Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Rachmat Gobel Wujudkan Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Nasional

  • account_circle Moloneo Az
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 159
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com – Gobel Group dalam usianya yang hampir 70 tahun meneguhkan pengabdiannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk petani dan nelayan Indonesia.

Perusahaan ini terus tumbuh kuat dan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem ekonomi negara ini.

Komitmen terhadap sektor pertanian ini telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan sejak generasi pendiri. Sejarah mencatat pada tahun 1963, almarhum Thayeb Mohammad Gobel, pendiri perusahaan, mendirikan PT Pabrik Diesel dan Traktor (Paditraktor) yang memproduksi berbagai alat mekanik pertanian, mulai dari traktor, pengering gabah, penyemprot hama, hingga mesin pengolah beras untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi hasil panen.

Produk alat mekanik pertanian ini merupakan perwujudan visi untuk memajukan negara Indonesia sebagai negara agraris.

Semangat tersebut terus diwujudkan Gobel Group dengan berbagai pengembangan di Provinsi Gorontalo melalui berbagai inisiatif strategis yang mendukung transformasi daerah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi pangan di Indonesia Timur. Sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan ketahanan pangan nasional, termasuk melalui pengembangan hilirisasi peternakan ayam, berbagai investasi terus dikembangkan untuk membangun rantai nilai yang terintegrasi, mulai dari produksi, industri pengolahan, logistik, hingga akses pasar.

Pengembangan perusahaan ini dipercaya akan meningkatkan kesejahteraan warga, dan menguatkan sendi perekonomian daerah dan regional.

Komitmen tersebut turut ditampilkan melalui partisipasi Gobel Group dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII 2026 yang diselenggarakan di Gorontalo pada 20–25 Juni 2026.

Dengan mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional”, kegiatan ini menjadi forum kolaborasi bagi petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, serta pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan Indonesia.

Gobel Group menampilkan berbagai kontribusi yang telah dibangun di Gorontalo selama tiga generasi, mulai dari penguatan konektivitas logistik melalui pelabuhan internasional PT Anggrek Gorontalo Internasional Terminal (AGIT), pengembangan area industri berbasis hilirisasi melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gorontalo, perluasan akses pasar bagi hasil pertanian melalui kemitraan dengan Châteraisé yang menghubungkan hasil panen petani lokal dengan rantai pasok global melalui konsep farm-to-factory, hingga pemanfaatan teknologi Panasonic untuk mendukung produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.

Rachmat Gobel, Chairman Gobel Group, menyampaikan bahwa partisipasi Gobel Group dalam PENAS XVII 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani, nelayan, dan masyarakat daerah.

“Bagi Gobel Group, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan meningkatkan produksi pertanian dan perikanan. Ketahanan pangan memerlukan ekosistem yang mampu menghubungkan petani dan nelayan dengan teknologi, infrastruktur, industri hilir, sistem logistik yang efisien, serta akses pasar yang berkelanjutan,” kata Rachmat Gobel, Sabtu (20/6/2026).

Rachmat Gobel menjelaskan pendekatan yang digunakan inilah yang selama beberapa dekade terus dikembangkan perusahaannya melalui berbagai inisiatif bisnis dan pembangunan daerah.

Melalui kehadiran di PENAS XVII 2026, ia ingin menunjukkan bagaimana langkah-langkah tersebut terus dibangun, terutama di Gorontalo, sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan daerah dan ketahanan pangan nasional.

Berbagai inisiatif yang ditampilkan Gobel Group di PENAS XVII 2026 merupakan bagian dari visi jangka panjang pembangunan Gorontalo sebagai pusat agrominapolitan Indonesia Timur.

Visi 2051 yang diinisiasi ini bertujuan untuk mendorong akselerasi pembangunan ekonomi daerah, pengembangan kota agrominapolitan, membuka akses investasi dan penciptaan lapangan kerja, penguatan infrastruktur dan konektivitas, serta mendorong pembangunan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

Sebagai Chairman Gobel Group, Rachmat Gobel juga secara konsisten mendorong realisasi visi tersebut melalui berbagai inisiatif, mulai dari membuka akses investasi, menghubungkan program CSR lintas perusahaan untuk mendukung sektor pertanian, hingga memperkuat infrastruktur pertanian melalui berbagai skema pendanaan dan kolaborasi untuk Gorontalo.

