjadi sorotan. Ketua Umum Forum Kaum Pembela Rakyat (FKPR) Wilayah Provinsi Gorontalo, Rahman Patingki, meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti informasi mengenai dugaan adanya pihak yang disebut-sebut menjadi pengepul setoran dari aktivitas PETI. Sorotan […]

  • Sorotan Kekayaan Kepala Daerah, Unggahan Pengasuh Ponpes di Pohuwato Jadi Perbincangan

    Sorotan Kekayaan Kepala Daerah, Unggahan Pengasuh Ponpes di Pohuwato Jadi Perbincangan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 772
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di tengah riuhnya sorotan terhadap kekayaan Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, sebuah unggahan dari Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Kabupaten Pohuwato, KH. Abdullah Aniq Nawawi atau yang akrab disapa Gus Aniq, turut menarik perhatian publik. Unggahan yang dibuat pada 12 Maret 2026 tersebut dinilai relevan dengan maraknya perbincangan mengenai gaya hidup dan kekayaan sejumlah […]

  • Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Febrina, Dewan Pembina DPP GENINUSA : Intinya Geninusa Harus Tetap Kritis Mengawal Pemerintahan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA), menggelar buka puasa bersama dan berbagi takjil dengan ibu Febrina sebagai salah satu dewan pembina Geninusa di kediamannya, Jakarta Selatan, Jum’at 07 Maret 2025. Sebagai salah satu dewan pembina Geninusa, ibu Febrina juga memberikan pesan sebagai dorongan kepada pengurus DPP Geninusa. Harapannya geninusa harus tetap konsisten dan […]

  • Profil Panji Sukma Nugraha, Eks Bendum PB PMII Yang Kini Menjabat Tenaga Ahli Utama Atau Jubir Kantor Staf Presiden RI

    Profil Panji Sukma Nugraha, Eks Bendum PB PMII Yang Kini Menjabat Tenaga Ahli Utama Atau Jubir Kantor Staf Presiden RI

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 567
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Jakarta – Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M., IPM., CP merupakan Seorang insinyur kelahiran Balikpapan, 24 Juni 1991 dengan latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Elektro dan Magister Manajemen Bisnis. Aktif berkiprah di dunia profesional, organisasi, serta kegiatan bisnis, dengan pengalaman yang memadukan keahlian teknis dan kapasitas manajerial. Dalam dunia prefesional pernah menjabat sebagai Manager […]

expand_less