Breaking News
light_mode
Trending Tags

Viral! Turis Italia Sebut Diancam Dibunuh Setelah Rekam Dugaan Praktik Wisata Hiu Paus di Gorontalo

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 209
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko hiu paus tertabrak kapal, mengalami cedera, hingga mengalami perubahan perilaku dalam jangka panjang.

“Memberi makan hiu paus mengganggu perilaku alaminya sebagai satwa migrasi. Hal itu membuat mereka tetap berada di satu lokasi, bukan melakukan perjalanan jauh mencari sumber makanan alami. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terhadap lalu lintas kapal, cedera, serta perubahan perilaku jangka panjang.”

Ia juga mengimbau wisatawan agar tidak mendukung praktik wisata yang dinilai merugikan satwa liar.

“Jangan mendukung praktik seperti ini. Cari tahu terlebih dahulu regulasi mengenai wisata hiu paus. Ada beberapa wisata hiu paus yang dikelola secara etis di berbagai negara, tetapi sejauh yang saya ketahui tidak di Indonesia.”

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola wisata hiu paus yang dimaksud maupun instansi terkait di Gorontalo mengenai pengakuan ancaman pembunuhan yang disampaikan Agnese Fontana.

Demikian pula terkait dugaan praktik pemberian makan hiu paus sebagaimana diungkapkan dalam unggahan tersebut, belum terdapat klarifikasi dari pihak terkait.

Catatan Redaksi: Redaksi masih berupaya menghubungi pengelola wisata, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi yang berwenang di bidang konservasi untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan guna memenuhi asas keberimbangan dalam pemberitaan.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hak Interpelasi DPRD : Jalan Terang dalam Polemik BSG

    Hak Interpelasi DPRD : Jalan Terang dalam Polemik BSG

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Bayangkan anda adalah masyarakat Gorontalo. Hari ini anda membaca berita hangat yang informasinya ‘begini’, keesokan harinya ‘begitu’. Hari ini anda memahami informasi resmi dari pemangku kebijakan, tiba – tiba besoknya informasi tersebut diklarifikasi oleh mereka sendiri pula. Inilah realita masyarakat Gorontalo, terkekang dalam polemik Bank SulutGo (BSG) yang kebijakannya berpusar disitu saja yang membuat masyarakatnya […]

  • Setan Diikat, Fraud Berlanjut?

    Setan Diikat, Fraud Berlanjut?

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Ramadhan adalah bulan transparansi spiritual. Kita diajak jujur, bahkan ketika tidak ada yang melihat. Puasa itu unik: yang tahu kita benar-benar puasa atau tidak, hanya kita dan Allah. Ini seperti sistem self-assessment dalam perpajakan. Negara percaya kita jujur melaporkan. Tuhan pun “percaya” kita jujur berpuasa. Pertanyaannya: apakah kita layak dipercaya? Sebagai bangsa yang religius, kita […]

  • Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)

    Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Setelah Nabi wafat, kisah ini terus membekas di hati para sahabat. Suatu ketika, rombongan dari Yaman datang ke Madinah pada masa kekhalifahan Umar ibn al-Khattab. Umar selalu teringat sabda Nabi tentang Uwais dan penasaran: apa yang membuat lelaki sederhana ini begitu istimewa di mata Nabi, padahal ia tidak pernah bertemu beliau? Rasa penasaran itu mendorong […]

  • Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Refleksi Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Oleh : Pepi Al-Bayqunie (Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Di Indonesia, demokrasi kerap tampil meriah hanya saat pemilu. Angka, statistik, dan pesta politik menjadi hal yang paling mencolok. Namun, setelah hiruk pikuk itu usai, demokrasi sering kembali sepi. Ia menyusut menjadi prosedur […]

  • Hisab Kemenag: Hilal Awal Syawal 1447 H Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Lebaran Berpotensi 21 Maret 2026

    Hisab Kemenag: Hilal Awal Syawal 1447 H Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Lebaran Berpotensi 21 Maret 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Ia mengungkapkan, terdapat 11 wilayah di Provinsi Aceh seperti Banda Aceh, Sabang, hingga Lhokseumawe yang telah memenuhi syarat tinggi hilal minimal 3 derajat. Namun, seluruh wilayah tersebut masih belum memenuhi syarat elongasi 6,4 derajat, sehingga belum memenuhi kriteria imkanur rukyat. Cecep menegaskan bahwa dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia, metode hisab dan rukyat digunakan […]

  • Khabbab bin al Arat, Sang Guru Ngaji Yang Teguh Iman (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #9)

    Khabbab bin al Arat, Sang Guru Ngaji Yang Teguh Iman (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #9)

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Suatu ketika, Umar, yang belum memeluk Islam, mendengar suara bacaan Qur’an dari rumah adiknya. Saat ia masuk untuk melihat apa yang terjadi, Khabbab sedang membacakan Al‑Qur’an. Kejadian ini disebut-sebut sebagai salah satu cikal bakal yang menyentuh hati Umar, membuatnya tertarik mempelajari Islam lebih jauh, dan kemudian memeluk agama ini secara resmi. Perlu dicatat bahwa narasi […]

expand_less