Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran Serius

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 352
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menilai demokrasi Indonesia tengah menghadapi tantangan serius yang berpotensi melemahkan prinsip-prinsip dasar demokrasi, mulai dari kebebasan sipil, supremasi sipil, hingga kebebasan pers.

Penilaian tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Pesan Kebangsaan Awal Tahun 2026, yang digelar di Grha Pemuda, Kompleks Gereja Katedral, Jalan Katedral No. 7B, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026), dan disiarkan secara langsung.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh lintas agama dan tokoh bangsa, di antaranya Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M. Quraish Shihab, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Romo Franz Magnis-Suseno SJ, Pdt. Gomar Gultom, Erry Riyana Hardjapamekas, Pdt. Jacky Manuputty, Laode M. Syarif, Komaruddin Hidayat, Ery Seda, Romo A. Setyo Wibowo SJ, Lukman Hakim Saifuddin, dan Alissa Q. Wahid.

Skor Demokrasi Indonesia Stagnan

Dalam pernyataan sikapnya, GNB merujuk laporan Economist Intelligence Unit (EIU) 2025, yang mencatat skor kualitas demokrasi Indonesia berada di angka 6,30 dari skala 10.

“Pemilihan umum berjalan relatif baik, namun masih terdapat persoalan serius pada budaya politik, penghormatan terhadap kebebasan sipil, serta fungsi lembaga-lembaga pemerintahan,” ujar Omi Komaria Nurcholish Madjid saat membacakan pernyataan GNB.

Pernyataan sikap tersebut dibacakan secara bergiliran oleh para tokoh GNB, antara lain Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, Pdt. Jacky Manuputty, Pdt. Gomar Gultom, Romo Franz Magnis-Suseno, Lukman Hakim Saifuddin, dan Alissa Q. Wahid.

Represi terhadap Kebebasan Sipil Meningkat

GNB mencatat sepanjang 2025 terjadi peningkatan signifikan ancaman terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi. Pemenjaraan, teror, serta intimidasi terhadap warga negara yang menyampaikan kritik masih terus berlangsung.

Pasca aksi massa menuntut perbaikan kondisi bangsa pada Agustus 2025, yang disertai perusakan fasilitas publik, ribuan orang dilaporkan ditangkap dan ditahan, termasuk aktivis demokrasi dan pegiat hak asasi manusia.

“Hingga awal Desember 2025, penangkapan terhadap penggerak komunitas demokrasi lokal masih terus terjadi di sejumlah daerah,” demikian catatan GNB.

Selain itu, teror juga dialami akademisi dan influencer yang mengkritik penanganan bencana di Sumatera pada akhir November 2025.

Kebebasan Pers Memburuk

Kemunduran demokrasi juga tercermin dari memburuknya kebebasan pers. Jurnalis yang bersikap kritis dilaporkan mengalami berbagai bentuk intimidasi, mulai dari penghalangan kerja jurnalistik, perampasan alat liputan, hingga tekanan aparat penegak hukum dan keamanan.

GNB menilai pernyataan sejumlah pejabat publik yang menekan independensi media turut memperparah situasi. Bentuk teror yang dialami jurnalis, aktivis, akademisi, dan pemengaruh meliputi pengiriman bangkai binatang, perusakan kendaraan, doxing di ruang digital, hingga aksi kekerasan fisik seperti pelemparan bom molotov ke rumah.

GNB juga menyoroti kecenderungan negara menggunakan pendekatan represif dalam merespons tuntutan warga. Kekerasan dilaporkan terjadi dalam berbagai isu strategis, seperti pembahasan RUU TNI, aksi buruh, konflik Proyek Strategis Nasional, situasi di Papua, hingga polemik tunjangan anggota DPR.

“Meritokrasi birokrasi semakin terpinggirkan oleh kepentingan politik, sementara partai politik cenderung lebih menyuarakan kepentingan elite dibanding kepentingan publik,” kata Pdt. Gomar Gultom, Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

Krisis Lingkungan Jadi Ancaman Bangsa

Selain persoalan demokrasi, GNB menilai krisis lingkungan hidup sebagai ancaman serius bagi masa depan Indonesia. Berdasarkan data FAO, luas kawasan hutan Indonesia menyusut drastis dari 118,5 juta hektare pada 1990 menjadi 92,1 juta hektare pada 2020.

Eksploitasi alam yang tidak berkelanjutan dan lemahnya penegakan hukum memicu bencana ekologis di berbagai wilayah, termasuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.