 

KEK Gorontalo: Mendorong Hilirisasi dan Penciptaan Lapangan Kerja

Sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan Visi Gorontalo 2051, KEK Gorontalo dirancang dengan konsep Agrominapolitan Hijau dan Halal untuk mendorong industrialisasi berbasis sumber daya lokal, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur.

Melalui pengembangan industri pengolahan di dalam kawasan, berbagai komoditas unggulan di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, seperti jagung, kakao, kelapa, serta sapi diharapkan tidak lagi hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Sebagai contoh, kelapa yang selama ini dipasarkan sebagai komoditas primer dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti santan beku, minyak kelapa, margarin, cocofiber, hingga briket karbon aktif. Sementara itu, jagung dapat dikembangkan menjadi pakan ternak, tepung jagung, sirup glukosa, maupun bioetanol. Pendekatan hilirisasi ini mendorong terciptanya ekonomi sirkular yang memaksimalkan pemanfaatan sumber daya lokal sekaligus menjaga perputaran nilai ekonomi di Gorontalo.

Dampak ekonomi yang dihasilkan juga diproyeksikan signifikan. Berdasarkan kajian pengembangan KEK Gorontalo yang disusun bersama tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB), kawasan ini berpotensi menciptakan tambahan 17.220 lapangan kerja baru dibandingkan skenario tanpa KEK. Pada 2051, sektor industri diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 129 ribu tenaga kerja, sekaligus menurunkan tingkat pengangguran hingga 1,12 persen.

Selain menciptakan lapangan kerja, KEK Gorontalo juga diproyeksikan menjadi katalis bagi pertumbuhan investasi, peningkatan pendapatan masyarakat, dan terbentuknya rantai nilai industri yang lebih kuat di Indonesia Timur.

 

AGIT: Gerbang Logistik Internasional dari Indonesia Timur

Jika KEK Gorontalo berperan menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi, maka PT Anggrek Gorontalo International Terminal (AGIT) menjadi infrastruktur strategis yang menghubungkan nilai tambah tersebut dengan pasar nasional dan global.

Sebagai pelabuhan internasional hasil proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), AGIT dikembangkan dengan konsep smart green port untuk memperkuat konektivitas logistik Indonesia Timur.  AGIT dirancang sebagai gerbang logistik internasional yang menghubungkan potensi produksi Gorontalo dan Indonesia Timur dengan pasar nasional maupun global, sehingga mampu meningkatkan efisiensi distribusi, memperluas akses pasar, menarik investasi, serta memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah.

Peran tersebut mulai terlihat melalui aktivitas ekspor yang terus meningkat. Sepanjang 2025, sebanyak 36 ribu ton molasses (tetes tebu) diekspor melalui AGIT ke Korea Selatan setelah sebelumnya menjangkau Filipina, Australia, Somalia, dan Malaysia. Sebanyak 64 ribu ton wood pellet (pelet kayu) juga diekspor ke Jepang dan Korea Selatan melalui fasilitas pelabuhan tersebut.

Peningkatan aktivitas ekspor ini menunjukkan peran strategis AGIT dalam membuka akses pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi Gorontalo sebagai salah satu simpul perdagangan dan logistik penting di Indonesia Timur.

 

Menciptakan Nilai Tambah bagi Petani dan Nelayan

Selain membangun konektivitas dan infrastruktur, Gobel Group juga mendorong penciptaan nilai tambah melalui pengembangan akses pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian Indonesia.

Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi bersama Châteraisé yang menghubungkan hasil pertanian lokal dengan rantai pasok global melalui pendekatan farm-to-factory.  Implementasi dari pendekatan tersebut telah menunjukkan hasil. Kakao yang dihasilkan oleh petani binaan Gobel Group berhasil diekspor ke Jepang untuk diolah menjadi produk coklat Châteraisé yang dipasarkan di negara tersebut. Melalui model ini, hasil pertanian tidak berhenti sebagai komoditas mentah atau bahan baku, tetapi menjadi produk bernilai tambah yang memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat hilirisasi yang saat ini menjadi prioritas nasional, yaitu memastikan lebih banyak nilai ekonomi tercipta di dalam negeri dan dapat dinikmati oleh masyarakat.

