Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Misteri Emas Molalahu dan Keserakahan yang Terus Berulang (Bagian 2)

  • account_circle Momy Hunowu
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 430
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Berselang dua hari setelah Camat dan unsur Tripika melakukan sidak ke lokasi penambangan, sejumlah warga Molamahu bergerak memasuki areal tambang tanpa izin itu. Rupanya, tak ada lagi aktivitas di sekitar lokasi. Yang tersisa hanyalah hamparan tanah penuh luka cabik. Sepertinya para pemburu harta karun itu telah menjauh. Entah lari atau sekadar bersembunyi. Warga segera mengeksekusi tenda-tenda yang masih berdiri tegak tanpa terpal. Bagai dikomando, mereka layaknya Satpol PP yang menertibkan lapak-lapak tak berijin. Tak ketinggalan alat penapis tanah yang terbuat dari rangka kayu, ikut dibakar warga. Warga juga menemukan sejumlah jerigen besar berisi solar yang sengaja ditimbun dalam tanah. Sebagian warga menelusuri jejak eskapator dan akhirnya menemukan dua buah cangkul raksasa itu terparkir di kebun warga. Belum diketahui, apakah para penambang tanpa ijin itu benar-benar pergi, atau menunggu kondisi tenang lalu kembali beraksi? Jika benar mereka akan kembali, sebegitu beranikah mereka dibandingkan kaum penjajah Belanda yang pada akhirnya angkat kaki dari wilayah pencabut nyawa itu? Berikut kisah penguasa kolonial yang berupaya mencerabut bongkahan emas dan berakhir dengan kematian yang mengenaskan, sebagaimana dituturkan para tetua kampung kepada penulis 20 tahun silam.

Ketika Belanda Memburu Emas Molalahu

Dalam beberapa bagian, kisah ini tentu sulit diuji secara historis, namun narasi tersebut hidup dan terus diwariskan dalam ingatan kolektif masyarakat Molalahu. Meskipun Lembah Tupalo (Molalahu Mulolo) merupakan kawasan yang terpencil dan tersembunyi, kaum penjajah Belanda akhirnya sampai juga ke wilayah ini. Mereka bahkan menjangkau wilayah yang lebih jauh hingga Huludu Ayu Molingo, atau puncak perbukitan kayu manis, yang kisahnya akan diceritakan tersendiri. Konon, kawasan ini menarik perhatian kaum penjajah karena diyakini menyimpan kandungan emas yang tak terbayangkan besarnya, apatahlagi nilainya. Menurut penuturan orang-orang tua dahulu, emas yang memancarkan sinar keemasan di sungai lembah Tupalo tak dapat dijamah apalagi dimiliki manusia. Siapa yang coba-coba mengusik, pasti tidak akan selamat. Demikianlah keyakinan yang hidup di tengah masyarakat dan masih sanggup merindingkan bulu kuduk hingga hari ini.

  • Penulis: Momy Hunowu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jakarta Bukan Indonesia: Menimbang Federalisme dan Otoritas Kharismatik

    Jakarta Bukan Indonesia: Menimbang Federalisme dan Otoritas Kharismatik

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Perdebatan mengenai bentuk negara tidak pernah benar-benar usai. Ia muncul kembali setiap kali ketimpangan pembangunan melebar, distribusi sumber daya dipersoalkan, atau hubungan pemerintah pusat dan daerah dipenuhi rasa saling curiga. Pertanyaan yang mengemuka bukan lagi sekadar apakah Indonesia harus tetap menjadi negara kesatuan, melainkan apakah pola penyelenggaraannya yang masih menyisakan watak sentralistik masih memadai untuk […]

  • Seratus Tahun NU dan Neo-Postradisionalisme

    Seratus Tahun NU dan Neo-Postradisionalisme

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Pada awal tahun 2000-an, di tubuh Nahdlatul Ulama, muncul satu arus pemikiran penting yang digerakkan terutama oleh anak-anak muda NU di level kultural, yang kemudian dikenal sebagai Postradisionalisme Islam. Gerakan pemikiran ini lahir dan tumbuh dari ruang-ruang intelektual dan kebudayaan yang relatif cair. LKiS di Yogyakarta dan Desantara di Jakarta menjadi dua simpul penting yang […]

  • DPR RI Beberkan 4 Masalah Krusial Pascabencana di Sumatra, Ini yang Paling Mendesak

    DPR RI Beberkan 4 Masalah Krusial Pascabencana di Sumatra, Ini yang Paling Mendesak

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 302
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI mengungkap empat permasalahan krusial yang masih menghambat penanganan dan pemulihan bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Temuan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif Satgas Galapana DPR RI selama 1–5 Januari 2025 di daerah terdampak. Hal itu disampaikan perwakilan Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, dalam Rapat Koordinasi Satgas […]

  • Jangan Biarkan Mimpi Anak Kehabisan Tenaga di Garis Akhir

    Jangan Biarkan Mimpi Anak Kehabisan Tenaga di Garis Akhir

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Namun, ada satu pertanyaan penting yang sering kali terlambat dipikirkan, yaitu: kapan sebenarnya kita harus mulai merencanakan kuliah anak? Sebagian besar keluarga baru mulai memikirkan jurusan, universitas, hingga biaya pendidikan ketika anak sudah duduk di bangku SMA. Padahal, pada fase tersebut waktu untuk mempersiapkan semuanya […]

  • Ada Apa dengan (Haji) Bawakaraeng

    Ada Apa dengan (Haji) Bawakaraeng

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kalau Anda bertanya kepada seorang muslim, apakah ia punya niatan naik haji, maka dari  jutaaan mereka nyaris punya jawaban yang sama, “ingin berhaji melengkapi rukun Islam kelima. Saya pun adalah satu dari sekian banyak umat Islam yang selalu mengharu-birukan doa untuk mendapat undangan Sang Khaliq ke Rumah-Nya yang suci itu. Naik haji ke Baitullah (Makkah […]

  • Tidak Merasakan Dampak Baik, Masyarakat Dorosago Pertanyakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2025

    Tidak Merasakan Dampak Baik, Masyarakat Dorosago Pertanyakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2025

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 1.179
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Sejumlah masyarakat di Desa Dorosago mulai mempertanyakan terkait pengelolaan keuangan desa. Pasalnya, kucuran Dana Desa yang seharusnya menjadi stimulant pembangunan dan kesejahteraan, dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga setempat sepanjang tahun anggaran 2025. Berdasarkan data yang dihimpun, Desa Dorosago tercatat mengelola Total Pendapatan Desa tahun 2025 dengan angka yang […]

expand_less