Data BNPB per 11 Januari 2026 mencatat, bencana banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera menyebabkan 1.180 orang meninggal dunia, 145 orang hilang, dan sekitar 238 ribu orang mengungsi.

Sebagai gerakan etis dan nonpartisan, GNB mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan upaya bersama demi mewujudkan Indonesia yang adil, demokratis, dan bermartabat.

“Nilai-nilai agama, Pancasila, dan UUD 1945 harus menjadi landasan etik dalam menjalankan amanah kekuasaan publik,” tegas Alissa Q. Wahid.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Maros Naik ke Penyidikan, Publik Desak Segera Tetapkan Tersangka

    Kasus Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Maros Naik ke Penyidikan, Publik Desak Segera Tetapkan Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Keputusan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros menaikkan status perkara dugaan tindakan represif oknum anggotanya dari tahap penyelidikan ke penyidikan menuai sorotan tajam dari publik. Meski langkah ini diklaim sebagai bentuk keseriusan institusi, hingga kini belum adanya penetapan tersangka justru memicu kekhawatiran akan adanya upaya perlindungan terhadap pelaku serta pengabaian prinsip Hak […]

  • Abu Sa’id al-Khudri dan Surah Al-Fatihah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #24)

    Abu Sa’id al-Khudri dan Surah Al-Fatihah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #24)

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Nama lengkapnya Sa‘d bin Malik bin Sinan bin ‘Ubayd bin Tha‘labah al-Khazraji al-Anshari. Ia berasal dari suku Khazraj, salah satu dari dua suku besar Anshar di Madinah bersama suku Aus. Karena berasal dari keluarga Bani Khudrah di lingkungan Khazraj, ia dikenal dengan nisbah al-Khudri. Abu Sa’id lahir di Madinah sebelum kedatangan Nabi. Ayahnya, Malik bin […]

  • Pengerukan Tanah di Pallantikang Disorot, Legalitas dan Peruntukan Material Dipertanyakan

    Pengerukan Tanah di Pallantikang Disorot, Legalitas dan Peruntukan Material Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Nulodalo.Com, MAROS — Aktivitas pengerukan tanah di Lingkungan Pangkajene, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan. Penggunaan alat berat serta aktivitas sejumlah kendaraan jenis Dyna yang mengangkut material tanah dari lokasi memunculkan pertanyaan mengenai peruntukan kegiatan, status lahan, hingga aspek perizinannya. ‎ ‎Berdasarkan hasil penelusuran dan dokumentasi lapangan pada Senin (31/8/2026) […]

  • Bareskrim Polri Tahan Dua Petinggi PT Dana Syariah Indonesia Terkait Dugaan Penggelapan Dana dan TPPU

    Bareskrim Polri Tahan Dua Petinggi PT Dana Syariah Indonesia Terkait Dugaan Penggelapan Dana dan TPPU

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 326
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri resmi menahan dua petinggi PT Dana Syariah Indonesia (DSI), yakni Direktur Utama Taufiq Aljufri dan Komisaris Arie Rizal Lesmana, mulai Selasa (10/02/2026). Penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan kasus dugaan penggelapan dana dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada layanan pinjaman online (pinjol) DSI. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus […]

  • DPP Geninusa Gelar Buka Puasa Bersama, Pembina Febrina Tekankan Pentingnya Nalar Kritis Generasi Muda

    DPP Geninusa Gelar Buka Puasa Bersama, Pembina Febrina Tekankan Pentingnya Nalar Kritis Generasi Muda

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Nulondalo – Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA), menggelar buka puasa bersama dan berbagi takjil dengan ibu Febrina sebagai salah satu dewan pembina Geninusa di kediamannya, Jakarta Selatan, Jum’at 07 Maret 2025. Sebagai salah satu dewan pembina Geninusa, ibu Febrina juga memberikan pesan sebagai dorongan kepada pengurus DPP Geninusa. Harapannya geninusa harus tetap […]

  • Wahsyi ibn Harb: Plot Twist yang Unik (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #13)

    Wahsyi ibn Harb: Plot Twist yang Unik (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #13)

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Sejarah Islam mengenal banyak kisah tentang keberanian dan kesetiaan. Namun kisah Wahsyi bin Harb agak unik dan rumit. Ia bukan tokoh yang sejak awal berdiri di barisan kaum Muslimin. Ia datang dari Habasyah menjadi budak Jubair ibn Mut‘im. Keahliannya adalah melempar tombak—sebuah keterampilan yang kelak mengubah arah hidupnya dan tercatat dalam sejarah. Dalam Perang Uhud, […]

expand_less