“Melalui PENAS XVII 2026, kami berharap kolaborasi antara petani, nelayan, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat ketahanan pangan nasional. Bagi Gobel Group, upaya ini bukan hanya tentang meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani dan nelayan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami juga mengundang peserta PENAS dan masyarakat Gorontalo untuk mengunjungi Pentadio, sebuah ruang kreasi dan wisata yang kami hadirkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan potensi Gorontalo kepada Indonesia dan dunia” tutup Rachmat Gobel. (rosyidazhar)

  • Penulis: Moloneo Az

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lionel Scaloni Ungkap Alasan Messi Minta Dicadangkan Lawan Yordania: Demi Rekan Setim

    Lionel Scaloni Ungkap Alasan Messi Minta Dicadangkan Lawan Yordania: Demi Rekan Setim

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengungkap alasan di balik keputusan mencadangkan Lionel Messi saat menghadapi Yordania pada laga terakhir Grup J Piala Dunia 2026. Ternyata, keputusan tersebut bukan karena masalah kebugaran, melainkan atas permintaan sang kapten sendiri. Argentina menutup fase grup dengan kemenangan 3-1 atas Yordania. Dalam pertandingan itu, Messi tidak tampil sebagai […]

  • Sukses Digelar,HARLAH KE 74 dan LDK PD IP DDI Maros Bentuk Kader Muda DDI Berakhlak dan Berdaya Pimpin

    Sukses Digelar,HARLAH KE 74 dan LDK PD IP DDI Maros Bentuk Kader Muda DDI Berakhlak dan Berdaya Pimpin

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Nulondalo.com,MAROS–Harlah ke 74 IP DDI Dan Semangat spiritual serta kepemimpinan menyatu dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan atau LDK Keagamaan PD IP DDI Kab Maros sukses digelar pada tanggal 24-28 Juni 2026 di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an DDI hasanuddin Maros

  • Darda Daraba Pimpin Alumni Lemhannas Gorontalo.

    Darda Daraba Pimpin Alumni Lemhannas Gorontalo.

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Alumni (IKAL) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Provinsi Gorontalo periode 2025–2030 resmi dilantik pada Rabu (2/7/2025). Prosesi pelantikan dilakukan secara virtual oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IKAL Lemhannas, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, berdasarkan Surat Keputusan Nomor: SKEP/09/VII/2025/IKAL-LEMHANNAS. Sementara itu pengukuhan DPD IKAL Lemhannas Provinsi Gorontalo dilakukan secara langsung oleh […]

  • Jangan Jadi Nahdliyyin Imma’ah

    Jangan Jadi Nahdliyyin Imma’ah

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Ada hadits yang patut direnungkan oleh kita semua, khususnya oleh warga Nahdliyyin yang akhir-akhir ini menyaksikan banyak kejanggalan pada tubuh organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Mulai dari konflik internal hingga kasus-kasus yang menyeret para pengurus dan tokohnya. Nabi bilang begini: لا تَكُونُوا إمعة تَقولُونَ إِن أحسن النَّاس أحسنا وَإِن ظلمُوا ظلمنَا “Janganlah kalian menjadi “imma’ah”. Yaitu […]

  • Sekolah di Zona Rawan: Mendesak Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kota Gorontalo

    Sekolah di Zona Rawan: Mendesak Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kota Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Dadang Sudardja
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Tulisan ini diilhami dari diskusi bersama teman-teman WALHI Gorontalo. Kebetulan, penulis menjadi narasumber dan fasilitator dalam kegiatan Diklat Tanggap Darurat Bencana Ekologis. Sebagai pegiat kebencanaan yang juga menaruh perhatian serius pada isu Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), berbagai obrolan dan diskusi tersebut melahirkan satu kegelisahan mendasar: Kota Gorontalo berada pada ancaman gempa bumi dan banjir […]

  • Terungkap! Ini Penyebab Pria di Ampana Gantung Diri di Dalam Rumah

    Terungkap! Ini Penyebab Pria di Ampana Gantung Diri di Dalam Rumah

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 397
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Warga Jalan Cakalang, Kelurahan Bailo Baru, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam rumahnya pada Selasa (24/03/2026) pagi. Peristiwa tragis tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi kejadian. Korban diketahui berinisial AB (28), seorang nelayan setempat. Ia pertama kali ditemukan oleh […]

expand_less